
Bau bangkai ini semakin lama semakin menyengat, tapi untungnya aku membawa saputangan untuk menutup hidungku dari bu busuk.
“Uuuggh ambune rek” teriak Blewah dari dalam meja resepsionis
Lampu senter hpuku masih menyinari berbagi tempat di bawah meja ini, bearti Blewah sedang berusaha untuk mencari sesuatu yang menarik bagi dia.
“Wah masih lama ta kamu dibawah sana itu”
“Sik Gel, aku sik cari cari barang yang nyelimpet disini” jawab temanku dari bawah meja
Tidak lama kemudian Blewah keluar juga dari bagian bawah meja kasir, aku ndak tau apa yang dia cari, tetapi keliatanya dia sudah menemukan apa yang dia cari.
“Wis dapat, ayo sekarang kita periksa tiap kamar disini, mereka koyoke sudah mulaii berani sama kita, sampek berani pamer bau busuknya Gel”
Aku ndak mau respon apa yang dikatakan Blewah, terus terang yang dia katakan tadi seolah bernada menantang sesuatu yang ada disini.
Kami jalan lebih dalam ke arah kamar-kamar yang berjejer di lorong ini, yang aku heran itu kemana si Baldy atau Slamet setelah tadi siang kami lakukan pembayaran sewa hotel, kenapa kemudian dia menghilang?
Kami jalan dilorong dengan pintu kamar di kiri dan kanan kami, senter yang dibawa Blewah menerangi tiap nomor yang terpasang di pintu, semua pintu kamar ini terlihat dalam keadaan tertutup.
“Gel tolong bawa senter ini, aku pingin lihat apa yang ada di dalam kamar itu, kamar nomor 1” kata Blewah sambil menyinari pintu yang dalam keadaaan tertutup serta nomor kamarnya juga
“Lho bukane pintu kamar terkunci dan kuncinya ada nyantol di dinding meja terima tamu sana Wah?”
“Nggak, gak ada kunci sama sekali disana, termasuk kamar yang ada tulisan plusnya, berarti kunci itu semua ada di balik pintu ini, dibalik pintu tiap kamar, berarti tiap kamar ada yang sewa!” Kata Blewah dengan nada yakin
“Kecuali kamar no 6+ yang kita sewa itu” lanjut Blewah
Kalau kamar-kamar ini ada yang sewa, lalu siapa mereka yang sewa itu?. Ini yang menjadi pertanyaan ku.
Sekarang aku yang memegang senter, senter itu kuarahkan ke pintu yang sedang tertutup, kegelapan ruangan hotel ini cukup membuat aku merinding, apalagi membayangkan apa yang ada didalam kamar yang akan dibuka Blewah.
Blewah memegang jeglekan atau handle pintu, dia sudah siap untuk membuka kamar yang ada didepan kami berdua.
Ditekannya ke bawah handle pintu itu, kemudian pintu itu didorongnya ke arah depan secara perlahan lahan hingga kegelapan yang pekat bisa terlihat olehku.
__ADS_1
“Arahkan ke dalam sentermu Gel cepat” suruh Blewah kepadaku
Kamar itu benar-benar gelap, pelan-pelan sinar dari cahaya senter yang ada di hpku menyinari area dalam kamar. Tetapi Blewah justru meraba area sekitar handle pintu yang ada dibagian dalam kamar.
“Nah bener kan, kunci pintu ada didalam sini, bearti hotel ini memang dalam keadaan disewa!” kata Blewah sambil nggeremeng
“Sini senternya Gel, kamu tunggu di pintu ini saja, aku akan masuk ke dalam situ. Ingat jangan sampai pintu itu nenutup dengan sedirinya, ganjal dengan badanmu yang gemuk itu Gel” kata Blewah sambil masuk ke dalam
Kuturuti saja apa mau Blewah selama tidak nganeh nganehi, Blewah masuk ke dalam kamar, dari tempatku berdiri hanya sinar senterku saja yang kelihatan, badan Blewah sama sekali tidak kelihatan karena saking gelapnya.
“Naaah apa itu yang ada di pojokan “ kata Blewah sambil menuju ke pojokan kamar dekat dengan lamari pakaian kuno
Aku hanya bisa lihat sinar senter yang sedang menerangi lantai kamar, kemudian tangan Blewah mengambil sesuau yang ada dilantai. Aku ndak bisa lihat yang sedang diambil Blewah , karena pandanganku tertutup tempat tidur.
Setelah selesai dengan yang ada dilantai kemudian sinar senter itu menerangi bagian dalam kamar mandi, aku tidak bisa melihat apa yang dilakukan Blewah di dalam kamar mandi.
“Jankreeeek! Ngapain kamu ada disini! Pergi kamu dari sini jelek!” teriak Blewah yang kudengar dari sisi pintu kamar
Sinar senter itu kemudian keluar dari kamar mandi, sinar itu menerangi tiap sisi dan diding yang ada di kamar. Tetapi keliatanya dia tidak mendapatkan apa apa lagi disini.
“Ayo Gel metu ae sudah ndak ada apa apanya disini” kata Blewah sambil mengajaku pergi dari sini
“Nanti ae Gel, kita koyoke harus periksa tiap kamar yang ada disini. Kalau dicermati disini pasti kita akan dapat sesuatu Gel” kata BLewah yang masih menyorotkan sinar senternya ke lantai, dinding dan plafon ruangan
Sementara ini bau busuk masih menyengat, seolah olah di sekitar hidungku ini ada bangkai tekos matinya hihihih.
Tiba-tiba aku merasa aneh dengan langkah kakiku. Ketika kau melangkah suara langkah kakiku terdengar double atau ada dua. Sama seperti kalau kita gunaan efek gitar yang namanya efek delay, efek delay itu mengcopy suara sehingga suara itu terdengar ada dua.
Tapi aku berusaha berpikir positif aja, ini pasti suara gema!.. Gema karena kita sekarang sedang jalan di lorong yang kosong kan, sehingga tidak ada yang perlu ditakutkan lah.
Aku jalan sambil mengikuti kemana blewah berjalan aku tidak mau terjadi apa-apa seperti tersandung sesuatu yang menakutkan misalnya. Senter ada di tangan Blewah, dia jalan berdasarkan lantai yang terkena cahaya senternya.
Tetapi suara langkah kaki yang mengikuti langkahku kok rasanya semakin dekat dan aneh!, aku memakai sepatu kets yang bagian dasarnya adalah karet, sedangkan gema dari sepatuku keliatanya memakai dengan sepatu bagian bawahnya berbahan keras.
Untuk membuktikan bahwa suara langkah yang mengikutiku aku harus berhenti mengikuti langkah Blewah. Ketika aku berhenti dan mendengarkan langkah kaki Blewah, teryata langkah Blewah tidak bergema sama sekali.
__ADS_1
“Wah, stop dulu wah” bulu kuduku makin merinding
“Opoko Gel, ayo jalan kita harus lihat tiap kamar disini Gel” kata Blewah yang ada d idepanku
“Gel, tadi kamu dengar gak suara langkah kaki ku” aku berkata sambil mlihat ke belakang
Aku nekat aja lihat kebelakang , aku berani karena Blewah juga lihat dan menyinari wajahku. Blewah melihat lihat apa yang ada dibelakangku.
“Ndak ada apa apa Gel, mungkin kupingmu salah denger, ayo kita ke kamar ini” tunjuk Blewah pada kamar benomor 3
Jadi kayaknya penomoran disini ini untuk yang ganjil ada di sebelah kanan dan yang nomor genap ada di sebelah kiri. Saat ini kami sedang menelusuri nomor ganjil dulu.
“Pegang senternya Gel, kita lihat apa yang ada di kamar nomor tiga ini, ingat kamu jaga pintu ini, ojok sampek nutup dewe pintune Gel”
Seperti sebelumnya Blewah mencari sesuatu yang janggal di kamar ini , tetapi kayaknya dia tidak menemukan apapun dikamar nomor tiga.
Kusenderkan tubuhu di pintu kamar yang terbuka sambil memainkan jeglekan/ handle/ gagang pintu. Ketika kupegagan gagang pintu ini aku merasa ada yang aneh, gagang pintu bagian luar ini rasanya lebih kasar dari pada gagang di dalam , kemudian tidak ada kunci yang nyantol di lubang kuncinya.
“Wah coba kamu terangi jeglekan pintu ini, kok rsane ada yang aneh wah”
aku tetap meraba handle pintu bagian luar ini , kasar seperi ada guratan guratan, bahkan di handle atau gagang pintu bagian bawah ada sebagian yang gupil, bebeda dengan gagang pintu yang bagian dalam, masih halus.
Sinar senter menerangi handle pintu luar, ternyata guratanguatan kasar itu seperti habis di gigit oleh sesuatu, hingga sebagian penyok dan bahkan ada yang gupil.
“Iki ketoke habis digigit sesuatu Gel, ini ada seperti bekas gigitan yang kuat” kata Blewah sambil melihat handle pintu itu.
“kalau lihat seperti ini berarti di sini pernah ada mahluk mengerikan yang bergigi kuat dan tajam, lalu ngapain dia sampai menggigit handlpe pintu ini?” tanya Blewah
“Atau mahluk itu sedang mengejar sesuatu, kemudian sesuatu itu lari ke dalam kamari ini dan mengunci pintu dari dalam” kata Blewah
“Tapi di dalam ndak ada kuncinya Wah, kalau dia mengunci pintu dari dalam harusnya anak kuncinya masih ada di slot rumah kuncinya”
Aku makin merinding liat gagang pintu atau handle pintu yang rusak, sepertinya ada mahluk buas yang menggigit hingga rusak seperti ini.
“Sementara ini koyoke cukup sik Gel, ayo kita balik aja ke teman-teman, ndak tau setelah melihat gagang pintu ini perasaanku kok jadi ndak enak ada disini”
__ADS_1
“Nek ngene koen malah ciut Wah, hadeeew... tadi sangar men, semua mbok tantang. Yo wislah ,ayo kita balik ae”
Inilah Blewah seperti yang tadi aku katakan, kadang dia itu jagoan , tetapi tiba-tiba bisa menjadi persis anak ayam yang masih ngikuti kemanapun induknya jalan hanya untuk mendapatkan makanan dan perlindungan dari induknya.