
Semua orang yang berada di pulau Apocalyps, saat di hari pertama mereka masuk ke dalam sana. Semua orang yang di sana langsung terbunuh saat Apocalyps baru saja di mulai. Karena hal itu, mereka semua langsung di kembalikan ke dalam ruang latihan yang di mana di sana terdapat Oseras yang sedang tersenyum.
Sambil tersenyum jahat, Oseras berkata kepada mereka semua. " Oi oi belum juga selesai hari pertama dan kalian semua sudah di eliminasi. Sungguh memalukan mau menyebut diri kalian prajurit yang hebat. " Ucap Oseras kepada mereka semua. Ia sangat tidak puas dengan hasil yang di dapatkan oleh mereka. " Ya, tidak apa lah... Lumayan juga kan jadi kalian tahu bagaimana rasanya mati. " Lanjut Oseras sambil menatap tajam mereka semua.
Semuanya mengangguk Apa yang di katakan Oseras benar. Ini pertama kalinya bagi mereka menghadapi kematian namun mereka bersyukur karena mereka tidak mati di dunia nyata. Karena jika mereka mati di dunia nyata juga, itu akan sangat memalukan bagi negara mereka Asgar. Mengingat semua prajurit nya mati hanya karena pelatihan dan tes.
" Karena kalian sangat bersih keras mau menjadi prajurit, maka... Tunjukkan hasil yang lebih baik dari ini. " Ujar Osesar dan mengirim mereka kembali ke dalam pulau Apocalyps.
Di pulau Apocalyps, terdapat banyak jenis undead. Yang di mana para undead telah di perlemah, dalam waktu 10 hari pertama. Namun, setiap 10 hari, undead akan menjadi lebih kuat, dan mendapatkan kemampuan khusus yang dimana mereka akan semakin sulit untuk di bunuh.
Waktu di pulau Apocalyps dan dunia nyata sangatlah berbeda jauh. Dimana di pulau Apocalyps, 1 hari di dalam sana hanya satu menit di dunia nyata. Itu menjadi tantangan yang sangat sulit bagi mereka yang ada di dalam sana, karena jumlah undead sangatlah banyak, dan akan semakin banyak seiring berjalannya waktu. Serta menjadi ke untungan untuk pelatihan karan tidak memakan waktu yang lama di dunia nyata.
Di tempat lain di waktu yang berbeda tepatnya di tanah suci dimana tempat para dewa berada. Tampak dua Guardain Celestial yang berlutut di hadapan dewa cahaya.
__ADS_1
" Maafkan kami Dewa Cahaya. Kami gagal untuk menghabisi Lord of Death and Darkness. " Ucap salah satu Guardian Celestial.
" Kami bukan hanya sekedar gagal menghabisinya, namun kami malah di serang balik olehnya dengan kekuatan besar yang langsung menyerang markas. " Ucap lagi Guardian Celestial.
BUKK! Suara keras dari pukulan tangan di tahtanya. Tampak wajah yang sangat marah ia tunjukkan kepada mereka berdua. Kedua Gaurdian Celestial itu hanya bisa berlutut sambil gemetar dengan rasa takut menghantui mereka. Karena dewa cahaya tampak sangat marah karena kegagalan yang di alami oleh mereka semua. Bahkan sampai harus kehilangan semua guardian yang tersebar di seluruh dunia.
" B*jingan dewa kematian hitam itu... Setelah mengalahkan semua Apocalyps, dan menyerang markas guardian. Ia juga membunuh dewa laut... Aku benar - benar ingin membunuh b*jingan itu!! " Ucap Dewa cahaya sambil mengepalkab tangannya dengan erat. Ia benar - benar sangat marah karena semua rencana nya telah di gagalankan oleh dewa kematian hitam yang baru saja bangkit.
Kedua Guardian itu yang mendengar kalau dewa laut mati di tangan dewa kematian hitam membuat mereka sangat terkejut. Seorang salah satu dari tujuh dewa utama terbunuh oleh dewa yang baru saja bangkit. Dewa laut di kenal sangat kuat saat ia berada di lautan, apa lagi di dalam domain nya yang seluruh nya di isi dengan air. Dengan itu Dewa laut punya kekuatan yang jauh lebih tinggi dari dewa - dewa lainnya. Belum lagi, dewa laut dapat membuat klon raksasa yang sangat besar, yang bahkan besarnya dapat melebihi dunia domain yang ia ciptakan sendiri. Itu adalah keterampilan tertinggi dari dewa laut yang dapat membunuh semua musuh - musuhnya yang dia hadapi.
" Dengan kekuatan dari Leogosaid dan yang lainnya, aku yakin mereka semua pasti akan terbunuh. Karena itu... Datanglah kemari kalian semua! " Lanjutnya. Ia sangat yakin kalau Leogosaid dan yang lainnya dapat mengalahkan ke enam dewa jahat yang akan datang ke tanah suci tiga bulan lagi. Ia menantang semua dewa jahat itu untuk datang dan terbunuh di bawah kekuatan mereka.
" Kalian pergi lah... " Ucap dewa cahaya meminta mereka berdua untuk pergi dari hadapannya, dan meminta untuk bersiap tiga bulan ke depan. Karena pada saat itu, para dewa jahat akan datang ke tanah suci.
__ADS_1
Mereka pun pergi dan kembali ke ruangan mereka masing - masing. Salah satu Guardian Celestial duduk di kursi nya dengan kepala yang sudah pusing memikirkan apa yang akan di lakukan oleh Lord of Death and Darkness nantinya saat naik ke tanah suci. Ia tidak dapat membayangkan akan terjadi pertempuran macam apa yang akan terjadi tiga bulan yang mendatang.
" Sialan! Lord of Death and Darkness itu telalu kuat... Dia bisa mengalahkan semua Apocalyps dan dewa laut di waktu yang sama. Sebenarnya, seberapa kuat orang itu?! " Ucapnya. Ia sudah pusing memikirkan seberapa kuat Lord of Death and Darkness sebenarnya.
Pada saat yang sama, seroang wanita muda yang cantik dengan pakaian rapi datang menghampiri dirinya yang sedang pusing itu. Sambil berjalan mendekat menghampiri Guardian celestial itu, ia berkata " Apa terjadi sesuatu? " Tanya wanita itu dengan lembut kepada Guardain Celestial itu.
" Ya.. Sesuatu yang sangat besar... " Jawabnya sambil menutup matanya. " Tapi, aku rasa kita bisa mengalahkan lord of death dengan bantuan mu dan juga para dewa lainnya. Sepertinya aku terlalu khawatir tentang memikirkan rencana untuk mengalahkab lord of death. " Lanjut nya sambil menatap wanita cantik tersebut.
Sambil terseyum, wanita itu mengangguk membenarkan perkataan dari Guardian Celestial itu. " Itu bagus... Aku ke belakang dulu mau ambik buah. " Ucap wanita cantik itu dan pergi.
Guardian Celestial itu tidak menghiraukannya saat wanita itu pergi. Malahan, ia masih memikirkan apa yang sebenarnya akan di rencanakan oleh para dewa.
KRASS! Sebuah pedang menembus dadanya, dan membuat dirinya terkejut. " Kau... Kenapa kau melakukannya? " Tanya Guardian Celestial tersebut kepada wanita cantik yang menusukkan pedang dari belakang.
__ADS_1
" Kenapa ya, hmmm... Karena kau adalag musuhku. " Jawab wanita cantik itu sambil tersenyum manis saat ia melakukan tindakan yang mengerikan itu. Wanita cantik itu pun menarik pedangnya dan menebas kepala guardian celestial tersebut. " Ayah pasti senang dengan informasi ini. " Lanjut wanita cantik itu sambil terseyum manis. Putri angkat kedua Lord of Death and Darkneass Rosse.