INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 179 (BERMALAM DI RUMAH MBAH PUTRI)


__ADS_3

“Ayo kita balik nak, orang yang tadi mengikuti kita sudah pergi, lebih baik kita langusng ke rumah mbahnya nak Dogel saja nak, karena takutnya ada lagi yang akan mengikuti kita nak” kata pak Tembol setelah dirasa aman situasinya.


Jarak dari pom bensin ke rumah mbah Dogel hanya sekitar 200 meteran, tidak memerlukan waktu lama untuk sampai ke rumah mbah Putri.


*****


“Rumah ini sudah berapa lama tidak ditinggali mas?” Tanya Winna setelah kami sampai di rumah mbah Dogel


“Sudah lama mbak , sudah belasan tahun mbak, tapi seminggu sekali dibersihkan dan dibuka pintunya sehingga udara di dalam bisa berganti kok mbak” jawab Dogel


Tepat adzan  maghrib tadi kami tiba di rumah mbah Putri Dogel. Kemudian aku, pak Tembo, dan Dogel ke mushola kecuali Blewah.


“Rumah ini hanya ada tiga kamar dan satu kamar mandi, jadi ya harap maklum ya mbak-mbak. Untuk mbak-mbak lebih baik tidur di kamar depan saja, sedangkan yang laki-laki lebih baik gelar tikar an karpet di ruang tamu saja ya pak” kata Dogel


“Lha itu ada dua kamar lagi nak Dogel?” Tanya pak Tembol


“Eh kamar tengah itu milik mbah saya pak, jangan ditempati dulu sebelum mendapat ijin dari mbah putri” jawab Dogel. Kalau kamar belakang itu biasanya Indah yang ada disana pak” jawab Dogel


Malam hari yang sepi, ketiga perempuan sudah masuk ke kamar depan untuk tidur. Sedangkan yang laki-laki masih terjaga di ruang tamu dengan pencahayaan yang tidak terang dari bohlam yang ada di ruang tamu.


Heheheh rumah ini sebenarnya nyaman, hanya saja kok banyak sekali yang tinggal disini nak Dogel” kata pak Tembol


“Maklum rumah kosong pak, pasti ada saja yang tinggal pak. Tapi mereka ini terseleksi pak, jadi tidak akan mengganggu, apabila ada yang mengganggu maka akan diusir oleh mbah saya pak”


“Eh apabila nanti malam lampu di rumah ini mati, eh kalian jangan bangun ya, tetapi tidur saja, karena itu adalah tanda bahwa mbah putri sedang datang, dan biasanya mbah putri memanggil saya di kamar tengah “ kata Dogel


Pukul 22.00, suasana di luar rumah sudah benar-benar sepi, tidak ada penduduk sini yang berkeliaran, bahkan hewanpun keliatnya enggan bersuara.


Tidak ada penduduk sini yang ada di luar rumah sekitar rumah mbahnya Dogel, apalagi lewat ke depan rumah mbahnya Dogel ini. Karena memang tidak ada yang berani lewat sini kalau malam  hehehe.


“Gel, mbahmu apa masih ingat sama kamu? Apa beliau masih ingat sama kelakuanmu di masa depan yang benar-benar bikin aku muak?” Tanya Blewah


“Mbuh wah, ini kan masa lalu, bisa saja mbahku lupa kalau aku pernah bertingkah laku yang tidak menyenangkan Wah”


“yo wis lah Gel, semoga mbahmu nanti malam mau bicara sama kamu. oh iyo, biasane kan Indah yang dikasih tanda kalau mbahmu mau datang menemui kamu Gel” kata Blewah


“Indah dimana Wah, apa dia di kamar belakang ta?”


“Iyo, deke sama Ngot di kamar belakang. Kenapa, kamu mau tanya Indah tentang mbahmu ta? Apakah mbah putrimu mau datang ke sini ta malam ini ta Gel?” Tanya Blewah


“Iyo Wah, aku kepingin tanya-tanya ke mbah ku tentang apa yang kita alami iki, beke mbahku bisa kasih solusi Wah, timbangane ngelu dewe” kata Dogel

__ADS_1


“Sik ta Gel, jaremu mbahmu datang menemui kamu. Kan mbahmu sudah lama sedo?” Tanyaku bingung


“Iyo Tro, tapi yang datang iki arwah mbahku, bukan mbahku sebagai manusia nyata rek” jawab Dogel


“Biasane jam piro mbah putrimu datang Gel?”


“Gak mesti Tro, tapi sing sering iku sekitar jam 02.00 sampai jam 03.00 an. Pokokke nek lampu mati lhaaaa itu biasane mbahku datang Tro” jelas Dogel


Aku sebenarnya kepingin tau mbah nya Dogel datang, tapi lebih baik biar Dogel dewe aelah yang nemui, dia kan cucune mbahe hehehe. Aku tak tidur aelah , nyusul pak Tembol yang sudah tidur dari tadi.


Seharian ini bener-bener menguras tenagaku, ndak sampai lima menit setelah ngobrol bersama Dogel aku pun tertidur aku ndak mau kepikiran tentang mbahnya Dogel atau apapun yang akan terjadi disini, pokoknya aku harus istirahat dulu.


*****


Tiba-tiba aku terbangun ketika aku dengar ada suara berisik di bagian belakang rumah ini, kebetulan aku bersama pak Tembol, Blewah, dan seharusnya juga Dogel tidur di ruang tamu bersama kami.


Ruang tamu ini kecil, tapi kami menggeser beberapa sofa agar lantai ruang tamu bisa lebar dan bisa muat untuk beberapa orang ini.


Saat ini aku jelas dengar ada suara berisik mirip dengan suara berbisik, suara ratuan orang yang sedang berbisik, tapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan aku tidak mau membuka mataku meskipun ada keinginan luar biasa untuk membuka mataku dan melihat apa yang sedang terjadi disini.


Tapi ternyata rasa penasaranku mengalahkan akal sehatku, dan akhirnya kubuka juga mataku hanya untuk kepingin tau apa yang sedang terjadi di rumah ini….. ketika kubuka mataku ternyata listrik di rumah ini mati. Tapi aku masih mendengar suara berisik dari belakang rumah ini.


“I lop yu… eh salah…jangan kesana, Nak Dogel sedang bersama neneknya”kata pak Tembol sambil memegang tanganku dengan mesra hihihih


Setalah tersadar tiba-tiba dia melepas pegangan tanganya. Kemudian dia menempelkan telunjuknya di bibirnya yang berarti menyuruhku untuk diam.


“Orang tua ini sedang mimpi apa sih kenapa sampai memegang tanganku kayak gini sih eheheh” batinku


“Ok pak” bisiku, kemudian aku kembali tidur dan menunggu pagi untuk menanyakan kepada Dogel


*****


Sinar matahari pagi mengenai wajahku, pantas kok rasanya panas sekali. Lha wong jendela rumah dan korden sudah dibuka, akibatnya sinar matahari mengenai wajahku langsung.


“Wah nak Petro tidurnya lama juga ya, sampai lupa sholat subuh, padahal adzan subuh keras sekali disini hehehe” sindir pak Tembol yang sudah bangun


Ternyata di ruang tamu sudah ada Dogel, Blewah dan pak Tembol yang duduk lesehan di lantai beralaskan karpet dan tikar yang di atur agar bisa lebar dan bisa muat orang banyak.


“Dimana mbak-mbak rek?” tanyaku yang masih belum tersadar penuh


“Mereka sedang belanja di depan sana, disana di gang sebelah kan ada bakul sayur yang datang biasane Tro” jawab Dogel

__ADS_1


“Lheee Gel, sembrono kamu iki. Kita ini ada di kampung, penduduk sini lihat tiga perempunan itu kan pasti nanti ditanya-tanya ibu-ibu sini, terus harus jawab apa? Apa nanti merek jawab kalau mereka bertiga satu rumah dengan kita? Iso-iso digerebek sak kampung Gel”


“Tenang Tro, aman kok, tadi mereka bertiga sama bu Puji, tapi sebelumnya tadi pagi aku ngomong sama bu Puji kalau mereka bertiga sedang dalam masa menyembunyikan diri dari orang jahat heheheh” kata Dogel.


“Gak masuk akal Blas Gel ceritamu!”


“Mumpung Petro sudah bangun, jadi aku bisa cerita tentang mbahku yang datang tadi malam” kata Dogel


“Ternyata mbah putriku tau apa yang sedang kita alami, dia juga tau kalau kita ada di masa lalu. Bahkan mbah putri juga ngomong kalau kita harus bisa melawan Totok, dan kita aman disini, karena rumah ini sudah diberi pagar mbahku”


“Bearti kita harus tinggal disini Gel, kita ndak bisa ke vila Chandra?”


“Ngene Tro, jare mbah ku bisa saja kita ke sana, tetapi malam kita harus ada disini. Karena Totok akan menyerang kita malam hari. Jadi  nek jare mbah putriku, Totok butuh energy yang ada di dalam tubuh ketiga teman kita itu, terutama energy yang dimiliki Winna”


“Kenapa kok Winna?. Karena dia yang selama ini tinggal di dalam kos kosan bersama lemari hitam yang merupakan lemari aneh peninggalan dari jaman gak karu-karuan yang mempunyai daya mistis, nah lemari itu juga mengeluarkan energy juga”


“Tiap hari Winna  tidur dan tinggal disana, secara tidak langsung akan terpapar energy yang berasal dari lemari itu. Lha percampuran energy dari Mak Nyat Mani dan energy yang keluar dari lemari itu yang luar biasa. Itu yang dicari oleh Totok”


“Mbah Putri juga tau tentang Sinank nang. Kata mbahku Sinank nang itu adalah penjaga dari kelurga Chinta. Dia akan ada diantara kita apabila Chinta mengalami masalah. Tetapi ada kelemahanya, SInank nang tidak bisa menembus dan masuk ke Hotel Waji”


“Jadi di sekitar hotel Waji itu ada pagar yang menyebabkan ghaib yang ada disana tidak bisa keluar, dan ghaib yang diluar tidak bisa masuk ke sana, termasuk Sinank nang itu”


“Rumah ini sama dengan hotel Waji, rumah ini sudah dipagari sedemikian rupa oleh mbah putriku sehingga yang ada di dalam tidak bisa keluar dan yang diluar tidak bisa masuk ke dalam termasuk Totok”


“Nah kata mbahku kita tidak bisa membunuh Totok, kecuali oleh orang yang pernah membunuh Totok sebelumnya.  Karena Totok sebelumnya sudah pernah mati oleh orang-orang itu kata mbahku lagi”


“Lha tapi kita kan ndak tau siapa yang pernah membunuh Totok itu rek” Dogel selesai dengan ceritanya


“Sebenarnya ada yang pernah membunuh Totok atau yang bernama Rochman itu. dia adalah saya dan teman teman saya yang tergabung dalam grup Sutopo nak” sahut pak Tembol tiba-tiba


“Iya pak , mereka juga teman kami, bahkan seminggu sebelum mereka adakan acara di vila itu saya dan teman saya Blewah, Indah, dan teman saya satu lagi yang bernama Glewo sempat diajak lihat vila itu, dan kata Indah memang vila itu sangat mengerikan sekali pak” kata Dogel


“Jadi kami sempat larang mereka untuk mengadakan acara musik disana, tapi peringatan kami hanya dianggap angin lalu oleh mereka pak” kata Dogel


“Setelah itu kami berusaha menghubungi mereka, tapi ponsel mereka tidak ada yang aktiv. Kedelapan teman kami itu dinyatakan hilang pak” lanjut Dogel


“Iya nak, mereka bersama saya di masa lalu untuk membunuh Dimas dan merubah sejarah dari masa lalu, sejarah untuk menyatukan dua wilayah yang selalu bersitegang” Jawab pak Tembol sambil menerawang, mungkin dia sedang mengingat masa lalu


“Pada waktu itu kami berteman baik dengan Rochman, dia menolong saya juga, bahkan Rochman yang waktu itu berupa Hantu menolong teman kalian juga. Kemudian kami masuk ke masa lalu, kami sempat kehilangan Rochman”


“Tapi akhirnya kami bisa ketemu dengan dia lagi nak. Tetapi sayangnya ternyata dia sudah bekerja sama dengan Dimas” cerita singkat dari pak Tembol

__ADS_1


__ADS_2