
“Sik Gel, kok Blewah jadi gitu rek?”
“Aku curiga yang ada didalam Blewah itu perempuan ndas glundung itu Wo, coba sih kita ajak dia bicara didalam rumah Wo”
“Wah, Blewah, yuk masuk ke dalam yuk” tapi anehnya Blewah tidak bereaksi ketika kupanggil
“Budeg paling kupinge Blewah Gel. Jajal kamu panggilen lagi Gel”
“Wah, Blewah , ayo masuk ke dalam. Kita ngopi disik c*k” teriaku
Kemudian orang yang tadi kupanggil Blewah itu menoleh, tetapi wajah dia menunjukan ketidak senangan, kemudian dia menghampiri kami berdua.
“Heh, kalian ini yang sopan ya jadi orang, jangan manggil nama seenaknya sendiri gitu, apalagi memaki saya dengan kata-kata c*k!”
“Kalian pikir kalian ini sudah merasa hebat apa manggil-manggil nama orang seenaknya sendiri’
Aku kaget ketika dilabrak Blewah dengan kata-kata yang sopan, ditambah lagi dengan lagak dia yang agak lembeng khas perempuan.
“Lho namamu sopo se Wah, mosok salah aku manggil Wah Blewah ngono rek” kupancing lagi omongan dan amarah Blewah
“Heh! Jangan kurang ajar kalau jadi orang, panggil nama yang benar!, jangan sekali kali panggil Wah lagi! Hormat sedikit dong sama orang yang lebih tua!” kata Blewah dengan berkacak pinggang
Hehehe aku makin yakin yang ada di dalam tubuh Blewah yang sedang kami hadapi ini adalah ndas glundung, bukan Blewah. Gawat nek ngene carane hihihihi.
“Ehmm mbak atau ses ya?” tanya Glewo dengan nada bicara yang sopan
“Mbak juga sopan kok dari pada Wah Wah gitu mas” jawab Blewah yang makin lembeng
“Ehem, eeh maaf ya mbak, kami mau masuk rumah, yuk kita kedalam mbak , agar bisa lebih intim gitu mbah ehem” Glewo nek urusan koyok gini ini jagone wis
“Eeemhh mbah maaf, saya kok lupa nama kamu mbak, habisnya saya keseringen nggado micin mbak ehemmm”
Yancuook !!..Glewo tambah gendeng.
“Sumirah mas, panggil aja Mirah yang artinya murah... murah senyum mas, biar lebih akrab gitu. Tapi ngomong-ngomong di dalam sudah saya bikinkan kopi lho mas, waktu mas-mas ini sedang di mushola”
Kami bertiga masuk ke dalam rumah, kupersilahkan mbak Sumirah untuk masuk terlebih dahulu dari pada kami, agar sopan dengan yang lebih tua.
Indah datang dari arah dapur sambil ngempet ngguyu, deke keliatanya paham dengan keadaan Blewah yang ngeri ini.
“Mbah Mirah sini, Indah udah siapin baju di kamar belakang, tapi sebelumnya ijin dulu sama mas-mas itu” kata Indah sambil ngempet ngguyu
Blewah mesam mesem di depanku dan Glewo, dia keliatanya mau ngomong sesuatu, bangsath dah. Kok bisa-bisanya koyok ngene rek.
__ADS_1
“Mas, saya mohon ijin untuk pakek pakaian yang dikasih sama mbak Indah ya. Terima kasih” kata Blewah yang tiba-tiba balik badan dan ngacir ke belakang.
Sumirah mendatangi Indah yang masuk ke kamar belakang lagi, kemudian mereka berdua entah ngobrolin apa, pokoknya mereka berdua cekikikan sendiri. Ndak lama kemudian Indah keluar dari kamar belakang dan menuju ke kursi di ruang tamu.
“Mas, liat apa yang terjadi sama mas Blewah!. Tadi indah bingung waktu kalian ke mushola, tiba-tiba Blewah keluar dari kamar mandi setelah lamaaa sekali mandi, keliatanya dia ngilangin semua bolot atau daki yang ada ditubuhnya”
“Setelah dia keluar dari kamar mandi, dia minta baju perempuan mas, lha Indah kan bingung mas, akhirnya ada beberapa pakaian yang ndak tau milik siapa yang Indah temukan di kolong tempat tidur belakang, Indah kasih aja ke mas Blewah”
“Tapi Indah suruh pakek nanti aja waktu kalian berdua datang, dengan alasan rumah ini milik kalian berdua, jadi harus ada ijin dulu dari kalian berdua hihihih”
“Mas Blewah kumat kumatan lho mas, kita harus bener-bener perhatian sama dia mas, dan kita harus bisa menerima dia apa adanya, dan dalam keadaan apapun mas hihihihi”
“Ini yang bikin Kopi ya dia mas. Tadi Indah kan lagi bikin Kopi , terus kata dia, mbak cantik duduk saja di sana, biar saya yang bikinkan kopi, setelah dia bikin kopi kemudian nyapu dalam rumah, kemudian tadi itu halaman rumah juga dia sapu mas”
“Apakah semasa hidup Sumirah ini pembantu rumah tangga ya mas?”
“Ini gawat rek, kita harus bisa sembuhkan Blewah, kalau dia koyok gitu kita yang akan susah rek. Bayangkan kalau seandainya dia keluar rumah pakek pakaian perempuan dan belanja ke warung, apane kita ndak jadi bahan pembicaraan sekampung sini rek”
“Gimana cara sembuhkan Blewah mas, apa kita ajak lagi ke mbah Joyo”
“Iya ndah, gimana lagi lho, satu-satunya jalan ya harus ke mbah Joyo yang kemarin sadarkan Blewah dari keadaan pingsan”
“Gel, apa kamu ndak mikir tentang tubuh tanpa kepala milik ndas glundung yang sudah kamu hancurkan itu?” tanya Glewo
“Yang ngamuk justru keempat anak kecil itu, sampai gigi taring mereka pada keluar semua. Oh iya Ndah , mana empat anak kecil itu , kok aku ndak liat mereka sama sekali pagi ini?”
“Mereka lagi ada di kamar belakang mas, aku suruh mereka tinggal di kamar belakang aja biar ndak ngganggu kita hehehe”
“Tapi sekarang di kamar belakang kan ada Blewah eh Sumirah Ndah, apa ndak ada masalah sama mereka Ndah?”
“Ndak papa itu mas, mereka main sendiri kok mas. Malahan mas Blewah sekarang suka lihat keempat anak itu bermain”
“Lho berarti Blewah masih bisa lihat mahluk ghaib Ndah?”
“Iya mas, dia masih bisa lihat kok, tadi aja waktu nyoba baju yang Indah kasih , anak-anak kecil itu pada nggodain mas Blewah”
Kejadian aneh apa lagi ini, Blewah bisa baik dengan keempat anak kecil, anak kecil itu bisa baik dengan ndas glundung yang sekarang ada di dalam tubuh blewah.
Tapi aku merasa dengan keadaan Blewah yang seperti itu akan terjadi sebuah kengerian lagi nantinya, bagaimana dengan tubuh tanpa kepala itu apabila Blewah sudah bersatu dengan kepalanya?
“Semua harus segera diselesaikan Ndah, keadaan seperti ini akan menyebabkan bahaya yang lebih besar”
“Maksudnya gimana Gel?” tanya Glewo
__ADS_1
“Kalau kepala itu sekarang ada di dalam tubuh Blewah, lalu bagaimana nasib tubuh tanpa kepala itu kalau tau apa yang ada di dalam kepala itu sekarang pindah ke dalam tubuh Blewah?”
“Makanya lebih baik kita ke mbah Joyo, siapa tau mbah Joyo punya solusi untuk menyelesaikan masalah ini”
“Apa yang akan terjadi apabila Blewah sadar dari kumatnya, bagaimana psikis BLewah ketika melihat dirinya menggunakan pakaian perempuan?”
“Pokoknya semua harus diselesaikan malam ini di rumah mbah Joyo rek, kita berangkat puluk 21.00 saja nanti, sementara siang ini kita perhatikan saja tingkah laku Blewah yang semakin aneh”
“Suruh kesini dia Ndah, kia tanggap aja yuk hihihihi” kata Glewo
“C*k ngawue ae koen iku Wo, kasian Blewah yo ndeng!”
“Wis ta Gel , mumpung arek iku sik kumat, nek deke gak kumat gak kira bisa di tanggap c*k hihihih” jawab Glewo
Sementara itu Indah berjalan ke kamar belakang untuk memanggil Blewah yang sudah menjelma menjadi Sumirah.
Ternyata Sumirah ndak mau asal dipanggil hehehe, dia minta dijemput dan digandeng Indah hihihih.
“Mbak Sumirah, ini lho mas mas kepingin ngobrol sama mbak Sumirah, jangan di kamar belakang aja to mbak” kata Indah kepada Sumirah eh Blewah yang sekarang sudah berubah total
Blewah sudah memakai pakaian terusan panjang warna merah djambu, rambut dia yang kerting nggilani sekarang sudah dikelabang jadi dua! wakakakaka ajooorr .
“Ehem, mbak Sumirah siapa ya kepanjangannya?” Glewo membuka pembicaraan
“Cuma Sumirah saja mas, ndak ada nama panjangnya” kata Blewah yang duduk di sofa dengan wajah tertunduk
“Mungkin kepanjangane itu Sumirah Sumringah, benar ndak hihihihi” kata Glewo
“Nggak kok mas heheheh, tapi kata pa’e nama saya itu berasal dari dua suku kata. Waktu itu bu’e sedang hamil tua, pa’e dan bu’e lagi belanja di pasar mas. Nah katanya waktu itu ada orang jual ikan bandeng besar-besar mas"
“Waktu bu’e saya mau beli, pa’e gak bolehin mas, karena pasti harganya mahal. Karena bu’e sudah kepingin banget, akhirnya bu’e nekat tanya harga bandeng itu mas. Ternyata bandeng itu harganya murah sekali, jauh dari perkiraan pa’e”
“Tiba-tiba pa’se spontan teriak …ASSSYUU MIRAHEEE!..yang artinya anyiiing murahnyaa!, karena teriakan itu satu pasar akhirnya melihat pa’e. Anehnya kata asyuuu miraheee diikuti oleh pembeli lainya yang ada di pasar itu mas”
“Akhirnya kata-kata asyuuu mirahe menjadi viral di pasar, dan pa’e kalau kepasar selalu disapa pedagang dengan panggilan Asyyuuu Miraheeee teko (datang)”
“Nah ketika dirumah, Pa’e iseng mikir nama untuk bayi perempuan yang akan dilahirkan bu’e"
"Saat itu yang ada di kepala pa’e cuma kata assyuuu mirahe aja, akhirnya pa’e menyingkat menjadi SYUMIRAH , atau SUMIRAH. Gitu ceritanya mas”
“Wah luar biasa sekali orang tua Sumirah ini, saya salut lho Mirah” kata Glewo
“Lha Sumirah sekarang ada dimana ini hayoooo?” pancingku
__ADS_1
“Nggak tau mas Sumirah ada dimana, pokoknya rasanya Sumirah bahagiaaa sekali”