
Ya Allah, apa yang terjadi, siapa yang nutup pintu. Kenapa tadi aku tidak njaga pintu agar tidak tertutup, kenapa tadi aku agak jauh dari pintu masuk itu?
“Gel lawange (pintunya) kenapa nutup sendiri?” Tanya blewah yang ada di dekat meja untuk terima tamu atau meja resepsionis.
Aku hanya diam , tidak menjawb pertanyaan Blewah yang seolah menuduhku kenapa aku ndak jaga pintu agar pintu itu tidak tertutup begitu.
“Sssst diemo Wah, kamu jalan kesini dulu saja , ayo kita buka pelan pelan pintunya. Tadi itu nutup sendiri karena mungkin ada pegasnya di engsel pintu c*k” bisiku
Kami berdua sudah ada di sisi pintu, keadaan disini gelap temaram karena lampu hanya ada di tengah saja, lampu yang ada di atas meja terima tamu tidak dinyalakan.
“Wah, kamu ndak merasa aneh disini ta? Koyok ada sesuatu yang ramai sekali disini, sesuatu yang hilir mudik” tanyaku kepada Blewah
“Iyo Gel, ayo cepet keluar dari sini rek, ndasku ( kepalaku) wis mulai cenat cenut iki”
“Cenat cenut karena ada mahluk tak kasat mata ta?” tanyaku penasaran
“Gak c*k, cenat cenut soale luwe (lapar) Syuuu!, dari siang gak makan blas , gimana mau ndak cenat cenut c*k” kata Blewah yang kemudian membuka pintu kantor
Alhamdulillah pintu itu bisa terbuka, pintu ini tertutup sendiri mungkin karena ada semacam per di engselnya, sehingga setelah terbuka pintu ini bisa menutup dengan sendirinya.
Aku membuka pintu itu lebar lebar agar aku dan Blewah bisa keluar, setelah kami berdua keluar dan ketika aku tutup pelan pelan agar tidak terdengar yang ada didalam.
......BRAAAK!... BRAAAK....!
“Astagfirullah... suara apa itu! ” bisiku kaget. Jelas kaget ada suara pintu dibanting entah pintu mana itu
aku dan Blewah terkejoed dengan suara pintu yang dibanting!.. suara itu kelihatnya berasal dari dalam hotel, dibagian kamar kamar yang berjajar di dalam sana, kamar kamar yang gelap tanpa ada penerangan sama sekali.
Untung aku ndak ada penyakit yanthung, coba kalau aku ada penyakit Yanthung, apane gak yanthungan dengar suara pintu yang dibanting dengan tenaga extra keras itu.
“Wah, tadi apa yang kamu lakukan disana, kenapa setelah kamu ke meja tamu itu tiba-tiba ada suara pintu dibanting c*k?” bisiku kepada Blewah lagi
“Aku lho ndak ngapain ngapain disana Gel, aku lho cuma liat liat yang ada di meja itu dan di bawahnya tok, kalau ada yang marah ayo sini tampakan wujudnya. Jangan cuma bisanya bikin kaget orang dengan banting banting pintu ae” kata Blewah yang agak emosi
“Tenang Wah, tenang, kita pokoknya harus keluar dulu dari ruangan ini dulu Wah, gak usah aneh aneh dulu kamu Wah” aku berusaha membujuk Blewah supaya tidak berbuat aneh aneh sebelum kita keluar dari area kantor hotel
Kubuka pintu hotel, dan kami berdua segera lari ke arah gerbang hotel, malam ini sih sebenarnya baru juga pukul 19.30, tetapi demit demit itu seolah sudah ndak tahan untuk menunjukan eksistensi mereka.
“Sing penting kita sekarang makan dulu, setelah makan terserah mau ngapain mereka tak ladeni ae “ gerutu Blewah sambil berjalan menuju ke arah warkop mbah Joyo
*****
Mbah, tolong kopi hitam gulanya sedikit aja mbah” kataku kepada mbah Joyo yang sedang membuat mie instan untuk orang lain.
Aku dan Blewah sudah ada di warung mbah joyo dengan keadaaan selamat sejahtera tanpa kurang apapun hehehe. Tadi itu bener-bener ngageti ae, setan-setan itu kerjanya cuma bikin kaget aja bisanya, apa mungkin mereka tidak bisa melakukan tindakan lain selain hanya membuat kaget orang.
“Rek, duduk di sana ae yuk” ajak Blewah kepada kami berempat. Saat ini ketiga temanku sedang menikmati nasi bungkus dan segelas es teh
Kami akhirnya pindah tempat duduk di bagian belakang yang agak sepi. Warkop ini sekarang memang agak rame dari pada kemarin aku kesini. Ada beberapa pembeli yang sedang cangkruk sambil memainkan ponselnya.
“Bron, Tif. Malam ini mungkin akan menjadi malam yang asik bagi kalian rek, tetapi jangan khawatir, kalian ada di tangan tenaga ahlinya kok heheheh” kata Blewah sambil menyeruput kopinya
__ADS_1
“Sakjane ada apa dengan hotel itu mas, karena setelah kita keluar dari lingkugan sana rasane enak , seger, nyaman, adem, dan nafas ini rasane bisa plong gitu mas” tanya Broni
“Ya jelas berarti disana kan ada apa-apanya kan Bron, kalau ndak ada apa apanya ndak mungkin keadaanya koyok gitu rek” jelas Blewah
“Jadi gini rek, hotel itu ada hubunganya dengan matinya beberapa orang akibat lagu band kita, tetapi ternyata tidak sesederhana itu, ternyata banyak yang terkait dengan matinya orang orang itu dengan cara gantung diri rek” tambahku
“Kalian tapi jangan khawatir rek, apa yang ada didalam sana itu tidak semengerikan apa yang kalian bayangkan, tenang aja hehehehe” kata Blewah yang berusaha menenangkan kedua teman kami itu
Aku berdiri dari dudukku, aku mendatangi mbah Joyo, karena aku ingin memesan mie instan dan nasi bungkus, kuhampiri Mbah Joyo yang sekarang sedang duduk tidak melakukan apapun.
“Mbah” sapaku , dengan harapan mbah Joyo ingat kepadaku
“Lho masnya kesini lagi hehehe, kok seneng sekali sih nginap di Waji mas” tebak mbah Joyo, dan ternyata tebakanya benar
Ternyata mbah joyo ingat denganku, lalu kenapa kemarin dia tidak ingat kepadaku. Malah dia bilang kalau kemarin lusa dia ndak masuk, apakah kemarin kami memasuki lorong waktu sehingga apa yang terlihat sangat berbeda dengan hari ini dan kemarin lusa?
“Iya mbah hehehe, saya suka disana. Oh iya mbah, kemarin mbah Joyo jualan kah?, kok kemarin saya kesini ndak ketemu mbah Joyo disini”
Aku coba untuk memancing mbah Joyo, apakah dia ingat denganku yang kemarin kesini atau dia juga lupa atau memang bukan dia yang ada di warkop ini kemarin.
“Mbah tiap hari jualan mas, kemarin kalian ndak ada kesini sama sekali mas, malah kemarin itu sepi sekali disni mas, baru setelah subuh banyak orang berdatangan untuk sarapan atau cuma sekedar ngopi disini mas” jelas mbah Joyo
Nah kan mulai aneh kan. Mulai semakin aneh disini kan huuufff. Lalu siapa yang kemarin jaga wakop ini. Ya sudah lah, memang kami sedang mengalami keadaan ghaib, jadi usahakan untuk diterima dengan akal sehat meskipun terlihat tidak masuk akal sama sekali.
“Mbah, aku tolong bikinkan mie goreng sama aku tolong nasi bungkusnya satu mbah”
“Ya mas, saya bikinkan dulu, nanti tak kasih tau kalau sudah siap mie gorengnya mas” kata mbah Joyo kepadaku
Setelah selesai dengan pengisian perut, kini saatnya untuk kembali ke hotel. Tetapi aku harus pastikan kepada Broni dan Tifano dulu, apakah mereka sudah siap dengan segala keajaiban yang ada disana hehehe.
“Aku jelas ndak tau Wah, wong kamu yang tadi liat kesana kok, aku kan cuma lihat dari jauh aja” aku berhenti berjalan ke mejaku, karena Blewah tiba-tiba mengajaku bicara
Kami akhirnya duduk di kursi salah satu meja panjang yang ada di depan meja teman temanku.
“Jadi menurutku ada beberapa keanehan disini Gel, pertama tanggalan atau kalender yang ada disana tetap tahun 1997 dan tanpa bercak darah sama sekali”
“Dan satu hal yang mengerikan Gel, ....ini...!.”
Blewah mengeluarkan sebuah peniti dari balik kantungnya, peniti yang sudah berkarat dan berwarna hitam karena terkena bercak darah.
“Peniti ini kuambil kemarin waktu kita kesana,di ruangan kantor hotel itu yang dindingnya atau semuanya berbalur darah warna hitam”
“Peniti ini terpasang atau menancap di kalender, kemarin aku lepas dari kalender, karena aku berpikiran peniti ini mungkin bisa sedikit membantu dalam pengamatan kita nanti”
“Ketika kemarin peniti ini kulepas, berarti harusnya ada lubang kecil bekas peniti menancap di kalender itu kan” kata Blewah dengan sedikit tersenyum
“Ketika tadi kuperiksa kalender itu...., ternyata tahun dan gambarnya sama dengan yang kemarin waktu bersimbah darah itu, bahkan bulannya juga sama”
“Dan tadi waktu kuperiksa, ternyata ada juga lubang bekas menancapnya peniti disana, ketika tadi kucocokan, ternyata lubang dengan besarnya peniti ini sama!."
"Sekarang apa yang kamu pikirkan dengan keadaan ini Gel” kata Blewah sambil menatap wajahku kayak homo yang sedang jatuh cinta
__ADS_1
“Kita tidak berada di tahun 1997 pastinya Wah, kita ada di tahun 2013 kan” jawabku ngasal
“Lhooo yo memang, memang kita ndak ada di tahun itu. Kita tetap ada ditahun 2013. Tapi...., ada tapinya...,”
“Tapinya adalah...., kita ada dihotel yang sejak 1997 kosong!."
“Hotel ini kosong karena ada suatu kasus yang tidak diketahui orang orang, mungkin karena letaknya yang menjorok kedalam” kata Blewah yang berlagak mirip penyidik
“Hahahaha kok bisa kamu tau kalau hotel ini lama kosong Wah?”
“Awakmu iki ket biyen kok gak pinter pinter sih Gel heheheh, makane ojok sering sering mbanci ta awakmu c*k”
“Pertama dari tanggalan eh kalender itu. Kalau hotel ini beroperasi, berarti tiap tahun harusnya kalender itu mesti diganti, ndak mungkin dong kalender tahun 1997 yang dipasang terus sampai sekarang”
“Kedua, peniti yang ada dikalender... mmhh, kalok hal ini nanti aja kita bahas Gel, soale masuk ranah ghaib yang tidak masuk akal blas lah”
“Ketiga yang ada di bawah meja resepsionis, aku lihat tadi ada buku tamu berdebu yang sedang dalam keadaan terbuka, dan transaksi hotel terakhir adalah pada bulan nopember 1997, sesuai tanggalan yang ada di dinding”
“Keempat buku tamu itu letaknya persis kayak kemarin, ketika aku menemukan dompet, hanya saja buku tamu yang kemarin itu berwarna hitam pekat dan ndak kelihatan sama sekali tulisannya, makanya yang tak ambil cuma dompetnya saja”
Blewah menjelaskan temuannya secara terperinci, dia ternyata mengamati setiap ada kejanggalan yang ada di kantor hotel itu.
“Lalu tentang perbedaan kemarin dan sekarang, kenapa bisa seperti itu wah. Tadi kan ada petugas hotel yang kita temui di kantor hotel, lalu kenapa kalau kamu bilang hotel ini kosong?” tanyaku penasaran dengan pemikiran Blewah
“Kalau hotel itu kamu bilang kosong dari tahun 1997, tetapi kenapa ada pasokan listriknya? Dan kenapa kita bisa nyalakan AC, dan kenapa pemilik warkop ini mengira kalau hotel itu masih ada pegawainya. Mbah joyo berpikiran bahwa hotel itu masih beroperasi lho yo” aku berikan sedikit penekanan
“Lho pancen masih beroperasi sampai sekarang tetapi sejak 1997 hotel itu sudah tidak pernah menerima tamu” jawab Blewah
Aku makin bingung dengan hotel itu, sebenarnya aku juga punya analisa sendiri tentang hotel aneh itu, analisaku berdasarkan omongan mbah Joyo. Tetapi biarlah, aku coba pahami analisa Blewah dulu.
Aku ingat ketika aku sedang menunggu Totok, aku ngopi disini juga kan, nah pada waktu itu mbah Joyo sempat bicara sama aku tentang hotel ini yang mempunyai pemilik baru yaitu beberapa orang yang suka berpakaian aneh aneh dan mempunyai kelainan seksual. Dan aku yakin itu adalah Totok.
Kemudian hari kedua waktu aku dan kedua temanku kesini , waktu itu mbah Joyo tidak mengenalku sama sekali, kemudian dia cerita kalau pemilik hotel itu adalah orang yang berasal dari ibukota, dan kabarnya keluarga pemilik hotel itu mati disana, dan mayatnya tidak pernah ditemukan. Bearti itu adalah pemilik pertama
Kesimpulanku, aku dan kedua temanku kemarin mengalami perpindahan waktu pada sekitaran tahun ketika Totok atau mungkin teman temannya membeli hotel ini.. sehingga keterangan mbah Joyo berbeda dengan keterangan yang kemarin lusa itu.
Atau bisa juga keterangan mbah Joyo itu merujuk pada jaman adanya pembunuhan masal disana, pembunuhan yang tidak diketahui oleh siapapun, pembunuhan sadis dimana darah korban di catkan keseluruh dinding kantor hotel.
Lalu siapa yang membersihkan noda hitam di tembok?
Tapi itu semua kan masih berupa spekulasi ku dan Blewah saja, semua kan belum terbukti, jadi jangan terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan dulu lah .
Semua keterangan bisa saja salah, karena belum ada pembuktian. Hanya berdasarkan asumsi saja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saya mbak bashi mohon maaf apabila banyak typo dan kesalahan lainya, karena kurang konsentrasinya saya.
Mohon maaf juga kalau saya jarang membalas komentar, dikarenakan makin sempitnya waktu saya untuk membuka aplikasi NT.
Saya ibu rumah tangga yang memiliki beberapa kesibukan, sehingga konsentrasi saya terpecah antara kesibukan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan warung, urus keluarga dan menulis di NT.
__ADS_1
Menulis adalah hobby saya sejak kecil, karena sejak kecil saya suka menulis singkat dan membaca novel misteri dan detektif, apapun yang terjadi saya tetap mengedepankan pembaca. Dan akan saya usahakan untuk update tiap hari.
Matur nuwun