LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 100


__ADS_3

Semua orang di sibukan oleh banyaknya monster yang menyerang. Di kala itu, muncul dua monster dengan Rank A Spesial yang membuat Tiga Petualang Rank S kesulitan mengalahkannya. Karena, kedua monster itu punya ke unggulan mereka masing - masing.


Di saat yang sama, Xi dengan pergerakannya yang cepat dapat membunuh monster dengan mudah. Sehingga ia bisa mendapatkan Jamur Aanokinn dengan mudahnya. Akan tetapi, di waktu yang sama pula, serumunan monster berdatangan menghampiri dirinya melalui jalur bawah tanah.


Monster - monster itu dapat menggali tanah dengan sangat cepat. Dan itu menjadi sebuah ke untungan untuk mereka yang melalui bawah tanah, karena tidak harus berurusan dengan predator yang lebih kuat dari mereka.


" Tikus - tikus ingin menyergapku dari bawah tanah... Tapi, monster seperti kalian aku sudah punya pengalaman. " Ucap Xi dalam hatinya, dan melepaskan sihir air yang kuat ke dalam tanah.


Dari bawah tanah yang di basahi oleh air itu, sekumpulan monster tikus tanah muncul kepermukaan tanah dengan seluruh tubuh basah kuyup. Tampak para tikus tanah sangat gelisah, dan tidak menyukai tanah yang lembab itu.


[ Tikus Tanah ] Rank : C - B. Level : 50 - 70. EXP : 6.000 - 10.000.


Tikus tanah. Sejenis tikus yang hidup di bawah tanah, menghindari sinar matahari. Tikus tanah dapat bergerak dengan cepat di bawah permukaan tanah dengan mengebor tanah untuk menyergap mangsanya.


Tikus tanah sulit untuk di bunuh bila hanya dengan menggunakan senjata biasa. Memerlukan senjata/ artefak sihir yang kuat agar dapat menembus kulit tikus tanah yang keras. Akan tetapi, ada satu cara lain untuk mengalahkan tikus tanah, yaitu membasahi mereka dengan air.


Tikus tanah tidak menyukai tempat yang lembab sehingga mereka akan muncul kepermukaan apa bila merasa lembab. Karena tubuh mereka yang basa/lembab akan membuat pertahanan mereka menurun dalam waktu tertentu. Dengan begitu, bahkan jika menyerang mereka dengan senjata biasa, dapat membunuh mereka.


" Aku sudah mempersiapkan ini untuk kalian, setelah pertarungan di alas perpindahan saat itu. " Kata Xi. Ia memberikan serangan lanjutan kepada kumpulan tikus tanah yang telah muncul ke permukaan.


BEZZZ! BANG! Xi melepaskan sebuah serangan bernama serangatan listrik. Dimana serangan tersebut akan menjadi lebih kuat apa bila ada air di sekitarnya.


Pada saar itu, sekumpulan tikus tanah yang basah karena air. Terkena sengatan listrik bertegangan tinggi. Sehingga membuat mereka kesetrum dan tidak dapat bergerak mau pun menghindarinya.


Semua tikus tanah tergeletak di tanah tanpa bisa bergerak sedikit pun. Dengan tubuh yang gosong karena terpanggang oleh serangan listrik berskala tinggi.


Melihat Xi membunuh puluhan monster dengan mudahnya membuat semua orang terkejut, dan tercengang sehingga membuat rahang mereka jatuh kebawah saat menyaksikan kehebatan Xi.

__ADS_1


" Layak menjadi orang yang di kagumi oleh pangran... Dia sangat kuat! "


" Pantas saja dia bisa menaklukkan dungeon lima lantai... "


" Tidak heran dia menjadi topik pembicaraan semua orang, Tuan Sakaki sangat hebat. "


" Kalau aku berada dalam posisinya, mungkin aku sudah di sergap habis - habisan. "


Kata semua orang dengan kagum pada kehebatan Xi. Mereka berharap bisa sehebat Xi dalam pertarungan. Ketenangan Xi dalam mengambil keputusan untuk dirinya sendiri sangatlah hebat, dan sangat sulit untuk di tiru oleh orang lain. Sehingga mereka sangat kagum dengan ketenangan itu.


Angin berhembus dengan sangat kencang, menerbangkan banyak dedaunan yang ada di pohon. Sehingga membuat dedaunan itu terbawa oleh kencangan angin berhembus.


Hembusan angin kencang di sertai dedaunan, membuat sebuah pusaran yang amat kuat layaknya angin topan. Langit cerah berganti dengan mendung beserta guntur yang menemani. Sambaran petir mulai jatuh menyambar pepohonan di sekitar mereka, dan menyebabkan hutan terbakar.


Semua orang yang menyaksikan itu di penuhi dengan rasa takut dan cemas, karena kuatnya sambaran petir membuat sebuah ledakan saat jatuh.


" Apa yang terjadi? Kenapa tiba - tiba mendung? "


" Lihat! Semua lihat! Langitnya! Langitnya terbelah! "


Semua orang di landa ketakutan karena adanya kejadian tersebut. Wajah mereka pucat penuh dengan keringat. Garis - garis hitam muncul di wajah mereka semua karena rasa takut mereka terlalu menjadi, saat melihat langit di atas mereka terbelah.


Langit yang mendung itu memancarkan cahaya biru yang amat terang hingga terlihat seolah langit di pisahkan oleh cahaya tersebut. Hembusan angin semakin menjadi kencang dengan banyaknya pohon yang mulai tumbang, dan semua monster yang ada di hutan beast merasa takut.


" Sesuatu muncul! " Teriak salah satu petualang sambil mengacungkan tangannya ke arah langit.


Tampak dari atas langit, perlahan muncul sesosok yang amat besar. Cakarnya berwarna emas, dengan seluruh tubuh penuh dengan api berwarna biru. Sosok itu berteriak dengan sangat keras sambil memancarkan aura nya yang mendominasi ke seluruh hutan.

__ADS_1


Semua monster pun semakin ketakutan dengan sosok tersebut. Bahkan Ular Tanah Emas Beracun dan Banteng Api Bumi lari terbirit - birit saat sosok tersebut menunjukkan dirinya dari balik awan gelap.


" Apa? Mereka kabur?! " Kata Mamasaki dengan penuh kebingungan di pikirannya. Makhluk kuat yang sedang mereka hadapi lari seperti anak ayang yang di kejar oleh seekor harimau.


Tampak seekor burung besar yang di selimuti oleh api biru di seluruh tubuhnya. Terbang dengan karismanya yang sangat mendominasi melewati mereka semua. Sesaat, saat makhluk itu terbang di atas dan melewati mereka, seakan seluruh tubuh mereka terasa seperti terbakar. Makhluk itu sekilas terbang mengelilingi hutan yang terbakar itu, dan seluruh hutan pun berubah menjadi subur kembali seolah tidak terjadi apa pun.


Makhluk itu pun terbang berbalik ke arah mereka semua dengan kecepatan yang amat tinggi. Saat itu ia membuka mulutnya dan langsung menembakkan semburan nafas api birunya.


" Menghindar! " Teriak Kisisaki dengan sangat keras meminta semua orang untuk menghindari serangan makhluk tersebut.


BOOM! DUAR! Karena serangan itu menyebabkan sebuah ledakan yang amat besar hingga membuat hutan dan separuh tebing besar itu terbakar habis.


" Kekuatan yang luar biasa... Kalau kita terkena itu sudah pasti akan lenyap. " Kata Kisisaki dengan wajah pucat penuh keringatnya. Ia sangat ketakutan saat melihat kekuatan yang amat luar biasa itu.


" Ini pasti bercandakan?! Monster iblis ini terlalu kuat. Kalau kau beruntung kau bisa menghindar, tapi kalau tidak, kau akan terbakar sampai hangus olehnya. " Kata Mamasaki dengan wajah pucatnya. Ia kembali mendapatkan rasa takut terdalamnya seperti dulu kala saat ia kehilangan rekan - rekannya.


" Semuanya! Kita harus cepat meninggalkan hutan ini kalau mau selamat! Jika kita di tetap di sini, bahkan dewa sekali pun tidak dapat menolong kita! " Kata Mirobu dengan keras. Ia memberikan usulan kepada yang lainnya untuk meninggalkan hutan beast guna untuk menghindari amukan dari monster tersebut.


Semua orang pun setujuh dengan usulan yang di berikan oleh Mirobu dan mereka semua lari sekencang kencangnya menuruni tebing yang tinggi itu. Di saat semua orang pergi melarikan diri, hanya Xi yang masih diam di tempat dan terus menatapi makhluk superior itu tanpa rasa takut.


Mirobu yang khawatir, ia berlari menghampiri Xi dan menariknya untuk mengajak Xi pergi meninggalkan hutan. " Apa yang kau lakukan?! Jika kau tetap di sini, kau bisa terbunuh oleh makhluk itu kapanpun seberapa kuat dirimu itu. " Kata Mirobu sambil menarik Xi untuk meninggalkan hutan beast.


Akan tetapi, Xi memberontak dan dengan paksa melepaskan genggaman kuat Mirobu.


Mirobu yang melihat itu membuatnya terkejut. " Apa yang kau lakukan? Kanapa kau berhenti?! Ayo pergi dari tempat ini! " Teriak Mirobu dengan keras.


Namun, Xi tidak menanggapi hal tersebut dan melemparkan sesuatu kepada Mirobu. Mirobu pun menangambil apa yang di lemparkan oleh Xi kepadanya. Saat melihat apa yang Xi berikan, ia sangat terkejut.

__ADS_1


" Ja Jamur Aanokinn nya?! Kau... " Kata Mirobu sambil menatap Xi.


" Pergilah, aku punya urusan dengan makhluk ini. " Balas Xi dengan dingin sambil menatap Mirobu dengan tatapan tajamnya.


__ADS_2