
Toko ini buka hingga pukul 22.00, disaat akan tutup pun toko ini masih ramai dengan pembeli, kayak ndak ada hari lain untuk kesini saja, orang-orang pada berebut untuk memiliki salah satu produk dari toko ini.
Aku tidak tau pakaian yang dijual ini produk mana, tetapi yang jelas semua pakaian ini menggunakan label GEMEZZZ yang dijahit di bagian kerah leher belakang.
Pukul 22.00 saatnya tutup toko. Di dalam sini masin ada beberapa customer yang ngotot untuk tetap membeli beberapa produk dari toko Gemezzz , aku ndak paham sebenarnya apa yang mereka cari dari produk toko ini.
Mas Totok berusaha mengusir beberapa pembali yang tetap ngotot untuk membeli salah satu produk toko Gemezzz. Bener-bener aneh dan luar biasa apa yang aku lihat malam ini.
“Gimana mas Agus, udah liat kan toko akunya, bagaimana orang orang itu berusaha mendapatkan produk pakaian dari sini dengan penuh semangat dan penuh perjuangan hihhi”
“Mas , akunya capek nih mas, pijetin dungsshh”
“Heheheh iya saya sampek kaget liat toko dan antusiasnya masyarakat disini untuk berusaha mendapatkan produk dari toko Gemezzz.”
“Ehhmm Wo..Glewooo ada tugas mijet tuuh, ayo Wo nyambut gawe mijet sekarang, ojok males malesan rek heheh”
“Akunya maunya cuman ama mas Agus ajaach, nggak mau sama mas Glewoo sayaaank”
Janc*k gawat ini nek misal tak turuti mijet, bisa bisa minta lebih dari mijet ini rek, ayo berpikir Gel, apa yang harus kamu lakukan untuk menolak ajakan dia.
“Mas Totok, bukanya saya ndak mau mijeti mas Totok, terus terang aja saya ini capeeek sekali setelah seharian mbecak mas, setelah mbecak kemudian langsung kesini mas”
“Duh pekerja keras ya mas Agus nya, ndak papa, akunya sukak sama cowo macam mas Agus gini. Btw, setelah ini tolong mas Agus dan mas Glewo rekap barang yang tadi kejual ya mas”
“Akunya mau ke Mjs dulu, sambil mau pilih dan ambil barang yang mau akunya mau jual lagi disini”
“Lho bukanya tinggal telepon aja ke Mjs kemudian barang akan dikirim dari sana mas Tok, ngapain mas Totok harus ribet bolak balik kesana mas” tanyaku
“Begini mas Agus sayangku hihiihi, kita kan baru sekali jual pakaian dari suppeler, eh suplier tempat akunya kerja sebelumnya kan mas, barang disana itu kalua kita gak milih sendiri takutnya akan dikasih yang gak bagus mas”
“Apalagi kita kan baru sehari jualan disini, ntar kalau udah dua atau tiga kali kiriman dan aman, baru deh pertelepon aja udah cukup”
“Akunya kan juga harus bawa merk Gemezzz ini mas, biar dipasang ama orang yang ada di sana mas, akunya gak bisa masang merek itu mas”
“Jadi akunya ama Jo habis ini ke Mjs cuman milih pakaian dan kasih merk ini, kemudian kita tinggal, biar besok siang mereka kirim kesini pakaian yang akunya udah pilih itu mas”
“Lho ,memangnya jam segini disana masih buka, ini udah tengah malam lho mas tok”
“Justeru tengah malam ini barang yang bagus pada datang, di tempat suppeler eh suplier sudah biasa kerja tengah malam hingga pagi mas”
“Aku tu gak mau kalau cabang Gemezzz yang disini itu di anak tirikan , dengan dikasih produk yang gak bagus mas heheheheh” lanjut Totok
“Oh jadi ini toko cabang dari yang di Mjs? Tanyaku
“Iya mas, pusatnya ada di Mjs, ada juga di Sby dan beberapa kota lainya, tetapi kebanyakan mereka menjual online mas, baru saya dan Joy yang berani buka toko sendiri dengan merk Gemezzz terpasang di pakaiaanya”
__ADS_1
“Kalau toko lainya gak berani, mereka pakai merk sesuai dengan yang terpasang di pakaiannya mas”
“Uda aah ngobrolnya, akunya mau siap-siapke Mjs dulu mas sayank” lanjut Totok
“Gak lama kok mas, paling juga ntar jam 12.00 malam akunya udah nyampe sini, eehm titip toko ya
mas”
“Iya mas Totok, tapi selajutnya gak kayak gini kan mas, cukup telepon aja mereka dan mereka akan antar pakaiaan yang mas Minta kan” tanya Glewo
“Betul mas Glewo, kita kan baru sehari trial , berikutnya pasti akan lancar gak kayak gini kok”
Tidak lama kemudian aku mendengar suara pintu terbuka, ternyata Joy atau Bejo yang keluar dari sana, dia menuju kemari dengan keringat yang membasahi pakaianya yang super ketat itu,
“Ayo Joy, kita ke Mjs sekarang , biar gak kelamaan” ajak Totok yang segera segera menghampiri Bejo
“Bentar, aku ambil kunci mobil dulu Tok, kamu tunggu aja di luar” sahut Bejo dengan suara garang
“Mas Agus mas Glewo, akunya titip toko ya. Terus terang akunya ini kok percaya sekali sama kelian berdua lho mas, jadi jangan khianati kepercayaan akunya ya mas ganteng” kata Totok dengan wajah yang menyeringai
Kenapa kok wajah dia berubah jadi aneh ketika dia bilang soal kepercayaan nya kepada kami berdua, kayak wajah dia itu berubah menjadi aneh.
“Oh Iya , pintu besi harmonkanya tolong ditutup dulu mas agar tidak kelihatan dari luar mas, kemudian lampu toko dimatikan aja mas, kalian bisa ngerekap di kamar belakang tempat kalian ambil baju tadi”
“Satu lagi mas, tolong jangan sekali kali matikan lampu kamar mandi ya mas. Bukan apa-apa , karna kalau dmatikan nanti jadi gelap dong hehehehe” kata Totok yang mencoba ngelawak meskipun hambar
“Akunya tinggal dulu ya mas. Semoga hasil rekapan selesai waktu akunya datang sehingga akunya bisa cocokin dengan pendapatan perhari ini mas”
Dua orang dari suku sukuan amphibi sudah pergi dari hadapan kami berdua, mereka berdua pergi menggunakan mobil pribadi milik Bejo yang terparkir agak jauh dari toko.
Pintu harmonika yang berat karena lama tidak diberi minyak engsel engselnya ini kami tutup, pintu harmonika ini kami gembok dari dalam, sehigga kalau dari luar tidak akan terlihat gemboknya.
Sekarang kami berdua mencari letak saklar lampu untuk toko, setelah semua beres kami bedua menuju ke ruangan belakang.
Jadi ruko ini memang menggunakan dua kapling yang disatukan agar nampak lebih lebar. Di pojokan sebelah kiri ruang pamer dan etalase toko, ada pintu yang mengarah ke belakang, di belakang ini ada sebuah taman kecil
Taman yang hanya ditumbuhi pohon belimbing yang sudah mulai berbuah, taman ini diapit oleh dua buah kamar atau ruangan, satu kamar yang tadi ditempati oleh Joy atau Bejo, satunya lagi tempat tadi kami mengambil pakaian kerja.
Ruko ini hanya memiliki satu kamar mandi saja yang letaknya ada di sebelah kamar yang ditempati oleh Bejo tadi. Kamar mandi itu lampunya selalu menyala, tidak boleh dimatikan.
Penerangan yang ada disini hanya berasal dari kamar mandi dan ruangan tempat kami nanti merekap barang yang terjual,
“Ayo wo kita rekap setelah itu kita duduk didepan Wo, perasaanku ndak enak kalau ada di dalam ruko ini Wo.”
Pukul 23.00 kami masih ada di kamar belakang dengan perasaan deg deg an, kenapa kok deg deg an? Karena dari tadi telingaku mendengar suara suara seperti orang yang sedang berbisik.
__ADS_1
“Wo, kamu dengar ada suara- suara aneh ndak”
Glewo sama sekali tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya menempelkan jari telunjuk di bibirnya yang menandakan agar aku diam.
Suara orang yang sedang berbisik itu semakin ramai dan semakin jelas, yang semula hanya ada dua orang yang sedang berbisik, sekarang malah semakin banyak.
Keadaan gelap gulita kecuali kamar mandi dan ruangan tempat kami sedang menghitung jumlah barang yang laku permalam ini.
Suara mobil dan motor sudah jarang terdengar berseliweran di jalan besar depan toko, apalagi di dalam toko, makin hening dan makin sunyi saja.
Bunuh......bunuh....matiii....matiii
“SStttt.. Wo.. kamu denger ndak Wo...”
Glewo sekali lagi hanya mengagguk tanpa memberikan jawaban ,dia keliatanya ketakuan dan tau kalau ada yang ndaka beres di sini.
“Gel..suara ss.. suara itu ndak Cuma b..berasal dari ruang etelase tetapi juga berasal dari kamar B..Bejo, sekarang suara suara bisikan itu semakin banyak Gel” bisik Glewo
“Baca ayat kursi Wo...”
Aku berusaha mengingat ayat kursi yang pernah aku hapalkan, dan ayat kursi itu pernah berhasil untuk mengusir setan yang menyamar sebagai Blewah
Suara-suara bisikan itu hilang, tetapi yang terjadi sekarang adalah lampu tempat kami berada ini mati, kecuali lampu yang ada di kamar mandi, itupun cahayanya sekarang meredup.
Keadaan gelap guita Glewo semakin ketakuan, dia semakin memelukku erat dan gemetar, “dasar Hombreng, suka meluk orang”
Seketika dia melepas pelukanya. Tetapi dia berganti menggangdeng tanganku, dia nampaknya benar-benar ketakutan.
Lampu kamar mandi semakin meredup, kemudian yang mengerikan pintu kamar mandi bergoyang buka tutup tanpa ada seseorangpun yang menggerakannya.
Pintu kamar mandi bergerak pelan buka tutup berulang kali, hingga pada akhirnya ada bayangan aneh dii dalam kamar mandi, bayangan seorang perempuan bewajah pucat sedang berdiri kaku.
Perempuan berwajah pucat dan berambut panjang itu memiringkan kepalanya kekiri, yang aneh kepala perempuan itu sepertinya putus, kepala itu tidak tegak lurus dengan tubuhnya.
Dia memakai pakaian daster, kenapa dia pakai daster ya? Setahuku sih apa yang dikenakan hantu pada waktu menakuti itu adalah pakaian yang dikenakan waktu dia mati.
Bayangan perempuan bedaster itu hanya diam kaku, yang bergerak hanya kepalanya saja, tetapi kepala itu tetap saja miring ke kiri.
Aku berusaha untuk bisa melihat dengan jelas wajah siapa itu, tetapi selalu tidak jelas dan kabur, yang aku tangkap hanya bayangan orang setengah tua yang selalu menggerak gerekan kepalanya.
Tidak ada suara apapun yang keluar dari perempuan itu. Sunyi dan sepi tetapi kemudian aku mendengar suara aneh, seperti suara sesuatu yang lemah sekali.
Suara gesekan, ...benar ini suara gesekan lantai dengan benda yang berat diatas lantai. Suara ini semakin dekat dan semakin jelas. Aku bisa merasakan ini adalah sebuah benda yang ditarik sehingga menimbulkan suara gesekan
“G...ggel..kkkamu dengar ada su..asu asuara sesuatu yang di t...tarik G...Gel”
__ADS_1
“Iya Wo, wis tenang aja, baca surat Al Quran sebisamu ae, pokokoke intine semua ini ingin mengganggku kita, atau mereka ini tidak ingin
kita ada disini.