INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 93. TUBUH TANPA KEPALA YANG MALANG


__ADS_3

“Wis, sekarang sak karepe arek iki ae Gel, bah wis!. Pokoke nanti aku harus bisa balik koyok dulu Gel, aku gak mau nek tubuhku iki onok Sumirah yang semeletot selamanya”


“Lhooo kok njemunuk jaya awakmu berubah pikiran Wah, opo habis dinego inak inak ta rek” tanya Glewo “kok ada kata-kata semeletot hehehe, memange opo iku Wah?”


“Ndasmu remek cuoook Wo!. Aku tadi denger opo sing diomongno Sumirah iki, saiki gak papa wis, pokoke selesai kasus Sumirah kudu minggat dari tubuhku cuook!”


“Mbak Sumirah .... mbak Sumiraaaah” teriak Indah


“Yancok Indah iki, lapo manggil-manggil Sumirah iku....., aaagh iya iyaaa, iyaaa gantian, sik tak lah cyioook! .. Asyuuuuu!”


Tubuh Blewah terkulai sejenak, kemudian tubuh itu sehat kembali setelah beberapa detik kemudian.


“Iya mbak Indah, ada apa mbak kok manggil saya “ kata Sumirah/ Blewah tertawa kecil


Susah untuk membayangkan Blewah yang nggilani pol itu bisa tersenyum manis dan kalem, asyuuuuuu  rusak otakku cuoook!


“Hihihih, biarin. Habisnya malas dengar omongan mas Blewah yang suka misuh , mending ngobrol sama mbah Mirah aja hehehehe” kata Indah


“Eh mbak Sum, eeh kalau gini ini gimana kalian gantianya, tadi kan ada blewah, kemudian Indah manggil nama mbak Sum, terus gimana cara gantiannya”


“Hehehe pokoknya kalau ada yang manggil, maka secara otomastis akan muncul sendiri dan yang sebelumnya akan ada diruang tunggu mbak” kata Blewah eh Sumirah tertawa.


“Hembok mosok ono ruang tunggune rek, opo ada ruang gantinya juga tak mbak Sum hihihihi” jawab Glewo


Saat ini kami menuju ke pct, kami rencananya akan mengunjungi mbah Joyo dan minta pendapat tentang keadaan Blewah dan Sumirah, sekalian kami akan ke hotel Waji siang-siang untuk mengunjungi tubuh tanpa kepala teman Sumirah.


“Pokoknya siang ini terserah apa yang mau mbak Mirah akan kami lakukan, pokoknya mbak mirah bantu kami untuk menemukan pembunuh mbah Indah dan termasuk jasad mbak Indah ini”


“Eh sebenarnya agak sulit ya mas, karena di dalam Waji sendiri itu ratusan bahkan ribuan mahluk halus disana, sehingga untuk mencari pembunuh mbak Indah tidak mudah mas” jawab Blewah atau Sumirah


“Tapi coba nanti saya tanyakan ke mas Bawok mas”


“Siapa itu Bawok mbak Sum” tanya Glewo tersenyum


“Bawok itu yang tubuh tanpa kepala itu lho mas, dia namanya mas Bawok”


Aku tau apa yang ada dipikiran Glewo tentang nama Bawok, yancok! kok bisa sih kasih nama Bawok ke tubuh tanpa kepala itu sih hahahaha.

__ADS_1


“Gini mbak Mirah, kalau kita sudah sampai disana, kemudian apa yang akan mbak akan lakukan dengan tubuh tanpa kepala itu?” tanya Indah “Karena jelas ndak mungkin untuk mengajak dia pulang ke rumah mbak”


“Iya mbah Indah, pokoknya saya mau kasih kabar dulu kepada Bawok bahwa saya baik-baik saja dan saya juga minta informasi tentang yang membunuh mbah Indah” jawab Sumirah


“Sebenarnya kami juga tidak tau siapa dan apa yang membunuh Indah ini mbak Mirah, tapi petunjuk yang ada mengarah ke hotel ini, eh kamu tau siapa itu Totok mbak?”


“Jangan sebut nama itu mas!, disini tidak ada yang berani menyebut nama itu mas” kata Blewah/Sumirah ketakutan


“Lho kenapa mbah Sum?” tanya Glewo


“Dia adalah pimpinan disini, dia itu yang dompetnya ditemukan oleh mas ini, makanya dia marah sekali mas”


“Sik mbak Sum , kejadian itu sebenaryna terjadi pada tahun berapa dan kenapa?”


“Sejarahnya saya tidak tau mas, pokoknya sekitar tahun 1997 waktu saya diajak majikan saya kesini, waktu itu hotel ini penuh. Saya dan majikan sedang menunggu pembersihan kamar yang akan kami tempati”


Tiba-tiba ada kabut aneh yang warnanya abu-abu yang berasal dari arah belakang atau taman belakanglah pokoknya, kabut itu memenuhi ruangan itu, dan mungkin juga halaman di seluruh Hotel ini mas”


“Kemudian yang terjadi adalah pembantaian penghuni hotel ini oleh mahluk-mahluk aneh yang berasal dari belakang hotel. Kejadian itu tidak lebih dari lima menit mas, akhirnya semua tenang, semua mati termasuk saya yang mati di depan meja resepsionis”


“Pokoknya setelah itu, setelah saya ada di dalam kepala dan teman saya adalah Bawok, banyak demit yang berusaha mencari dompet  pemilik hotel yang diambil oleh salah satu tamu itu”


“Bertahun tahun mereka disuruh mencari dompet itu hingga ke seluruh penjuru hotel, tetapi tidak ketemu juga. Hingga mas ini berhasil mendapatkan apa yang sedang dicari oleh seluruh penghuni disini”


“Kita sudah masuk ke area Pct mbak Mirah, kemudian kita ke mana mbak”


“Langsung ke Hotel saja mas, kalau siang gini mereka yang ada di dalam sana itu tidak segarang kalau malam hari”


“Pokoknya kalian ikuti saja apa yang saya lakukan, dan jangan banyak bicara kalau disini, dan jangan suka koar-koar menantang apa yang ada disini” jelas Blewah/Sumirah


Kami melewati warung mbah Joyo yang ternyata hari ini tutup, ndak biasanya warung itu tutup, karena konsep warkop  itu kan 24 jam buka terus. Jadi cukup aneh saja dengan keadaan warung yang tutup.


“Wo, parkir di tempat biasane ae, kunci mobil ya, soale warung mbah Joyo tutup, jadi gak ada yang  ngawasi mobil”


Setelah beres dengan urusan mobil, kami jalan memasuki kawasan hotel waji yang meskipun siang hari tetapi terlihat mengerikan, karena di halaman depan ada pohon beringin yang lumayan besar.


“Kita langsung saja masuk ke kantor hotel mas, dan jangan takut ya” kata Blewah/ Sumirah yang berlajalan paling dengan menggoyangkan pinggulnya alias megal-megol

__ADS_1


“Gel , hihihi nek gini rasane yang di depan itu perempuan ya Gel. Bodi kurus, rambut kerinting panjang dan cara jalan yang megal-megol”


“Wis jangan guyonan dulu mas, kalian harus waspada, karena kalian memasuki tempat yang kemarin sudah kalian bikin kacau!” kata Indah


Sumirah atau Blewah membuka pintu kantor hotel dan menyuruh kami bertiga untuk masuk ke dalam bersama dia.


Kami berempat berjalan di antara kamar-kamar hotel yang gelap, gelap karena cahaya matahari hanya bisa masuk sampai sebatas  ruang tunggu yang ada di depan meja resepsionis.


Kami sudah hampir sampai di ujung bangunan yang berbatasan dengan dapur, Sumirah berhenti sebentar sebalum membuka pintu yang menuju ke dapur, dia mungkin agak ragu dengan situasi yang ada di dalam dapur.


Setelah sempat terdiam di depan pintu dapur, pada akhirnya dia membuka pintu itu dengan perlahan-lahan, pintu dapur dia buka lebar-lebar sehingga kami bisa melihat keadaan di dalam yang pengab, bau, panas, dan gelap.


Sumirah yang ada didalam tubuh Blewah melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya yang dia tempati bersama Bawok.


Dengan bahasa Isyarat dia menyuruh kami menunggu di luar dapur saja, ndak tau apa alasanya dia tidak memperbolehkan kami untuk masuk ke area dapur yang lumanyan hangat-hangat panas.


Beberapa menit kemudian dia kembali ke arah kami, tapi dia tidak sendirian. Dibelakangnya ada sosok yang berjalan kaku, sosok tanpa kepala yang tubuhnya berbalut daster.


Mereka berdua sekarang ada diantara kami!......, sangat mengerikan lihat manusia tanpa kepala yang ada di depan kami.


“Kalian jangan takut, dibalik seramnya tubuh dia, di dalamnya ada jiwa yang ingin melindungi manusia dari kematian disini, dan dia juga sama denganku ingin menyudahi kengerian yang ada disini” kata Sumirah


Tubuh itu hanya diam saja tanpa bergerak atau apapun, mungkin dia dan Sumirah sedang berkomunikasi melalui getaran-getaran aneh.


“Sekarang dia sudah tau kalau saya bersama kalian, sehingga apabila kalian ada di sini dia akan membantu kalian. Dan satu hal lagi, Bawok tidak akan ke rumah kita selama dia tau kalau saya aman bersama kalian”


Setelah cukup lama berdiri diantara kami, kemudian tubuh tanpa kepala yang bernama Bawok itu berjalan pelan kembali menuju ke tempat asalnya, dia berjalan dengan pelan dan kaku.


“Sekarang apa yang akan kita lakukan mbak Sum?” tanya Glewo


“Ndak ada mas, kita kembali saja, karena dia sudah lega setelah tau saya sudah aman bersama kalian, dan dia akan memberitahu apa saja yang akan terjadi disini kepada saya mas” jawab Sumirah


Setelah selesai dengan urusan Bawok, kami putuskan untuk kembali ke Mjkt , dan tidak tau apa selanjutnya yang akan kami lakukan.


“Eh rek, apa kita ndak mau mampir ke rumah mbah Joyo, aku kok merasa enak dengan tutupnya warkop dia rek”


“Iya mas,lebih baik kita  kunjungi dia mas, siapa tau dia sedang butuh bantuan kita mas” kata indah

__ADS_1


__ADS_2