
Kami sedang menikmati kopi di sore hari menjelang malam di daerah Gebang, keadaan sore yang santai dan sejuk ini menimbulkan rasa kantuk diantara kami.
Tetapi tidak lama kemudian aku dikejutkan dengan suara pak Tembol yang menyuruhku untuk bangun.
“Nak , bangun nak” kata pak Tembol
“Disana, disana ada orang yang pernah saya kenal sebelumnya” tunjuk pak Tembol pada sebuah toko serba ada yang merupakan satu-satunya toko yang terlengkap disini
“Siapa pak?” tanya Dogel yang sedang memangku mbak bashi
“Dimas. semoga mataku salah lihat nak, semoga itu bukan Dimas yang saya kenal di masa lalu”
“Sebentar pak, biar saya bayar dulu kopi ini pak, lalu kita kesana”
“Jangan, kita jangan kesana rek, kita lihat dulu dari sini, kemudian kita ikuti orang itu kemana dia berjalan” kata Blewah
“Betul pak, lebih baik kita disini dulu, dan mengikuti dia, karena kalau kita datangi ke toko itu nanti malah dia lari, kalau memang dia benar-benar kenal sampean pak” kata Dogel
“Ya sudah kita tunggu di sini saja dia, kalau dia keluar dari sana baru kita buntuti dia. Saya penasaran sama dia, apa yang dilakukan disini, bukanya dia sudah dibinasakan oleh Mak Nyat Mani dan Soebroto”
Sepuluh menit berlalu tetapi orang yang disebut Dimas oleh pak Tembol itu belum juga keluar dari Toko.
“Tro, coba kamu ke sana Tro, periksaen dia di toko yang tadi pak tembol sebut itu” kata Dogel
“Ndak usah Tro, biar aku sama Indah saja yang kesana, kalian tetapi disni jaga pak Tembol” kata Ngot
Kemudian Ngot dan Indah pergi ke toko serba ada yang letaknya di seberang warung kopi tempat mereka sedang menikmati kopi dan udara yang sejuk
“Maaf kalian ini sedang mencari siapa sebenarnya?” tanya bapak tua pemilik warung kopi
“Anu pak, tadi saya lihat orang berwajah Belanda masuk ke dalam toko serba ada itu. tapi kok sampai sekarang dia belum keluar dari sana pak” kata Dogel
“Oh itu, kami disini memanggil dia dengan nama pak Harris, dia bukan orang Belanda, dia orang Indonesia yang memang wajahnya mirip dengan orang Belanda mas” kata penjual kopi itu
“Dia bekerja di toko itu sebagai tukang bersih-bersih dia datang tiap pagi dan sore hari. Dia datang untuk menyapu dan membersihkan ruangan toko sebelum buka dan sebelum tutup mas”
“Orang itu sebatang kara disini, katanya orang–orang sini, orang tua dia sudah meninggal beberapa belas tahun lalu” cerita pak tua penjual kopi
__ADS_1
“Dia tinggal dimana pak, kalau kami boleh tau?”
“Kami tidak tau mas, dia datang ke toko itu selalu tepat waktu dan dia selalu membantu bagi siapa saja yang butuh bantuanya, dia ringan tangan sekali pokoknya mas” jawab pak tua itu
“Penduduk sini senang memberikan dia pekerjaan bersih-bersih atau memotong rumput, karena apapun yang dikerjakan oleh dia selalu bagus dan rapi”
Kami hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh bapak penjual kopi ini, karena aku ndak tau bagaimana karakter dan sifat Dimas sesuai dengan yang pak Tembol katakan.
“Dia lagi nyapu ruangan toko, keliatanya habis ini dia mau ngepel, jadi masih lama dia ada disana rek” kata Ngot ketika mereka berdua sudah datang dari toko itu
“Biasanya yang bersih-bersih disana itu selesai jam berapa pak?” tanya pak Tembol kepada penjual kopi itu
“Biasanya malam pak, setahu saya setelah dia ngepel seluruh lantai toko, kemudian dia lanjutkan dengan membenahi rak-rak dan barang yang berantakan, setelah semua selesai dia baru pulang dari sana pak” jawab penjual kopi
“Kalau begitu boleh kami tunggu disini pak” tanya pak Tembol
“Tentu saja boleh, tapi ada syaratnya pak, heheheh...dagangan saya selain kopi mbok ya dilarisi heheheh”
“Oh tentu saja pak, jangan khawatir, kami disini ndak cuma ngopi saja pak, kami akan nyamil yang ada di warkop bapak selama disini...iya kan mbak Bashi” kata Dogel
“Tidak ada yang tau pak, kerena dia tiba-tiba ada di sekitar sini sebagai gelandangan, tetapi karena dia berwajah Bule makanya banyak orang sini yang simpati, kemudian dia diberi pekerjan sebagi pesuruh”
“Awalnya orang sini mengira dia adalah orang asing atau turis kesasar yang kehabisan uang untuk kembali ke negaranya. Tetapi setelah beberapa orang menanyakan nama dan sebagainya, ternyata dia fasih berbahasa indonesia bahkan berbahasa Jawa halus juga lancar pak” lanjut penjual kopi itu
“Dan sekarang penduduk sini makin banyak yang memakai jasanya untuk bersih-bersih, baik pekarangan rumahnya atau bahkan membersihakan rumanhnya pak” kata penjual kopi itu lagi
“Iya pak, terima kasih atas infonya pak, nanti akan kami coba untuk berbicara denganya pak, siapa tau dia kenal dengan orang yang sedang kami cari pak” kata pak Tembol
“Biasanya kalau bersih-bersih rumah, dia diberi upah berapa pak?” tanya pak Tembol
“Ndak mesti pak, seiklasnya orang-orang sini, kadang bahkan penah dia tidak dibayar, hanya diberi makan oleh pemilik rumah yang sedang dia bersihkan pak”
“Dia tidak marah, bahkan dia berterima kasih karena sudah diberi kesempatan untuk bisa membersihan rumah orang itu dan diberi makan juga siang. Tapi penduduk sini tidak terima pak”
“Beberapa penduduk sini kemudian mendatangi orang yang tidak membayar jasa pak Harris itu, kemudian beberapa orang ibu-ibu itu memaksa orang itu untuk membayar jasanya hahahah”
“Oh gitu, mmmh jadi dia adalah orang yang selalu membantu dan ringan tangan, sehingga orang daerah sini senang dengan pekerjaanya, gitu ya pak?” tanya Dogel
__ADS_1
“Betul mas, seperti itu yang dirasakan penduduk daearah sini mas, dia tidak penah berbuat yang negative, dia bekerja dengan tidak banyak bicara, sehingga penduduk sini benar-benar suka dengan hasil kerjanya”
“Ok pak, makasih atas infonya”kata Dogel lagi
Setalah menghabiskan dua gelas kopi hitam yang pastinya sebentar lagi mengakibatkan perutku kembung serta beberapa potong gorengan dan nasi bungkus, meskipun tadi kami sudah makan rawon di depot spesialis rawon, akhirnya Ngot dan Indahpun kembali dari toko yang ada di depan kami .
“Dia sudah selesai mengerjakan semua rek. gila orang itu, dia bisa lakukan semuanya mulai nyapu seluruh ruangan, pel lantai, membersikan dan menata kembali, kemudian dia juga tadi sempat disuruh cuci piring kotor juga. Sekarang dia lagi nunggu yang punya toko itu membayarnya rek” kata Ngot
“Kalian siap-siap saja mas, mungkin dia akan pulang atau bisa juga ke tempat lain sebagai pembantu pocokan mas hihihihi” kata Indah
“Pak , tolong itung semuanya berapa” kata Dogel kepada penjual kopi itu.
Benar juga kata kedua hantu itu, tidak lama kemudian orang yang menjadi target mereka keluar dari toko yang ada di depan mereka, dia membawa sebuah tas kresek yang keliatanya agak berat isinya.
“Orang itu mengarah ke atas mas, gimana kita ikuti saja dia tau gimana mas?” tanya pak Tembol meminta persetujuan kepada ketiga teman barunya itu
“Gini saja pak, agar tidak menarik perhatianya, biar kedua teman kami yang mengikuti dia pak, kita cukup dari posisi yang jauh saja pak, karena saya yakin dia tidak akan jauh-jauh dari tempat ini” kata Blewah yang saat ini masih normal
“Yo we rek, aku sama Indah ngikuti orang itu ya, kalian sementara ini tetep disini dulu, nanti aku atau Indah yang akan kasih kalian kabar rek” kata Ngot
“Kalian berdua bicara sama siapa mas. Kok dari tadi saya perhatikan kalian bicara sendiri?” tanya pak penjual kopi dengan heran
“Kami bicara dengan komandan kami pak, pakek alat rahasia yang ada di telinga kami” kata Blewah mulai ngawur
“Wah kalian ini intel dari pihak yang berwajib ya mas” kata orang itu dengan heran
“Tolong dirahasiakan pak, jangan sampai ada yang tau siapa kami. Kalau sampai operasi ini bocor dan mengalami kegagalan karena tersangka melarikan diri, maka sampeyan yang akan kami tuduh karena membocorkan rahasia kami” kata Blewah lagi dengan mimik wajah serius
“Sudah pak, jangan bahas lagi siapa kami, sampeyan hitung saja berapa yang harus kami bayar untuk minuman dan makananya” kata Dogel dengan wajah yang disangar sangarkan juga
“Kijang satu kepada kijang dua, bagaimana keadaan lapangan?” kata Blewah mulai tambah gendeng
“Eh...eee kalian tidak usah bayar pak, ka...kalau urusan dengan negara ka kalian tidak usah bayar ndak papa” kata penjual kopi itu yang mungkin ketakutan heheheh
“Tidak boleh gitu pak, kami menjalankan tugas, dan bapak jualan, kami menikmati sajian bapak ya kami harus bayarlah pak” kata Dogel dengan suara ditegas tegaskan heheheheh
“Tambah gak genah kalian rek, pak tembol itu lho bingung liat kelakuane kalian”
__ADS_1