INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 174 (MASIH ADA LAGI?)


__ADS_3

"Hmm teman kalian yang diatas sana sedang apa mas?" tanya Sinank nan


"Kemungkinan besar sedang tidur mas. kenapa mas" tanya Dogel


"Biarkan dia tidur, nanti apabila kita tidak sanggup dengan yang ada disini, kita lari ke atas saja untuk  amannya" kata Sinank nang


Bayangan putih yang berkeliaran semakin banyak dan semakin bau. Kami semakin bingung karena kami dikelilingi oleh banyangn atau semacam asap putih yang berputar putar di sekeliling kami dengan bau yang makin busuk.


"Siap-siap sebentar lagi ada beberapa yang berubah wujud, saya sudah bisa merasakan adanya energi yang besar dari mereka untuk melakukan perubahan wujudnya" kata mas Nank


 Dan ternyaa benar juga secara perlahan lahan ada beberapa asap yang terdiam dengan posisi vertikal di antara kami yang sedang berdiri dengan bingung.


Tiba-tiba asap yang berbentuk vertikal itu berubah menjadi sosok mayat yang kemungkinan sudah lama terkubur karena yang kelihatan adalah tulang belulang dan pakaian yang compang-camping. Bau sosok yang mulai terbentuk sempurna itu benar-benar busuk.


"SEKARANG PUKUL MEREKA" seru mas Nank


Kami dengan membabi buta memukul sosok yang suda berubah wujud menjadi mayat yang mengerikan. Ketiga perempuan itu juga dengan liar memukul kesegala arah dengan tak terarah, pokoknya kena mayat itu lah.


Aku yang sedang memagang dua batang lidi berusaha membantu ketika anak perempuan yang sedang panik dan kebingungan dengan yang mereka hadapi.


Mas Sinank nang juga tetap menggunakan jempolnya  untuk membinasakan asap atau bayangan yang berubah menjadi mahluk mengerikan. Tidak salah kalau mas Sinank nang mendapat julukan manusaia seribu jempol, karena dia memang suka menggunakan jempol untuk membunuh yang ada disini. ( terima kasih atas seribu jempolnya ya mas Sinank nang hehehe)


"Ayo cepat satu mayat harus bisa dibunuh dalam waktu tidak lebih dari lima detik, karena tiap bayangan atau asap itu akan berubah wujud menjadi mayat dalam waktu lebih sekitar delapan detik an" teriak mas Nang


Saat ini yang ada diruang tamu ada 4 ekor mayat, satu mayat dipukul dua orang agar cepat hangus dan binasa. Yang aneh adalah mas Eko dia menggunakan tenaga yang tidak terlihat untuk membinasakan bayangan yang berubah menjadi mayat itu.


Mayat yang muncul dan menyerang kami semakin banyak, kami semakin kewalahan karena satu mati tumbuh tiga ekor mayat.


"kita terdesak ini,  apa yang harus kita lakukan lagi mas" teriak Winna yang masih memukulkan atau menyabetkan lidinya ke tubuh bayangan yang berubah manjadi mayat hidup


Tetap bertahan mbak, karena kalau kita berhenti maka mereka akan menyerang kita dengan membabi buta" teriak mas Nang yang masih menggunakan jempolna untuk menghilangkan mayat-mayat itu


Sementara itu mbak Bashi sedang duduk santai sambil melihat kami yang makin terdesak di pojokan Sofa L. Seolah mbak Bashi tidak peduli dengan keadan kami.


"kita makin terdesak mas, apa kita mampu mengalahkan mereka!?" teriak pak Tembol disela-sela dia menyabeti mayat yang terus semakin banyak, mungkin sekarang berjumlah sekitar 20 ekor mayat hidup yang memenuhi ruang tamu  dan ruang keluarga.


Ketika kami sudah dalam sangat bahaya karena mayat-mayat itu mulai bisa memegang kami, tiba-tiba mbak bashi berdiri dari tidurnya dan mengeong dengan amat keras, akibat dari eongan mbak Bashi, mayat-mayat yang tadinya mengepung kami tiba-tiba hilang dan meninggakan asap bau saja.


Setelah mengeong, mbak Bashi kembali menidurkan tubuhnya dan menjlati bulunya yang solid black dengan mata warna kuning menyala.

__ADS_1


Kami hanya bisa bengong dengan kelakuan kucing hitam itu, sekali serang dia tidur istirahat lagi, tetapi untuk saat situasi di dalam ruangan ini sudah aman, aman dari mayat hidup dan aman dari  bayangan atau asap yang selalu berputar putar di sekeliling dalam vila.


"Untuk sementara ini kita aman, dan harusnya kita bisa memagari vila ini, karena saya khawatir akan ada yang datang lagi setelah Totok tau bahwa kirimannya sudah hangus semua" kata mas Nang


"Tolong bangunkan teman kalian yang ada diatas, saya harus bicara dengan dia sekarang mas" kata Sinank nang


Aku berlari menaiki tangga menuju ke atas untuk membangunkan Blewah, ternyata benar juga, Blewah sedang tidur sambil ngorok, berarti dia tadi tidak tau apa yang sedang terjadi dengan kami dibawah ini.


"Ono opo Tro, kenapa mukakmu kok ketakutan?" tanya Blewah yang kaget ketika kubangunkan


"Kita habis diserang anak buah totok dibawah, ayo turun  wah, ada yang mau ketemu sama kamu"


*****


"Wah ini yang namanya Sinank Nang yang waktu itu kamu perkirakan dia ada di kos kosan Chinta itu" kataku kepada Blewah yang masih bingung dengan keadaan dibawah


"SIk sik rek,  sakjane kalian ini habis ngapain?" tanya Blewah dengan wajah yang masih ngantuk


"Wis gak ada waktu untuk cerita Wah, ini mas Nang mau ngomong sama kamu" kata Dogel


Setelah mereka berdua berkenalan, kemudian mas Nang bertanya kepada Blewah.


"Mas Blewah, saya mau tanya. Ehmm yang ada di dalam tubuh mas Blewah itu siapa?" tanya SInank nang


"Gini mas, tadi kita diserang oleh Totok, dia sempat mengirim koleksi mayatnya, tapi untungnya ada mbak Bashi, kucing hitam itu berhasil mengusir setan dan mayat yang mengerumuni kami, tetapi ada yang aneh mas. Tidak dengan mayat atau setan yang ke lantai dua, tempat mas Blewah tidur" kata mas Nang


"Kalau boleh saya bisa ketemu dengan Mirah mas, karena sebentar lagi ada lagi kiriman Totok yang akan datang kesini" kata Mas Nang


Akhirnya Blewah berganti peran dengan Mirah, Blewah berbicara dengan logat perempuan yang genit dan endel khas Mirah yang biasanya bicara dengan Blewah sendiri


"Ada apa mas ganteng, kenapa kok pingin ketemu sama Mirah?" tanya Blewah yang sekarang suara dan logatnya sudah berubah dan tentu saja hal ini membuat bingung ketiga perempuan yang sedang memegang lidi itu.


"Mbak Mirah asalnya dari mana?" tanya Mas Nang


"Sulit untuk dijelaskan mas , pada intinya saya berasal dari hotel Waji pada jaman masa depan, bukan pada masa ini. Kami semua ini berasal dari masa depan, kecuali mbak tiga orang ini yang merupakan target Totok"


"Saya sudah mati sebelum ketiga mbak mbak ini menjadi target Totok. Saya mati waktu ada pembunuhan besar-besaran disana, tetapi tidak ada bukti yang menyatakan bahwa hotel itu ada pembunuhan sadis. Karena semua barang bukti sudah dilenyapkan oleh Totok"


"Termasuk mayat-mayat korban pembunuhan itu, semua tidak ada termasuk juga kendaraan mereka juga sudah dilenyapkan oleh Totok"

__ADS_1


"Jadi mbaknya ini adalah yang mati pertama kali disana?" tanya Mas Nang


"Bisa dikatakan iya,  tetapi saya dan teman saya yang namanya Bawok selalu menentang Totok, dan totok tidak berani mengganggu saya dan Bawok" jawab  Mirah lagi


"Pantas demit dan setan-setan kiriman Totok itu tidak ada yang berani mengganggu bagian atas vila ini. Jadi karena ada mbaknya yang ditakuti oleh yang ada di hotel Waji sana" gumam mas Nang


"Sekarang gini mbak Mirah. Bisa tidak mbak Mirah bikin pagar ghaib di sekeliling rumah ini mbak, jadi nanti saya lebih mudah membunuh setan-setan kiriman itu mbak" kata mas Nang lagi


"Jelas bisa, sekarang saja saya bikinkan pagar. Eh mas Dogel, Mirah minta air minum yang banyak mas karena untuk Mirah gunakan untuk sekelilimg rumah ini mas" kata Blewah yang nada suaranya perempuan kepada Dogel


Setelah Dogel mengambil beberapa botol air mineral, kemudian aku, Blewah, Dogel, dan mas Nang berkeliling vila. Mirah atau Blewah meminum air itu, eh lebih tepatnya berkumur kemudian Blewah menyemburkan air itu di sekitar tanah mengelilingi rumah atau vila.


Setelah berkeliling rumah kemudian blewah meludahi benda yang tadi dipasang didepan pintu ruang tamu, benda yang sudah robek yang isinya adalah tulang manusia yang sudah hancur dan rajahan iblis.


"Sudah selesai! Nanti ada yang kesini lagi dan lebih jahat dari pada sebelumnya, tetapi kita bisa bertahan di dalam rumah, biar MIrah saja yang keluar, karena mereka pasti tau dan kenal Mirah" kata Blewah yang bernada suara perempuan


Kami masuk ke dalam vila lagi, saat ini listrik vila sudah nyala, lebih tepatnya ketika hantu dan mayat itu hilang tiba-tiba listrik  vila ini nyala dengan normal.


"Mas Nang, apa yang harus kami lakukan dengan yang akan datang ini mas. apakah mereka sama dengan yang tadi itu?" tanya Winna setelah mendengar cerita Blewah atau Mirah


Hehehe harusnya mbak WInna itu kan tanyanya kepada Blewah, karena yang cerita itu Blewah, tetapi WInna malah tanya ke mas Nang hihihih, apakah mbak WInna ini gilo sama Blewah?


"Yang bisa jawab mungkin mbak Mirah mbak WInna, karena mbak Mirah ini adalah penghuni asli dari hotel Waji, kalau saya kan hanya menerka nerka saja" kata Sinank nang dengan bijaksana


"Eh iya mas Blewah, maaf. Bagaimana mas, apa yang akan terjadi lagi setelah ini mas" uang WInna dengan wajah malu


"Gak ada apa-apa, Cuma ada teman-teman Mirah saja yang kesini nanti heheheh, nanti mbak mbaknya akan Mirah kenalin ke teman-temen Mirah lhooo hihihihi" kata Blewah dengan suara perempuan


"Hmm sssst diam, coba kalian rasakan, ada suara dan sesuatu yang mulai datang kesini" kata pak Tembol sambil memiringkan kepalanya untuk berusaha mendengar lebih jelas suara apa  saja itu


"Benar pak, saya juga merasakanya pak, udara dan hawa disini sudah mulai terasa berubah, mungkin mereka sudah dekat dengan vila ini pak" kata Mas SInank nang


"Biar Mirah yang keluar saja, akan Mirah lawan mereka semua" kata Blewah atau MIrah yang kemudian mengintip melalui jendela ruang tamu


"Mereka sudah ada di depan pagar vila mas Blewah, ayo kita keluar bersama, kita hadapi mereka bersama sama mas" kata mas Nang


"Kalian semua jaga di dalam rumah, dan segera pukul apabila ada yang berhasil menerobos pagar yang dibuat Mirah tadi ya" kata mas Nang lagi


Akhirnya Blewah dan mas Nang keluar dari ruang tamu, mereka berdua menuju ke halaman vila yang masih kosong, karena hantu dan mahluk ghaib yang mengerikan masih ada di luar area vila.

__ADS_1


"Mas Blewah, saya siap untuk melawan mereka meskipun mas Blewah tidak mengenal saya sama sekali" kata SInank nang


"Nanti selesai acara, kamu jelaskan siapa dirimu dan apa tujuanmu bersama kami" kata Blewah


__ADS_2