LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 61 pohon Akkarta


__ADS_3

Di bagian barat, terdapat banyak orang yang berlarian menuju ke satu tempat. Tempat yang mereka tuju adalah tempat dimana pohon Akkarta berada. Dimana, pohon tersebut jarang sekali berbua. Buah dari pohon Akkarta sangat lezat dan enak, selain itu, dapat juga menambahkan 5% energi sihir secara permanen jika di konsumsi.


Bagi orang yang memiliki Rank yang tinggi, mungkin buah dari pohon Akkarta tidak lah penting untuk mereka, karena penambahan energinya tidak sebanyak sebuah potion biasa. Namun, Bagi orang yang memiliki Rank rendah, serta tidak dapat meningkatkan rank nya lagi, karena sudah mencapai batas mereka. Buah dari pohon Akkarta, sangatlah berguna untuk mereka. Hal itu dapat membuat mereka lebih unggul di banding orang yang memiliki Rank yang sama dengan mereka.


Sesampainya mereka di tempat pohon Akkarta, terlihat di hadapan mereka, terdapat pohon yang besar nan indah. Serta pohon tersebut, memiliki buah di ranting - rantingnya. Namun hanya 10 buah saja. Dan itu tidak cukup untuk mereka semua.


" Buahnya hanya ada 10! " Teriak seseorang dengan keras dan membuat mereka semua saling memandang satu sama lain.


Sementara itu, Xi yang ada di atas batang pohon hanya melihati mereka yang sedang saling menatap itu. Sambil melihati mereka, ia bergumam " 10 buah... Ini akan menjadi kompetisi yang sengit. " Gumam Xi saat itu.


Para petualang saling memperebutkan buah pohon Akkarta tersebut. Mereka berlomba - lomba memanjat pohon Akkarta yang tinggi itu untuk mengambil buah nya, dan hal itu, tidak lepas dari kekerasan yang mereka lakukan untuk mendapatkan buah tersebut. Musuh yang ada di dekat mereka, mereka akan menyerangnya dan menjatuhkan nya, agar mereka tidak dapat mengambil buah tersebut.


Seseorang yang berada cukup tinggi di atas pohon, tepat di hadapannya terdapat sebuah buah Akkarta. Tampak seyum senang di wajahnya, dan ia mengulurkan tangannya untuk meraih buah tersebut. Saat ujung jari telah dekat dengan buah tersebut, sebuah mulut yang besar menggigit tangannya, dan membuatnya mejadi terkejut.


" Ehh... Aaaaa! " Terkejut, dan kesakitan serta jatuh kebawah dengan makhluk yang menggigit tangannya.


Semua yang melihat itu, mereka terkejut karena ada monster yang melindungi pohon Akkarta. Puluhan monster muncul, menatapi mereka semua dengan ganas. Mereka adalah monster tanaman, yang memiliki mulut yang besar, namun dengan ukuran tubuh yang kecil.


[ Tumbuhan mulut besar ] Rank : E.


[ Monster yang hidup secara berkelompok dan sering menyerang makhluk yang memasuki teritorial nya. ]


" Apa... Ada monster di pohon Akkarta? "


" Tidak usah takut! Mereka hanya monster E Rank! "


" Kita kalahkan dulu monster nya, lalu mengambil buah nya. "


Mereka segerah mengangkat senjata dan menyerang monster yang menghalangi mereka. Walau monster tersebut lemah, namun mulutnya yang besar, serta gerakannya yang lincah membuat nya sulit untuk di hadapi.


Selain monster mulut besar, ada juga monster bawang putih yang memiliki mulut yang besar pula. Serta ia memancarkan aroma yang tidak sedap dari tubuh mereka. Aroma yang tidak sedap itu, dapat mengganggu indra penciuman mereka.


[ garlic ] Rank : E.

__ADS_1


" Sialan... Bau nya, tidak enak! "


" Monster kurang ajar, berani sekali menggigit kaki ku! "


Walau mereka para petualang memiliki Rank rata - rata D dan C, namun menghadapi para monster yang jumlahnya banyak juga merepotkan. Serta ada monster tanaman lainnya, yang menyerang mereka. Monster yang memiliki rupa seperti bunga mawar, dan dapat berdiri layaknya manusia. Monster tersebut, menyerang dengan duri nya yang panjang sebagai senjata mereka.


" Jumlah monster cukup banyak, tapi... Apa yang akan terjadi jika semua buah itu di ambil? " Ucap Xi sambil bertanya - tanya mengenai pohon tersebut bila semua buah nya di ambil.


Namun, ia segerah membuang pikiran tersebut, dan melihat pertarungan di bawah sana kembali. Terlihat, di bawah sana ada seseorang berbedan besar serta berotot kekar, membantai para monster yang ada di hadapannya saat itu.


Tampak seyum senang dan kejam ia tunjukkan saat membantai para monster tersebut. Ia menerima semua serangan monster yang mengarah kepada dirinya, tanpa menghindarinya sedikit pun, dan memanfaatkan serangan monster yang mendekat ke arahnya, dan ia serang hingga monster - monster tersebut terbunuh.


" Hahaha! Mati kalian semua! Hahaha! " Ucapnya dengan senang sambil tertawa keras membantai para monster.


Xi pun mulai berdiri dan memegang sebuah dagger di tangannya, ia turun dari atas pohon dan dengan cepat membunuh monster yang ada di bawahnya. Setelah membunuh monster yang ada di bawahnya, ia menyembunyikan keberadaan nya dengan menggunakan skill Stealht, dan menghilang dari pandangan semua orang yang ada di sana.


Dengan mudah nya ia memanjat pohon dan mengambil tiga buah Akkarta. Seseorang yang melihat buah tersebut, melayang, mereka menyadari kalau ada seseorang yang mengambilnya. Dengan cepat seseorang berteriak dan memerintahkan rekannya untuk menyerang orang yang mengambil buah Akkarta.


" Ada seseorang yang mengambil buah Akkarta! Cepat serang dia! " Teriaknya dengan keras, dan membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka kepada orang yang mengambil buah Akkarta.


Orang tersebut turun sambil memegang tiga buah, buah Akkarta. Dengan satu tangannya memegang sebuah dagger yang tajam.


Semua orang yang melihat pria tersebut ada di dapan mereka sambil memegang buah Akkarta, mereka semua terseyum jahat.


" Hei nak. Patulah dan serahkan buah itu kepada kami. Dengan begitu kami tidak akan menyakiti mu. " Ucap salah satu petualang dengan seyum liciknya.


" Tidak perlu bicara baik - baik! Serang saja bocah ini, dan dapatkan buahnya! " Ucap pria berbadan besar dan kekar. Ia secara terang - terangan ingin mengambil buah tersebut di hadapan semua orang yang ada di sana.


Namun, pria yang ada di hadapan mereka sekarang. Mengangkat daggernya ke atas, lalu melemparkan nya dengan sangat cepat. Dalam waktu singkat tiga dagger melayang ke arah buah Akkarta yang masih berada di pohon. Saat itu daggernya mengenai semua ranting kecil buah tersebut, hingga membuat tujuh buah lainnya terjatuh ke tanah.


Mereka, yang melihat hal tersebut saling memandang satu sama lain. Dan segerah mereka melupakan buah yang di pegang oleh pria yang ada di depannya.


" Cepat ambil buah yang jatuh itu! "

__ADS_1


" Jangan sampai mereka mendapatkan nya! "


Para petualang berteriak saat melihat buah yang tersisa jatuh kebawah. Mereka mulai berlari ke arah pohon, cepat - cepat mengambil buah yang jatuh d sana untuk diri mereka sendiri. Mereka bahkan mengabaikan pria yang memegang tiga buah Akkarta yang ada di hadapan mereka saat itu.


Mereka saling memperebutkan buah tersebut, dan tidak mau kalah dari siapa pun. Pria besar yang kekar itu, dengan kesalnya ia melancarkan pukulan kuatnya kepada orang - orang yang ingin mengambil buah nya.


" Kalian para cecunguk dasar pengganggu! Akan aku habisi kalian jika kalian berani untuk mengambil buah ku! " Ucapnya dengan sangat keras, hingga membuat petualang lainnya gemetaran.


Namun, tanpa mereka sadari, akar - akar dari pohon tersebut mulai bergerak. Hingga akhirnya mereka sadar, akar pohon tersebut menyerang salah satu dari mereka hingga terbunuh.


Mereka yang sadar kalau pohon nya hidup, itu membuat mereka terkejut.


" Pohon nya hidup! "


" Apa pohon Akkarta ini monster! "


" UWAAA! " Teriakan para petualang yang terpental karena pohon tersebut menghempaskan mereka semua yang mengijak akarnya.


Para petualang berlarian ke sana kemari untuk menghindari serangan kuat dari pohon tersebut. Pria besar yang masih ada di sana, ia di serang terus oleh akar pohon Akkarta hingga membuat buah yang ia pegang terlepas dari genggaman nya.


' A... Buah ku! ' Ucapnya dalam hati dengan keras. Dan saat yang sama, ada seseorang yang mencoba untuk mengambil buah Akkarta miliknya.


Karena kesal, ia pun berteriak. " Kau b*jingan! Letakan kembali buah ku! " Teriaknya dengan keras kepada orang yang mengambil buahnya. Dan saat kata - kata itu jatuh, pria yang mengambil buahnya juga terjatuh dan terbunuh. Hal itu membuatnya menjadi terkejut kenapa pria yang mengambil buahnya mati.


Saat itu, sosok pria berambut putih dengan mata merah muncul dan mengambil buah Akkarta. Pria besar itu, merapatkan giginya, dan mulai menghempaskan akar - akar yang menyerang dirinya. Setelah ia terlepas dari lilitan akar pohon Akkarta, ia melompat ke arah pria berambut putih yang memegang buahnya.


" Serahkan buah ku! " Teriak pria tersebut sambil melompat ke arah pria berambut putih. Benturan kuat antara pukulannya dengan tanah, hingga membuat tanah yang di pukulnya jadi hancur. Namun pukulannya meleset dan tidak mengenai targetnya.


" Kau cepat juga dasar b*jingan! Kali ini tidak akan meleset! " Ucapnya dan melompat lagi ke arah pria tersebut.


Tiba - tiba beberapa anak panah melayang ke arahnya, saat ia berada di udara. Dan tiga anak panah mengenai dirinya. Hal itu membuatnya jatuh ke tanah dengan keras, hingga membuatnya terluka. Pria berambut putih itu, dengan santai melangkahkan kakinya dan menghampiri pria besar tersebut.


Pria besar itu, menatapinya dengan sinis, dan sangat marah. " Kau... Kembalikan buah milik ku! " Ucap pria tersebut dengan marah sambil merapatkan giginya.

__ADS_1


Namun pria berambut putih itu bukannya memberikan buah Akkarta kepada pria besar tersebut. Ia malah memberikan sebuah dagger yang tajam, dan menancap di kepala pria besar tersebut hingga membuatnya harus kehilangan nyawanya.


" Terimakasih sudah menjadi umpan untuk ku. Dengan begitu, aku tahu jarak serangan dari pohon Akkarta. " Ucap pria berambut putih dengan tatapan dingin, seolah ia tidak peduli siapa pun yang terbunuh saat itu.


__ADS_2