
“Aku kesini karena ada yang mau tak sampaikan ke kalian Gel, awas hati-hati sama Petro. Dia mulai buka suara tentang posisi keluargamu dan posisi kalian kemungkinan tinggal”
“Waduh gawat iki Petro nek sampek ngandani tempat aku dan kedua teman sembunyi Ngot, Petro kok bisa gitu ya Ngot, masak si Petro itu pengaduan Ngot?”
“Petro ini memang cari aman Gel, dia dengan gampangnya bliang nek yang bikin lagu itu Blewah sama kamu, dia juga bilang kalau dia pernah negur awakmu agar tidak menulis lagu kayak gitu Gel”
“Petro itu guawat Gel, aku ae sampek takut dewe kalau denger dia ngomong sama uong arab sing gede koncine itu Gel, aku mati gini ini iya karena Petro buka suara, tapi aku ndak dendam karena hidup mati itu sudah direncanakan Tuhan”
“Kebiasan Petro yang nggedabrus dan suka nggapangkan sesuatu itu malah dijalankan ke uong arab itu Gel, dia dengan gampang bilang nek kalian bertiga sembunyi ndak jauh dari rumah kalian”
“Untunge waktu aku mati, ada Indah di sebelahku, Indah itu baik, dia cerita tentang keadaan kalian yang ada disini, pokoke ojok mbok sia-siakan Indah itu gel, dia perempuan baik”
“Aku selalu memata-matai kegiatan Petro Gel. Jadi semenjak kejadian aku mati, Petro sekarang sudah makin akrab sama jutawan kaya itu, biasa Petro dimana ada uang disana ada kesempatan”
“Ndak tau Petro nawari bisnis apa dengan uwong arab sing gede koncine itu Gel, pokoke dia sekarang sudah akrab lah.
“Jadi tujuanku kesini ini aku harus segera
kasih tau kamu, Glewo, dan Blewah tentang mereka, aku tau hp kalian sudah mati semua, sudah kalian ganti nomornya kan”
“Sing penting aku tau tempat kalian wis lega aku Gel, jadi aku sewaktu-waktu bisa main kesini nek pas aku ndak ada tugas nakuti orang yang akan nyewa studio hiihihhihi”
“Tak critani kronologis matiku gel, jadi Petro itu koyoke ngasih tau alamat rumahku, terus waktu aku menuju ke studio aku jadi korban tabrak lari, tapi aku yakin yang nabrak itu ya suruhan orang arab itu”
“Waktu itu di studio ada orang yang mau rekaman tengah malam gel, karena dia orang luar kota yang hanya bisa ke studio hanya selepas jam bisnisnya dia”
“Lha waktu itu nek ndak salah jam 02.00, aku berangkat dari rumah, waktu itu kan di daerah dekat pelabuhan sepi, aku ditabrak dari belakang, mayatku hancur pokoke Gel”
“Tapi untunge waktu itu ada Indah yang ternyata memang sengaja ngikuti kita semua, setelah aku mati, aku diparani Indah dan dikasih pengertian Indah tentang kematian”
__ADS_1
“Aku awale ndak terima Gel, aku pingin balas dendam, tapi Indah yang berhasil nenangkan aku Gel, aku tau dimana mereka tinggal, aku jugu atau mereka dan Petro ngobrol tentang apa aja”
“Soale aku kan selalu ada di rumah mereka, aku akan selalu ngikuti bekas darah yang nempel di mobil mereka Gel, jadi aku tau dimana mereka dan sedang merencakanan apa mereka”
“Mereka ndak tau di bawah bumper mobil mereka ada kulit kapala dan rambutku yang masih nempel”
Aku sempat merinding denger cerita yang disampaikan Ngot ini , tetapi mau gimana lagi, aku dan kedua temanku juga harus menyelamatkan diri dari mereka.
“Lha Petro sekarang tinggal dimana Ngot, apa dia masih jadi tahanan orang arab itu ta?”
“Hehehe, Petro sekarang sudah kerja lagi Gel, dia sudah merdeka, tapi koyoke sih ada semacam kesepakatan antara dia sama Wan Samer uong arab sing gede koncine itu Gel”
“Aku Cuma bisa peringatkan kalian aja Gel, karena suatu saat Petro akan datang kesini dengan baik dan dengan ramah akan memberikan bantuan kepada kalian untuk menyelesaikan masalah lagu”
“Dan jangan lupa Gel, lagu kita ini tidak akan berhenti sampai disini saja dalam mencari korban berikutnya, karena dibalik lagu ini ada sosok yang memang sengaja mencari tumbal tanpa susah payah”
“Kamu ingat aja kata-kataku ini Gel, suatu saat kalau Petro datang, kalian harus waspada Gel, Wis gitu ae gel, aku Cuma mau ngasih tau kamu dan kedua sahabatku aja Gel”
“Emoh Gel, aku di studio ae, aku jadi penunggu studio dari pada disini ketemu Glewo dan Blewah, gendengku bisa kumat Gel”
“ya wis ya Gel , jaga diri baik-baik dan salam buat kedua temanku itu, tolong bilango Glewo suruh rubah kelakuane yang minus itu gel”
Aku ndak bisa melarang Ngot untuk tinggal bersama kami disini, jadi kubiarkan saja dia kembali ke lantai dua studio rekaman.
Selama ini Ngot itu sebagai operator studio rekaman di lantai dua studio tempat kami nongkrong, kasihan juga dia menjadi korban tabrak lari.
Dan atas info dari Ngot sekarang Petro sudah menjadi kaki tangan dari jutawan kaya yang sedang mencari kami untuk menuntut balas atas kematian anaknya yang semata wayang.
Aku kaluar dari kamar mbahku dengan perasaan bingung, apa lagi yang harus kami lakukan sekarang, kenapa kami bisa tertimpa masalah yang begitu pelik.
__ADS_1
“Gimana mas” sapa Indah yang ada di ruang makan rumah, dia keliatanya dari tadi menungguku disini
“Mbuh Ndah, ada-ada aja masalahnya, belum selesai dengan kamu, sekarang teman kami yang bernama Petro malah berkhianat”
Aku duduk di sofa menghadap ke kamar, malam ini begitu sepi di sekitar rumah mbahku,bahkan jangkrik yang biasanya bunyi karena di belakang ini adalah sawah, sekarang tidak bersuara sama sekali.
Indah yang tadi hanya berdiri di ruang makan sekarang dia menghampiriku, kemudian dia duduk di sebelahku, wajah Indah kalau pas gini ini mirip eva arnaz ratu ketek gondrong.
“Mas sabar ya, nanti Indah pasti bantu kok , mas Agus pokoknya jangan kuatir”
Aku meraskan hawa dingin di sekitar pahaku ketika telapak tangan Indah menyentuh pahaku
“Brrr adem Ndah , malah gak ngatjeng aku Ndah kalau kedinginan kayak gini”
“Wis muesti wis mas Agus ini ndak pernah lepas dari wajah mezum, meskipun dalam keadaan apaun selaluuuu mezum, Indah sampek heran sama mas Agus ini”
“Ya ndak papa Ndah ,aku kan Cuma di mulut aja, ndak akan aku lakukan lah heheheh, aku kan bukan tipe laki-laki yang kayak gitu,”
“Alhamdulillah mas Agus ini tipe Indah lho mas, sayangnya Indah sudah mati mas, kalau Indah masih hidup pasti mas Agus udah Indah inapkan di losmen, eh indah bawa ke ortu Indah mas hehehe”
“Eh maksudku itu aku ndak akan lakukan sama kamu yang berupa hantu , kalau seumpama kamu bukan hantu mungkin akan lagi ceritanya Ndah hehehehe”
“Lhooo kan , baru saja dipuji sama Indah , sekarang malah udah kumat lagi gilanya, mas Agus ini apa ndak bosen-bosen sih bikin gara-bara sama Indah mas”
Aku dan Indah menghabiskan waktu dengan ngobrol di ruang tamu, aneh juga kalau dipikir-pikir, aku sebagai manusia bisa-bisanya ngobrol sama hantu.
Tapi ternyata asik juga ngobrol dengan hantu macam Indah ini, ndak terasa adzan subuh sudah berkumanang, aku harus siap-siap menuju mushola.
Mushola di sebelah ini aktif layaknya masjid, karena kalau hari jumat juga digunakan untuk sholat jumat, ukuranya tidak sebesar masjid, tetapi digunakan juga sebagai masjid.
__ADS_1
aku segera mandi agar bisa berjamaah di masjid, sementara kedua temanku kubiarkan saja tidur dengan lelapnya.
“Mas , lain kali ajak Indah sholat berjaah dirumah sini ya mas, Indah kepingin punya Imam yang bisa ngajak Indah sholat bersama, tetapi ternyata calon suami Indah itu jahat”