INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 175 (ASYUMIRAH DAN BLEWAH....)


__ADS_3

Aku dan lainya ada di dalam vila, sementara Blewah dan Sinank nang ada di luar untuk menyelesaikan yang katanya akan datang setelah ini.


“Nak, Petro jangan ada di pinggir jendela nak, takutnya terkena kaca pecah” kata pak Tembol


“Iya pak, sebentar saya akan pergi dari pinggir kaca ini, saya mau lihat apa yang ada di luar sana dahulu pak” kata ku


Suasana semakin aneh, hawa disini semakin bikin gerah, sementara itu aku tidak bisa meliaht apa yang sedang dilakukan oleh kedua temanku di sana karena terhalang oleh mobil Winna.


Kami yang ada di dalam vila merasa was was dengan Blewah dan mas Nang, tapi apabila memang hanya kedua orang itu yang mampu ya mau gimana lagi.


“Mas, keadaan mulai seperti tadi mas, suasana yang saya rasakan sudah mirip seperti tadi” kata pak Tembol


“Pak , dluar sana belum terjadi apa-apa ya pak?” Tanya Dogel


“Iya nak, saya juga merasa kala diluar belum terjadi sesuatu, mungkin mereka berdua sedang negosiasi dengan yang ada diluar sana nak” jawab pak Tembol


Hehehe koyok perang ae rek, onok negosiasine hehehe, tapi memang lho, sampai sekarang belum ada pergerakan apa-apa, beda dengan yang pertama tadi, dari awal perubahan udara dan suasana kemudian mulai muncul yang aneh aneh heheheh.


“Pak, saya minta ijin untuk keluar pak, saya mau bantu mereka apabila terjadi sesuatu pak, karena kok kelihatanya diluar tidak terjadi apa-apa pak”


“Ya ndak papa nak, tapi ini tanggung jawab masing-masing ya nak Petro, jadi apabila terjadi sesuatu dengan dirinya, ya itu merupakan tanggung jawab dari dirinya sendiri ya nak” jawab pak Tembol


“Baik pak saya mengerti pak, saya akan keluar sekarang pak. Gel aku bawa sapumu yang banyak itu, soale kalau Cuma lidi dua batang gini ndak ada ngaruhnya hehehehe"


Setelah Dogel meminjamkan sapu lidinya, aku kemudian keluar ke halaman depan vila. Suasanya lengang sepi dan lengan, tapi terasa memang ada sedikit perubahan hawa, tetapi aku belum lihat apapun yang aneh disini.


Aku hanya melihat  mas Nang dan Blewah yang sekarang ada di dekat pagar vila, merka hanya diam tanpa melakukan apapun. Lebih baik kuhampiri saja mereka, siapa tau mereka butuh bantuan.


Semakin aku mendekati pagar vila, hawa dan energi disini semakin aneh, perutku semakin mual, dan kepalaku pusing sekali………., apa aku masuk angin ya?


Semakin aku dekat dengan pagar vila semakin perasaanku tidak karuan, gelisah, dan semakin mirip dengan gejala masuk angin, tetapi kalau yang disini disertai dengan jantung yang makin berdebar dan sesak nafas.


"Mas Nank, Wah.... apa yang terjadi disini" kataku sambil ku usap keringat dingin yang semakin membasahi punggung dan keningku


Cukup aneh sebenarnya kalau keringat dingin yang hanya memenuhi kening dan punggungku, tapi  kubiarkan saja, mungkin ini pengaruh dari roh jahat yang ada di luar sana.


"Ngapian kamu kesini Tro, bahaya tauk, kita berdua lagi nunggu MIrah yang sedang bicara dengan rombongan itu, tunggu saja kamu di dalam, karena kalau Mirah sudah tidak ditakuti lagi maka sebentar lagi akan terjadi pertumpahan darah" kata Blewah

__ADS_1


 "Lhe kok pertumpahan darah sih Wah, bukannya pertumpahan arwah?"


"Lha ya itu bener awakmu, pertumpahan arwah. Kalau seumpama Mirah gak bias ngajak mereka untuk bubar, maka yang terjadi selanjutnya adalah pertumpahan arwah Tro. Makane kamu jangan disini, dari pada arwahmu katut sama mereka” kata Blewah


“Iya, aku tunggu disini saja, nek keadaan gawat aku lari ke dalam vila lagi ae Wah”


“Mas Petro ndak papa disini, sambil cari pengalaman dengan mahluk ghaib hehehe” kata Nang


Memang di luar pagar vila aku tidak bisa lihat apapun, tetapi samar-samar aku bisa lihat banyak sekali bayangan hitam yang berdiri vertical disana.


“Mas Blewah, itu sepertinya Mirah sedang menuju kesini mas, kita siap-siap diserang mereka saja kalau memang mereka tidak mau diusir dengan jalan damai hehehe” kata Nang


Aku ndak bias lihat Mirah, karena yang kulihat hanya banyak bayangan hitam yang ada di luar pagar, tapi  kalau mas Nang memang suruh kami untuk bersiap siap ya kami akan siap siap untuk menerima serangan. Tapi aku sudah siap dengan sapu lidi kok heheheh


“Mereka ndak mau Mirah usir mas, katanya kalau mereka pulang maka Totok akan memusnahkan mereka, jadi ya percuma juga, mau balik dimusnhkan Totok , kalau ada disini ya kita yang musnahkan mereka” kata Mirah yang tidak terdengar lembeng ini


“Jadi mereka siap untuk menyerang kita ya Mirah?” Tanya mas Nang


“Betul mas nang, istilahnya maju kena mundur kena, seperti film Warkop Dono Kasino Indro itu mas” Jawab Mirah


“Lalu sekarang apa yang akan kita kerjakan Mirah” tanyaku


“Ya ndak gitu juga Mirah, aku kan mau bantu kalian, ini aku sudah bawa sapu lidi kesukaan arwah-arwah yang ada di luar sana heheheh”


“Sebentar lagi mereka akan masuk kesini mas. Kalian hati-hati karena yang ada sekarang berbeda dengan yang tadi menyerang kita” jawab Mirah


Aku makin tidak sabar menunggu yang hitam-hitam diluar itu masuk ke dalam halaman vila.


“Apa yang mereka sedang lakukan itu Mirah” tanyaku lagi dengan tidak sabar


“hehehehe mas Petro ini sudah keburu nafsu ya mas, mereka masih bimbang antara saya binasakan atau dibinasakan oleh Totok mas, keliatanya nanti mereka akan terpecah menjadi duagolongan, golongan tua yang kenal dengan Mirah dan golongan yang mati muda yang sedang on fire hihihi” kata Mirah lagi


“Lha yang golongan tua apa ndak pergi dari sini saja untuk mencari aman Mirah?” Tanya Nang


“Tidak bisa mas, karena mereka itu terikat dengan Totok, mereka seperti budaknya Totok, jadi mereka tidak bisa pergi begitu saja dari Totok mas” jawab Mirah


“Eh mas Nang, yang saat ini kalian berdua lihat itu apa, kok saya hanya lihat hitam hitam saja mas?”

__ADS_1


“Lho mas  Petro belum bisa lihat yang sesungguhnya?” Tanya SInank nang


Aku hanya menggelengkan kepala saja, karena ndak enak dengan Blewah..


“Sini , mas Petro di depan saya dulu, saya akan pegang pundak mas Petro untuk menyalurkan energy yang saya punya. Pejamkan mata dulu, nanti setelah saya bilang buka mata, baru matanya melek mas yas” kata Sinank nang sambil memegang bahuku


“Sekarang buka mata mas Petro dan lihat apa saja yang ada di depan sana itu mas”


Ternyata yang selama ini aku duga hantu itu berupa bayangan atau asap putih itu belum seberapa dengan kenyataanya. Di depanku atau tepatnya di depan pagar sudah bergerombol beraneka macam mahluk yang tidak bias dijelaskan bentuknya.


 Ada yang berupa binatang dengan sebagian tubuhnya sudah membusuk hancur, ada manusia yang bentuknya bergoyang goyang gak jelas blas, yang ngeri itu ada kuyang juga di sini, trus terang aku mual-mual liat kuyang yang hiiiiii pembaca pasti udah tu kan bentuknya.


Iya Cuma yang kuyang itu aja yang bikin aku mual-mual, kalau lainya sih poci merah juga ada, gendrui juga ada, tapi yang paling banyak adalah korban pembunuhan, yang tubuhnya sudah tidak utuh lagi, ada juga korban tabrak lari  yang cukup mengerikan.


“Cukup mas Nang, sudah cukup saya diperlihatkan yang aneh-aneh itu mas, biarkan saya lihat bayangan atau hitam-hitam saja mas heheheh”


“Siap-siap, sebagian dari mereka akan masuk ke dalam taman vila ini, mas Blewah dan Mirah, dan mas Petro hehehe” kata Nang lagi


“Untuk kali ini biar Mirah dan mas Blewah yang hadapi , kalian masuk ke dalam rumah saja mas, karena mereka yang akan menyerang Mirah adalah yang tidak suka dengan Mirah ketika di hotel Waji”


“Kalian berdua berjaga di sekitar vila saja mas, karena bisa saja mereka berusaha masuk dari bagian vila yang tidak terkena ludah Mirah tadi” kata Blewah dengan suara Mirah


Sangar Blewah iki, dia berani usir kami dan akan hadapi setan-setan yang ada di depan sana, tapi ndak papa, aku dan Nang akan mengawasi dia dari teras vila


“Kita tunggu di teras saja mas Petro, biarkan mbak Mirah dan mas Blewah yang hadapi sendiri mas” kata Sinank nang


Ketika aku dan mas Nang sudah ada di teras Vila, tiba-tiba dari luar berhamburan masuk bayangan hitam hitam dan bayangan hitam itu mengerumuni Blewah yang berdiri sendirian di tengah halaman vila.


Jelas aku kaget dengan keadaan itu, ketika aku akan menuju ke tempat Blewah berdiri, tiba-tiba aku dihentikan mas Nang.


“Jangan mas, jangan kesana!, jangan merusak keadaan mas, saya yakin mas Blewah bisa mengatasi semua ini mas. Yang sekarang sedang berkumpul dan mengerumuni mas Blewah itu bukan yang akan menyerang mas Blewah, itu dalah yang Pro mas”


“Sedangkan yang kontra masih ada di luar sana. Menunggu perintah dari pimpinan atau yang paling berkuasa di antara mereka” kata Nang


Aku makin heran dengan keadaan makin banyaknya bayangan hitam yang  memenuhi halaman vila. Mereka mengerumuni Blewah yang sedang berdiri dengan tenangnya.


“Perhatikan sekarang mas, sebentar lagi akan ada bentrok antara yang Pro dan yang Kontra, perhatikan dengan baik dan jangan lupa tetap berdoa karena sebentar lagi akan ada tumbukan energy yang luar biasa disini”

__ADS_1


Tidak lama setelah mas Nang bicara, tiba-tiba dari arah depan muncul cahaya seperti kilat yang disertai dengan letusan yang sangat keras.  Cahaya mirip kilat yang disertai dengan suara letusan itu hanya terdengar sekali saja, tetapi cukup membuat aku terpntal dari posisiku berdiri.


Telingaku lumayan budeg setelah terjadi letusan yang disertai petir itu, aku hanya bias berbaring di teras sambil berusaha keras mendengarkan sesuatu disini, tetapi hingga sekarang telingaku masih budeg!. Lalu bagaimana keadaan mas Nang?


__ADS_2