INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 38, PEMBELI MALAM HARI TOKO GEMEZZ


__ADS_3

“Tinggal dua poconge Gel, gimana ini riak dan ludahku wis kering Gel, jajal pake Riakmu Gel,  beke  bisa ngusir pocong elek iku!” kata Blewah


Janc*k Blewah gendeng iki, dengan santainya dia hadapi empat poci jelek ini, tapi mosok ya aku harus takut juga, bukanya aku punya sesuatu dari mbah kakungku.


“Tak cobak pake riak dan iduku ( ludahku) se Wah, beke bisa ngusir atau mbunuh mereka berdua hehehe”


Gara-gara Blewah, aku bersemangat untuk ngidoni ( ngeludahi) mahluk jelek ciptaan Tuhan yang kerjanya Cuma nakut-nakuti manusia.


QKRROOOEEEKKK...HUWEEEGHH ...QROOEEKK........TDJUUUUH!... tepat sasaran kena wajah hitam jeleknya.


Tubuh pocong itu bergerak gerak hebat, kemudian dia melayang dan menghilang di sela sela pohon hutan.


Waauuww ternyata ludahku bisa juga buat ngusir pocong , bearti ludahku lebih bau dari pada pocong itu, sampek sampek dia ketakutan setelah tak idoni (ludahi)


Di depanku sekarang tinggal satu pocong yang masih goyang-goyang, pocong itu jelas sekali  wujudnya karena terkena sinar lampu variasi benteroku.


“Kamu mau aku ludahi atau kamu pergi dari sini segera!” teriaku pada pocong yang masih bergerak  gerak kanan kiri itu


Anehnya teman temanku selain Blewah tidak ada yang berani clometan, apakah mereka ketakutan dengan adanya Poci yang di depanku ini?


“Rek  dari pada kalian diam , ayo kita kasih idu (ludah) yang paling bau dari milik kalian rek, kasih juga riak kalian yang basin heheheeh”


Tidak ada jawaban dari teman-temanku, aneh juga biasanya mereka celometan kalau ada sesuatu yang ganjil, seperti waktu acara fesitival Sutopo ke dua di jogja, ketika acara sedang berlangsung salah satu dari temanku melihat mbak kunti diparkiran.


Ramai-ramai mereka membully kunti itu sampak kunti kena mental dan pergi dari parkiran, dan dengan perasaan yang hancur dan patah semangat untuk menakuti manusia. Bisa saja mbak kuntinya sekarang gantung diri.


Ketika kutoleh kebelakang , ternyata  mereka sedang berdiskusi memasang taruhan , dengan Glewo sebagai bandar, dengan sejumlah uang ada di tangan Glewo.


“Heyyy Bngsth!.... ayo kita ludahi bareng-bareng poci itu,kalian jangan main gila dibelakangku janc*k!, kok malah taruhan asyu!”


Keenam temanku bergabung bersamaku dan Blewah, mereka sudah mengumpulkan riak dan ludah mereka di dalam rongga mulutnya. Ketika sudah siap untuk NGIDONI poci, tiba-tiba poci itu terbang dan menghilang.


“Hahahah pocong jaman kekinian takut sama Idu C*k” teriak Glewo


“Janc*k eman rek, tiwas aku ngumpulkan riakku yang paling basin, tibake pocenge wis ilang duluan” kata Ukik


Indah heran melihat kekompakan kami mengusir pocong itu hanya dengan menggunakan riak dan ludah, biasanya untuk mengusri pocong harus gunakan doa atau bisa juga mantra-mantra aneh.

__ADS_1


“Kenapa Ndah ,Heran ya sama Idu kami, aku yakin Idu kami ini busuknya melebihi busuk Poci tadi Ndah, makanya kalau kamu mau akau ludahi ya monggo Ndah heheheh”


Indah tidak menjawab, dia kemudian duduk di samping bentor seperti sebelumnya, dia hanya diam  dan tersenyum melihat kami yang tetap ceria meskipun sedang terkena musibah.


Perjalanan kami lanjutkan secepat mungkin, mungkin hanya butuh waktu setengah jam karena jalan yang menurun dan sepi makin menambah kecepatan dua motor satu bentor ini.


Aku iseng melihat jam tanganku , ealah tenyata masih pukul 01.20 saat ini, tak pikir sudah pagi, lumayan kalau gitu bisa sampai rumah lebih cepat dan bisa tidur agak lama sebelum adzan subuh.


“Rek kita sudah di jalan by pass ini , kita lewat jalan yang sama dengan waktu kita berangkat saja ya" kataku kepada teman-temanku yang ada belakang


Akhirnya kami masuk ke jalan MN dimana toko Gemezz berada. Aku bisa lihat dari jauh toko Totok, aku merasa ada yang aneh dengan toko itu.


Toko itu nampak terang benderang, ternyata toko itu buka dengan parkiran yang penuh dengananeka kendaraan mulai sepeda hingga mobil yang terparkir disana. Semakin dekat kami di toko, ternyata toko itu ramai dengan pembeli!


Pukul 02.10 toko Gemezz buka dengan pembeli yang berjubel!. Siapakah mereka dan apa yang dibeli ditoko itu pada jam segini ?


“Wo, Wah toko Gemezz ngapain kok buka tengah malam ngene ini” aku tanya kepada kedua temanku yang sedari tadi tidak komen tentang toko gemezzz yang sedang buka dan ramai itu.


“Toko opo yang buka tengah malam gini Gel, ndak adalah!, apalagi toko Gemezz pasti si Totok dan Bejo lagi kelonan uklik uklik ihik ihik ngok itu”


“Apa kalian berdua ndak bisa lihat ta, yo wis lah rek” akhirnya bentor kami melewati toko Gemezz yang menurut penglihatanku sedang buka dan melayani pembeli yang berjubel mengerikan.


“Toko apa mas” hanya itu jawaban dari mulut Indah.


Lha berarti Cuma aku aja yang bisa lihat toko Gemezz buka jam segini dengan pembeli yang berjubel


Pukul 02.54 pagi akhirnya kami tiba juga di rumah mbahku, bentor dan dua motor diparkir di halaman depan rumah.


Keadaan gelap disini, lampu dalam rumah tidak ada yang menyala sama sekali, apakah temanku tadi meningalkan rumah dengan mematikan seluruh  lampu rumah?


“Bron, tadi waktu kalian dari rumah, lampu rumah kalian matikan semua?


“Nggak mas, ngapain juga matikan lampu mas, malah bahaya kalau ada , maling kan ndak keliatan mas heheheh”


“Sini kunci rumahnya biar aku dulu saja yang masuk, kalian jangan masuk dulu sebelum aku suruh masuk”


Kemungkinan besar ini mbah putri ingin bertemu denganku, biasanya kalau mbah putri ingin ketemu aku dia selalu mamatikan seluruh lampu kecuali lampu kamarnya  saja.

__ADS_1


“Indah, ada apa didalam sana, apakah mbah putri mau ketemu sama aku lagi ta?”  saat ini Indah ada di sebelahku dengan wajah yang tersenyum


“Iya mas,  mas Agus ditunggu mbah putri di kamar sekarang mas, tolong teman mas Agus di wanti-wanti aar tidak masuk ke dalam sebelum mas Agus suruh  masuk”


“Rek inget ya, apapun yang terjadi, apapun yang kalian dengar, dan apapun yang kalian lihat dari luar, jangan sekali kali masuk kedalam rumah ini sebelum aku suruh"


“Ada apa didalam sana mas, kalau ada maling biar kami bantu gebukin mas” kata Ukik yang penasaran


“Gak ada apa-apa, pokoknya sebelum aku suruh kalian jangan masuk ke dalam rumah ini”


Aku menujuke arah pintu depan , kemudian kubuka kunci pintu rumah yang tadi kuminta dari Broni, kubuka sedikit pintu rumah, dan melalui celah pintu aku masuk ke dalam rumah.


Segera kututup  dan kukunci kembali pintu setelah aku ada di dalam rumah mbahku, suasana di dalam rumah gelap sekali, tetapi seperti kebiasaan sebelumnya hanya ada cahaya temaram di kamar mbahku.


Aku yang sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini kemudian masuk saja ke kamar mbahku, ternyata dikamar mbahku kosong.  Tidak ada yang bisa kutemui di kamar mbah putriku yang berisi lemari kaca besar dan tempat tidur besi yang berkelambu.


“Asalamualaikkum mbah... ini aku mbah, Agus mbah....”


“Mbah putri mencari aku ta mbah” aku berusaha berkomunikasi dengan mbahku  meskipun keadaan kamar ini kosong.


Sama sekali tidak ada respon ketika aku memanggil nama mbahku, lalu apa yang menyebakan lampu rumah ini mati dan hanya menyisakan lampu temaram kamar mbah putriku?


Arloji digitalku menunjukan angka 03.15, sebuah angka yang seharusnya aku melakukan sholat tahajud,  hhmm apakah aku diundang kemari agar aku tidak lupa dengan Tuhan, apakah aku di suruh mbahku untuk melakukan sholat malam?


Tapi sayangnya aku kan belum sholat isya, apakah aku harus sholat isya dulu agar mbahku mau menemuiku.


Baiklah kalau begitu aku memang sempat lupa  untuk beribadah. Aku akan lakukan sekarang.


Ketika aku masuk ke kamar mandi  untuk melakukan wudhu, ternyata lampu kamar mandi juga mulai menyala dengan temaram, berarti memang mbahku menyuruhku  untuk beribadah dulu sebelum beliau bersedia bertemu aku.


Dengan kusyuk aku beribadah  hingga selesai kuucapkan dua kali salam di kamar mbahku yang lampunya nyala temaram seperti voltase nya turun, ketika kulipat sarung dan sajadah, aku mencium bau bunga melati dan minyak rambut mbahku.


Keliatanya kejadian yang lalu waktu aku kesini terulang lagi, aku kemudian menoleh ke arah meja rias mbahku, ternyata benar di kursi meja rias ada bayangan mbahku yang sedang menyisir rambut panjangnya.


Seperti kejadian yang lalu, aku hanya diam menungu mbah putriku selesai dan menggelung rambutnya menjadi geluangan yang kecil.


“Gus, koe due masalah karo sopo ( Gus kamu punya masalah dengan siapa)” tanya mbahku setelah selesai menggelung rambut berminyaknya

__ADS_1


“Gus , sing mbok adepi kui duduk menungso, tapi setan wujud menungso, koe nyapo kok urusan karo setan, ono masalah opo to Gus ( Gus yang kamu hadapi itu bukan manusia, tetapi setan yang berwujud manusia, kamu ada apa kok berurusan dengan setan, ada masalah apa to Gus)”


Mbahku keliatanya tau apa yang jadi masalahku sekarang ini , jadi lebih baik ku ceritakan saja lagi dari awal kenapa aku ada di rumah ini sampai aku dan temanku menuju ke vila di prgn.


__ADS_2