
Ketika kubuka ternyata isi kotak ini adalah gelung rambut mbahku, gelung yang biasanya mbah putri pakek kalau sedang ada acara atau sedang berpergian.
“Itu gelungnya mbah Gus, simpan gelung itu baik-baik, suatu saat gelung itu akan berguna buat kamu”
“Bagaimana cara nyimpannya mbah, apa tetap di kotak kertas karton ini atau harus dipindah ke tempat lain?”
Aku sekarang udah mulai terbiasa dengan mbah putriku, aku sudah tidak setakut sebelumnya, karena tujuan mbah putri menemuiku adalah untuk kebaikanku juga.
“Mbah, guna gelung ini untuk apa” aku mulai berani bertanya kepada mbahku meskipun masih ada sedikit rasa takut
Tiba-tiba mbahku memanggil seseorang, dia memanggil nama seseorang, yang aku dengar dia memanggil nama Indah.
“Inggih mbah, ada apa mbah kok manggil Indah” sesosok hantu Indah muncul di hadapanku, dia hanya terenyum seperti sebelum-sebelumnya
“K..kamu..In..Indah ngapain kamu ada disini bersama mbahku?” aku bingung kenapa Indah bisa ada disini, bukanya dia telah menipuku dengan menyuruh kami mengantar kemakam panjang
“Mas Agus heran ya mas, ini Indah mas, yang mas anter tadi itu demit yang suka ganggu yang ada disini , demit yang suka nyamar jadi seseorang yang mas kenal” jawab Indah dengan tetap tersenyum
“Demit itu memang diusir sama mbah putri, karena dia sudah mengganggu
mas Agus disini, nah sekalian aja mas Agus dites keberanianya hehehe”
“J..jadi ini idemu semua Ndah, kamu sengaja ya?” tanyaku dengan menahan emosi
“Itu Ide mbah Gus” kata mbahku dengan wajah tanpa ekspresi
“Sejak Indah kesini, mbah tau dia ini anak
yang baik, makanya mbah putri tampung dia disini, sebaliknya mbah ndak suka dengan demit yang mengganggu kamu Gus”
Setelah berkata tentang Indan dan demit kemudian mbah putri diam, keliatnya dia memberi kesempatan Indah untuk menjelaskan sisa ceritanya.
“Mbah putri mau hilangkan demit itu tapi ndak tega mas, akhirnya disuruh pulang dia ke kuburan panjang ,tapi harus ada yang antar mas, karena kalau tidak ada yang antar dia malah akan mampir kemana mana mas”
jawaban Indah cukup membuatku paham siapa tadi yang kami bawa ke Gdg, pantasan tadi dia ndak bisa masuk ke dalam rumah ini, ternyata dia sudah diusir sama mbahku.
“Gelung yang tadi diberi oleh mbah putri itu harus mas Agus simpan dan rawat, jangan sampai kotor atau menjadi sarang
binatang, mas Agus harus ingat gelung itu dulunya selalu dipakai mbah putri dengan bangga lho mas ”
“Jadi harus dirawat mas, meskipun mbah putri sudah ndak ada disini, nanti suatu saat Indah akan kasih tau apa fungsi dari gelung mbah putri itu mas”
“Sekarang aku mau tanya, rumah Indah
sebenarnya dimana”
“Indah dulu tinggal di balongrawe kedundung mas, sebuah kampung yang letaknya di perkuburan cina, Indah bukan berasal dari Gdg mas”
__ADS_1
“Oh iya mbah, tadi yang mbah putri kasih itu apa mbah, yang waktu mbah putri salaman sama aku itu mbah”
Aku sekarang sudah tidak takut lagi untuk ngobrol dengan mbah putriku yang sebenarnya berwajah agak mengerikan.
“Kui dari mbah kakung Gus, kui semacam batu yang masuk ke dalam tubuhmu nak, nanti kamu akan tau apa fungsinya batu yang ada di dalam tubuhmu itu”
“Wis Gus jaga diri baik baik, rawat rumah
mbahmu ini dan ada juga peninggalan mbah kakung yang ada di dalam lemari di
kamar depan, bersihkan dari debu saja, dan jangan dipisahkan”
Setelah berkata demikian, mbah putri kemudian menghilang, keadaan kamar ini juga mendadak gelap, tidak lama kemudian listrik rumah nyala kembali.
Di kamar ini hanya ada aku dan hantu Indah, dia ternyata diijinkan tinggal dirumah mbah putri, asal mau merawat peninggalan mbah putri.
“Kamu kok bisa kenal mbahku Ndah, gimana ceritanya?”
“Mas Agus ingat ndak waktu pertama kali kesini, Indah kan check seluruh keadaan rumah, Indah bersihin bekas-bekas demit jahat yang nempel di tempat tidur, sofa atau dimanapun kotoran demit itu berada”
“Setelah itu kan kalian sama Indah pergi ke jembatan lama, disana indah cari jasad Indah ternyata ndak ketemu kan, setelah itu kalian kan pulang mas, nah
waktu itu Indah masih cari jasad Indah mas”
“Tetapi tidak juga ketemu mas, tengah malam Indah baru pulang kerumah ini, dan ketemu mbah putri, kemudian mbah putri ngajak Indah bicara, dia tanya siapa yang membersihkan rumah ini, Mbah putri juga tanya tentang kalian juga”
“Memang kalau orang awam melihat rumah ini ya bersih, tetapi bagi yang bisa lihat ghaib, rumah ini kotor sekali, mbah putri suka dengan kerja Indah makanya
Indah diperbolehkan ada disini, sambil bersih-bersih rumah”
“Ndah, terus fungsi gelung itu untuk apa, kok aku ndak dikasih tau mbahku ndah”
“Nanti suatu saat, kalau mas Agus bener-bener memerlukan bantuan, nanti Indah akan kasih tau, sekarang belum perlu, yang perlu mas Agus lakukan hanya
membersihkan gelung itu aja mas”
Bel jam dinding berbunyi dua kali, berarti sekarang ini sudah pukul dua pagi, tapi hingga saat ini aku belum juga bisa tidur.
“Ndah kamu tidur dimana sekarang?”
“Indah ada di kamar belakang mas, kenapa memangnya mas Agus kok tanya Indah tidur dimana?”
“Ndak papa Ndah, aku tak ikut tidur dibelakang sama kamu, soale di kamar depan aku ndak tahan sama suara ngoroknya Glewo hehehe”
“Huuuuh ndak boleh mas, kita kan bukan muhrim, kalau nanti seumpama Indah hamil gimana mas, terus setelah itu mas Agus nyekik Indah, Indah jadinya mati dua kali dong hehehehe”
Ini baru Indah yang sebenarnya, dia selalu membalas tiap gurauanku, bukan kayak Indah yang aku antar ke makam panjang itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Bangun Gel, Wooii, bangun c*k” teriak suara Glewo
“Gel, bangun Gel….kamu, ngapain tidur disini c*k” teriak Blewah
Aku heran kenapa kedua, temanku berteriak di telingaku, apa salahku. Aku terlalu ngantuk untuk membuka, mataku, tetapi aku penasaran kenapa kedua temanku harus berteriak ketika mereka
membangunkan aku.
Kubuka mataku sedikit karena aku masih terlalu ngantuk untuk membuka penuh mataku, aku ingat semalam aku kan tidur jam dua pagi kenapa temanku harus membangunkanku sepagi ini.
“Gel, ayo banguno rek, kamu ngapain ada disini Gel, apa yang terjadi semalam, ayoo gel banguno poko Gel” suara glewo terus menerus terdengar di telingaku
Aku penasaran sebenarnya apa yang sedang terjadi denganku ,kenapa kedua temanku sedari tadi berteriak di telinga, memangnya aku ada dimana sih.
Ketika aku membuka mata, ternyata aku tidak berada di kamr depan, ternyata aku ada di dapur , aku tertidur di lantai dapur.
“Lhoo kok aku ada di dapur rek, aku kan tidur sama kalian di depan kan, kenapa aku ada di dapur lho rek?”
“Lho aku ya ndak tau Gel, kamu kan semalam tidur terakhir, mana tau kalau tiba-tiba kamu ke dapur dan tidur di dapur sini Gel?”
Aneh, kenapa aku ada di dapur, bukanya aku semalam masuk ke kamar depan setelah aku ngobrol sama Indah, tetapi kenapa tiba-tiba aku ada disini.
Dimana Indah ya, aku pingin tanya, kenapa aku ada disini, pasti dia tau kenapa aku ada di sini. Sik bentar, aku baru ingat sesuatu, semalem akan aku pingin tidur bareng Indah.
Gila juga aku ternyata tidur didapur, tepatnya di dekat wastafeluntuk cuci piring , huff jauh sekali dari kamar depan, apakah kah aku tidur sambil berjalan?
“Tadi kalian berdua gimana kok bisa nemukan aku disini rek?”
“Tadi kami bangun tidur aku cari kamu Gel, kamu ndak ada di kamar, aku sama Blewah cari kamu di dapur karena di kamar belakang kamu ndak ada juga, terus di kamar almarhum mbahmu juga ndak ada”
Sialan kenapa aku bisa tidur di dapur ya,
pasti ada alasan tersendiri sehigga aku kok tiba-tiba tidur di dapur gini, pasti ada sesuatu yang mau ditunjukkan di sekitar sini, tetapi apa ya?
Mbah putri semalam ndak bicara soal dapur sama sekali , yang dia bicara hanya sesuatu yang ada dilemari kamar depan, lantas apa yang ada didapur ini, aku harus mencarinya, mungkin ada seuatu yang penting
disini.
Aku harus cari Indah dulu , mungkin dia bisa kasih tau apa saja yang dikatakan mbahku kepada Indah, karena kayaknya mbah putri percaya sekali dengan Indah , sampai-sapai semalam Indah hadir diantara aku dan mbah putri.
Tapi saat ini Indah belum muncul di hadapanku, ndak tau dia ada dimana. Tapi biarlah mungkin nanti siang dia akan
muncul disini.
Tentang tadi malam ,apakah aku harus bercerita kepada kedua temanku, tentang sesuatu yang diberi mbah putri dan tentang sanggul yang harus aku rawat?
__ADS_1
Mereka berdua pasti akan tertawakanku, sudah pasti itu, aku kan hapal dengan kelakuan mereka berdua yang busuk-busuk itu.