
Kedua patung itu menyerang Xi, dan mengejarnya. Namun dia dapat menghindari setiap serangan yang patung itu lancarkan. Baginya serangan kedua patung itu sangat lambat, dan mudah untuk di hindari.
Merasa sudah cukup bermainnya, menendang sebelah lengan salah satu patung tersebut hingga hancur. Namun dari tangannya yang telah hancur itu utuh kembali dengan menggabungkan serpihan - serpihan dari tangannya yang hancur.
" How... Pemulihan ya. Patung rank B dengan skill pemulihan, cukup buat repot juga. " Ucap Xi. Karena hal itu Xi sudah mengetahui skill yang di miliki oleh kedua patung tersebut. Kedua patung itu tidak akan mati walau sudah di hancurkan, hal tersebut sudah cukup untuk membuat sekelompok petualang ke repotan.
" Karena kalian gak gampang mati... Ku bakar aja kalian hingga jadi debu. " Ucap Xi.
Ia bergerak dengan cepat dan seketika berada di hadapan salah satu patung tersebut. Tangannya menyentuh patung tersebut, dan terletak di antara wajahnya. Menghantamkan patung tersebut ke tanah dengan keras, membuat tanah menjadi hancur. Api hitam muncul di tangannya dan menjalar ke patung yang ia pegang, menutupi patung tersebut dengan api hitam.
Setelah itu ia melihat patung yang satunya lagi, dengan sinis ia menatap. Bergerak seperti angin dan muncul di depan patung itu, menendang dengan kuat hingga menabrak pagar kastil.
" Ini akhir kalian... Gluttony. " Ucap Xi, sebuah lengan kegelapan yang besar melahap habis patung yang menabrak pagar tersebut, dan hancur tanpa bisa melawan sedikit pun. " Sekarang hanya perlu masuk ke dalam. " Lanjutnya sambil berjalan menuju pintu masuk kastil.
Ia membuka pintu kastil yang tertutup rapat itu, saat di buka suara bising dari pintu terdengar. Debu dan jaring laba - laba terdapat di sekujur ruangan. Di dalam hanya ada sedikit penerangan yang berupa lilin, ia berjalan menuju ke sebuah ruangan, dan tidak menemukan apa pun.
Setiap ruangan yang ada di dalam kastil itu ia periksa, setiap pintu yang bisa di buka ia buka dan periksa apa yang ada di dalamnya. Namun tidak ada apa pun yang penting di dalamnya, tak satu pun dari kertas - kertas yang ada di sana bisa menjelaskan kenapa ada banyak Chimera di halaman depan, dan bagaimana bisa menciptakan patung yang dapat bertarung tersebut.
__ADS_1
Saat ia keluar dari ruangan terakhir, dia berjalan menuju ruang utama. Saat ia memasuki ruang utama, angin di dalam ruangan berhembus kencang, kertas - kertas berterbangan. Cahaya lilin berubah menjadi hijau, api berkobaran.
Dari balik jendela banyak Chimera yang berdatangan seperti Zombie yang kelaparan. Berlari menuju kastil, dan mengarah pada ruang utama. Pintu terbuka dengan keras, jendela pecah, sepihan kaca berserakan di lantai. Para Chimera yang kelaparan mulai masuk kedalam.
" Apa - apaan... Humm... " Ucap Xi yang melihat situasi tersebut, ia melihat ke atas tangga. Di sana ada sosok yang sebelumnya muncul di jendela terseyum ke arahnya.
Walau begitu makhluk itu tidak sadar jika Xi sudah mengetahui keberadaannya, ia masih memandangi Xi dengan seyum yang mengerikan dari balik bayangan, dan menunggu Xi akan di habisi oleh para Chimera.
Namun sesaat kemudian Xi telah hilang dari pandangannya, dia bingung kemana perginya Xi.
Di dalam kebingungannya, sebuah tangan muncul dari balik kegelapan. Memegang kepalanya dan menghantamkannya ke dinding dengan kuat.
Dia sangat bingung mengapa orang yang ada di bawah tiba - tiba muncul di sebelahnya, dia tidak dapat menggerakkan kepalanya karena di tekan dengan kuat oleh Xi.
" Kau pikir aku tidak mengetahui keberadaanmu ha? " Ucap Xi dengan dingin, matanya menyalah dalam kegelapan. " Kau pasti sangat senang mengawasi ku dari atas sini. Dan menunggu aku mesuk kedalam perangkapmu dan di makan oleh makhluk - makhluk itu. " Lanjutnya dengan dingin.
Monster itu berkeringat dingin merasakan aura yang berbahaya berasal dari orang yang ada di belakangnya. Dia tidak mengira jika rencananya dapat di ketahui oleh orang itu.
__ADS_1
" Kau pasti mengira kalau aku tidak menyadari keberadaan mu... Namun kau salah besar, sejak awal saat berada di luar aku sudah mengetahui keberadaanmu. Hanya saja aku berpura - pura tidak menyadarinya. " Ucap Xi.
" Setiap ruangan yang aku kunjungi, aku selalu merasakan ke hadiranmu. Namun aku mengabaikan itu karena aku ingin kau beranggapan kalau dirimu berada di atas angin. Sampai kau menunjukkan dirimu dan memanggil semua Chimera yang ada. "
" Semua ini sudah aku perhitungankan sedari awal masuk ke dalam sini. Dengan kau sudah memanggil semua Chimera yang ada, aku tidak perlu repot - repot menghampiri mereka satu - satu. " Ucap Xi dengab tatapan yang dingin dan sinis. " Sekarang hanya perlu mengakhiri dirimu... " Lanjutnya.
Mendengar semua yang di katakan oleh Xi, dia sangat terkejut. Dia tidak mengira kalau semua ini sudah di atur oleh orang itu, sedari awal ia sudah di ketahui keberadaannya. Semua rencana yang ia susun hanya di manfaatkan oleh orang itu. Selama ini dia hanya menari - nari di telapak tangan pria itu.
Monster itu merapatkan giginya, dengan sekuat tenaga ia berteriak. Memanggil semua Chimera yang ada di bawah untuk naik ke atas. Para Chimera yang mendengar teriakan itu, mereka langsung merespon dan naik ke atas melalui tangga yang ada di sana.
Semua Chimera berjalan menuju ke arah mereka, naik melalui tangga. Saat banyak dari Chimera yang sudah berada di atas, Xi menghancurkan lantai tempat ia dan monster itu berpijak. Lantai itu hancur dan mereka berdua jatuh kebawah, sementara itu kebanyakan dari Chimera berada di atas.
" Sesuai perkiraanku. Kau akan memerintahkan mereka naik ke atas. " Ucapnya dan memukul monster tersebut dengan kuat hingga membuat kastil bergetar.
Namun monster itu masih hidup setelah menerima pukulan kuat dari Xi, ia pun melanjutkan serangannya dengan menendang monster itu dengan kuat hingga menghantam dinding kastil, dan membuat dinding tersebut hancur.
Monster itu kesakitan, namun dia masih dapat berdiri. Ia menahan rasa sakit yang dia dapatkan dari serangan Xi, berteriak memanggil semua Chimera untuk turun ke bawah dan menyerang Xi.
__ADS_1
" Untuk monster rank A sepertimu cukup tangguh juga... " Ucap Xi sambil menatapnya dengan sinis. Seketika setelah itu dia berada di depan monster tersebut yang sedang berteriak memanggil Chimera lainnya.
Ia memukul wajah monster tersebut dengan kuat hingga membuatnya terpental dan terserat - seret. Monster itu bangun dan menyerang Xi, setiap serangan yang ia lancarkan tidak satu pun bisa menyentuh Xi. Sebaliknya ia di permainkan oleh Xi, ia terus saja mendapatkan pukulan dari Xi. di belakang mereka terdapat banyak Chimera yang mulai berdatangan, dan siap membantu monster itu kapan saja.