INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 156 (TEMUI PEMILIK KAMAR)


__ADS_3

“Sekarang yang penting bagaimana kita bisa keluar dari kamar ini dan bertanya kepada pemilik kamar bahwa yang ada di foto itu benar-benar Totok atau Rochman yang kita cari”


“Kalian pikirkan juga mas, kalau ternyata memang yang di foto itu yang kita cari, apakah kita harus segera ambil tindakan atau gimana mas?” tanya pak Tembol


“Eh ingat rek, awak dewe ini ada di masa yang ndak tau masa apa, karena kita tadi waktu masuk ke sini lewat terowongan, jadi kita ndak tau kita ada di tahun berepa rek” kata Blewah


“Atau gini saja mas, Indah keluar sana dan mulai meniup telinga mereka agar mereka segera masuk ke kamar, jadi nanti kita tau siapa yang menghuni kamar ini, tapi yang susah itu gimana caranya agar  pemilik kamar ini tidak teriak ketika melihat kalian ada disini” kata Indah


“Pastinya mereka akan ketakutan dan teriak lah, kok tiba-tiba ada laki-laki busuk di kamarnya hhihihihi” bisik Blewah


“Apa kalian ada ide lain selain yang barusan aku ngomong ta mas?” tanya Indah


“Tidak ada ide lain mas, semua yang kita lakukan disini itu sudah salah, jadi biar bagaimanapun ya tetap saja harus dilakukan juga mas, jadi lebih baik kita tunggu dulu anak kos yang ada disini masuk, baru kita ajak dia bicara baik-baik” kata pak Tembol


“Jadi ada baiknya kita masuk ke dalam lemari lagi, tetapi pintu yang tembus ke dinding jangan kalian tutup rapat-rapat” kata Dogel


Kami berempat masuk kembali ke dalam lemari dan menutup sedikit pintu  yang ada di dinding lemari. Dan benar saja, tidak lama kemudian pintu kamar kos terbuka, seorang perempuan masuk ke dalam kamar, kemudian dia rebahan di atas tempat tidurnya sambil bernyanyi nyanyi kecil.


“Ini saatnya aku dan Ngot berusaha membisiki dia untuk mengatakan bahwa ada orang lain di sini dan jangan sampai dia ketakutan dengan kehadiran kalian” bisik Indah


Indah dan Ngot keluar dari dalam lemari, mereka berdua menuju ke samping anak perempuan itu, setelah itu aku tidak tau apa yang dilakukan kedua hantu itu, karena aku tidak bisa mengintip dari balik pintu lemari ini.


Setelah beberapa lama, ternyata anak kos membuka pintu lemari pakaian, tapi tidak ada satupun dari kami yang keluar dri balik dinding lemari. Kami ragu kalau seumpama kami keluar dari balik dinding lemari, dan tiba-tiba anak perempuan itu teriak.


Setelah mengambil salah satu pakaian di rak lemari, kemudian perempuan itu menutup kembali pintu lemarinya. Kami tetap ada di balik dinding lemari tanpa berani menunjukn wajah kami kepada anak perempuan yang mungkin saja pacar dari laki-laki yang ada di foto itu


“Kenapa kalian tidak keluar dari sini ketika ada anak perempuan itu?” tanya pak Tembol dengan berbisik


“Gak brani pak, takut kalau disangka maling, dan digebukin satu komplek perumahan ini hihihiih” Jawab Dogel


“Kalau gitu biar saya saja yang keluar, kalau ada apa-apa dengan saya, kalian segera lari saja kembali ke lorong, dan jangan tunggu saya lagi, biar saya yang selesaikan masalah ini” kata pak Tembol


“Saya ikut pak, kalian berdua tunggu disini saja, kalau ada apa-apa aku lari masuk ke dalam lemari lagi rek hihihihi”


Aku dan pak Tembol keluar dari dinding lemari menuju ke dalam lemari besar berwarna hitam itu, aku penasaran dengan anak perempuan yang tadi membuka lemari ini, apakah dia sekarang sedang ada di dalam kamar atau ada di luar kamar.


“Kalian keluar saja dari sini, pemilik kamar ini sedang mainan Hp di tempat tidurnya, dan berdoa o agar dia tidak teriak ketika melihat kalian hahahah” kata Ngot yang tiba-tiba menghampiri kami berdua di dalam lemari

__ADS_1


Kudorong lemari itu ke arah luar pelan-pelan, suara berderit dari engsel lemari berbunyi, tetapi tidak ada reaksi dari anak yang katanya Ngot sedang tiduran sambil bermain ponselnya.


Pintu lemari sudah terbuka separuh, ketika kuintip memang ada anak perempuan yang matanya masih melihat layar ponsel dengan earphone yang menempel di kedua telinganya.


Letak lemari pakaian hitam besar ini berada di samping sebelah kiri tempat tidurnya, sehingga dia harus menoleh ke kiri  untuk melihat kami yang akan keluar dari dalam lemari hehehehe.


Kini aku sudah ada di luar lemari dengan gerakan pelan dan tenang, aku kini jongkok agar tidak terlalu menyolok terlihat anak perempuan yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Pak Tembol pun sekarang sudah ada di sebelahku, kami berdua dalam keadaan jongkok. Pak Tembol memberi


tanda kepadaku untuk berdiri dan mencolek perempuan yang sedang sibuk dengan layar poselnya dengan telinga yang masih saja terpasang earphone.


Pak Tembolpun berdiri mengikutiku, kemudian pak Tembol diam sambil menatap tajam-tajam ke arah perempuan yang sedang asik dengan ponselnya.


“Nak Winna…..Nak winaaaaa” panggil pak Tembol yang keliatannya kenal dengan perempuan yang ada di depan kami  ini.


“Naakk Winaaaaaaa!” teriak pak Tembol agak keras, tetapi tetap saja tidak ada sahutan dari perempuan yang ada di sebelah kami ini


“Bapak kenal sama dia?” tanyaku


“Saya kenal sekali nak Petro, dia adalah salah satu dari tiga mahasiswa yang membantu kami ketika kami ada di sebuah desa yang bersebelahan dengan desa yang hilang itu, mereka bertiga sempat juga kami ajak untuk berpetualangan bersama kami nak” bisik pak Tembol


perjalanan waktu dan mengubah sejarah itu bisa saja ada yang berubah.


Seadainya memang anak perempuan itu tidak mengenal pak Tembol, karena pak Tembol dan teman-teman telah merubah sejarah, pasti yang akan terjadi adalah teriakan dari anak itu. Dan dari teriakan itu akan menyebabkan kami akan tertangkap basah karena menyelinap di dalan kamar anak kos.


Pak Tembol mendekati tempat tidur dan kemudian yang dilakukan pak Tembol adalah mencolek anak perempuan yang sedang asik dengan poselnya


“Nak …. Nak Winaaaa” kata pak Tembol sambil mencolek perempuan itu


……..AAAAAHHHHHH!!!!!…… AAAAAHHHHH!.....


Perempuan itu teriak seketika ketika melihat pak Tembol yang sudah ada di sebelahnya dengan wajah meringis. Bener-bener parah pak Tembol ini!


“Sssttttt … nak Winaaaa ini saya…ini saya pak Tembol naaak” kata pak Tembol sambil berbisik


Untungnya perempuan itu kemudian terdiam, dia duduk sambil terus menerus melihat ke arah pak Tembol dan bergantian melihatku.

__ADS_1


Dia masih ketakutan, tetapi sudah tidak teriak seperti ketika dia pertama melihat pak Tembol. Dia hanya duduk dengan nafas yang tersenggal-senggal seperti habis jogging beberapa km jauhnya.


“Nak Winaaa, ini saya pak Tembol naaak” bisik pak Tembol sekali lagi


“Tenang nak Winaaa, tenang, ini saya pak Tembol, tenang nak Winaa, kami tidak ada niatan menyakiti nak WIna” kata pak Tembol dengan suara nyaris berbisik


Sementara itu teman Wina mulai mengetuk pintu kamar kos dari luar, mereka mengira terjadi sesuatu dengan anak kos yang bernama Wina ini


“Winaaa, ada apa? Kenapa kamu teriak seperti itu!” teriak teman-temanya dari luar kamar sambil mengetuk ketuk pintu kamar


“Winaaa, ayo buka pintu, kamu tidak ada apa-apa kan” teriak yang ada diluar, karena Wina yang ada di dalam kamar belum juga menjawab pertanyaan mereka yang ada di luar.


“Aku ndak p..papa, aku ndak papa. Tadi hanya terpeleset saja” jawab Wina dengan suara yang nyaris pelan


“Benar kamu tidak apa-apa Wina, buka dulu kunci pintu ini  agar kami yakin kamu tidak apa-apa di dalam sana” teriak teman dia yang ada di luar


Wina tersadar dari rasa kagetnya, kemudian dia menyuruh kami berdua untuk sembunyi di bawah tempat tidur, tetapi kami lebih memilih masuk ke dalam lemari semenara dia membuka kunci pintu kamar.


“Aku ndak papa Mira, tadi aku jatuh ketika ambil earphone yang kutaruh di dekat lemari itu” jawab Wina kepada temannya yang sekarang sudah ada di dalam kamar


“Lagi-lagi lemari itu bikin ulah kepada kamu Wina, ini sudah keberapa kali kamu jatuh di depan lemari itu?” tanya temanya yang dipanggil Mira


“iya Mira, makasih udah perhatikan aku dan datang ke kamarku, aku baik baik aja kok Mira” kata Wina kepada temanya yang bernama Mira itu


Setelah teman Wina keluar dari kamar, setelah dia menutup dan mengunci kamar dari dalam, kini saatnya kami keluar dari dalam lemari besar dan berwarna hitam ini


Ketika kami keluar dari dalam lemari, ternyata anak kos yang bernama Wina itu sudah menunggu sambil duduk di pinggir tempat tidur.


Mata dia terbelalak ketika melihat kami berempat keluar dari balik lemari hitam dan besar itu.


“Wina, ini saya pak Tembol, kamu ingat saya atau memang kamu belum bernah bertemu dengan saya?” tanya pak Tembol


Perempuan itu sudah dalam keadaan tenang, kami hanya bisa diam tak bergerak ketika ia mulai bicara menjawab pertanyaan dari pak Tembol


“Saya tidak pernah bertemu dengan bapak, tetapi saya beberapa kali penah bermimpi bertemu dengan bapak, bersama dengan lima orang dan satu perempuan cantik bernama Novi” jawab Winna atas pertanyaan pak Tembol.


“Ok saya paham. Bagaimana dengan dua temanmu yang bernama Chandra Dewi dan satunya lagi yang bernama Chint adiniya?” tanya pak tembol

__ADS_1


“CHYNT AD DINIYA” jawab Winna mengoreksi kesalahan ucap pak Tembol


__ADS_2