
Malam hari yang awalnya banyak suara binatang malam, kini makin sunyi, hampir tidak terdengar suara apapun di luar sana.
“Nak, lampu dalam sini lebih baik dimatikan saja, agar yang diluar sana tidak bisa melihat yang di dalam sini nak” kata pak Tembol
Saat ini yang ada di ruang tamu dan ruang keluarga hanya aku, Eko, pak Tembol, Dogel, mbak Bashi dan dua hantu teman kami, sementara itu Blewah keliatanya sedang asik dengan Mirah di atas sana.
“Blewah kira-kira lagi apa ya Gel hehehehe, howo dingin ngene iki, apalagi deke lagi sama Mirah berdua dalam satu tubuh hihihihi”
“Blewah nek ngene yo gak kiro iso ngatjeng buntute Tro hehehe, wis ah Tro focus yang diluar aja, gak usah mbahas Blewah. Liaten itu mbak Bashi, dia dari tadi tiduran di deket pintu depan” kata Dogel
“Aku nek gini ini kepikiran Glewo Tro, apa deke sudah sampek di rumahnya atau dia dapat masalah juga ya?” guman Dogel
“Doakan ae Glewo wis ada dirumah dengan selamat Gel. Gak usah mikir yang nggak-nggaklah”
Keadaan disekitar luar vila ini semakin sunyi sepi tanpa ada suara apapun, hal ini menyebabkan telinga kami semakin peka untuk mendengarkan suara yang lemah sekalipun.
“Anak-anak, apa kalian bisa dengar sesuatu di dinding rumah ini, disalah satu dinding rumah ini kok sepertinya ada yang sedang mengetuk ketuk dengan pelan” kata pak Tembol
“Saya ndak denger suara apapun pak” jawabku
“Saya juga pak, ndak dengar suara apapun selain bunyi langkah kaki di lantai atas itu pak” kata Dogel
“Ada pak, suara yang sangat lemah dan pelan, suara itu ada disekitar sini pak, tapi saya tidak tau apakah itu berasal dari dinding vila ini atau luar sana pak” kata Eko
Setelah kutamat tamatkan, ternyata benar kata Eko, Dogel, dan pak Tembol, aku juga mendengar suara ketukan yang lemah di sekitar sini, tapi aku juga dengar suara langkah kaki yang berjalan mondar mandir di ruang santai atas
Aku berjalan ke arah ruang tamu dari ruang santai untuk melihat apa yang ada diatas sana. Ternyata di atas gelap dan sepi. Lha kalau gelap dan sepi berarti Blewah ada di dalam kamar dong. Lalu suara siapa tadi yang ada di lantai dua.
“Eh diatas ndak ada siapa-siapa, di ruang santai gelap pak”
“Mungkin nak Blewah sedang kumat bersama MIrah , mungkin tadi dia sedang jalan-jalan dari kamar menuju ke ruang santai” kata pak Tembol yang berusaha berpikiran positiv
“Iyo Tro, paling tadi iku Blewah lagi kumat Gendenge. Buktine sekarang suara itu sudah tidak terdengar lagi kan rek” kata Dogel
Malam semakin larut, udara dingin kaki pegunungan semakin menggigit, kami tetap ada di ruang tamu dan ruang keluarga untuk memantau apapun yang ada di halaman depan, sementara itu mbak Bashi tiba-tiba terbangun dan mengeong pelan.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara pintu pagar yang dibuka perlahan lahan, nyaris tidak berbunyi sama sekali. Aku awalnya tidak yakin dengan yang aku dengar sampai Dogel berkata kepada pak Tembol
“Pak Tembol dengar suara di luar pak, sepertinya ada orang yang sedang masuk ke halaman vila ini pak” kata Dogel kepada pak Tembol
“Coba perhatikan nak, coba kalian intip melalui jendela nak, saya kok merasa yang datang itu bukan sebuah ancaman nak” kata pak Tembol
__ADS_1
Ternyata benar juga, yang masuk perlahan lahan itu adalah penjaga vila yang bernama Slamet Slatem Metals, apa yang dia lakukan kok keliatanya mengendap endap gitu jalanya.
“Kalau Slamet itu berniat tidak jahat, harusnya dia berjalan tidak perlu sampek mengendap-endap gitu pak” kata Dogel sambil tetap memperhatikan Slamet dari balik jendela yang berkelambu
“Tetap perhatikan nak, apa yang sedang dilakukan orang itu disini, apabila dia memang sedang melakukan sesuatu seharusnya kita akan tau sebentar lagi nak”
“Pak Tembol, orang itu sedang membawa tanah yang mirip dengan yang ada di kos kosan ketiga teman perempuan itu pak” kata Indah tiba-tiba muncul di sebelah kami
“Slamet metals semakin dekat dengan teras rumah pak, dan sekarang dia ada di depan vila ini” bisik Dogel
Ketika kami sedang tegang-tegangnya dengan keadaan diteras vila, tiba-tiba mbak Bashi mengeong dengan keras yang mengakibatkan suara seperti orang jatuh di depan pintu depan vila atau di teras..
“Hihihihi keliatanya dia sedang jatuh pak, dia mungkin kaget dengan meongan mbak Bashi yang keras itu” bisik Dogel
Dogel tetap mengintip dari balik kelambu Vila, hingga Slamet selesai dengan kegiatanya dan berjalan menuju ke arah luar dengan perlahan lahan mirip maling.
“Dia sudah memasang sesuatu disana dan menyebarkan tanah kuburan di sekitar vila ini pak” kata indah
“Lha nek gitu kita sia-sia ngungsi kesini, wong sama saja ternyata Totok bisa tau dimana ketiga perempuan itni tinggal rek” kata Ngot
“Hmm nanti kita bahas besok pagi soal tempat ini yang ternyata juga sudah diketahui oleh Totok, untuk malam ini semoga kita bisa selamat, karena perasaan saya , setelah ini mungkin ada yang akan datang kesini lagi” kata pak Tembol
“Ngot coba lihat disana, kenapa kok penjaga itu tiba-tiba berhenti jalan, tapi dia tidak bicara apapun , dia hanya diam saja” lanjut Dogel
Ngot akhirnya pergi keluar untuk melihat apa yang terjadi dengan penjaga vila yang bernama Slamet Slatem metals itu.
“Heheheh di sana ada orang yang tadi kubilang itu, dia memakai udeng dan memakai baju jawa lurik coklat. Mereka berdua sedang hadap-hadapan, tapi mereka berdua diam hehehe, koyok saling menilai kekuatan ae” kata Ngot
“Apa orang itu yang ada di kos kosan Chinta ya nak, yang namanya kalau ndak salah itu Sinank nang itu. Lalu apa hubunganya Chinta dengan Sinank nang, dan sebenarnya dia itu siapa, kenapa bisa ada di vila ini?” gumam pak Tembol
“Eh aku kesana dulu rek, aku penasaran sama mereka berdua” kata Ngot yang kemudian keluar dengan menembus dinding vila
“Saya curiga kalau Sinank nang itu ada di pihak kita nak, tapi kita lihat saja nanti setelah nak Ngot datang kesini lagi” bisik pak Tembol
Malam semakin larut, hawa di vila ini semakin dingin, Ngot belum juga kembali dari pengamatan dia di depan sana. Aku pun saat ini mendadak ngantuk.
“Eh rekk, situasinya kok membosankan ya, ndak ada apa-apa disini, aku jadi makin ngantuk rek”
“Nek ngantuk sana tiduro dulu Tro, biar aku, mas Eko, dan pak Tembol yang jaga disini, nanti kalau ada apa-apa kamu tak bangunin” kata Dogel yang sedang mengelus mbak bashi.
Ketika aku hendak naik ke lantai dua, tiba-tiba dari ruang tamu aku mendengar suara orang yang sedang berjalan di ruang santai lantai atas. Suara dug ..dug..dug ….langkah kaki.
__ADS_1
Kenapa harus bersuara seperti itu untuk sebuah langkah kaki, kenepa tidak set set set saja, suara dug...dug...dug itu jelas bukan suara langkah kaki, tetapi suara sesuatu yang dipukul dengan sangat pelan, tapi bukanya suara pukulan itu harusnya ada di tembok seperti kata pak Tembol tadi?.
“Mas Dogel, itu Indahnmau omongkan , suara itu. Itu suara bukan atau tidak ada hubunganya dengan Totok atau musuh kita selama ini mas” kata Indah
“Suara itu berasal dari dalam vila ini sendiri,tetapi hingga saat ini, baik Indah atau mas Ngot belum bisa tau itu suara berasal dari mana mas” kata Indah lagi
“Sudahlah biar saja, memang tiap bangunan yang kosong lama selalu ada saja yang aneh-aneh, tapi tetap saja kita juga harus waspada dengan yang ada disini” kata Dogel
"Kamu siapa, dan apa yang sedang kamu kerjakan disini" tanya seseorang yang ada di depan vila dengan lawan bIcaranya
"Jawab pertanyaan saya, kamu siapa. Saya berhak tau kamu siapa karena kamu berdiri di depan vila yang sedang saya jaga" kata orang itu lagi
"Kalian dengar kan anak-anak. Bearti yang sedang bicara itu adalah SLamet yang tadi ada disini, sedangkan lawan bicaranya itu yang kita belum tau" kata pak Tembol
"Kemungkinan besar itu Sinank nang pak, karena tadi kan Ngot sempat lihat Sinank nang ada di depan sana pak" kata Dogel
Aku yang tadinya ngantuk sekarang sama sekali tidak ngantuk karena mendengar suara orang yang sedang bicara di luar.
"Apa kamu bisu. Apa yang kamu lakukan di depan vila yang sedang aku jaga ini, jangan sampai aku main kasar dengan kamu lho ya" ujar suara yang kemungkinan besar adalah suara dari Slamet
"Apa yang tadi kamu sebar di sana itu, untuk apa kamu sebar tanah kuburan itu?" tanya suara yang lebih pelan dan lebih sopan
"Itu bukan urusanmu, kamu harus pergi dari sini, atau aku akan buat kamu menyesal dengan ada di wilayah yang sedang aku jaga ini anak desa" kata suara yang kasar dan kemungkian besar itu adalah Slamet
"Mas jawab dulu pertanyaan saya, kenapa mas sebar tanah kuburan di depan pintu vila, dan siapa yang nyuruh?" tanya lawan bicara Slamet dengan suara yang pelan dan sopan
Kami masih bisa mendengar meraka berbicara meskipun suara mereka pelan, karena jarak yang lumayan antara di dalam vila dan diluar pagar vila. Tapi kami intinya masih bisa mendengarkan mereka berbicara.
Kemudian suasana menjadi sunyi, tidak ada suara percakapan apapun di luar, tidak ada suara ancaman dari Slamet dan suara SInank nang yang sopan. Semua menjadi sunyi. Tetapi tidak lama kemudian Ngot datang.
"Hahahah ternyata sangar Sinank nang iku rek, dia bisa bungkam mulut Slamet hanya dengan menunjukan jempol tanganya di depan wajah Slamet, koyoke dia punya ilmu si jempol seribu wahahahaha" kata Ngot sambil tertawa
*******
Saya ucapkan terima kasih banyak atas kesediaan waktunya untuk membaca Novel yang ecek ecek ini.
saya juga mohon maaf sebesar besarnya karena belum sempat Dan selalu lupa untuk membalas komentar kalian.
semoga kalian tetap betah membaca Novel yang kurang baik untuk pencernaan ini.
terima kasih
__ADS_1