
Sanzun terduduk diam di tanah dan tidak bisa berkata apa pun. Ia sangat terpukul setelah ia kalah mawalam seorang wanita muda yang bahkan usianya belum sampai 20 tahun. Itu benar - benar menjadi sesuatu yang sangat memalukan baginya yang memiliki reputasi besar di daratan ini. Namun, saat berhadapan dengan kekuatan Absolut semua strategi dan kehormatan tidaklah ada artinya.
Xi melangkah kedepan menghampiri Sanzun yang terduduk diam di bawah pohon. Sanzun yang melihat pria muda yang ada di hadapannya, ia pun bertanya " Siapa kau? " Kata Sanzun.
Melihat itu, Xi tersenyum tipis dan membalas " Heh! Aku pikir kau sudah tidak bisa bicara lagi karena telah di hajar olehnya. Tapi itu tidak penting, karena mulai sekarang aku adalah tuanmu. " Balas Xi dengan suara yang dingin.
Sanzun terkejut setelah pemuda itu berkata seperti itu. Dengan keras ia menolak. Lalu berdiri membanggakan dirinya kembali seperti sebelumnya saat ia belum di kalahkan oleh Airis. Ia berdiri kembali sambil memegang erat tombak yang ada di sampingnya. Tombak itu adalah tombak milik bawahannya yang telah di jatuhkan oleh wanita berambut pirang.
Ia berdiri sambil tertawa ia berkata " Hahaha! Apa kau sedang membuat sebuah lelucon? Aku sebelumnya adalah seorang petualang Rank A yang sangat di hormati oleh kekaisaran Fafnir! Dan sekarang aku adalah seorang Boss bandit hutan yang memimpin pasukan dengan total pasukan 1200 orang, dan menjadi penguasa di hutan ini. " Kata Sanzun sambil membanggakan semua pencapaian nya semasa ia hidup. " Memangnya kualitas apa yang kau miliki? Sampai kau memginginkan aku memjadi bidakmu! " Lanjut Sanzun sambil bertanya kepada Xi.
Dengan tenang Xi menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Sanzun. " Bukankah itu sangat mudah, secara alami kami lebih kuat darimu! Bahkan kedua bawahanku mampu mengalahkan pasukan elitemu, bahkan salah satunya menang duel saat melawanmu. Apa itu masih belum cukup? " Balas Xi dengan tenang. Dan bertanya kembali kepada Sanzun mengenai kelayakannya tentang dirinya yang akan menjadi tuan baru untuk Sanzun.
Mendengar itu Sanzun terdiam sesaat. Namun, hal semacam itu masihlah tidak cukup untuk menjadinya bawahan orang lain. Ia sangat mempertahankan kehormatan dan kebanggaan yang ia miliki. Dengan bangga ia mengatakan " Hahaha... Itu hanya 20 orang saja, selama aku masih hidup, aku dapat menggantikan dengan yang baru. Bawahanmu itu kuat, tapi apakah kau sekuat bawahanmu itu? Apakah mereka dapat mengalahkan 1200 bawahanku yang terisisa? " Kata Sanzun.
Bawahannya yang masih tersisa di sana, mereka tertawa keras. Berpikir dalam pikiran mereka kalau pemuda itu sangat lah bodoh. Sambil tertawa setelah mendengar lelucon yang Xi berikan, mereka pun berkata " Hahaha, meski pun bawahan bocaj ini sangat kuat, tapi otaknya sangat kecil... "
" Sungguh bocah penuh omong kosong, apa kah kau berpikir hanya dengan itu dapat menundukkan boss kita? "
" Apakah kau berpikir kita semua ini lemah? "
" Saat yang lainnya tiba di tempat ini, aku ingin lihat apakah bocah ini masih bisa bersikap sombong! "
Mendengar ocehan mereka semua yang merendahkan Xi, Airis dan Astia sangat marah. Mereka berdua sudah di ujung taring, dan siap menyerang sekelompok bandit itu kapan saja mereka mau. Akan tetapi, usahanya di hentikan dengan Xi yang memgangkat tangannya. Mengisyaratkan kepada mereka untuk tidak melakukan tidakan yang tidak di perlukan.
Bersamaan, Xi menepis wajahnya sendiri dengan pelan sambil bergumam di dalam hatinya. " Sepertinya aku terlalu cepat menariknya untuk menjadi bawahanku... Ya tidak masalah, jika bicara tidak bisa maka dominasi lah mereka dengan kekuatan. " Gumam Xi.
Setelah itu, ia pun membuka matanya. Mengangkat tangannya penuh dengan energi sihir yang menyelimutinya. Segerah ia melepaskan sebuah serangan sihir yang berupa sebuah semburan api panjang.
Semburan api itu dengan cepat melayang ke arah Sanzun yang berdiri tidak jauh di depannya. Sanzun yang melihat hal tersebut sangat terkejut, dan hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena tidak mungkin bisa menghindar lagi serangan tersebut dengan jarak yang sangat dekat.
Sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Sanzun pun mengucapakan sebuah kata " Sial! " Teriak Sanzun dengan keras. Ia takut dengan serangan yanh di lontarkan oleh pemuda berambut putih itu.
DUAR! Terjadi ledakan yang sangat kuat. Asap tebal karena ledakan dari semburan api panjang menyesakkam nafas.
__ADS_1
" Uhuk uhuk... Ha... Aku baik - baik saja? Kenapa dia tidak menyerangku? " Kata Sanzun sambil bertanya dengan bingung.
Setelah ledakan itu, muncul angin yang berhembus sangat kecang sehingga membawa asap hitam itu pergi. Dalam sekejap semua asap hitam itu menghilang, dan setelah asap itu menghilang Sanzun terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
Tepat di sebelah Sanzun terdapat sebuah bekas tembakan semburan api panjang yang tadi terlintas di sebelahnya. Ia sangat terkejut karena serangan itu sangat kuat bahkan sampai dapat membakar tanah hingga hangus.
Sanzun yang melihat anak buahnya terjatuh karena terkejut, ia pun juga ikut melihat ke arah para bawahannya lihat. Saat ia berbalik, dia sangat terkejut dengan kedua bola matanya meju kedepan, rahangnya jatuh ke tanah, dan ia hanya bisa diam mematung saat melihatnya. Terlihat di sana terdapat sebuah bekas yang lebih mengerikan dari pada yang melintasi nya tadi.
Ia ingat bahwa di belakangnya penuh dengan pepohonan, serta ada bebatuan besar yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada. Dan saat ini ia melihat hutan terbakar hingga hangus tak bersisa dengan batu besar yang ada di dalam hutan hancur karena kuatnya serangan tersebut.
Dengan raut wajah terkejut dan takut, ia pun berkata " A - apakah ini... Bekas dari serangan bocah itu? " Kata Sanzun dengan keras. Wajahnya pucat dan penuh keringat saat melihatnya. Ia menatap wajah pria muda itu dengan ketakutan, dan tanpa sadar, kakinya gemetar tanpa henti. " Rank S! Dia pasti seorang Rank S!!! Hanya Rank S yang memiliki kekuatan seperti itu... " Kata Sanzun dalam hatinya. Ia benar - benar sangat takut dengan pemuda itu setelah melihat kekuatan nya yang begitu menggila.
" Sebenarnya siapa mereka ini? Dan apa yang mereka lakukan di tempat ini? Bagaimana bisa dalam satu party memiliki 3 Rank S sekaligus... Dari mana mereka berasal? " Tanya Sanzun dalam hatinya. Ia penasaran dari keluarga mana ketiga orang ini berasal. " Ke kekuatan ini... Bahkan kekaisaran Fafnir tidak memiliki memontum sehebat ini... " Lanjut Sanzun dal hatinya.
Bersamaan dengan itu, para bawahannya pun juga di buat terkejut dengn kekuatan yang dimiliki oleh pemuda itu. Mereka pun mundur beberapa langkah, dan bergaja - jaga kalau sampai pemuda itu menyerang mereka. Dimana sekarang mereka siap lari kapan pun itu bila mereka merasakan adanya niat membunuh dari pemuda tersebut.
" Ti tiga Rank S! Kekuatan seperti ini sudah cukup untuk menggulingkan sebuah negara kecil bukan... "
" Jika mereka sekuat ini, bahkan dengan 1.200 orang kita yang tersisa datang, mustahil bagi kita dapat menang melawan mereka bertiga! "
Mereka semua benar - benar di buat terkejut, dan tidak dapat membayangkan seberapa mengerikannya ketiga orang itu. Bahkan jika mereka semua 1.200 orang menghadapi ketiga orang itu, dal beberapa menit mungkin mereka telah di ratakan dengan tanah. Mereka semua yang ada di sana, tidak mau membayangkan diri mereka berakhir seperti itu.
Xi maju satu langkah mendekat pada Sanzun yang masih terdiam. Di saat itu, ia menatap Sanzun dengan tatapan sinis dan dingin, namun penuh dengan karisma pada dirinya. " Sekarang, tentukan pilihanmu... Tunduk atau... " Kata Xi dengan penuh karisma. Namun sebelum ia selesai berbicara, Sanzun terlebih dahulu menyelahnya.
Sanzun berlutut di dua lututnya, wajahnya penuh keringat. Meletakkan kedua tangannya di tanah, lalu mengetuk kepalanya dengan keras di tanah sebanyak tiga kali. Setelah ia mengangkat kepalanya lagi, muncul bekas tanda merah pada dahinya.
Para bawahannya mengikuti Sanzun sebagai Boss mereka memberi hormat. Tidak ada yang berbicara, kecuali Sanzun yang ada di hadapan Xi saat ini.
" Saya bersedia! Saya bersedia melayani anda... Mulai sekarang, anda adalah pemimpin dari kelompok bandit hutan! Apa pun yang anda katakan adalah perintah... " Kata Sanzun sambil berlutut. Dalam kepalanya, ia masih terbayang - bayang kengerian dari kekuatan yang di tunjukkan oleh Xi tadinya.
" Kami semua bersedia melayani Tuan! " Kata para bandit yang lain dengan serempak.
Bersamaan dengan itu, para bandit lainnya sampai di tempat. Pada saat mereka sampai, mereka semua di buat bingung dengan pemandangan yang mereka lihat. Dimana rekan - rekan mereka berlutut pada pemuda berambut putih yang ada di sana. Bukan hanya sekedar rekan - rekan mereka saja, tapi juga Boss besar mereka juga ada di sana.
__ADS_1
Di sisi lain, kelompok bandit hutan lainnya juga sampai di tempat dengan pemimpin kelompok mereka masing - masing. Tampak seorang pria botak halus berbadan besar dan kekar. Pria botak itu melambaikan tangannya pada Boss bandit dengan sebuah senyuman yang terukir di wajahnya " Kakak! Jangan khawatir, kami di sini untuk membantumu! " Kata pria botak itu dengan senang. Ia pun bergegas memegang palu besar miliknya dengan erat.
[ Balbastar ] Rank : A. Level : 90. Exp : 20.000. Class : Tank.
Di sisi lain juga, ada kelompok bandit lainnya yang sampai di tempat mereka berada. Pemimpin dari kelompok bandit itu dengan erat memegang kapaknya, dan dengan marah berkata " Bocah! Jika kau tidak ingin kepalamu melayang, cepat lepaskan kakak ku!! " Kata pemimpin dari kelompok bandit tersebut.
[ Alans ] Rank : B+ Level : 85. Exp : 15.000. Class : Warrior.
Dan kelompok terakhir para bandit yang datang, tepat berada di belakang mereka semua. Terdapat dua orang yang memimpin kelompok tersebut, karena kedua kelompok itu bergerak secara bersamaan.
" Kakak! Jangan takut, adikmu ini akan menolongmu! " Ucap salah satu pemimpin kelompok tersebut dengan erat memegang pedangnya, mengacungkan pedangnya yang tajam kepada Xi.
[ Bass ] Rank : B+ Level : 80. Exp : 14.000. Class : Swordman.
" Berengsek, jika kau berani macam - macam kepada kakak ku, akan aku bakar kau sampai hangus! " Kata pemimpin kelompok bandit terakhir dengan marah melihat kakaknya yang di lukai oleh orang tidak di kenal.
[ Rots ] Rank : B+ Level : 82. Exp : 14.000. Class : Mage tipe Api.
Semua orang itu datang ke tempat tersebut untuk menolong saudara tertua mereka, yang mereka pikir telah di jadikan sandera oleh pemuda berambut putih yang ada di sana. Mereka berniat ingin mengambil saudara mereka dengan paksa jika pemuda berambut putih itu tidak mau melepaskan saudaranya baik - baik.
Melihat adik - adiknya datang untuk menolongnya, dengan sigap ia berdiri lalu berkata kepada mereka semua. " Tunggu! Turunkan senjata kalian! Jangan ada yang menyerang! " Kata Sanzun dengan keras memperingati adik - adiknya untuk tidak melakukan hal yang menyinggung tuan barunya. Ia cemas jika adik - adiknya menyinggung tuannya, maka tuannya akan membunuh mereka semua. Menurutnya akan lebih baik jika hanya dia saj yang di bunuh, namun adik - adiknya tetap hidup.
Walau Sanzun adalah seorang boss bandit yang di kenal sangat kejam, namun kecemasan mau pun kekhawatiran nya terhadap adik - adiknya lebih besar dari pada reputasinya yang ia miliki. Tidak peduli apa pun itu, selama adik - adiknya baik - baik saja Sanzun akan melakukan segelanya.
Mendengar Sanzun yang berteriak meminta mereka semua untuk berhenti, segerah dengan cepat mereka menghentikan langkah mereka. Tampak wajaj khawatir pada mereka semua, karena mereka takut kalau kakak mereka akan di bunuh oleh pemuda berambut putih itu apa bila mereka tidak mendengarkan perintah kakak mereka.
" Ke empat suadaramu sangat setia kepdamu... Kau benar - benar punya saudara - saudara yang baik. " Kata Xi dengan tenang. Ia salut dengan ikatan persaudaraan mereka walau mereka itu adalah bandit.
" Terimakasih atas pujian anda tuan, tapi tuan tidak perlu khawatir karena sekarang bandit hutan telah menjadi milikmu! " Kata Sanzun sambil membungkuk. Wajahnya berkeringat saat melihat saudara - saudaranya datang dengan hebo, dan mengacungkan senjata mereka semua pada taunnya. " Tuan, tolong izinkan saja pergi untuk membujuk mereka semua untuk menyerah... " Pinta Sanzun kepada Xi.
Xi pun mengangguk kecil menyetujui permintaan Sanzun itu. Setelah mendapatkan persetujuan itu, segerah Sanzun pergi menghampiri semua adik - adiknya yang datang menuju bahaya demi menolong dirinya.
Di waktu yang sama, saat Sanzun pergi meninggalkan Xi. Dengan khawatir kalau Sanzun akan kabur, Airis pun bertanya " Xi - Sama, kenapa anda membiarkan dia pergi begitu saja, bagaimana kalau nanti dia tiba - tiba saja kabur? " Tanya Airis sambil membungkuk.
__ADS_1
Xi melirik Airis dengan mata merah menyalah. Sontak hal tersebut membuat Airis sedikit terkejut dan gemetaran. Bukan hanya Airis, namun juga Astia yang ada di sampingnya. Ia juga gemetaran saat Xi melirik mereka dengan mata merah menyalah itu. Mereka merasa kalau mereka sekarang sedang berada di depan seekor naga yang sangat mematikan, yang akan menentukan hidup dan mati mereka.
" Kabur? " Tanya Xi kembali. Xi sedikit tersenyum tipis, lalu berkata " Jika dia berusaha untuk kabur, bahkan jika ia kabur lewat jalur manapun, Darkness Army sudah siap untuk menikam mereka semua. " Kata Xi dengan percaya diri. Pada saat itu, semua Darkness Army telah bersembunyi di balik bayangan pepohonan - pepohonan yang ada di sekitar mereka. Dan mustahil untuk kelompok bandit hutan ini untuk keluar dari genggamannya hidup - hidup.