
Ketika sedang asik menikmati gelas kopi keempat ku, tiba-tiba hp yang aku taruh di saku celana bergetar keras, oh ternyata si Totok, hmm ada apa dia kok sempatnya telpon aku.
“Halo mas Totok ada apa mas?” tanyaku setelah ada kata kata halo dari seberang
“Mas Agus, akunya ini masih diluar kota, mas Agus kalau mau pulang ke Mjkt pulang aja mas, bawa aja mobil akunya, besok malam antar mobil sambil mas Agus kerja ya” kata Totok
“Lho mas Totok ini sedang diluar kota, mas Totok naik apa dan dengan siapa nanti pulangnya” tanyaku pura pura ramah
“Akunya sama temanku yang dari mjsr tadi mas, sama si Baldy juga , kami bertiga kok , mas agus jangan khawatir, akunya baik baik aja mas, mereka gak akan ganggu akunya kok hihihi” kata suara di seberang dengan suara endel khas Totok yang njijiki
DEG!.... lantas yang masuk ke kamarku itu siapa?
“Ehi..iya mas..s..saya akan bawa mobil mas Totok ke Mjkt, ya sudah gitu aja ya mas Tok?” aku jelas gelagapan, aku bingung siapa yang keluar masuk kantor hotel dan masuk ke kamarku itu
“Ya udah mas Agus. Muuuaaahch” kemudian ku tutup saja telponya, jijik c*k dengar suara muach dari laki-lai bertubuh kekar yang suka berpakaian perempuan
Tapi… siapa yang masuk ke dalam kamarku, dan siapa yang keluar masuk kantor hotel? Pantas saja keadaan lampu tempat resepsionis pada gelap, ternyata mereka pada pergi ke luar kota semua.
Bearti pada saat tadi itu tinggal aku sendirian yang ada di hotel mengerikan itu. Untungnya aku punya inisiatif untuk ngopi disini, kalau tidak bisa cilakak aku disana.
Kulihat jam tanganku sekarang ternyata sudah pukul 03.25. sudah masuk pagi hari tapi masih mengerikan kalau ada di dalam sana, apakah aku harus masuk kesana untuk mengambil mobil dan segera pergi dari sini, atau aku jalan jalan sebentar di sekita hotel sana, siapa tau ketemu hantu cantik hihihi
“Mbah saya mau ke hotel , teman saya sudah telepon saya , jadinya saya berapa empat gelas kopi susu dan lima gorengan tadi?”
“Kopinya lima ribuan mas, trus gorengan nya seribuan satu bijinya, jadinya dua puluh lima ribu semuanya” kata mbah Joyo
“Lho mbah Joyo, nanti mbah Joyo jualan sampai jam berapa mbah?”
“Sebelum subuh saya pulang mas, kemudian diteruskan anak saya sampai maghrib, setelah maghrib saya yang jaga lagi”
“Oh iya mas, kalau masnya ke hotel itu , jangan lupa periksa taman belakang dekat dengna kamar nomor 6+ dan jangan lupa hati-hati, tetep ingat kepada Gusti Allah mas” pesan mbah Joyo sambil tersenyum penuh arti
__ADS_1
“Memangnya disana ada apa mbah? Kok mbah Joyo tiba-tiba ngomong gitu mbah” tanyaku penasaran sambil duduk kembali ke bangku panjang
“Disana tempat yang kamu cari mas, mbah tau tujuanmu kesini untuk apa dan mbah hanya bisa kasih tau sesuatu disana itu mungkin yang sedang kamu cari mas” jawab mbah Joyo lagi.
Setelah kuucapkan terima kasih aku pergi dari warung mbah Joyo, aku menuju ke hotel Waji yang gelap gelapan, karena lampu yang nyala hanya lampu taman yang tidak begitu terang untuk menerangi halaman yang begitu luas.
Kebetulan kunci mobil ada disakuku, jadi aku tidak perlu lagi masuk ke dalam kamar, aku hanya perlu untuk berjalan jalan sebentar di sekitar hotel yang sepi dan mengerikan ini. Kini aku menuju ke arah kamarku, tetapi aku tidak masuk ke kamar.
Aku berencana untuk terus menuju ke taman belakang tanpa mampir ke kamarku yang asik asik merinding itu. Tadi kenapa ya Mbah Joyo bisa bilang kayak gitu, kenapa aku disuruh ke taman belakang?
Hehehe serem juga disini setelah tahu bahwa hotel ini keadaanya kosong, tapi enak kayak gini, aku jadi bisa jalan-jalan dengan santai ke segala pelosok hotel ini hehehe , tapi gimana kalau ada mahluk tak kasat mata yang jahil, jelas tak balas jahilin dia lah
Saat ini aku sudah dekat dengan kamar nomor 6+ tempat aku menikmati siaran ulang mengerikan, tetapi bisa saja aku akan menikmati siaran ulang lagi kalau aku menyipitkan mataku, tapi itu nanti saja, aku takut kalau aku kaget ketika aku tiba-tiba menyipitkan mataku.
Lebih baik aku teliti dulu dihalaman belakang yang gelap , karena lampu satu satunya hanya ada di dekat kamar no 6+, jadi selebihnya gelap semua. Aku berjalan terus menuju ke arah belakang taman, karena menurut mbah Joyo, disana itu tempat sesuatu yang aku cari.
Sik sik..aku kan punya hp yang ada lampu senternya, gosvlok bener!, kenapa dari tadi ndak kepikiran sih, kenapa aku sampai lupa kalau aku punya hp yang ada fasilitas senternya!.
Hpku ini adalah hp jadul dari merk ternama yang sama sekali tidak ada fasilitas internetnya, yang ada Cuma senter dan radio, lumayanlah
“Aahhh lumayan ada penerenan juga akhirnya, hmm lebih baik tak telusuri dulu hotel kosong ini, ingat hanya telusuri, karena sebentar lagi aku harus pulang karena sudah hampir pagi” gumamku
Lampu senter dari hp ini lumayan bisa bikin terang sejauh beberapa meter, kini aku berjalan disisi kanan kamar 6+, penasaran sebenarnya ada apa disini hingga dikamar6+ ada kengerian yang ndak masuk akal sama sekali.
Aku berjalan dengan keadaan bulu kuduk yang meremang hehehe, tapi mau gimana lagi , namanya juga penyelidikan, semua kan ya harus dijalani, apalagi kasus ini kasus aneh yang membuat beberapa orang mati.
“Eh apa itu kok ada semacam bangunan disamping kamar 6+, bangunan yang lumayan besar berbentuk segi empat dengan dinding yang sudah berlumut” tapi tinggi juga dindingnya , apakah di dalam itu adalah tempat pengolanahn sampah ya?.
Aku ndak berani memanjat ke atasnya, takutnya ada sesuatu di dalam kotak persegi panjang yang ada di di depan ku ini. aku hanya berani melihat dinding dindingnya yang sudah berlumut.
Sebenarnya kalau mau dikatakan sebuah tempat tinggal atau kamar aku juga ragu, ukuran bangunan kotak ini mungkin sekitar 10m panjangnya kalau dilihat melalui cahaya senterku, lebar mungkin lebih dari lima meter dengan ketinggian lebih dari dua meter.
__ADS_1
Kucoba untuk berkeliling di sisi sisi bangunan aneh ini, siapa tahu aku bisa menemukan pintu untuk memasukinya, apakah bangunan aneh ini yang dimaksud oleh mbah Joyo?
Setelah ku kitari sekali, ternyata sama sekali tidak ada pintu di dinding bangunan itu, yang ada hanya tembok yang mulai berlumut saja. Aku masih penasaran dengan hal lain yang ada di sekitar sini selain bangunan aneh ini.
Kukitari sekali lagi halaman hotel yang nampaknya memang kosong, ternyata halaman belakang hotel ini cukup besar, mungkin dulu oleh pemilik lama bagian belakang ini digunakan untuk taman, tetapi sayangnya aku ndak bisa lebih jauh meliha daerah belelakang, karena bulu kuduku semakin meremang
Bisa saja aku menyipitkan mataku hingga aku bisa tau apa yang menyebabkan bulu kuduku ini meremang, tapi nanti hasilanya aku malah semakin takut. Jadi lebih baik kutinggalkan saja daerah belakang ini, aku akan coba masuk ke bagian dalam hotel saja.
Tak sudahi saja memeriksa bagian belakang yang gelap dan membuat bulu kuduku meremang terus. Lebih baik kalau kesini itu siang hari saja, tetapi siapa yang mau antar aku sampai kesini?, mungkin aku akan kesini lagi bersama kedua temanku.
“Bagaimana cara masuk ke ruang kantor hotel ya, aku penasaran apa yang ada disana, aku penasaran siapa yang keluar masuk dari sana, aku juga penasaran kenapa sesuatu itu mengancamku, padahal sesuatu itu berwujud Baldy yang sekarang sedang pergi bersama Totok”
Aku berjalan dengan langkah biasa tanpa merunduk runduk untuk mencapai kantor hotel, tetapi baru beberapa langka aku mendengar suara langkah kaki yang sedang berjalan di sekitar sini.
Kebetulan di sebelah kiriku adalah kamar nomor 4+ dan di depan kamar itu ada semacam tanaman yang rimbun yang mirip pagar, kuputuskan untuk sembunyi disitu saja sesegera mungkin.
Suara langkah kaki itu semakin mendekat, tetapi aku belum bisa melihat siapapun disana, aku merasa bahwa yang sedang jalan menuju ke arahku itu bukan manusia biasa, bukanya hotel ini dalam keadaan kosong, lalu siapa lagi yang sedang berjalan kemari itu?
Aneh suara langkah orang berjalan seakan akan sudah melewatiku, tetapi sama sekali aku tidak melihat siapapun di jalan setapak depan kamar nomor4+ ini. Hmmm ataukah aku harus menyipitkan mata untuk melihat siapa yang sedang berjalan di depanku?
Kukatupkan sedikit kelopak mata atas dan bawah,aku nekat karena aku penasaran apa yang sedang terjadi disini.
ASTAGFIRULLAHALADZIM!….. APA YANG ADA DI DEPAN MATAKU INI!...
Ternyata hotel ini tidak kosong , banyak orang lalu lalang di jalan setapak dari dan menuju ke taman belakang!.
Dan …. Astaga, kamar 4+ ini ternyata ada penghuninya, dan saat ini sedang melotot kepadaku. Dia tidak suka karena aku bersembunyi di halaman depan kamarnya!
La…lalu yang tadi …. Yang ada suara langkah tadi itu…. Itu se…seorang berwajah mirip Baldy yang sedang membopong mayat seorang wanita!. Mayat yang kelihatanya baru saja mati, karena kulitnya masih belum seberapa pucat, dengan mata yang melotot!.
Tapi wa..wajah mayat itu menoleh ke arahku dengan mata yang melotot, di ….dia, aku pernah liat dia. Dia adalah salah satu pelanggan di tokok Gemezzz, salah satu dari ketiga remaja puteri yang sempat kuajak bicara pada
__ADS_1
malam hari itu!