
Hmm Vila Putih, nama yang cukup singkat dan bagus, bisasanya kalau vila-vila di daerah atas itu namanya selalu bernuansa bunga bungaan, tapi ini cukup dengan naman putih saja, apakah nama itu da hubunganya dengan cat vila ini yang berwana putih?
Tidak terasa aku turun dari mobil dan mulai mendekati pintu pagar vila. Cukup aneh juga yang awalnya aku ndak peduli blas gadas sama vila ini tiba-tiba aku tertarik dan mendekat di pintu gerbang.
“Ada yang bisa saya bantu mas mbak?” tanya seseoarang yang tiba-tiba muncul di sebelah Totok dengan wajah tanpa ekspresi
Aneh seseorang tua kurus dengan sarung yang dislempangkan di pundaknya tiba-tiba saja muncul dan menawarkan bantuan, padahal dari tadi disini hanya ada aku dan totok saja.
Bau rokok litingan dengan daun jagung menyeruak hidungku, keliatanya orang tua ini lebih suka merokok dengan tembakau lintingan dari pada beli rokok buatan pabrik.
“Eh anu pak, akunya eh pingin tau siapa pemiliki eh vila ini “kata Totok dengan agak terbata-bata, mungkin dia tadi kaget karenaa orang tua ini tiba-tiba muncul di sebelah kami
“Saya pengurusnya mbak eh atau pak ya” kata orang tua itu dengan wajah yang polos tetapi jujur dengan menanyakan mbak atau pak kepada Totok manusia gak jelas blash
“Eh heh nama saya Titik pak , eh dengan pak siapa ya?” tanya totok dengan sedikri canggung karena kena kata mbak atau pak
“Saya Tembol pak Titik, eh ada perlu apa ya kok lihat lihat ke dalam dalam vila?” tanya nya dengan wajah yang tanpa ekspresi sama sekali
“Eh saya mau tanya dulu tentang harga vila ini pak” kata Totok yang mulai bisa mengendalikan diri dan mulai menghilangkan kata akunya
“Begini saja , lebih baik kalian lihat dulu saja ke dalam vila ini, karena ndak enak kalau hanya tanya harga tapi tidak lihat apa yang ada didalamnya” kata pak Tembol lagi
“Eh saya tanya harganya dulu saja pak , karena kalau kemahalan saya ndak mampu sewanya pak” potong Totok
“Hehehe jangan permasalahkan tentang harga sewa dulu pak, harga bisa dibicarakan dengan santai setelah kalian berdua lihat apa yang ada di dalam vila ini “ jawab pak Tembol dengan nada yang penuh misteri
Agaknya pak tua ini memaksa kami untuk melihat isi vila, tapi ndak tau lagi Totoknya, apakah dia mau masuk ke dalam untuk melihat isi vila ini?.
“Eh kalau seumpama kami sudah lihat isi vila , kemudian harganya tidak cocok, terus kalau tidak jadi sewa gimana pak?” tanya Totok
“Ndak masalah pak, yang penting kan kalian sudah lihat apa yang ada didalam , perkara jadi atau tidak itu bisa dibicarakan lagi “ kata pak Tua yang memperkenalkan diri bernama pak Tembol itu
“Eh kalau memang bapak memaksa ya eh ayo dah pak, siapa tau saya minat sewa vila kalau harganya cocok” kata Totok
Pukul 14.00 pak Tembol membuka gembok pagar vila, kami masuk ke dalam taman vila yang bagus karena tanaman dan rerumputan disekitar sini terpotong dengan rapi.
Pak Tembol berjalan mendahului kami, aku dan Totok berjalan pelan karena sedang menikmati suasana taman yang begitu indah.
__ADS_1
Disiang bolong ini taman disini nampak sejuk, karena di kiri dan kanan taman ada pohon yang besar, yang daun dan dahannya sanggup untuk menaungi sebagian area taman sehinga nampak teduh.
Tapi mataku tertuju pada sesuatu dipojokan taman, disiang hari ini ada siluet sesuatu yang bergerak ke arah belakang taman.
“Eh pak, di belakang itu apa ya? Tanyaku kepada pak Tembol
“Oh disana adalah taman belakang, dibalik taman belakang adalah jurang yang sangat dalam pak “ begitu penjelasan pak Tembol kepadaku.
Kami sekarang berada di teras vila, teras yang sejuk dan nyaman. Kemudian pak tembol mengeluarkan anak kunci dari saku celana pendekanya yang sudah kusam warnanya
Ketika pak Tembol membuka pintu vila......... aku kaget! ,dan tidak bisa berkata apa-apa karena tiba-tiba mulutku kaku, untuk berbicara saja aku ndak bisa, apalagi berteriak!
Banyak darah dan mayat di dalam vila, puluhan mayat busuk dan mengerikan ada didalam sana, darah kering dan darah basah terhampar di lantai vila, aku hanya bisa diam tanpa bisa bekata kata!
Tetapi anehnya visual mengerikan itu hanya dua tiga detik saja, detik berikutnya yang terlihat adalah keindahan suasana dalam vila yang amat sangat menakjubkan!
Berbagai hiasan dan lukisan ada di dinding vila putih, vila bernuansa eropa ini indah dan megah, tetapi tadi apa yang sempat aku lihat sebelumnya?
Apakah ada hubungnya dengan vila ini? Atau lebih baik aku diam saja dan kubiarkan saja Totok menikmati keindahan vila bersama Tembol .
“Eh endak deh kak, saya disini saja sekalian lihat keindahan taman vila ini” aku tetep tidak akan masuk ke dalam vila yang tadi sekilas sempat muncul penampakan mengerikan yang ada di sini.
Aku menunggu di teras, teras ini sebenarnya nyaman, tetapi ndak tau aku merasakan sesuatu yang membuatku tidak kerasan dan rasanya ingin segera pergi dari sini. Teras ini berbentuk setengah lingkaran khas model jaman londo dengan lantai teras yang terbuat dari marmer yang nampak tua
Duh sudah jam 14.35 iki, kenapa kok lama sekali mereka ada didalam sana , apa Totok sedang digoyang pak Tembol ya, mosok hanya lihat lihat keadaaan vila ini bisa sebegitu lamanya mereka berdua ada di dalam.
Tetapi kalau dipikir pikir, sebenarnya apa hubunganya antara kasus Indah, kasus lagu, mbah Kara yang tadi itu dan kemudian vila ini, kenapa aku harus terjerumus dalam kegiatan Totok yang semakin ndak jelas setelah kematian Bejo?
Aku kan hanya karyawan penjaga toko yang sedang berusaha mencari jiwa Totok, tapi kenapa makin melebar ke arah sewa menyewa vila, dan nantinya pasti Totok akan berusaha menyewa vila ini.
Kudengar langkah kaki dari dalam vila setelah sebegitu lama mereka ada di dalam sana, masak cuma hanya melihat isi vila saja sampai mereka harus berlama lama ada di dalam sana.
Kedua orang itu sudah ada di teras , wajah Totok terlihat senang, apa mungkin dia setuju untuk meyewa vila mengerikan ini?
“Begitu ya pak Tembol, pokoknya keadaan di dalam vila ini benar-benar lur biasa, hanya saja saya harus bicara dengan teman teman saya dulu , siapa saja yang mau ikut nginap disini, karena sayang ada empat kamar besar besar itu pak” kata Totok kepada pak Tembol
Ndak terasa aku menyipitkan mataku ketika pak Tembol dan Totok berbicara, tiba tiba sesuatu yang mengerikan ada di depanku. Tidak ada yang namanya pak Tembol, yang ada adalah sesosok mayat dengan pakaian compang camping yang sedang berdiri di depanku.
__ADS_1
Aku berusaha untuk tidak kaget ketika yang ada di depanku ini bukan sosok pak Tembol, sosok yang berantakan dengan sebagian tulang rusuk yang hancur, sosok itu sedang berdiri di depan Totok .
Sepertinya aku harus mulai membiasakan diri dengan keadaan yang seperti ini, sejak aku ada di kota Mjkt ini aku sudah mulai terbiasa menghadapi yang aneh aneh.
“Eh kak, yuk kita pulang kak, sudah menjelang sore ini kak. Kan nanti malam kakak mau buka toko” kuusahakan untuk tidak melihat ke arah pak Tembol yang ada dismpingku.
“Oh iya, untung mas Agus ngingetin akunya” Totok menoleh ke arahku seakan akan dia sedang meminta kejelasan mengenai vila yang di depan kami ini
“Nanti saja kak, kan kak Titik harus minta persetujuan kepada teman teman lainya dulu, tadi kakak bilang gitu kan?” aku hanya memberikan penegasan atas apa yang sudah Totok tadi bicarakan kepada pak Tembol
“Owh iya deh heheheh akunya pikir cuman kita berdua aja yang nginap disini mas heheheh”
Ooooh ndasmu koplak Tok!. Lha gendeng mangan semir ta aku mau nginep sama kamu disini c*k. Makin bahaya aja Totok ini semenjak ndak ada Bejo, aku bia bisa jadi pelampiasan fu fu fu nya c*k.
Aku coba menganalisa yang barusan aku alami tadi. Kenapa aku sampai diperlihatkan hal yang sesunguhnya ada disana, apakah ini suatu peringatan untuk aku agar tidak ada di tempat ini? Tetapi kenapa, apakah ada hubunganya dengan kejadian lagu kami dan masalah Indah?
Mungkin kalau secara perkiraan aku sudah mulai tau apa yang terjadi dengan Indah, tetapi dibalik itu siapa dan apa yang menyebabkan seuatu yang ada di dalam diri Indah yang mengaku sebagai anak Indah bisa sejahat itu?
Dan apakah yang dimaksud dengan jiwa Totok oleh Indah, carilah Jiwa Totok,Tapi Indah tidak bilang harus mencari kemana, hufff
Satulagi yang aneh. tadi setelah bertemu dengan nenek tua yang bernama Kara itu aku semakin curiga kalau Totok dan nenek tua itu ada hubunganya.
Aku dan Totok memasuki mobil dengan diiringi oleh senyuman mengerikan dari mayat yang sedang berdiri di samping mobil. Saat ini yang terlihat olehkku bukan vila yang Indah, melainkan bangunan tua yang lama tidak
dijaman manusia!
Mobil berjalan mulus menuju Gebang, yang aku heran sudah sesore ini, tetapi Totok belum terlihat lapat atau mengeluh lapar, padalah aku yang tadi hanya sarapa mie instan bikinan Glewo sudha mulia nggeliyen.
“Mas Totok , apakah bisa kita berhenti di depot untuk mengisi perut, karena saya punya penyakit mag akut” aku nekat aja ngomong kepada Totok yang sedang diam dan merenung
“Oh boleh mas hihihi, kok sampai lupa makan siang ya mas, sedari tadi akunya asik sama mbah Kara dan kemudian akunya juga asik dengan penampakan vila hehehe, maaf ya mas”
Mobil kulajukan dengan kecepatan sedikit kencang di jalan menurun dari arah vila, tetapi ketika hampir sampai ke warung mbah Kara tiba tiba di depan kami ada kabut tebal yang berjalan menuju ke arah mobil.
kabut itu amat tebal dan malah menyerupai asap dari pada kabut, kabut megerikan itu bergulung gulun gmenuju ke arah mobil dengan cepat.
“Stoop..stooop mas, kita berhenti dulu dan tutup jendela mobil mas” kata Totok dengan nada yang cemas
__ADS_1