LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
Ch. 300


__ADS_3

Sorakan setiap orang terdengar. Dan saat mereka sedang semangat-semangatnya, seorang dari mereka melihat dari kejauhan. Xi dan rombongannya datang berjalan kaki terlihat berjalan ke arah mereka.


Menyadari itu, segerah memberitahukannya kepada yang lainnya. "Hei, lihat! Itu yang Mulia!"


Suara sorakan seketika menghilang, dan semua pandangan tertuju ke arah yang di tunjuknya.


"Be benar... Itu Yang Mulia..."


PAK! Menepuk pelan pundaknya dan berkata"Apa yang kau lamunkan? Ayo kesana! Kita harus menyambut kedatangan Sang Raja!" Setelah mengatakan itu bersama yang lainnya mulai berlari.


Melihat yang lainnya lari dengan penuh semangat, sempat membuatnya terkejut. Tidak menyangka, kalau orang-orang ini begitu antusias menyambut Xi dan yang lainnya.


Beberapa orang mungkin mencoba untuk menghentikannya, bila itu ada di waktu normal, namun dengan catatan di negara lain.


Tetapi, disini, tepatnya saat ini bahkan Fai, Noir, dan Zyx membiarkan mereka menyambut kedatangan Xi. Entah kenapa, tetapi jauh didalam hati mereka, yang di lakukan orang-orang ini adalah hal yang benar. Mereka ingin menyambut kepulangan Sang Raja dengan hangat, semuanya terlihat di wajah mereka yang sangat tulus. Seperti menanti-nantikan moment ini sejak lama.


Fai, Nori, dan Zyx hanya bisa tersenyum melihat ketulusan mereka tanpa dapat berkata apa pun lagi. Sampai sebuah suara terdengar-


"Ya... Bahkan aku sudah mencoba untuk menghentikan mereka, tetapi mereka tetap ngotot. Maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa melakukan apapun..."


Ketiganya menoleh ke sumber suara.


"Oh, Nona Aqua..."


"Wanita cantik yang beberapa waktu lalu kalah dari Seiya."


"Bukan Seiya... Tetapi Velan."


Alih-alih memberikan beberapa kata untuk menenangkannya, ataupun memotivasinya. Tetapi, kedua orang ini, Fai dan Noir malah mengodanya.


Jelas, ketika keduanya mengungkit masa lalu itu membuat Aqua malu. Bagaimanapun, sebelumnya dia di kenal sebagai Putri lautan yang tak tertandingi, tetapi di kalahkan oleh seseorang yang bahkan namanya tidak terlalu terkenal pada masanya dulu.


Aqua tidak dapat menyangkalnya, dan hanya bisa diam sambil menunjukkan wajahnya yang memerah karena malu.


"Kalian, berhenti membully nya, sekarang kita semua adalah rekan. Tidak perlu mengungkit yang lalu-lalu."


"Zyx..." Matanya bersinar benderang. Tidak menyangka akan ada orang yang masih peduli pada dirinya, meski penampilan orang itu sangat menyeramkan. Bahkan jika hantu yang melihatnya, hantunya yang akan kabur.


Zyx berkeringat dingin, merasa tidak nyaman di lihatin dengan tatapan seperti itu. "Ok, berhenti menatapku seperti itu. Itu menakutkan..." Aqua kembali murung."Jadi, bagaimana dengan orang-orang yang masih ada di dalam? Apakah terkendali dengan baik?"Tanya Zyx kepada Aqua.


Mengangguk pelan, "Semuanya baik-baik saja. Juga berkat bantuan Airis, dan yang lainnya, semuanya menjadi lebih mudah."


Zyx legah. Meski tidak mengenal semua orang itu, tetapi mereka adalah orang-orang yang tinggal di wilayah tuannya. Dan menghormati tuannya selayaknya raja sejati. Tidak adalah salahnya jika menanyakan itu.


"Bagus, karena kita akan melakukan proyek yang besar setelah ini."


Aqua dan yang lainnya mengangguk setujuh dengan ucapan Zyx. Meski perang telah usai, namun masih ada yang harus mereka kerjakan.


Orang-orang itu berhenti. Sedikit debu yang mereka hasilkan ketika berlari, dan terhembus oleh angin ketika mereka berhenti hampir menyentuh Xi, dan mengotorinya.


Syukurnya ada sebuah penghalang yang tidak terlihat, sehingga melindungi Xi dan yang lainnya dari debu-debu tersebut.


Semua orang telah siap untuk di marahi, dan di hukum. Ini merupakan kesalahan mereka karena tidak berhati-hati.


Tetapi, Xi tidak mengambil itu ke hati. Dia mewajarinya. Lagi pula, mereka datang kemari untuk menyambut dirinya.


Melihat kiri dan kanan. Telihat semua orang masih diam seperti menunggu sesuatu.


"Sepertinya kalian semua baik-baik saja, syukurlah."


"I itu semua berkat Yang Mulai yang telah menyiapkan tempat perlindungan untuk kami."


"Benar, jika tidak, mungkin kami sudah tiada sekarang."


"Kebaikan, dan kebijakansanaan Yang Mulia akan selalu kami ingat di dalam hati."


"TERIMAKASIH YANG MULAI KARENA SUDAH MELINDUNGI KAMI!!!" Serempak, sambil menundukkan kepala mereka semua.


"Apa yang kalian katakan? Hah? Bukankah sudah sewajarnya, aku sebagai seorang Raja Melindungi rakyatku dari bencana?"

__ADS_1


Itu benar. Sebagai seorang Raja, melindungi Rakyat adalah sebuah tanggung jawab dari seorang Raja. Tidak ada yang salah dalam hal tersebut. Namun, tidak ada banyak orang yang mampu melakukannya, apalagi tanpa adanya korban jiwa sama sekali.


Bisa dikatakan, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah yang akan tertulis di buku.


Melalui perang besar antar Dewa, bahkan Sang Raja tidak melupakan tanggung jawabnya. Sehingga semua rakyatnya dengan selamat.


Ini membuat semua orang terharu, sekaligus meneteskan air mata mereka. Sebegitu berharganya kah mereka di mata Xi? Terkadang, rakyat biasa seperti mereka bahkan di telantarkan, dan tidak di perhatian oleh Bangsawan.


Ini menambahkan beribu-ribu kesan yang baik di dalam hati mereka terhadap Xi.


Melihat semua orang menangis, bahkan itu membuatnya bingung.


'Sebenarnya mereka kenapa sih?'Heran. berbisik kepada Yumiko dan yang lainnya.


Yumiko tidak menjawabnya, dan hanya membalas dengan tawa cekil dan canggung. Sepertinya Xi tidak mengetahui kalau mereka semua terharu dengan kata-kata nya.


Banyak pengikut setia yang selalu ingin berada di sisi Xi. Dan sekarang, itu menjadi semakin bertambah banyak, semuanya ingin mengabdikan hidup mereka untuk melayani Xi.


BRUK!! Semua berlutut bersama-sama.


Seseorang di antara mereka masih berdiri dan kebingungan kenapa semua orang berlutut tiba-tiba.


'Hei bodoh cepat berlutut!'Pelan


'Ah? Baik...'ikut berlutut.


"Yang Mulai telah memberikan banyak kebaikan kepada kami, kami semua sangat berterimakasih atas semua itu. Oleh karena itu, kami semua saat ini berlutut, dan memberikan pengabdian kami semua untuk melayani yang mulai..."


"SEKARANG DAN SELAMANYA, HIDUP KAMI HINGGA GENERASI YANG AKAN DATANG SEMUA MELAYANI YANG MULIA!!" Serempak dengan tegas dan dari lubuk hati mereka terdalam.


Bukan hanya mereka tahu sekarang dunia sudah aman, tetapi mereka juga sangat tahu, negara terbaik dan layak untuk menjadi tempat tinggal mereka adalah di sini. Bersama dengan Xi, dan seluruh bawahannya, mereka semua yakin ini adalah tempat teraman untuk mereka tinggal.


"Apapun itu... Terserah lah. Berdiri semuanya."


"Ya!"


Melihat kedepan. Dia melihat sekarang sama sekali tidak ada bangunan yang tersisa. Merasa sedih, padahal itu semua di bangun, dan di dirikan oleh semua orang sepenuh hati. Tetapi, dia tidak dapat melakukan apapun, sekarang semuanya telah rata dengan tanah.


"Ini salah kami tuan karena tidak dapat melindunginya negara ini dengan baik. Kami pantas mati..."


"Tidak, kalian sudah melakukan yang terbaik..." Berjalan beberapa langkah kedepan, semuanya bingung."Sekarang, sudah saatnya kan kita membangun semuanya lagi dari awal?" Xi terlihat bersemangat untuk membangun, dan menata ulang semuanya untuk menjadi dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Saling menatap, tersenyum, dan mengangguk.


"Ya!"


Semuanya bersemangat, dan mulai mengumpulkan semua bahan yang di perlukan untuk membangun.


Pertama, Orang-orang itu mengambil banyak peralatan yang tersimpan di gudang yang terletak di dalam labirin. Mulai mendirikan banyak tenda, untuk menjadikan tempat untuk mereka beristirahat sementara.


Dengan peralatan yang mereka punya, mencari material-material yang di perlukan untuk membuat rumah, serta bangunan-bangunan jenis lainnya.


Mereka mencari di dalam hutan, di tambang, bahkan ada beberapa dari mereka sampai mencari material yang di butuhkan didalam laut. Semuanya bekerja dengan penuh semangat.


Waktu itu berlalu dengan sangat cepat. Dan semua orang masih saling bahu membahu membangun semuanya.


Banyak rumah telah berdiri sekarang, dan tertata rapih.


Seiya mengawasi semua pekerja, dan meminta mereka untuk bekerja dengan baik dan berhati-hati agar tidak terluka.


Selain, rakyat biasa, dan pekerja yang khususnya dalam pembangunan. Mereka juga di bantu oleh pasukan kegelapan, dan para undead yang jelas tidak kenal dengan rasa lelah, haus, apalagi lapar. Sehingga, dalam beberapa hari saja, ratusan bangunan telah berdiri kokoh.


Beberapa Assassin datang, dan menyampaikan laporan kepada Seiya.


"Tuan Seiya. Kami telah membeli semua bahan yang di butuhkan dari berbagai negara yang ada di penjuru dunia. Dan semuanya akan segerah sampai disini."


"Bagus, apakah kalian juga sudah melihat, dan memeriksa kualitas barangnya?"


"Ya, kami sudah mengeceknya. Dan semuanya adalah yang terbaik dari yang terbaik."

__ADS_1


"Bagus."


Pemesanan bahan material seperti Kayu, batu, semen, besi dan lain-lain nya berasal dari seluruh negara yang ada di dunia, dan dari berbagai benua.


Dan semua itu akan di antarkan oleh pasukan udara melalui kapal terbang, beberapa spesies monster berukuran besar dan dapat terbang dengan jarak yang jauh serta mampu menganguk bawaan yang berak.


Banyak sekali spesies monster yang di pekerjaan dalam masa pembangunan ini, dan tentunya mereka di rawat dengan sangat baik. Sehingga, para monster dapat lebih semangat lagi, dan tetap sehat.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, istana yang besar, dan mewah telah berdiri di tengah-tengah kota. Di kelilingi oleh banyak bangunan yang megah pula. Tidak kalah kerennya, juga bangunan terbang di sekitar istana seperti sebuah menara penjagaan.


Terlihat sistem pertahanannya sangat kuat, dan mustahil ada mata yang berhasil lolos dari penjagaan.


Di alun-alun kota, terdapat sebuah pohon besar yang di kenal sebagai pohon kehidupan, dan pohon itu telah tubuh besar, karena telah berada di sana dan menghasilkan banyak buah-buah yang segar lagi menyehatkan selama 17 tahun ini.


Awalnya, mereka ingin mendirikan patung yang besar, untuk menyimbolkan keagungan, dan kehebatan Xi. Namun, Xi menentangnya, dan lebih memilih untuk menanam sebuah pohon yang besar lagi indah, dan dapat memberikan banyak manfaat bagi warganya.


Alasan Xi cukup simpel kenapa dia tidak ingin patungnya ada disana. Alasannya adalah, itu terlihat memalukan untuknya, jadi dia menggantikannya dengan sebuah pohon yang dapat menghasilkan buah yang bermanfaat.


Seluruh istana di penuhi oleh prajurit yang terlihat gagah dan berani. Postur tubuh berdiri tegap mereka sempurna, dengan full armor sihir yang sangat kuat. Senjata mereka adalah senjata magis dan semua berada di Rank Uniq, pedang, tombak, halberd, gada, panah, dan berbagai macam jenis sejanta lainnya.


Semuanya berdiri di sana dengan tatapan mata yang tegas, bagaimanapun, semua orang tentunya orang asing akan ketakutan melihat mata para prajurit itu yang selalu memancarkan hawa yang mengerikan seperti niat membunuh.


Seorang wanita cantik, berambut putih panjang hingga ke pinggang. Memakai baju hitam kemerahan, dan terlihat sangat mewah dengan sebuah pedang seperti katana melingkar di pinggang nya.


Dia berjalan di antara prajurit itu, di jalan setapak sana. Dengan santai, dan bahkan terlihat mengabaikan mereka semua.


Meski begitu, tidak ada satu pun prajurit yang menegur dirinya.


Hingga sampai dirinya di depan pintu gerbang, dia di sambut oleh seorang wanita cantik. Pakaian mereka sama, namun jelas mereka berbeda. Pedang besar ada di punggungnya, dan terasa itu dapat menghancurkan apapun.


Suara tinggi terdengar, menegur wanita berambut putih itu yang baru saja datang.


"Kau terlambat lagi Syura!" Meski tegas, tetapi tidak ada niatan permusuhan sedikitpun. Dia hanya mencoba untuk mengingatkannya. Bahwa hari ini adalah hari yang sangat penting.


Wanita bernama Syura tersenyum. Menatap wanita itu dengan mata merahnya secerah kristal.


"Jangan marah seperti itu kak, atau nanti kau akan cepat tua." Dia sedikit menggodanya. Dia tahu, wanita di hadapannya ini. Dia adalah kakak kandungnya, Mizuki Arcadia. Dan dirinya adalah Syura Arcadia, putri kedua Xi dan Yumiko.


Tidak menanggapinya.


Syura berjalan menaiki tangga. Sesampainya di atas, kemudian dia berbicara lagi.


"Jadi, bagaimana kondisi dunia itu?"


"Sangat buruk, semuanya terendam oleh air, dan hanya menyisakan sedikit daratan. Itu pun adalah puncak dari gunung-gunung yang tinggi."


"Tapi kau tenang saja, aku sudah menemukan orang yang tepat untuk masalah itu. Lalu, bagaimana denganmu?"


"Bencana nya baru saja di mulai, dan aku sudah menemukan orang yang di maksud oleh ayah. Untuk masalah bisa tidaknya mereka menyelamatkan dunia mereka, itu bukan urusanku. Itu urusan mereka sendiri."


"Kau benar, kita memang tidak perlu ikut campur lebih dalam lagi. Cukup mereka saja yang melakukannya dengan bantuan yang kita berikan."


"Ya."


Pintu terbuka lebar. Kedua masuk kedalam istana setelah itu sepenuhnya terbuka.


Didalam istana, terdapat banyak sekali penjaga penjaga yang sangat kuat, bahkan kekuatan mereka mampu untuk menghancurkan sebuah negara. Saat ini, mereka hanya bisa berdiri mematung di depan semua eksekutif yang telah berkumpul.


Kekuatan mereka memang hebat, tetapi tidak dapat di bandingkan dengan semua eksekutif yang ada.


Di depan sana, dari semua eksekutif yang ada. Terlihat, ada beberapa orang lainnya, yang berusia seusai dengan Syura, dan dua orang lebih tua dari pada Mizuki.


"Sepertinya hanya kita yang terlambat kak."


"Kau benar, semua saudara kita sudah menunggu disana."


Setelah semuanya berkumpul. Mereka berlutut di hadapan seseorang yang baru memasuki ruangan, dan duduk di atas tahta selayaknya penguasa mutlak.


Xi Arcadia, telah mendirikan negaranya selama 17 tahun, dan telah menjadi negara terkuat di seluruh dunia. Kekuatan sejati negara ini tersembunyi di Hidden World. Kekuatan yang dapat mengguncang angkasa luas.

__ADS_1


"Sekarang, mari kita mulai upacara perayaannya. Ulang tahun ke-17 Negara Tyran, Draconic Empire."


__ADS_2