INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 78. MBAH PUTRI DAN INDAH


__ADS_3

“Kenapa toko Gemezzz terang benderang lampu depannya, bukanya selama toko ini tutup tidak  pernah ada lampu yang nyala. Pelankan mobilnya Wo, parkirkan mobil agak jauh dari situ, kamu jaga mobil aja dan siap kalau misalnya ada apa apa Wo”


“Stop..stop sini ae Wo, sekarang kamu parkir agak jauh sana, Aku pingin lihat dalam toko itu dari samping, dari jendela kamar mandi”


Aku kemudian turun dari mobil dan diikuti oleh Blewah yang juga penasaran dengan apa yang ada dalam toko.


“Indah ikut mas, ndak tau kenapa Indah kok sekarang bisa lihat keberadaan toko ini mas, padahal sebelumnya Indah sama sekali tidak bisa lihat lho mas”


Kami bertiga menuju ke toko gemezzz dengan berdebar debar, aku heran kenapa kok lampu depan toko ini nyala terang sekali, bukanya toko ini sudah beberapa hari tutup, bahkan toko yang ada di Mjsr pun nampak sudah lama tidak ditinggali.


“Mas, Indah bisa merasakan kalau di dalam itu ada aktifitas mas, tapi Indah ndak berani masuk ke dalam, karena di dalam mengerikan sekali mas, banyak yang jahat dan tidak suka dengan pendatang”


Indah yang berupa hantu saja sampai ndak berani masuk ke dalam, lha kami yang hanya manusia saja kok sok sok an mau ngintip dari balik kaca kamar mandi.


Kami bertiga menuju ke samping toko yang berupa tanah kosong dengan ilalalang yang cukup tinggi dan ada pula pohon yang posisinya dekat dengan dinding toko Gemezzz hingga salah satu  tangkai pohon itu dekat dengan jendela kamar mandi.


“Mas, di lahan kosong ini aneh, sama sekali tidak ada mahluk ghaib yang berkeliaran disini, pada kemana ya mereka mas?”


Kami sudah ada di bawah pohon yang lumayan besar, pohon yang harusnya dihuni banyak benda benda anehnya.


 “Gel, aku ae sing lihat ke sana, kamu jaga dari bawah situ” kata Blewah yang tiba-tiba naik ke atas pohon yang lumayan tinggi”


Indah dan aku ada di sebelah pohon sambil celingukan, takuknya nanti ada sesuatu yang mengagetkan kami. Tapi kata Indah disekitar tanah kosong ini tidak ada apa-apa nya sama sekali.


Sebenarnya cukup aneh juga tanah kosong sebelah toko ini kok kosong tidak ada mahluk ghaibnya sama sekali, biasanya kan tanah kosong gini ini ada aja yang nungguin, tetapi saat ini kosong, apa mereka sedang ada acara ndangdutan didalam toko Gemezzz ya?


Blewah lama juga ada diatas sana, dia sedang celingukan melihat apa yang ada didalam toko ini, tapi memang kok toko ini bener-bener aneh dan mencurigakan, jadi pantes aja kalau kita ingin tau lebih jauh tentang apa yang ada didalamnya.


Apa mungkin di dalam sana ada semacam pertemuan akbar demit demit seluruh Jawa Timur, atau mungkin di dalam sana itu adalah semacam gedung serba guna untuk mengadakan acara hajatan atau sunatan tuyul tuyul yang belum sunat?


“Wah ayo ndang turun, kok lamamen kamu diatas sana c*k, kalau ada yang asik asik gentian dong liatnya Wah!”


Blewah sudah sekitar lima menit lebih di atas sana tanpa memberikan informasi apa saja yang ada di dalam sana.


“Sik…sik Gel, gak keliatan apa apa dari jendela kamar mandi iki kecuali mbah mbah elek tuwek yang dari tadi motone mendelik ke aku”


“Tapi dari sini keliatan ada kegiatan di dalam sana Gel, rame sekali disana, cuman iki lho didepaku ada wong tuwek sing mendelik terus, bentar lagi tak idono raine Gel”


“Iya Ndah bener kamu, di dalam sana ada aktivitas, tapi siapa dan apa ya yang di dalam sana itu Ndah?, sayangnya pandangan Blewah ketutupan wajah nenek tua penunggu kamar mandi itu Ndah”


“Coba Indah lihat mas, tapi Indah hanya lihat nenek tua itu aja lho ya, karena untuk yang ada didalam sana itu Indah ndak berani mas”


“Iyaaa, Ndah sana liat aja yang sekarang sama Blewah, keburu Blewah ngidoni ( ngeludahi ) nenek tua itu lho Ndah”

__ADS_1


JANC***K!....HOOOEEEEKK ..GRROOOOKK….CHUUIIH!...teriak Blewah.


Tiba-tiba Blewah turun dari atas pohon dengan cepat, wajah Blewah kusut, dia mengeleng gelengkan kepalanya.


“Kenapa Wah, kamu diapakan nenek tua itu?”


Blewah masih menggelengkan kepalanya sambil batuk batuk ndak karuan. Keliatanya nenek tua itu menyerang Blewah yang dari tadi ada di atas pohon itu.


“Ono opo disana kamu berhasil liat yang ada disana ta Wah?”


“Nggateli iku wong tuo itu Gel, aku disembur riak basinnya c*k., untung langsung merem aku Gel.. Janc***k!”


Ndak lama Indah ada disana mendatangi nenek itu, sekarang Indah sudah ada diantara kami, Indah hanya tersenyum melihat Blewah ngamuk ngamuk.


“Itu orang tua mas, dia hanya penunggu kamar mandi itu, dia itu ndak suka kalau ada orang iseng yang suka mengintip dengan cara naik ke atas pohon”


“Dia itu orang baik, tetapi kerap marah dengan laki laki mesum yang suka ngintip orang yang sedang mandi di kamar mandi itu, dia tidak ada hubunganya dengan Totok atau pun yang ada di toko itu”


“Coba kalau kalian sopan pasti mbah Saripah ndak akan marah marah hihihihi”


“Ohhh wong tuek iku jenenge Saripah ta Ndah” tanya Blewah sambil ngedumel


“Kapan-kapan kita kesini lagi aja mas, sambil tanya-tanya sama mbah Saripah, di dalam itu sebenarnya ada apa” kata Indah


“Ora sudi!...., kapan-kapan aja kita kesini lagi, ayo balik rek” ajak Blewah yang mungkin sedang jengkel karena niatnya ngidoni demit gak kesampaian, tetapi malah kena sembur riak basin.


*****


Rumah mbahku dalam keadaan gelap, maklum kami keluar rumah mulai siang tadi, Indah masuk terlebih dahulu karena memang dia kan bisa nembus pintu dan dinding.


Pukul 21.35, kami semua sudah ada didalam rumah.  Dalam kondisi capek Blewah masih sempatnya mengambil benda benda yang dia temukan di hoel Waji.


Dompet dan isinya, buku tts yang dengan tahun 1995, dan sebuah gigi taring panjang yang patah pada bagian tenghnya, Blewah mengambil buku tts yang dia anggap masih bisa dicari apa misteri nya


“Buku tts iki sik belum tak cari ada apanya di dalam situ rek, nek taring itu wis percuma, soale aku bukan arkiolog yang biasanya meneliti gigi tulang atau apapun yang terkubur lama di dalam tanah hehehe”


“Tapi buku tts itu kan kena ciprat darah Wah, apa yang mau mbok cari? Lagi pula ndak ada isinya, masih kosong kan buku itu” kata Glewo


“Jelas kosong  kalau mbok liat secara normal. Coba liaten dengan cara yang lebih teliti satu persatu lembarannya, tapi dilihat dengan teliti” kata Blewah berdiplomasi


“Sesok ae Wah, udah malam , lagi pula kamu ndak capek kah” kata Glewo


“Kalian istirahat dulu ae rek, siapa tau besok kita mau ngapain gitu, lagipula aku besok kepingin ketemu sama nenek penghuni kamar mandi toko Gemezzz rek”

__ADS_1


Sengaja aku suruh mereka untuk tidur lebih awal, karena aku ada janji dengan mbah putri. Aku ndak tau apa yang mau mbah putriku omongkan.


Indah sudah ada di kamar belakang, dia selalu kerasan apabila ada di kamar belakang, mungkin memang dia hanya tinggal disana saja, ndak mau tinggal di ruangan rumah yang lainya


Aku duduk di ruang tamu dengan lampu ruang tamu yang sengaja aku gelapkan.


Pukul 23.00 aku masih belum tidur, aku tetap menunggu mbahku datang menemuiku, tetapi sekuat kuatnya aku menahan kantuk , akhirnya aku menyerah dengan rasa kantuk yang luar biasa ini.


“Gus, bangun...ayo tangi le,” samar samar aku mendengar seseorang memanggil namaku dan menyuruhku untuk bangun


“Gus, ayo bangun, kok malam ndadak turu meneh bocah iki”


Kubuka mataku karena suara panggilan pelan itu terus memanggilku, ketika kubuka mataku  ternyata disebelahku ada mbah putri bersama Indah.


Kedua mahluk tak kasat mata yang merupakan orang terdekatku itu tersenyum di gelapnya ruang tamu rumah.


“Ayo bangun le, mbahmu iki wis kangen sama kamu Agus cucuku. Dari kemarin kemarin mbah tunggu kamu disini kok ya ndak pulang pulang”


“Koe iki lagi repot apa to gus” tanya mbah putriku


“Ngannu mbah ee, nganu itu lho mbah...


“Wis ndak usah kamu ceritakan, mbah sudah tau dari Indah kok apa yang kalian lakukan Gus, hanya saja mbah pesen jangan tinggalkan sholatmu Gus, inshallah kekuatanmu berasal dari Sholatmu Gus”


“Kamu ini persis mbah kakung dari cara bertindakmu dan kemauanmu yang kuat, persis seperti mbah kakungmu” kata bayangan disampingku yang hampir sempurna nyata


“Gini Gus, mbah mau kasih sesuatu buat kamu, dan mbah juga akan kasih kamu bantuan, supaya kamu tidak kerepotan ngurusi masalahmu yang makin ndak karuan itu Gus”


“Mbah mau kasih kamu pendamping yang bisa kamu ajak bicara, berpikir, dan melakukan segala pekerjaan perempuan”


“Maksudnya mbah apa ya mbah, kok aku ndak paham mbah”


Aku merasa mbahku akan melakukan sesuatu yang menakutkan, tetapi sesutau yang menakutkan itu akan membantuku untuk melakukan sesuatu.


“Ayo ke kamar mbah Le, mbah mau tunjukan sesuatu kepadamu Le”


Mbahku berjalan pelan mendahuluiku, cara berjalan yang aneh, beliau melangkahkan kaki tetapi kaki itu melayang beberapa cm dari lantai rumah. Aku dan Indah mengikuti mbahku masuk menembus ke kamar.


Kubuka pintu kamar yang memang tidak pernah kubuka kecuali disuruh Indah untuk mengambil sesuatu dari sana.


Mbah putri seperti biasa duduk depan meja rias kesukaanya, dia menatap kaca meja rias beberapa saat, kemudian dia menoleh kepadaku dan kepada Indah yang ada disebelahku.


“Gus, tolong ambilkan sanggul mbah yang ada di dalam kotak karton  itu”

__ADS_1


__ADS_2