INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 153 (TIDAK ADA YANG MENCURIGAKAN)


__ADS_3

Pak Tembol mencoba lagi menganalisa beberapa pembicaraan dengan Haris tadi, tetapi tetap saja tidak menemukan kejanggalan.


“Semua sesuai dengan apa yang dia katakan tadi, tidak ada yang merupakan kejanggalan nak. Kita harus cari cara lagi untuk mendapatkan celah bahwa dia ini Dimas yang jahat” kata pak Tembol


“Ya sudah kita pikir lagi besok pak, sekalian mencari celah kejanggalannya pak, kita lebih baik tidur dulu saja pak” aku berusaha membujuk pak Tembol untuk isitirahat, karena memang tidak ada yang mencurigakan dengan Haris


“Ya sudah nak, kamu istirahat dulu saja, saya masih berpikir apakah memang Dimas atau Haris ini adalah orang yang sama” kata pak Tembol sambil merenung


“Lha iya saya paham pak. Tapi itu kucing yang dibawa Dogel, dia namanya mbak Bashi, biasanya kalau ada sesuatu yang mencurigakan, dia akan memberi tanda kepada kita pak. Tapi sekarang mbak Bashi tidur pulas di sebelah Dogel, berarti tidak ada sesuatu yang mengerikan disini” kataku


“Teman hantu kami pun dari tadi sedang berusaha mencari sesuatu yang disembunyikan oleh Haris, tapi  sampai saat ini mereka berdua belum atau tidak mendapakan apa yang mencurigakan disini. Jadi menurut saya, saat ini Dimas atau Haris sedang  tidak melakukan apa-apa”


“Nah ini yang pak Tembol harus pikirkan pak, karena ketenangan ini harusnya sangat mencurigakan kan” kataku panjang lebar agar pak Tembol berhenti memikirkan sesuatu yang itu-itu saja


Aku bisa berkata kalau ketenangan ini mencurigakan, karena suasana disini amat sangat tenang, sungguh tidak normal bila dibandingkan dengan yang ada di vila putih sebelah itu.


Malam semakin larut, aku sudah tidak bisa lagi menahan kantuku, leih baik aku tidur dulu saja, siapa tau besok kita akan mendapatkan hal baru tentang apa yang terjadi di vila putih.


*****


Suara kucing yang mengeong keras membangunkanku dari tidurku, ah sialan ternyata mbak Bashi sedang kelaparan, dia meminta makan kepada Dogel. Untungnya kucing hitam ini tidak rewel soal makanan, dogel memberikan sisa gorengan semalam saja dia mau makan dengan lahap.


“Bangun Tro, sudah pagi iki. Itu pak Tembol sedang ada diluar bersama Haris, mereka berdua sedang ngobrol di depan sana itu” kata Dogel yang masih memberi makan mbak Bashi


“Pak Tembol tidak melakukan apa-apa terhadap Haris kan kan Gel, lha mana itu Blewah dan kedua teman hantu kita?”


“Ndak Tro, dari tadi mereka malah asik ngobrol di depan, di depan hawanya sejuk dan enak sekali. Sedangkan Blewah tadi kebelet ngising. Lha kata pak Haris, kalau ngising harus di kali belakang rumah ihihihi, alhasih Indah dan Ngot antar Blewah ngisiing di kali hehehe” jawab Dogel


Aku bangun dan keluar dari rumah kayu yang harusnya nyaman apabila dikasih sofa dan tempat tidur hehehe, tapi mungkin karena keadaan dan suasana yang nyaman, sehingga meskipun hanya ada tikar jelek, tidurku rasanya sudah nyenyak sekali.


“Wah pak Tembol dan pak Haris sudah pada bangun, suasananya enak sekali ya disini” aku berjalan dan menghampiri mereka berdua yang sedang ngobrol

__ADS_1


“Wah nak Petro sudah bangun, tadi saya biarkan saja kamu tidur nak, mungkin kamu kecapekan sehingga tidurmu nyenyak sekali. Ini kami sedang membicarkan tanaman hias yang ditanam pak Haris ini nak” kata pak Tembol


Memang tanaman yang ada di depan rumah Haris ini tertata rapi dengan bunga yang warna warni meskipun bukan tanaman yang mahal, tetapi paling tidak bisa membuat suasana rumah ini semakin asri.


“Blewah mana pak, kok ndak keliatan dia pak” aku berusaha membuat percakapan semakin gayeng


“Tadi katanya mau buang air besar nak, nah disini tidak ada kamar mandi, adanya ya di pinggir kali (sungai) kecil yang tadi sempat ditunjukn oleh pak Haris ini nak” kata pak Tembol


“Di rumah ini memang belum ada kamar mandinya mas, tetapi tenang saja, tidak ada yang melihat kalian mandi dan buang air besar disana mas heheheh” Kata pak Haris


“Ngomong-ngomong pak Haris bukanya harus menuju ke kota, katanya ada yang sudah ada yang booking untuk pagi ini pak?” kataku agar pembicaraan ini tidak membosankan


“Sebentar lagi saya berangkat mas, kalau kalian masih ingin disini tidak apa-apa, tapi maaf saya tidak mempunyai apapun untuk dimakan, adanya ya gorengan yang semalam itu kan mas” kata pak Haris


“Ndak masalah pak, meskipun hanya gorengan tetapi sudah luar biasa karena suasana rumah yang nyaman dan sejuk pak”


“Nanti kalau kalian pergi, jangan lupa taruh anak kunci gemboknya di bawah pot tanaman ini ya” kata pak Haris sambil menunjuk ke sebuah pot yang ditanami tanaman lidah buaya yang subur


Tidak lama kemudian Blewah datang dari arah belakang rumah, letak sungai itu ada di belakang rumah, sehingga untuk ke sana harus keluar rumah dulu dan menuju ke arah belakang rumah.


Blewah lupa kalau ada pak Haris di sini, alhasih pak haris bingung dengan cerita Blewah tentang Mirah, tapi untungnya pak Tembol mengalihkan pembicaraan mereka.


“Gini saja mas Haris, karena anak-anak sudah pada bangun, kita sama-sama ke kota saja, nanti saya minta tolong dikasih tau tempat bisa akan cari kendaraan” kata pak Tembol


“Ya sudah pak, kalau gitu sekarang saja kita berangkat, saya ndak enak sama pelanggan kalau telat pak” kata Haris yang tabiatnya kok jauh bener sama Dimas


Singkat cerita yang membosankan ini, akhirnya kami sampai juga di kota, di pertigaan Haris menuju ke arah kiri, arah yang menuju ke desan Br dan Bs, sedangkan kami lurus dan bingung mau kemana dan ngapain.


“Apa yang harus kita lakukan lagi setelah ini pak, keliatanya kita masuk ke jalan buntu pak”


“Yah memang begitu nak, tidak ada jalan yang selalu mulus, semua pasti ada saja halangan yang melintang nak, tapi paling tidak kita tau bahwa Haris ini berkata dengan jujur, hanya saja saya tidak bisa menghilangkan rasa penasaran saya nak”

__ADS_1


“Karena apa, karena wajah Haris itu benar-benar sama dengan wajah Dimas, hanya saja kenapa kok sifatnya berbeda jauh dengan Dimas yang sudah saya kenal selama ini” kata pak Tembol


“Begini saja pak, kami ada disini kan karena ditugasi untuk mencari teman kami  yang hilang pak, apa tidak sebaiknya kita kembali ke vila putih saja pak”


“Lebih baik kita pulang dulu saja Tro, nanti malam kita balik kesini lagi untuk mbuh ngapain, karena kan semua yang ada disini masih belum kita ketahui” kata Dogel


“Lagi pula ada baiknya juga kita ambil kendaraan kita, untuk operasional disini. Gimana” kata Dogel lagi


“Iya Tro, ada benernya juga Dogel ini, kita ambil mobil dulu saja, siapa tau pak Tembol ingin kemana gitu jadi kita ndak susah payah cari kendaraan lagi” sahut Blewah


“Kalian tinggal dimana nak?”tanya pak Tembol


“Kami tinggal di Mjkt pak, bener juga kata anak-anak, kita ke kota dulu saja sekalian ambil kendaraan untuk operasional disini pak, mungkin bapak perlu kedesa untuk mendapatkan data seputar yang terjadi dengan bapak”


“Sedangkan kami, kami punya misi untuk menyelamatkan teman kami yang hilang disini pak. Atau gini saja pak, kita pulang ke rumah kami melalui lorong dimana kami bisa sampai kesini pak, siapa tau pak Tembol menemukan sesuatu dengan lorong tempat kami datang ke sini”


“Karena disana kita akan menemukan puluhan mayat pak, mugkin bapak bisa mengenali mayat-mayat yang ada disana. Bagaimana pak, kalau setuju nanti teman ghaib kami akan menuntun kita untuk bisa masuk ke lorong itu lagi” kata Dogel


“Karena letak lorong itu ada di jurang belakang, dan terus terang kami sudah lupa jalan kesana. Gimana bapak mau ndak?” tanya Dogel


“Ayo bolehlah, saya penasaran dengan yang kalian katakan itu” kata pak Tembol


“Ngot,kamu ingat kan jalur kesana?” tanya Dogel


“Karena waktu kami kesini melalui jalur yang ada di jurang hutan itu kami menemukan pakaian dan celana Gilank pak. Pak  maaf, bapak tau Gilank kan pak?”


“Waktu itu Gilank itu gimana pak, apakah dia normal atau tidak, karena kok celana doreng dia termasuk semphak dia ketinggalan di hutan ya pak?” tanya Dogel


“Heheheeh iya nak, hehehe, menurut cerita teman kalian, disana itu adalah tempat teman kalian yang namanya Gilank mati, karena dia melakukan hal tidak senonoh dengan demit yang menyamar sebagai perempuan cantik, sehingga dia dibunuh disana” kata pak Tembol sambil tertawa


“Hihihihi kemudian dia menjadi hantu yang hanya kelihatan kemaluanya saja nak, hahahah, jadi yang terlihat hanya kemaluanya, tubuh dan lainya tidak keliahatan wahahahahah” kata pak Tembol mengingat bagaimana Gilank menjadi hantu kuntila

__ADS_1


“Ya sudah pak, ayo kita berangkat, siapa tau kita menemukan lagi sesuatu yang menarik pak” ajaku


Kami berjalan menuruni jurang yang ada di sebelah rumah putih dipandu oleh Indah dan Ngot, dan entahapa yang akan terjadi lagi dengan kita disana.


__ADS_2