INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 35, HARI KEDUA DI TOKO GEMEZZZ


__ADS_3

Dipagi yang cerah ini kami sarapan mie Instan bikinan Broni, makan dalam keadaan rame-rame gini  memang lezat meskipun menunya hanya ala kadarnya.


“Setelah ini apa rencana kalian rek? Apa balik ke kota S atau ngapain”


“Kami akan balik lah mas, ngapain juga ada di Mjkt ini, kami kan recana mau survey lokasi dulu mas, kalau cocok langsung saya hubungi saudara saya mas” jawab Broni


“Ya sudahlah, aku cuma ingatkan kalian saja, bahwa disana di vila itu kurang tepat kalau akan kalian gunakan untuk acara musik bising, saranku lebih baik sewa tempat macam cafe atau studio aja Bron”


“Tapi kalau kalian sudah fix, lebih bak kalian lebih berhati-hati saja, dan ingat turuti apa yang menjadi pantangan disana, jangan mengumbar nasfu saja rek”


Aku berusaha memberian nasehat kepada mereka , karena mereka kelihatanya tetap nekat untuk mengadakan acara disana. Susah untuk memberitahu mereka yang kurang percaya dengan hal ghaib.


“Ngene ae rek, mumpung masih pagi , apa ndak sebaiknya kalian bicarakan di grup saja , atau gini ae lho , gimana nek kita kesana. Kalian ada motor buat kesana ndak rek” tanya Glewo


Waduh, Glewo iki ada ada aja sih, kenapa lagi malah ngajak survery ke vila itu.


“kita bawa motor, tapi ada di rumah Kris, wong semalem itu kita sengaja jalan kaki buat cari udara segar, lha kok malah ketemu mas mas Bluekuthuq. Malah ditawari tinggal disini sisan hehehehe” kata Tifano


“Ya maaf lah , di rumah ndak ada tempat buat nongkrong , apalagi  buat bermalam rek” jawab Kris


“Wis gini ae lho, kalian pulang ke rumah Kris, terus bawa sini motor kalian, sementara nginep sini ae sebelum kalian pulang ke kota S” kata Blewah


“Yo rencanae pulang hari ini mas, tapi nek mas Glewo ngajak ke sana untuk pra survey yo ayo ae mas, sekalian mas mas yang sudah pengalaman ini menilai keadaan disana” kata Haris


“Gimana rek, asutuju ta rek” tanya Haris meminta persetujuan teman-temanya


“Setuju lah, yok kita ke rumah Kris ambil motor kita rek, nanti kita ke vila itu sebelum balik kota S, kalau dari Mjkt sini kan bisa tembus ke kawasn Prgn kan rek” tanya Ukik


“Bisa Kik, kita lewat Pct aja terus ikuti jalan yang ke arah Prgn,  nanti kita lewat hutan-hutan lumayan buat ngademno  pikiran “ jawabku


Memang bener juga ide Glewo untuk melihat suasana vila sebelum mereka mengajak teman yang ada di kota S survey ke sana, sekalian aku akan ajak Indah untuk lihat sesuatu yang ada disana.


Menjelang siang, kelima teman kami pulang menuju ke ruman Kris yang ternyata tidak terlalu jauh dari toko Gemezzz, letaknya di seputar makam cina yang dekat dengan rumah ibu dan bapak Indah.


Siang ini aku, Glewo dan Blewah hanya duduk diruang tamu yang lumayan adem, karena di luar sana udara siang sedang panas-panasnya.


“Rek, apa nanti malam kita ke toko Gemezzz lagi Gel?” tanya Glewo “Aku terus terang agak gimanaaa gitu kalau ada disana”

__ADS_1


“Halah  wong kamu kemarin itu tidur gitu lho Wo, malah aku sing ketemu aneh aneh disana, ada yang minta tolong segala lah. Kayaknya disana ada yang ndak beres, aku ndak tau dimananya itu rek”


“Waktu Glewo pingsan , ada suara- suara minta tolongndan minta dikubur dengan layak , malah ada suara bunuh-bunuh juga. Aku curiga disana sesuatu yang mengakibatkan matinya beberapa perempuan  rek”


“Ndah, apa kamu ndak bisa liat apa yang ada disana?”


“Ndak bisa mas, Indah Cuma bisa lihat kabut atau awan disana, ndak keliatan apa-apa sama sekali mas. Malah kalau Indah paksakan lihat.yang terjadi adalah tubuh Indah kesakitan mas”


“Opo yang ada disana itu juga ada kaitanya sama Indah Gel” tanya Glewo “soale Indah ndak bisa liat apa-apa, koyok dihalangi untuk bisa kesana gitu Gel”


“Yo  hal itu bisa saja terjadi Wo, makane kita harus ke sana terus, kita harus korek-korek keterangan dari Totok. Oh iyo..Wah nanti malam kamu ikut kesana, buat jaga parkiran”


“Jaga parkiran iku gampang Gel, tapi kamu kan belum ngomong Totok nek parkiran disana aku yang jaga”


“Wis nanti malam kita kesana dulu ae, kamu ikuto juga biar bisa tak kasih tau totok yang jaga parkiran itu wujude koyok gendruwo gayam heheheh”


“Yo wis lah setujuae Gel, timbangane beras, eh timbangane gak dapat duit blas Gel. Terus arek-arek Sutopo iku gimana Gel, mosok ditinggal dirumah iki mereka Gel?” tanya Blewah


“Gak popo Wah, disini lho kan ada Indah  yang  jaga, kalau mereka bikin ulah biar ditakut takuti Indah lah hehehe”


“Rek, nanti iki kami bertiga kerja dulu di toko Gemezzz, setelah kami kerja kita berangkat ke sana rek, ndak papa kan kalau malam-malam kesana rek, atau kalian sukanya pagi rek?”


“Yo jelas enak malam mas, gak panas, lagipula kita ini kan  termasuk kelompok hewan yang aktif di malam hari mas , koyok lowo mas” sahut Tifano


“Yo wes nek gitu, nanti jam 21.00 kalian susul ke toko gemezzz, kita berangkat dari sana aja rek, nanti tolong kalian kunci pintu rumah ini ya”


Aku biarkan mereka memperoleh kepercayaan dariku untuk menjaga rumah dan mengunci rumah ini apabila mereka keluar rumah.


Selepas maghrib aku dan kedua temanku menaiki bentor menuju ke toko Gemezzz. Dan ajaibnya pembeli sudah bergerombol di depan pintu masuk toko, padahal toko belum juga buka untuk saat ini.


Parkiran penuh dengan aneka roda dua baik yang bermesin maupun yang berupa kayuh saja, masyarakat dari berbagai kalangan sudah antre sebelum toko buka.


“Wah, awakmu tunggu di parkiran ya, aku tak masuk kedalam sana dulu”


Aku dan Glewo berusaha menembus orang-orang yang berdesakan menungu toko buka,  mereka keliatanya tidak sabar untuk membeli produk dari toko Gemezzz ini.


Aku masuk ke ruang pamer, dan ternyata didalam sudah menunggu Totok, pakaian yang dipakati Totok sekarang makin mengerikan heheheh, dia sekarang menggunakan bawahan Rok span pendek, dengan wig panjang.

__ADS_1


“Wo, liaten Totok, kamu ndak ngatjeng ta, kamu lak suka liat banci c*k hahahah”


“Asyu c*k, aku selalu menghujat homo dan banci, sekarang bos tempat kerjaku malah gak genah ngene rek, dasar apes kena karma c*k hahahah”  jawab Glewo


“Selamat malam mas Totok, duuuh sekarang kok tambah ayu ngene rek heheheh” pujiku kepada Totok yanglusepertinya panik melihat pembeli di luar  yang berjubel


“Duuuhh mas Agus, gimana ini , akunya gak ngira bisa kayak gini lho mas, perkiraan akunya tadi, paling juga kayak kemarin mas. Lha  ini kok kayaknya lebih dari kemarin mas”


“Mas Tok, saya bawa temen diluar yang bisa buat jaga parkir dan atur kendaraan, gimana mas, soale kalau ndak diatur kendaraanya, bisa-bisa ada maling mas”


“Udah terserah mas Aguuss , puciiiing puciiiiing akunya mas” sambil mengibaskan wig nya yang sepanjang pinggulnya.


Dasar manusia aneh hahaha, tapi biarlah , lumayan juga lho ada uang parkirnya, lumayan untuk pendapatan kami. Aku menuju ke luar aku hampiri Blewah yang mulai mengatur kendaraan yang parkir.


“Wah , mulai ae diparkiri semua kendaraan yang ada disini , jangan lupa minta uang parkirnya heheheh”


Blewah mengangkat jempolnya tanda paham apa yang aku katakan.


Aku kembali lagi ke ruang pamer, ku hampiri Totok yang masih saja berdiri melihat kerumunan diluar yang  makin berjubel.


“Bisa hancur deh toko akunya ini mas Agus. Giman ini mas, akunya takut untuk membuka toko mas”


“lha kalau tokonya ndak dibuka terus gimana mas Tok,  nanti pembeli yang sudah antri itu akan marah dan toko sampeyan akan hancur mas “ aku berusaha  memberikan masukan posittif  heheheh


“Ya udah mas, kia buka aja tokonya.  Tapi mas Agus aja yang buka, akunya takut mas” kata Totok sambil pegang lenganku


Janc*k arek iki , tambah bahaya ae rek, aku harus bisa.menghindari hal-hal kayak gini, soalnya nek tak biarkan dia akan tambah berani sama aku.


Saat  ini sudah pukul 18.00, pintu toko yang ada depan aku buka lebar-lebar, pengunjung yang sebagian besar perempuan itu berbodong-bondong masuk ke dalam toko.


Seperti biasa aku menjaga bagian pakaian perempuan, sedangkan Glewo menjaga pada pakaian laki-laki.


Malam ini pengunjung berjubel memadati toko pakaian yang baru dua hari ini buka. Mataku berusaha melihat dengan jelas siapa-siapa saja yang akan berbuat jahat disini, tetapi sampai pada pukul 21.00 tidak ada pengunjung yang berbuat jahat.


Aku menghampiri Totok yang berada di meja kasir sendirian, dia nampak lelah dengan keringat yang membasahi wajahnya yang kekar, tetapi berambut panjang  hahahah.


Tidak lama kemudian bejo keluar dari kamar biasan ya, dia nampak lelah  dan berkeringat, sebenarnya apa sih yang dilakukan bejo di kamar itu, aku makin curiga dengan kelakuanya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2