INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 58. HOTEL WAJI


__ADS_3

Ruang tamu dan kamar ini tidak yang berubah sama sekali , bahkan tempat tidur pun tidak ada perubahan, keliatanya Baldy tidak mengacak acak kamar ini. Lalu apa yang dia lakukan didalam kamar  kalau memang dia tidak melakukan apa-apa sama sekali.


Kuperhatikan lagi situasi di dalam kamar dengan lebih teliti lagi, karena aku yakin Baldy  masuk kesini untuk melakukan sesuatu, atau dia mungkin meninggalkan sesuatu disini, atau dia hanya sekedar memeriksa apa yang ada di kamar ini.


Kusapukan pandangan ku ke meja kamar, ternyata ada secarik kertas kecil di atas meja tulis kamar,  secarik kertas yang ada tulisanya dengan menggunakan pinsil yang tersedia dimeja kamar, tulisan itu menggunakan huruf besar yang acak acakan.


” SEGERA TINGGALKAN TOTOK ATAU KAMU AKAN MATI”


Aku ndak paham apakah ini adalah peringatan atau ancaman?  Karena tulisan ini tanpa tanda baca dan terkesan buru buru, tulian ini juga mempunyai dua arti.


Arti pertama berupa ancaman, aku harus meninggalkan totok karena dia mungkin menyukai Totok sehingga aku akan dibunuhnya kalau masih bersama Totok, sedangkan arti kedua adalah melindungiku, dia menyuruhku meninggalkan Totok atau aku akan dibunuh oleh Totok.


Hehehe sebuah kalimat yang mempunyai dua arti yang berbeda dan saling bertolak belakang satu sama lain, tapi kalimat itu tetap mempunyai satu arti…..MATI.


Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang, apakah aku harus tetap di dalam kamar atau sebaiknya aku keluar saja dan mencari tempat yang aman dari sesuatu yang mengerikan di lingkungan hotel.


“Aku harus keluar dari sini sajalah, itu lebih baik dan lebih aman untuk diriku, aku akan ke warkop 24 jam sajalah, dari pada disini aku sama sekali tidak merasa aman”


Percuma saja aku sembunyi-sembunyi keluar dari kamar kalau ternyata disini ada cctvnya, sampai sampai si Baldy bisa tau kalau aku tadi keluar dari kamar. Jadi lebih baik aku biasa saja keluar dari kamar ini dan menuju ke warkop 24 jam yang ada di beberapa puluh meter dari hotel.


Aku berjalan melewati kantor hotel yang masih terlihat gelap dan sepi, tidak terlihat sipapun didalam kantor hotel,  tapi aku yakin mereka semua ada di dalam sana, dan termasuk si Baldy yang sedang mengamatiku melalui kamera cctvnya.


“Cuek ae c*k,  gak ngurus raimu!” aku berjalan menuju ke pintu luar hotel yang selalu terbuka,  ternyata cukup jauh juga jarak antara kantor hotel dengan pintu gerbang sebelah pohon beringin ini hehehe, mungkin ada sekitar dua puluh meteran lah


“Alhamdulillah, aku bisa ada diluar Hotel hihihih, sekarang menuju ke warkop sampek pagi ae dari pada di dalam kamar ngerik” aku berjalan menyeberang jalan desa yang amat sepi, jam segini memang sepi, coba kalau siang hari, disini pasti rame karena wisatawan lokal.


Udara di pinggir jalan ini lumayan dingin , aku berjalan ke arah kiri hingga terlihat tenda warkp yang masih terang benderang diiringi musik dangdut koplo yang tidak seberepa keras  suaranya, pokoknya cukup untuk  membuat suasana sedikri meriah.


“Kopi susu satu pak” kepada si penjual seorang laki laki yang umurnya jauh lebih tua dariku, mungkin umur  bapak  itu sekitar di rentang 60 tahun sekiaaan


Di warkop ini ada beberapa pembeli yang sedang duduk sambil memainkan hpnya. Rata-rata mereka memesan kopi hitam saja , padahal disini juga ada menu makananya, tetapi kebiasaan orang kalau ke warkop hanya satu gepas kopi dan berjam jam duduk sambil memainkan hpnya.


“Sampeyan dari mana mas, keliatanya bukan orang sini atau bukan orang yang sedang antri untuk buka lapak di pasar sana ya mas” Tanya bapak tua penjual kopi kepadaku


“Inggih mbah, saya dari mjkt” saya panggil mbah karena keliatanya usia dia yang kelihatanya sudah tua, nampak dari kerutan di wajahnya yang lebih banyak dari pada kerutan wajah ibuku.

__ADS_1


“Oalah, mangkanya saya kok belum pernah lihat masnya kesini sebelumnya. Lha ini malam malam begini masnya jalan kaki, memangnya sedang tinggal di hotel mana mas” Tanya pemilik warkop itu lagi


“Itu lho mbah di hotel itu , hotel yang ada pohon beringinya mbah” kataku sambil menyeruput Kopi yang cepat sekali menjadi dingin


“Oh HOTEL WAJI  to mas” kata lelaki tua itu dengan pandangan menyelidik ke arahku” masnya ndak papa kan tidur disana?”


“jadi hotel itu namanya hotel Waji to mbah, memangnya ada apa disana mbah kalau boleh tau? Kok mbahnya bilang seperti itu mbah? “ tanyaku penasaran


“Ndak papa mas, pokonya kalau ada disana harus banyak berdoa dan lebih berhati hati mas” kata pemilik warkop ini tanpa mau memberi alasan yang tepat tentang apa yang terjad di hotel Waji itu


“Kabarnya banyak yang aneh aneh  disana mas, tapi mbah ndak tau juga ada apa disana mas, karena tidak pernah ada yang menginap disana akhir-akhir ini” kata pemilik warkop sambil mengaduk aduk kopi pesanan salah satu pengunjung disini.


“Saya tidak nginap disana mbah, saya cuma diajak kesana sama orang yang baru saya kenal kok mbah, kebetulan saja saya lagi pingin cari kopi mbah heheheh”


Ternyata dengan penjelasanku ini wajah mbah pemilik warkop tiba-tiba berubah menjadi serius, dia kemudian melihatku dengan  mata yang agak melotot.


“Sudahlah nak , lebih baik kamu disini saja sampai yang mengajakmu menelponmu dan mengajakmu pergi dari hotel Waji itu” kata penjual kopi dengan wajah yang serius


Aku heran dengan perubahan wajah pemilik warkop ini yang tiba-tiba menjadi tegang. Keliatanya memang ada apa apa dengan hotel itu, tetapi sampai sekarang aku belum bisa menerka.


“Iya mbah, saya disini saja karena teman yang mengajak saya itu ndak tau kemana, saya cuma disuruh istirahat di kamar yang ada dibelakang sana mbah, lagi pula saya takut sekali dengan penjaga hotelnya yang botak itu pak”


Aku menghabiskan kopiku yang sudah dingin, suasana disini semakin malam semakin dingin, keadaan warkop ini pun semakin sepi, yang rame hanya para pedagang pasar yang sudah siap menggelar dagangnnya.


“Hehehe ini sudah gelas keempat yang mas habiskan, apa masnya tidak punya keluhan lambung? Karena kopi yang saya buat ini lumayan keras mas, kadang orang dengan keluhan sakit lambung akan  terasa kebung” kata penjual nya


“Iya sih mbah, saya kadang ada keluhan lambung juga, tapi alhmahdulillah kopi njenengan ini masih bersahabat dengan perut saya kok”


"Oh iya kita dari tadi ngobrol tapi belum tau nama njenengan mbah, nama saya Agus mbah” aku memperkenalkan diri, siapa tau aku kesini lagi dan akan ada di warung ini untuk waktu yang lama


“Panggil saja saya mbah Joyo mas Agus” kata pemilik warkop dengan tersenyum


Saat ini sudah pukul 03.15,  tapi Totok belum juga menghubungiku. Sebenarnya ndak papa dia ndak telpon aku , aku tetap ada di warkop ini dari pada di hotel  Waji.


 Hehehe nama yang aneh. Kenapa kok dinamai hotel waji..waji …waji… Sik sik wajiwajiwa….jiwa

__ADS_1


“JIWA TOTOK…WAJI TOTOK…. Hotel waji kalau dibalik menjadi jiwa… YEEESSS!..Ternyata yang dimaksud Indah dengan jiwa Totok adalah hotel Waji” gumamku hingga membuat mbah Joyo kaget


“Ada apa to mas kok sampeyan tiba-tiba bilag yes gitu, padahal tadi sampeyan kan Cuma diem saja mas”


“Hehehe ndak papa mbah , cuma kaget aja kok kalau saya sudah minum empat gelas kopi mbah.  Apalagi saya tidak mual sama sekali, biasanya saya kalau ngopi sedikit saja langsung mual lho mbah heheheh”


Hmm ternyata yang dimaksud oleh Indah tentang jiwa totok itu adalah hotel Waji, lalu ada apa di dalam hotel waji ini, kenapa Sampai Indah menyuruhku untuk mencari hotel ini, apakah didalam hotel ini menyimpan rahasia yang mengerikan dan ada hubunganya dengan Indah dan kematian orang-orang yang bunuh diri?


Pasti ada arti dari kata Waji itu, pasti ada sesuatu hingga dinamai Waji, sayangnya Hpku tidak bisa digunakan untuk browsing internet hehehe.


“Mbah , kalau boleh tau , hotel waji itu milik siapa mbah, terus apakah pernah ada sesuatu disana mbah?”


“Koe ini mas kalau Tanya koyok Intel yang beberapa bulan kesini, Tanya-tanya kepada mbah mengenai hotel itu heheheh”


“Sebenarnya ndak ada yang aneh sama hotel itu mas kecuali semenjak dimiliki oleh beberapa orang yang selalu berpakaian aneh dan berperilaku aneh mas”


“Lho kok mbah tau kalau ada pemilik yang berpakaian aneh, dan bertingkah laku aneh mbah?”


“Hehehe, dulu disana ada pelayan kamarnya mas, ada sekitar empat orang, keempat orang itu seirn ngopi disini nak, jadinya mbah tau keadaan disana dari cerita mereka mas”


“Kata mereka dulu hotel itu ramai oleh pengunjung dari kota S, karena hotel itu halamanya luas sehingga mereka betah ada disana”


“Tetapi empat orang pelayan itu akhirnya mengundurkan diri semenjak hotel itu berpindah tangan pemilik. Kata pelayan yang berhenti kerja pemilik baru hotel itu mempunyai kelainan, dia suka sesama jenis dan sadis terhadap pelayannya”


“Karena hal itu makanya keempat pelayan itu mengundurkan diri semua, mereka takut apabila terjadi sesuatu dengan mereka mas”


“Lama –lama hoel itu menjadi sepi pengunjung, dan disana sekarang hanya ada satu pesuruh aneh, yang bernama Slamet atau yang tadi kamu panggil Baldy itu mas”


 “Malah akhir akhir ini di hotel itu tidak ada  yang menginap sama sekali, bukan karena orang orang takut. Tetapi selalu dibilang penuh, coba nanti sampean lihat di depan pagar, pasti ada papan semacam pengumuman yang bertuliskan penuh”


“Kok mbah Joyo tau banyak tentang hotel itu mbah?” tanyaku penasaran


“Hehehe, karena untuk keperluan warkop ini mbah selalu ambil air di  kran depan pintu gerbang hotel nak, juga kan mbah selalu dapat informasi dari bekas pelayan yang dulu itu mas”


 “Sampai sekarang pun mbah masih ambil air disana, hanya saja kadang mbah merasa aneh kalau ada di depan pintu gerbang sana nak”

__ADS_1


Aku paham dengan yang dikatakan mbah Joyo ini, karena aku sudah mengalaminya didalam kamar sana. Nanti setelah aku sampai Mjkt aku akan minta anak-anak mencari arta dari Waji, aneh juga nama hotel itu.


Waji dibalik menjadi jiwa! pasti semua ini ada maknanya, makanya indah bilang kepadaku untuk mencari jiwa Totok, apakah Indah ada hubunganya dengan yang ada disini? Aku yakin kalau Indah dibunuh disini oleh Totok kemudian dibuat seolah olah dia mati tenggelam di sungai  berantas.


__ADS_2