LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 201


__ADS_3

Keberadaan mereka telah di ketahui oleh para monster, semua monster yang ada di sana menuju ke tempat Elsia bersembunyi. Ada sekitar seribu monster yang sedang mengarah ke tempatnya berada.


" Aaa... Monster datang!! " Ucap seorang prajurit yang berjaga di luar. Ia berteriak dengan keras, dan membuat yang lainnya untuk bersiap menghadapi monster.


Sedangkan dirinya masuk ke dalam dan memberitahukan hal tersebut kepada Elsia. " Yang mulia... Monster... Ada banyak monster yang datang kemari!! " Ucap Prajurit itu sambil terengah - engah karena kelelahan. Bukan hanya dirinya yang kelelahan, melainkan semua prajurit yang mengikuti Elsia juga kelelahan.


Elsia terkejut karena monster - monster itu dapat menemui tempatnya persembunyian. Ia pun segerah meminta Yumiko dan Xi untuk pergi dan meninggalkannya. " Xi, bawalah Yumiko pergi dari sini... Aku akan mengulur waktu untuk kalian. " Ujar Elsia meminta Xi untuk membawa Yumiko pergi.


" Ibu, ibu tidak perlu khawatir... Aku dan Xi bisa mengatasi monster - monster yang ada di luar sana. " Balas Yumiko dengan lembut sambil merangkul ibunya lalu memberikannya kepada Xi.


" Xi, tolong jaga ibu ku. " Ucap Yumiko.


" Tentu. " Balas Xi dengan singkat.


Saat yang sama Yumiko dan yang lainnya berjalan keluar dari tempat persembunyian mereka, dan melihat banyaknya monster yang telah menunggu mereka keluar dari tempat persembunyiannya.


Mata Elsia terbuka lebar melihat banyaknya jumlah monster yang ada di hadapannya. " Jumlah ini... Setidaknya ini ada seribu lebih!! " Ujar Elsia dengan keras.


Yumiko melangkahkan kakinya, berjalan menghampiri monster - monster itu dengan anggun. Elsia yang melihat putrinya berjalan menghampiri para monster, ia berteriak. " Yumiko! Jangan kesana... " Ucap Elsia dengan kuat sambil mencoba untuk menyusul Yumiko namun ia di hentikan oleh Xi. " Apa yang kau lakukan Xi? Apa kau akan membiarkan Yumiko dalam bahaya? " Lanjut Elsia sambil bertanya kepada Xi yang menghentikannya.


" Tenanglah, kau pikir siapa yang dalam bahaya? Apa itu Yumiko? " Balas Xi. " Cecunguk seperti mereka bukanlah masalah untuk Yumiko, bahkan jika Yumiko hanya menjentikkan jarinya, semua monster itu akan mati. " Lanjut Xi.

__ADS_1


Mendengar itu Elsia terkejut, namun ia masih belum percaya, ia ingin menyusul Yumiko tapi Xi tetap menghentikannya.


Para monster mulai melangkahkan kakinya dan berlari ke arah Yumiko, menunjukkan taring dan cakar mereka yang tajam kepada Yumiko. Insting mereka terus memerintahkan mereka untuk menyerang Yumiko dan memakannya, sebagai monster yang kuat mereka akan menundukkan mangsa mereka untuk menjadi santapan mereka.


Tapi " Land of Death Ice " Dari tangan Yumiko muncul sihir es yang sangat kuat hingga membuat tempat yang di penuhi oleh monster, dan tanah yang di tutupi salju membeku. Sejauh 100 meter dari tempatnya berada, semuanya membeku dengan banyaknya dinding es yang tercipta.


Semua orang yang melihat itu sangat terkejut, mulut mereka terbuka lebar dengan rahang yang jatuh ke bawah. Elsia sangat terkejut dengan kekuatan yang Yumiko miliki, ia tidak mengira kalau anaknya telah menjadi sangat kuat.


Sementara itu Xi ' Land of Death Ice, Awakening skill yang ia dapat saat aku dan dirinya menikah di dalam abyss dan menjadi penguasa di bagian Abyss terdalam. ' Ujar Xi dalam hatinya. ' Skill itu sangat ganas, dan memungkinkan dirinya dapat membekukan segalanya dengan jangkauan yang sangat luas. Jika Yumiko tidak dapat mengendalikan skill ini, sudah dapat di pastikan ia dapat membekukan setengah dari dunia ini. ' Lanjut Xi.


" Se sejak kapan... Ia menjadi sekuat ini? " Tanya Elsia yang masih terkejut dengan kekuatan yang Yumiko miliki.


" Kau bisa bertanya kepadanya nanti saat kita sampai di rumah. " Balas Xi dengan santai.


" Ya, aku rasa kau akan sangat senang karena kau bisa menggendong seorang cucu. " Balasnya dengan santai.


" Ha HAAAA!!!! " Elsia terkejut mendengar kalau dirinya mempunyai seorang cucu.


Setelah semua monster di kalahkan, Xi memberikan kepada mereka semua sebuah healing potion dan makanan.


Elsia yang telah sembuh dari lukanya berkat potion yang di berikan oleh Xi, ia merasa sangat segar sekali dan jauh lebih baik dari biasanya.

__ADS_1


Elsia melirik Yumiko yang sedang duduk manis di samlingnya, karena penasaran dengan yang Xi katakan padanya tadi, ia memutuskan untuk bertanya kepada Yumiko. " A Yumiko... " Ucap Elsia.


" Ada apa ibu? " Tanya Yumiko kepada ibunya.


" A... Aku mendengar ini dari Xi saat kau sedang bertarung, apa benar kau telah menjad seorang ibu? " Jawab Elsia sambil bertanya kepada Yumiko, dan juga karena rasa penasarannya.


Wajah Yumiko memerah, ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah itu, dengan pelan ia menjawabnya. " Iya... " Jawabnya dengan malu.


Hal itu membuatnya semakin terkejut, tapi juga sesuatu yang sangat bahagia untuknya. Dalam kesenangan hati yang indah ia berkata. " Ibu turut senang akan hal itu, tapi... Xi tidak kasar padamu kan? Kalau ia katakan saja pada ibu, aku akan memukul kepalanya dengan balok es. " Ujar Elsia.


Yumiko memberikan seyum yang canggung setelah mendengar itu " Aku rasa... Kepalanya sudah lebih keras dari pada berlian, tapi... Ia sangat baik kepadaku, ibu tidak perlu khawatir, Xi merawatku dengan sangat baik. " Balas Yumiko dengan ringan. " Omong - omong... Dimana bibi? " Tanya Yumiko kepada Elsia.


Elsia terkejut saat Yumiko bertanya tenang bibinya, dan itu juga membuatnya ingat kalau adiknya berada dalam tempat yang berbahaya. " A untung kau mengingatkan ibu, bibimu sekarang dalam bahaya, kemingkinan ia sedang di penjara oleh negara Salju merah. " Jawab Elsia.


" Negara salju merah? Negara apa itu? " Tanya Yumiko yang bingung, karena sebelumnya tidak ada negara salju merah di area bersalju.


" Negara Salju merah adalah negara yang baru bangkit dua tahun lalu, kebangkitan negara itu menyebabkan banyak masalah, mereka senang sekali melakukan peperangan dengan negara lainnya di area bersalju, termasuk negara kita Lembah bersalju. " Ucap Elsia.


" Negara Salju merah memiliki banyak pasukan yang sangat kuat, rata - rata dari pasukan meraka berperingkat B. Hal itu membuat negara itu berkembang lebih cepat dari yang lainnya, peperangan yang sering mereka lakukan menyebabkan salju terus berlumuran darah, dan untuk sekarang hanya tersisa satu negara saja yang masih berdiri selain negara salju merah. "


" Hal itu juga di perparah karena munculnya Gate super di area bersalju, dari Gate itu banyak raksasa yang muncul. Untuk mengurangi jumlah pasukan mereka yang mati, negara salju merah menggunakan warga biasa untuk bertarung di garis depan. " Lanjut Elsia.

__ADS_1


Mata Yumiko terbuka saat mendengar kekejaman dari negara yang baru saja berdiri itu, ia tidak habis pikir mereka akan menggunakan warga biasa untuk menghadapi para monster.


__ADS_2