
“Jadi waktu itu nak Novi kirim sms di pemakaman umum, tapi kenapa nak Novi tidak memberitahu kami dimana itu posisinya?” tanya pak Tembol
“Yah karena waktu itu Novi lagi bingung pak, bisa juga karena dari semalam Novikan tidak tidur sama sekali pak, jai bdan ini rasanya ndak karuan semua pak” jawab Novi
Ternyata mereka ini yang pernah bersama pak Tembol menuju ke masa lalu. Mereka sebenarnya tidak asing bagiku, karena kami pernah main band bersama di acara Sutopo, bahkan sampai dua kali acara, band kami selalu diundang untuk main di acara mereka.
Tapi apa iya anak-anak koplak selain Novi ini bisa merubah sejarah penting yang terjadi di sekitar vila putih?, yah namanya juga mereka itu kan tidak pernah lepas dari yang namanya minum minum heheheh, tapi kembali lagi dengan rencana tuhan yang kita tidak pernah tau.
“Wiiiil mosok aku harus pake baju jadul iki Chok!” Teriak sebuah suara yang berasal dari bagian dapur belakang rumah
“Yo terserah awakmu Lank, mbok gawe yo syukur, gak mbok gawe yo raimu!, gak usah masuk ke dalam rumah, turuo nang jobo ae chok!” jawab WIldan dengan suara marah
“Aku lho wis berkorban adus, dan kramas juga, mosok harus ganti klambi chok?” tanya Gilank lagi yang mungkin sekarang ada dapur
“Lho la iya Lank, nek kamu ndak mau ganti baju, yo ndak papa, tapi jangan tidur di rumahnya orang, tiduro nang njobo ae kumpul karo koceng” jawb Wildan
“Kita disni itu mau istirhat Lank, dan gak mau cari masalah koyok tadi kamu dengan mbak-mbak itu, nek kamu ndak nurut yo ndak papa, pokonya ojok masuk ke rumah iki” jawab suara Wildan
“Iki duduk omahmu Lank, kalau omahmu kamu bisa saenaknya sendiri chok” jawab suara WIldan lagi
“itu kenapa nak Gilanknya nak Novi?” tanya pak Tembol
“Yah gitu itu Gilank pak, selalu karepe dewe pak, dia bikin masalah terus dari tadi berangkat sampai disini pak” jawab Novi
“Untuk sementara ini kalian disini tidak perlu membahas apa yang dilakukan Totok, kalian istirahat penuh saja disini nak, dan tidak usah membahas apa yang akan kalian lakukan setelah ini” kata pak Tembol
Aku heran lihat Novi, meskipun dia terlihat lelah, tetapi masih terlihat cantik dan segar. Aku gak bisa bayangkan dia kalau habis mandi, pasti akan lebih aduhai hihihih.
“Mas Petro kenapa sih kok liatin Novi terus, memangnya Novi ini menakutkan gitu mas hihihihi” tanya Novi tiba-tiba sambil matanya yang bundar itu melihatku
Ternyata Novi memergoki aku yang lagi liat dia sambil bayangin yang nggak nggak chok!, asyuuu ketemon chok!.
“Nggak kok mbak Nov, saya kan cuman liat mbak Novi ngobrol sama pak Tembol aja mbak, apalagi sekarang kan mbak Novi terliht lelah sekali dan butuh istirahat yang cukup mbak”
“Ma’acih mas Petro, mas Petro perhatian sekali sama Novi, eeeh seandainya anak-anak Sutopo itukayak mas Petro, pati Novi akan bahagia hihihihi” jawab Novi yang tetap melihaku dengan tatapan lelah
“Ih Novi rasanya gerah sekali nih. Eh kakak-kakak apakah ada di antara kalian yang sudi kasih pinjam baju untuk Novi? Novi pingin mandi dan kramas nih kak, udah bauk dan lengket rasanya badan Novi kak” kata Novi
__ADS_1
“Kayaknya ukuran kamu tuh sama kayak saya ya Nov” kata Chandra yang kemudian mengambil kaos dan celana panjang yang selutut dan diberikan kepada Novi
“Ih makasih ya kak. Novi mandi dulu ya.” Kata Novi yang kemudian menuju ke kamar mandi
Ndak tau apa yang sedang terjadi, ketika Novi ada di belakang tiba tiba terdengar suara hoek hoek, apa dia lagi ada isinya ya perutnya hihihih. Otomatis aku menuju ke arah belakang untuk melihat apa yang sedang terjadi.
“Janchoooook!!!!!... ambune opo ikiiii!, Gel kamu belum buang sampah ta!. Liaten iki lho bidadariku sampek muntah munth iki lho Gel” teriaku kepada Dogel yang ada di ruang tamu setelah urusanya bersama Wildan memandikan Gilank selesai
“Wahahahah iku ambune mas Gilank Tro, hihihhihi iku wis lumayan gak mambu dari pada tadi hihihii” jawab Dogel yang ada di ruang tamu.
“Udah ndak papa mas Petro, terima kasih atas perhatianya mas, Novi bener-bener terharu dengan perhatianya mas Petro terhadap Novi mas hihihihi” jawab Novi
Ketika Novi membuka pintu kamar mandi untuk dia masuki ternyata wuuussshh udara bau busuk keluar dari dalam kamar mandi, perutku rasanya langsung mual mual gak karuan karena bau busuk yang keluar dari kamar mandi.
“Aduuuuhh bauknya kamar mandi ini!” teriak Novi sekali lagi “mas apa disini tidak ada pengharum ruangan, bauk sekali kamar mandi ini mas”
“Waduh sik Nov, tak tanyakan Dogel dulu ae. Iya ya bener kamu Nov, bauknya parah sekali” aku buru-buru menuju ke ruang tamu, untuk tanya ke Dogel tentang pengharum ruangan yang ditanyakan Novi tadi
“Gak onok Tro hihihihi, biar terbuka sik ae pintu Kamar mandinya, nanti kan baunya akan hilang senidri Tro” jawab Dogel
“Mas Petrooooo udah ndak usah mas, disini sudah gak seberapa bauk kok, teriak Novi yang kemudian masuk ke kamar mandi.
“Dia tidak sedang tidur nak, arwah dia sedang tidak ada di tubuhnya, karena dia kemarin melawan Totok. Dia bersama dengan pengawal nak Chinta melawan Totok hingga ke dimensi yang tidak saya tau nak” jawab pak Tembol
“Mirip dengan kejadianku waktu aku menyelamatkan Ibor ya pak” kata Wildan
“Yah semacam itu nak Wildan, pada intinya nak Blewah ini masih hidup, tetapi arwah dia tidak ada disana, tapi sekarang sedang dicari oleh suruhan nak Dogel, semoga bisa ketemu dan bisa kembali ke sini nak”
“Oh iya…mana nak Gilank yang tadi katanya sudah mandi itu, kok belum masuk ke rumah?” tanya pak Tembol
“Heheheheh dia ada di samping rumah pak, biarin saya suruh dia di sana dulu hingga rambutnya kering dan tubuhnya yang tadi mandi itu tidak bau lagi” jawab Wildan
“Kalian ini dari jaman duluuuu selalu ada ada saja, selalu tidak kehabisan bahan untuk menghibur diri kalian sendiri nak heheheh. Saya bahagia ternyata kalian semua selamat dan kita bisa ketemu lagi nak” kata pak Tembol
“Lho ini buka menghibur diri pak, tapi memang baunya Gilank itu bukan main busuknya pak, nih pak saya mau cerita tadi perjalanan dari tempat pak Handoko sampai sini pak” kata wildan
Aku selalu merasa senang kalau ada orang yang bercerita detail mengenai kejadian-kejadian yang mereka alami, termasuk cerita dari anak-anak Sutopo ini.
__ADS_1
Aku mendengarkan Wildan dan Ali bergantian cerita mulai dari ibu-ibu naik motor yang muntah-muntah ketika ada di belakang Gilank waktu dia naik motor ke arah sini, sampai kejadian mereka berdua membantu Gilank yang dituduh nyerempet seorang mbak mbak di depan sana. Aku heran, mereka ini selalu ada saja yang bisa dibicarkan.
Tapi sembari aku mendengar cerita dari mereka, aku selalu melirik ke belakang, aku selalu menunggu Novi yang sedang mandi, aku penasaran bagaimana tampang Novi setelah selesai mandi heheheh.
“Kemanapun kalian melangkah, selalu ada saja yang kalian temui anak-anak. Tapi mau bagaimana lagi nak, semua itu kan kehendak kalian sendiri heheheh” kata pak Tembol
“Mas Dogel, saya ijin mau ngeleset di sini ya mas, saya sudah ngantuk sekali” kata Tifano
“Sik sik Tif, ikut aku ke belakang dulu, ambil tikar untuk kalian” ajak Dogel ke kamar belakang tempat Indah dan Ngot berada
“Lhooo ada mbak Indah to disini, dan ini mas Ngot ya hehehe” kata suara Tifano ketika melihat penampakan Ngot dan Indah yang sedang berkengkrama berdua di kamar belakang
“Wah enake rek disediani kamar disini hehehhe” lanjut suara Tifano
“Wis ah Tif, jangan ganggu mereka , biarkan mereka in the hoi hehheeh” kata Dogel
Ternyata mereka berdua tidak membawa tikar melainkan sebuah karpet yang lumayan tebal untuk istirahat dan tiduran. Karpet tebal itu mereka pasang di depan kamar mbah putri yang dekat dengan meja makan.
Akhirnya Ali dan Tifano bisa tidur disana dengan nyaman, semetara itu Wildan masih ngibrol bersama pak Tembol, atau mungkin Wildan sedang menunggu Gilank hingga Gilank siap untuk dimasukan ke dalama rumah. Kalau aku sih sedang menunggu Novi keluar dari kamar mandi hihihihi.
Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, duh jantungku udah deg deg an lihat penampilan Novi dengan memakai pakaian yang dipinjamlam oleh mbak Chandra
“Halo semuaaaa, sekarang Novi udah segeeeer, rasanya ringan sekali hihihi” kata Novi yang berjalan ke arah ruang tamu
“Aduuuuh Novi kamu cantik sekali dengan kaos dan celana selutut itu, padalah kalau aku yang pake rasanya neh dan gak pantes, tapi kenapa setelah kamu pakai terlihat pas sama tbuh dan kakimu Nov” puji Chandra
“Iya ya Ndra, kayaknya apapun yang dipakai Novi akan terlihat bagus ya” sahut Chinta
Memang benar kata Chandra dan Chinta, saat ini Novi terlihat canitk sekali dengan rambut Blondenya yang basah karena dia habis keramas, dan wajahnya itu meskipun belum dandan tapi tetep enak untuk dipangani terus menerus heheheh.
“Gimana mas Pero, Novi pantas gak kalau pake baju ini?” tanya Novi
“Cocok Nov.. cocok dan cantik hehehe aku suka sekali kamu pakek baju itu Nov” jawabku setelah aku tersadar sudah melihat Novi dar tadi mulai dia keluar dari kamar mandi hingga dia duduk diantara ketiga cewek-cewek itu
“Oh iya, mana mas Saeful pak Tembol?” tanya Novi
“Dia tadi pamit mau ke mushola, kayaknya dia mandi disana deh Nov, mungkin karena dia kan takmir masjid ya sesuai ceritamu tadi, sehingga dia tidak bisa meninggalkan tempat ibadah barang sebentar saja, apalagi sebentar lagi sudah adzan ashar” kata pak Tembol
__ADS_1
“Udah ganteng gagah takmir masjid pula…” kata Chinta yang ternyata diam-diam suka pada pandangan pertama