
Dua hari sebelum kematian dewa laut, dan para Apocalyps. Di atas langit, terdapat seorang wanita dengan enam pasang sayap naga yang indah di punggungnya. Sayap naga yang berwarna perak, dengan rambut perak panjang serta mata ungu yang menyalah. Memperhatikan sebuah bangunan yang besar dan megah dari atas sana.
Terlihat di sana terdapat sebuah bangunan yang megah dan besar, serta terdapat sembilan bangunan seperti pagoda yang mengelilingi bangunan megah tersebut.
Dengan mata ungu yang menyalah terang wanita itu menatapi bangun megah tersebut.
" Seperti yang di perkirakan... Mamang ada di sini. " Ucap Wanita tersebut. Istri kedua dari Lord of Death and Darkness Asako.
[ Asako Arcadia ] Ras : Silver Dragon primordial - Dragon Awaken. Rank : SSS Spesial. Exp : 52064885.
Asako menjulurkan tangannya ke arah bangunan megah tersebut. Seketika sebuah cahaya ungu muncul dari telapak tangannya, dan semakin lama semakin membesar. Dengan wajah yang datar, tiba - tiba ia terseyum sinis dan melepaskan serangan cahaya ungu berkala besar ke tempat itu.
" Ayo kita mulai... Pembantaian! " Ucapnya dan melepaskan serangannya. Sebuah sinar cahaya ungu berkecepatan tinggi, menghantam bangunan tersebut dengan sangat kuat, dan terjadi sebuah ledakan yang besar ketika sinar cahaya itu menghantam bangunan tersebut.
Di sisi lain, para Guardian yang di serang oleh sesuatu, mereka mulai mengangkat senjata mereka. Terlihat tembok kuat dan kokoh yang melindungi kastil besar guardian telah hancur, hingga kastil guardian pun menerima kerusakan tersebut.
" Serangan musuh! Semua bersiap! " Teriak salah satu Guardian, meminta semua Guardian untuk bersiaga dan bersiap menghadapi musuh yang akan datang.
Dari balik asap yang tebal itu, sebuah banyangan muncul di sana. Perlahan berjalan mendekati mereka, dan terlihat sosok wanita yang cantik keluar dari asap tersebut. Wanita itu tersenyum dengan mata yang di penuhi niat untuk membunuh.
" Hanya sekumpulan sampah... Kenapa tidak kalian panggil saja pemimpin kalian! " Ucap Wanita tersebut dan melompat dengan cepat ke arah mereka semua. Melancarkan serangan cakaran yang kuat dan tajam.
Dalam satu cakaran, membuat ratusan Guardian terbunuh, serta memotong pintu masuk kastil Guardain Celestial.
__ADS_1
" Siapa orang itu? Kenapa dia begitu kuat?! "
" Semua serang dia! "
Para Guardian mengangkat senjata mereka, dan mulai beterbangan ke arah wanita tersebut.
Namun, wanita itu tidak takut sama sekali saat ada banyak guardian yang menghampirinya. Tampak senyum senang terukir di wajahnya, menatap para guardian sambil berkata. " Aku Fai, salah satu dari Jendral Lord of Death and Darkness. " Ucap Nya dengan bangga. " Atas perintah dari Xi - Sama, aku di sini akan meratakan kalian semua! " Ucapnya dengab keras dan melepaskan serangan yang amat kuat, hingga membuat semua guardian yang bergerak ke arahnya terpotong habis.
" Dia terlalu kuat! "
" Bantuan! Kita perlu bantuan! "
" Segerah minta bantuan! "
Para guardian mulai panik saat menghadapi musuh yang sangat kuat. Mereka yang pergi dari tempat mereka, segerah meminta bantuan dari seluruh markas. Tampak sembilan menara mulai bersinar terang, dan memancarkan cahaya emas yang cemerlang. Dari sembilan pagoda itu, muncul jutaan gurdian yang siap bertarung, dengan senjata, serta perisai lengkap.
Sementara itu, di langit. Terdapat seorang wanita, dengan dua pasang sayap hitam di punggungnya, serta sebuah senjata yang berupa kapak besar sedang memperhatikan aksi dari Fai saat itu.
" Aksi mu sungguh bagus Fai... Sesuai rencana, aku akan membatu. " Ucap wanita tersebut sambil tersenyum. " Dengan kepak kehancuran... Matilah kalian! " Teriak wanita itu dengan keras dan di belakang nya, muncul lima kapak raksasa, dan melayang ke arah lima pagoda yang ada di sana. Dengan kuat menghantam lima pagoda tersebut, dan menyebabkan kehancuran.
Salah satu Jendral Lord of Death and Darkness. The Ultimate Queen Guardian Fallen Hanari. Melepaskan serangan, dan turun ke bawah ikut serta dalam menyerang markas Guardian Celestial.
__ADS_1
Di dalam Kastil, tepatnya markas Guardian Lord. Terdapat sosok guardian yang memiliki enam pasang sayap di punggungnya. Sayap emas yang berkilau, sedang berdiri di tengah - tengah ruangan, dan mendengar teriakan para Guardian lainnya, yang di serang oleh dua makhluk yang sangat kuat.
" Lord of Death and Darkness... Saat kau diam selama dua minggu, kami khawatir kalau kau merencanakan sesuatu yang mengerikan. Namun saat kau bergerak, kau membuat kekacauan dan keributan. Ini benar - benar membuat kami menjadi pusing. " Ucap Guardian tersebut. Salah satu dari enam Guardian Celestial. Sedang merenungkan situasi saat ini, ia bingung ingin melakukan apa karena saat ini lawan nya bukan lawan biasa. Bukan Apocalyps yang sering mereka lawan. Namun lawan mereka adalag Lord of Death and Darkness. Sosok yang paling berbahaya, dan lebih berbahaya dari para Apocalyps.
Setelah suara itu jatuh, tedengar sebuah suara yang tampak senang saat mendengari itu. " Fufufu bukan kah sangat hebat? Ini semua adalah rencana dari tuan ku Xi - Sama. " Ucap seorang pria dengan dua pasang sayap iblis di punggungnya, serta warna rambut hitam. Saat itu ia sangat senang karena Guardian Celestial memuju kehebatan tuannya.
Guardian Celestial itu terkejut dengan kedatangan dari pria berambut hitam itu. Segerak ia melirik pria tersebut dan bertanya. " Siapa kau? " Tanya Guardian Celestial sambil memancarkan tekanan energi sihir yang kuat.
Pria itu terseyum dengan kebanggaan yang ia pegang menjawab pertanyaan tersebut. " Karena kau tadi memuji kehebatan dari Xi - Sama, makan aku tidak akan keberatan untuk memperkenalkan diriku. " Ucapnya dengan bangga. " Aku Noir, salah satu Jenderal Lord of Death and Darkness. " Lanjutnya sambil tersenyum. Dan tiba - tiba sebuah serangab cahaya yang sangat cepat dan kuat menghantam dirinya dengan sangat telak. Namun tampak ia baik - baik saja, setelah terkena serangan tersebut.
" Fufufu sudah lama aku tidak mendapatkan lawan yang kuat. Maju sini dan hiburan aku. " Ucap Noir sambil mecungkan tangannya menantang Guardian Celestial.
Guardian Celestial yang kesal dengan sikap sombong dari Noir, ia langsung melesat dengan cepat ke arah Noir dan melepaskan pukulan kuatnya pada Noir. Saat itu Noir juga melancarkan pukulan kuatnya, hingga kedua pukulan saling menghantam satu sama lain dan menciptakan gelombang kejut yang kuat. Lantai tempat mereka berpijak menjadi hancur hanya karena satu hantaman pukulan itu.
Tampak wajah kesal di tunjukkan oleh Guardian Celestial saat memukul Noir. Namun Noir tampak tenang dan terseyum saat membalasnya. Mereka melanjutkan pertarungan mereka, di dalam ruangan yang luas itu. Pertarungan antara dua Makhluk superior dengan kecepatan tinggi menciptakan kehancuran di dalam ruangan tersebut.
Di sebuah jalan rahasia untuk masuk ke dalam markas pusat Celestial Guardian. Terdapat 10 orang yang sedang berlari menuju ke markas pusat Celestial Guardian, mereka adalah Airis, Astia, Zurugi, Kitsune, Amelia, Karma, Seiya, Velan, Reine ( dalam bentuk manusia ), Dia. Mereka semua bergerak melalui jalan rahasia karena di beritahukan oleh RUB salah satu dari Darkness Army milik Xi.
Di saat mereka sampai setengah jalan menuju pintu masuk markas. Tiba - tiba Seiya meminta mereka semua untuk berhenti berlari. " Berhenti! " Teriak Seiya dengan keras. Dan hal itu membuat mereka semua berhenti, lalu menatap Seiya dengan tatapan yanh bingung.
" Kenapa berhenti? Bukankah kita sudah hampir sampai? " Tanya Karma kepada Seiya mengenai alasan meminta mereka semua berhenti.
Namun, Seiya menjawabnya dengan bahasa isyarat untuk diam. Dan menatap ke arah dinding di sebelah kanan mereka. Tiba - tiba, dinding tersebut mulai retak dan terlihat seperti sesuatu yang kuat menghantam dinding. Dan di saat yang sama, dinding tersebut hancur, dengan sebuah bola duri kristal yang padat dengan rantai melayang ke arah mereka semua.
__ADS_1
Mereka terkejut akan hal itu. Namun mereka berhasil menghindarinya dengan melompat mundur kebelakang. Setelah itu, terdengar suara langkah kaki yang cukup keras, dan dari balik dinding muncul seorang wanita yang di pergelangan tangannya terdapat sebuah borgol besi yang tebal.
Rantai besar mereka pegang di tangan mereka, sambil menatap mereka semua dengan tatapan yang sinis. Wanita itu mengayunkan rantainya, dan sebuah bola kristal berduri melayang ke arah mereka semua.