
Pagi ini aku benar-benar ngantuk, aku masih klesetan di sofa, tadi setelah subuhan aku hanya duduk-duduk di sofa ruang tamu hingga tertidur disini.
“Semalem kamu ngapain di ruang tamu Gel, ada mbahmu datang lagi ta” tanya Glewo
“Bukan mbah putriku yang datang Wo, tapi Ngot tadi malam kesini, meskipun dia ndak bisa memunculkan wujudnya, aku ngobrol sama dia di kamar mbahku”
“Lhoo iyo ta gel, kok mau ndak nggugah aku Gel”
“Awakmu tidur lelap gitu Wo, aku ndak tega kalau harus ngugah kamu Wo”
“Ngomong opo Ngot gel” tanya Blewah
“Dia ngasih tau kalau sekarang Petro sudah berdamai sama jutawan kaya sarap, Petro juga yang ngasih tau alamat Ngot, kemudiang Ngot dibunuh dengan cara tabrak lari Wah”
“Petro bahaya, deke juga ngasih tau dimana aja kita bisa sembunyi rek, deke juga bilang ke wong arab itu kalau lagu ngerap itu karangan mu Wah”
“Dan yang kurang ajar, Petro cari muka dengan berkata kalau deke pernah ngasih tau aku dan kamu untuk mengganti lirik lagu nya”
Kemudian aku ceritakan kepada kedua temanku tentang Ngot dan Petro, aku kasih kesempatan kedua temanku untuk berpikir tentang Petro yang malah bekerja sama dengan orang arab itu.
“Kita harus pindah dari sini Gel, aku takut nek Petro mulai ngomong ke wong arab itu posisi kita ada disini” kata Blewah yang keliatanya takut juga dengan pergerakan Petro yang ngawur
“Heran aku, kenapa bisa Petro kayak gitu kelakuanya rek, kenapa sampai tega dia kaih tau posisi Ngo dan kita, sebenernya Petro itu ada maslah apa sih sama kita rek?” tanya Glewo
“Kalau dipikir ya ndak ada masalah apa-apa Wo, cuman kan dia cari aman untuk diri dia sendiri dengan cara mateni koncone dan jadi penjilat bagi orang arab itu Wo” lanjutku
“Ndak usah pindah, ngapain juga kita pindah dari sini, aku yakin Petro gak akan tau posisi kita ada disini rek” aku berusaha menenangkan kedua temanku.
Aku yakin kita akan aman-aman saja , sesuai dengan apa yang dikatakan Indah kepadaku semalam.
“Gini rek, mungkin ada seseorang yang membutuhkan tumbal ndak tau untuk pesugihan atau untuk apa, nah dia tidak mau susah payah, dia menggunakan sistem paling gampang”
“Bunuh secara acak, cari korban dengan cara menggunakan sebuah lagu yang sudah diberi sesuatu, penjelasan iku cuma perkiranku sama Ngot lho yo, jadi belum pasti kebenarannya rek”
“Masuk akal juga Gel, tapi apa hubungane sama Indah, kenapa Indah selalu ada di antara orang yang akan mati Gel?” kata Glewo
__ADS_1
“Itu yang harus kita pecahkan, sampek sekarang ae Indah belum tau kenapa kalau ada yang dengarkan lagu itu berlulang ulang dia merasa terpanggil untuk mendatangi orang itu”
“Gimana nek kita datangi aja pacar Indah, menurutku semua ini berasal dari sana, dari pacare Indah rek”
“Iya aku juga ngira gitu Gel, tapi kan kita ndak bisa asal ae nuduh rek. Kalau misal kita ke rumah Totok sekarang, terus apa yang akan dibahas disana Gel, coba pikiren disiik Gel”
“Iya bener , menurutku kita harus tau dulu apa yang menyebabkan indah sampai mati versi pacare Indah, deke kan pasti punya alasan sendiri sehingga mengakibatkan Indah mati rek”
“Tapi kita ini siapa Gel, kok tau-tau ndatangi pacare Indah kemudian kita minta keterangan tentang seputar Indah, mosok kene ngaku sebagai pulisi Gel” kata Blewah
“Pokokke kudu dipikir dulu masak-masah Gel, baru kita datangi pacar Indah” kata Glewo lagi
“Kalau itu aku tak ngobrol sama Indah dulu aja Wo, soale sosok pacar Indah iku sosok pembunuh yang tega mentolo, lha setelah Indah mati dia dengan tenang bilang ke bapak Ibuke kalau Indah mati karena tenggelam”
“Atau ngene ae lho rek, kita lihat dulu kebiasaan pacar Indah, soale perasaanku kasus kita ini ada hubungane sama pacare Indah rek
“Pokoke kata Ngot soal kasus ini ada orang yang ingin cari mudahnya saja untuk mencari tumbal pesugihan rek, numpang aja di lagu orang, kemudian tinggal kasih sesuatu di lagu iku biar sangar”
“Tapi iku cuma asumsi ne Ngot lho ya, karena bisa saja bukan itu masalahe rek, tapi kan ndak ada salahnya kalau kita datangi juga Totok iku rek” lanjutku.
Benar juga teman-temanku, kita harus punya alasan yang tepat untuk bertemu dengan Totok, karena sosok Totok ini keliatanya seoang pembunuh berdarah dingin dan tidak punya belas kasihan.
“Kalian ke Mjs aja dulumas, nanti secara tidak sengaja kalian tawarkan jasa bentor kepada dia mas, karena sehari hari dia naik angkot kalau mau kerja di seuah toko grosir pakaian mas”
“Nanti jadikan langganan bentor dulu, setelah itu mas Agus kan bisa pura-pura tanya-tanya soal pakaian, dia orangnya suka ngobrol kok mas, tetapi sayangnya Indah tidak bisa masuk kedalam tubuh dia mas”
“Karena dalam tubuh dia itu ada kayak ada semacam penghalang bagi yang mencoba untuk memasukinya, dia sepertinya sedang ngelmu, kalau dari jauh Indah masih bisa melihat
keseharianya mas”
“tetapi begitu mendekat, kadang dia sudah ndak nampak di mata indah mas, kayaknya dia menghilang dari pandangan indah”
“Tapi kalau Indah perhatikan, apa yang diberikan oleh mbah putri kepada mas Agus ini sudah mulai masuk rata ke seluruh tubuh mas Agus, nanti setelah itu mas Agus bisa merasakan kegunaan dari sesuatu yang dikasih mbah Putri”
“Ya wis lah Ndah , dimana alamat rumah Totok itu?”
__ADS_1
“Indah ndak tau alamatnya mas, semua tiba-tiba Indah lupa dan tidak terlihat dari
mata Indah, termasuk dimana dia dia tinggal, yang Indah tau adalah diamana dia naik angkot dan turun angkot saja mas”
Kasihan juga sebenarnya Indah ini, tetapi kan kita belum tau apa motif dibalik matinya Indah, dan apakah ada hubunganya dengan lagu kami.
Aku hampri kedua sahabatku yagn sekarang sedang ada di dapur,
mereka berdua sedang memasak untuk sarapan kami bertiga.
“Rek, barusan aku tadi ngbrol sama Indah lagi” kemudian aku ceritakan kepada kedua temanku apa saja yang tadi yang kuobrolkan bersama indah”
“Kasihan juga Indah rek, wis dibunuh sama pacare, di fitnah mati karena tenggelam ,sekarang dia ndak bisa liat apa kegiatan pacar nya di rumah”
“Lha terus rencanamu apa Gel, apa kita ke Mjs kemudian kamu nawari bentor gratis ke Totok, kemudian kamu berusaha ndeketin dia gitu ta Gel rencanamu”
“Iyo Wo, rancana itu yang paling gampang keliatanya Wo, yang penting kita harus tau dulu modelane Totok itu gimana, nanti setelah iku kita bikin rencana lagi rek”
Rumah mbahku sudah kami kunci ,kami siap untuk ke kota Mjs yang berjarak sekitar dua puluh kilometere an , lumayan jauh juga bentor in harus jalan ke daerah sana.
Akhirnya setelah satu jam lebih kami sudah sampai di terminal Mjs, Indah sedang menghampiri pohon waru lebat itu. Menurut Indah sosok laki-laki itu biasanya berdiri di bawah pohon waru doyong.
Pohon waru doyong yang letaknya di luar terminal, pohon waru yang rindang dan kata Indah biasanya Totok tidak akan pergi dari sana sebelum bertemu dengan angkot langgananya.
Kami sekarang sedang duduk di warung tidak jauh dari posisi pohon waru dekat terminal, di bawah pohon waru itu ada tiga orang laki-laki yang sedang menunggu angkot
Dari tempat kami berdiri ini, sangat jelas ciri dan rupa ketiga laki-laki yang sedang berdiri menunggu angkot itu.
Yang paling kiri sosok pekerja kantoran yang mungkin jabatannya adalah sales dengan dasi warna merah mencolok.
Yang tengah adalah anak gak jelas yang bertubuh sedang, ditanganya ada sebatang rokok yang tinggal beberapa hisapan lagi sudah mencapai filter gabusnya.
Laki-laki yang paling kanan ini yang paling aneh, dia memakai baju hem model jaring-jaring menerawang warna hitam, sehingga tubuhnya yang kelihatanya kekar itu terlihat, wajah yang kotak dan rambut kelimis semakin menambah kesan gimana gitu.
Belum lagi sepatu kets warna merah menyala dipadukan celana pendek yang terbuat dari jeans yang dipotog se ukuran pahanya, ndak lupa tas slempang yang bermotil bvlgari lokal, kesan yang kulihat laki-laki itu pasti idaman para lelaki.
__ADS_1
“Duh Gusti, ternyata pacar Indah itu laki-laki idaman lelaki, bukan yang sales berdasi merah ataupun juga yang ndak jelas rek” kata Glewo setelah Indah memberi tanda siapa ketiga laki-laki disana itu yang bernama Totok