
Xi terjebak di dalam inti matahari, di dalam sana ia tidak sadarkan diri dan membiarkan api yang panas membakar tubuhnya perlahan - lahan. Pakaian yang di kenakan oleh Xi perlahan terbakar dan tidak menyisakan sedikit pun helai benang. Kulit mulai terkupas karena suhu yang begitu panasnya.
Di bawah alam bawah sadar, tempat dimana kekuatannya berpusat. Di sana dua kekuatan besar saling bertarung, menunjukkan dominasi mereka satu sama lain. Antara kekuatan Naga hitam mau pun kekuatan kematian, kedua tidak mau saling mengalah, dan ingin menjadi yang paling mendominasi.
Kekuatan yang begitu besar dan sangat angkuh, sangatlah sulit untuk di kendalikan. Mungkin itu bisa di gunakan, namun tidak bisa di gunakan secara bersamaan. Kedua kekuatan itu, layaknya air dan minyak yang tidak mungkin dapat bersatu menjadi satu kesatuan. Mereka akan saling berpisah dan selalu berpisah.
Bersamaan dengan itu, di luar matahari. Lima portal berukuran raksasa menarik lima bintang yang telah mati. Memindahkan bintang - bintang mati yang ada di penjuru Galaxy untuk di tabrakan ke matahari. Demi menciptakan sebuah ledakan super nova yang akan menghancurkan segalanya, bahkan tatanan dari Galaxy itu sendiri.
Sementara itu, di Dunia Cardinal. Dua Dewa yang di summon oleh Kray bergerak bersama pasukan mereka menyerang negara Asgar. Asgar yang telah mengevakuasi penduduk pun berperang melawan para monster yang mencoba untuk menghancurkan negara Asgar.
Semua kekuatan di kerahkan untuk menghadapi para monster yang datang menyerang. Tidak ada yang tidak berperang saat itu, semuanya berperang untuk mempertahankan Asgar agar tetap berdiri.
Angin sejuk berhembus sangat kencang, membekukan para monster yang mencoba melewati perbatasan negara Asgar. Saat itu, Yumiko muncul dengan anggun, memainkan sihirnya dengab elegan dan menyebarkan serangannya pada monster yang terus bergerak maju tanpa henti.
Ledakan demi ledakan terjadi secara berulang - ulang. Es berada di mana - mana, membekukan para monster yang ganas itu. Para prajurit menggunakan kesempatan tersebut untuk membunuh para monster yang terluka atau pun melemah karena es milik Yumiko.
Memandang kedepan, menatap Blastoise yang bergerak lambat di balakang para monster yang terus berdatangan. Walau jauh, Yumiko dapat melihat dengan jelas kalau Blastoise terus mensummon para monster menggunakan sihir serta magma yang terus mengalir keluar dari tubuhnya.
Setiap monster yang di summon terlahir dari panasnya magma Blastoise, memiliki kekuatan yang besar, serta resistensi api dan es yang tinggi. Itu membuat para monster yang di lahirkan oleh Blastoise sangat sulit untuk di kalahkan oleh para prajurit biasa.
Bukan hanya sulit, namun para prajurit dengan mudahnya di bantai oleh para monster - monster tersebut. Monster - monster itu terus menembakan berbagai jenis serangan api tanpa henti, sehingga saat serangan itu berada di udara, itu terlihat seperti meteor dalam jumlah banyak yang akan menghantam daratan.
Jatuhnya serangan api ke daratan, membuat banyak prajurit berjatuhan. Sulit rasanya bagi mereka untuk menghindari semua serangan itu karena ada banyaknya serangan yang jatuh dari langit.
Melihat situasi tersebut Yumiko menyipitkan matanya sambil berkata " Ini tidak bagus... Monster - monster itu terlalu kuat! Hanya untuk membunuh satu monster itu beberapa dari mereka di hancurkan. Ini situasi yang sangat buruk! " Kata Yumiko dalam hatinya. Saat itu matanya langsung terbuka lebar ketika melihat Blastoise membuka mulutnya yang telah penuh dengan api yang berkobar.
" Dia berniat untuk menghanguskan Asgar dalam sekali serang?!! Tidak akan aku biarkan semudah itu! " Lanjut Yumiko dengan serius. Menggunakan energi dalam jumlah yang besar, memunculkan banyak dinding - dinding es yang tinggi dan tebal untuk menghalangi Blastoise.
100 dinding es yang tebal dan tinggi, serta di lapisi oleh energi sihir yang begitu padat. Bahkan membuat tanah di sekitarnya membeku dengan sangat cepat, hanya dalam hitungan detik membuat area sekitar menjadi es yang dingin.
Ketika 100 dinding es yang kuat dan kokoh baru saja berdiri, Blastoise melepaskan serangan super kuatnya dengan skala yang sangat besar. Saat melepaskan serangan itu, terjadi ledakan gelombang kejut yang kuat yang bahkan sampai menyobek udara. Sebuah pilar api dalam skala besar bergerak melewati para monster yang ada di depannya. Memusnahkan apa pun yang di lewatinya tanpa terkecuali, bahkan sel - sel dari para monster sekali pun di musnahkan olehnya.
Serangan api menghantam dinding es yang kuat dan kokoh. Ketika bertabrakan dinding es yang berdiri sangat kokoh terlihat terdorong mundur. Kuatnya tabrakan itu, menciptakan sebuah ledakan yang begitu hebat, menghancurkan area sekitarnya dalam jangkauan yang sangat luas, menghempaskan apa saja yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
Puing - puing dari dinding es yang berbakar beterbangan kemana - mana. Dampak dari serangan Blastoise begitu mengerikan, itu sampai membuat 100 dinding es yang super kokoh hancur dan hanya menyisakan satu yang masih berdiri. Dan itu pun, dinding es terakhir sudah mengalami banyak sekali retakan yang terlihat hampir ingin roboh.
Permukaan tanah di sekitarnya benar - benar hancur, dan tidak di ketahui seperti apa bentuk awal atau pun bentuk sebenarnya dari pemukaan tanah itu tadinya. Api berkobar dimana - mana, sangat panas dan tidak terpadamkan.
" Kekuatan yang gila! Bahkan setelah menggunakan seluruh kekuatan ku, dampaknya masih sangat besar... " Kata Yumiko dalam hatinya. Tangannya gemetar ketika melihat kerusakan yang di hasilkan dari ledakan yang terjadi tadi. Itu tidak bisa di anggap remeh, jika serangan Blastoise langsung menghantam Asgar, sudah di pastikan Asgar akan rata dengan tanah.
Yumiko mengumpulkan energi sihirnya memusatkan pada kedua tangannya yang lembut dan menghasilkan butiran - butiran es yang berkilau. Saat merapalkan sihirnya, perubahan cuaca pada di sekitar terjadi. Langit mendung dengan gemuruh petir yang luar biasa, awan hitam berputar dan berpusat pada satu titik.
Embun salju mulai berjatuhan dari langit menutupi tanah. Cahaya biru bersinar terang di kedua tangannya, memancarkan aura dingin yang begitu kuat. Yumiko mengarahkan tangannya pada Blastoise yang ada di depannya " Icy hell explosion! " Ucap Yumiko. Serangan dalam skala besar Yumiko lepaskan. Dengan kekuatan penuh menghantam Blastoise dengan sangat kuatnya.
Terjadi ledakan yang cukup besar menghasilkan hawa dingin yang membuat seluruh tubuh menggigil. Monster - monster yang ada di sekitar ledakan mati kerena membeku.
Kabut tebal menutupi area ledakan, itu membuat Yumiko kesulitan untuk melihat dengan jelas. Namun, sesaat setelah ledakan terjadi, Blastoise tidak sedikit pun menunjukkan pergerakannya. Akan tetapi, Yumiko mengetahui kalau Blastoise itu masih hidup walau tidak bergerak.
Saat itu seseorang wanita datang menghampiri Yumiko. Karena ledakan yang terjadi membuatnya menjadi penasaran. " Apa kau sudah membereskan monster itu Yumiko? " Tanya Yurika kepada Yumiko.
Yumiko menanggapinya dengan berkata " Jika monster - monster lainnya iya, tapi untuk bos nya belum. Walau dia tidak bergerak setelah terkena seranganku, tapi melihat kekuatan yang dia miliki, tidak mungkin serangan seperti itu dapat membunuhnya. " Jawab Yumiko.
Setelah Yumiko selesai menjawab pertanyaan Yurika, suara teriakan yang sangat keras terdengar hingga memekik kan telinga. Saat itu, daratan bergetar hebat dan area yang sebelumnya di pemuhi dengan es, berubah menjadi magma yang sangat panas.
" Tidak sepenuhnya... Seranganmu berhasil membuatnya tidak bisa mensummon monster lagi. Sepertinya hanya tersisa dia seorang saja yang peluh kita hadapi! " Ucap Yurika.
Yumiko dan Yurika melepaskan kegelapan dalam jumlah besar, dari kegelapan itu muncul banyak monster - monster spiritual, dan prajurit - prajurit hitam yang mengerikan.
Yumiko mengangkat tangannya mengarahkannya pada Blastoise yang bergererak maju. " Kalian... Serang dia! " Ucap Yumiko dengan lantang. Bersamaan dengan itu, hawa dingin membekukan magma panas yang di hasilkan oleh Blastoise.
Ketika jalan terbuka, Darkness Army menyerang Blastoise. Berbagai jenis serangan sihir menghantam Blastoise yang pergerakannya terhalang oleh Darkness Army yang berukuran raksasa. Para magician dari Darkness Army terus melepaskan segala jenis sihir yang mereka punya untuk menyerang Blastoise dari kejauhan. Sementara itu, para shaman dari ras setiap monster merapalkan mantranya untuk memperkuat para monster yang menyerang di garis depan.
Buff terus di berikan oleh para Shaman kepada para monster serta prajurit yang ada di depan sana. Sementara mereka yang berukuran raksasa secara paksa menghentikan langkah dari Blastoise untuk tidak bergerak maju lagi.
Ketika Darkness Army menyerangnya, itu membuat nya menjadi marah. Melepaskan energi sihir dalam jumlah besar dari dalam dirinya, dan membuat ledakan energi yang sangat kuat. Itu menghempaskan banyak Darkness Army kelangit, dan banyak dari mereka juga terbunuh dan tidak dapat bangkit kembali.
Para monster mulai bermunculan kembali dari dalam tubuhnya. Mereka keluar dari cangkang yang berbentuk seperti gunung api. Para monster langsung menyerang Darkness Army yang ada di cangkang Blastoise, dan yang ada di bawah juga. Pertarungan sengit terjadi antara para monster dan juga Darkness Army.
__ADS_1
IGRIS, Gideon, Kris, dan Jack-o'-lantern melompat timggi kelangit, menyerang kepala Blastoise dengan kekuatan penuh mereka hingga terjadi ledakan di atas kepala Blastoise. Namun, hal tersebut tidak membuat luka sedikit pun pada kepala Blastoise yang terkena serangan mereka berempat.
" Bahkan setelah kita menggabungkan serangan, itu masih tidak melukainya! Setebal apa kulitnya? " Ucap IGRIS.
" Bukan hanya itu, dia baru saja menerima serangan Yumiko - Sama, tapi itu bahkan tidak melemahkan dirinya. Monster ini pasti punya skill Defensif yang sangat mengerikan! " Balas Gideon.
" Dari pada terus mengoceh, lebih baik kita serangan terus untuk saat ini! " Kata Jack-o'-lantern yang kesal karena serangannya tidak berdampak apa pun kepadanya Blastoise.
" Heh, ternyata kau bisa kesal juga? Aku pikir kau tidak punya perasaan semacam itu! " Ucap Kris sambil sedikit memberikan ejekan kepadak Jack.
Setelah percakapan singkat mereka, ke empatnya melakukan serangan gabungan kembali dengan menyerang Blastoise di satu titik. Kecepatan mereka dalam mengayunkan senjata yang mereka gunakan sangat mengerikan. Hanya dalam beberapa detik mereka sudah mengayunkan lebih dari 100 ayunan. Walau begitu, serangan mereka berempat masih belum cukup untuk membuat Blastoise terluka. Karena usaha mereka sia - sia, dan telah membuang beberapa waktu, akhirnya mereka pun mengubah target mereka dengan menyerang para monster yang mulai bermunculan.
Dengan kecepatan mereka berempat dalam menggunakan senjata, serta kelincahan mereka dalam bergerak. Itu membuat para monster sangat kesulitan untuk mengerang mereka berempat. Dan membuat monster yang mereka lewati terbunuh dengan mudahnya.
Di sisi lain, sekelompok penyihir dalam pasukan kegelapan. Alv memberikan instruksi kepada semua penyihir yang ada, serta para support mau pun Shaman. Para penyihir merapalkan mantra mereka bersama - sama, mengikuti Alv yang memimpi perapalan. Semua Support memberikan segala jenis buff yang berguna kepada para penyihir. Sedangkan para Shaman, memberikan Debuff kepada para monster yang akan mengganggu mereka, serta buff kepada monster kegelapan yang melawan anak buah Blastoise.
Ketika para penyihir merapalkan mantra mereka, sebuah lingkaran sihir yang besar sekaligus indah muncul di langit. Ketika itu, lingkaran sihir tersebut terus mengumpulkan energi sihir yang ada di sekitarnya dengan sangat cepat dalam jumlah yang sangat besar. Padatnya sihir yang di hasilkan sampai membuat langit dan bumi pun seraya bergetar.
Angin kencang menciptakan sebuah bagai yang sangat kuat, langit mendung dengan awan hitam yang berpusar di langit. Di iringi dengan suara guntur yang terus - menerus menyambar tanpa henti, lingkaran sihir yang amat besar bersinar di atas sana menggantikan matahari yang di tutupi oleh awan hitam.
Blastoise menembakkan nafas apinya dalam skala besar pada lingkaran sihir yang ada di atas sana. Sebuah pilar api berdiri tegak, menopang langit yang gelap. Lingkaran sihir bersinar terang, menembakkan serangan sihir dalam skala yang sangat besar.
Dua serangan saling bertemu dan bertabrakan, kekita bertabrakan, terjadi gelombang kejut yang sangat kuat hingga memecahkan awan hitam yang berpusat di langit - langit.
" Aku tidak percaya dia bisa menembakkan serangan kuat tersebut hanya dalam sekali nafas! Benar - benar tidak masuk akal! " Ucap Alv yang terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Ketiak kedua serangan saling bertabrakan dan saling menodorong, beberapa raksasa berlari ke arah Blastoise. Memukuli Blastoise dengan kuatnya, namun tidak satu pun serangan mereka memengaruhi Blastoise.
Pada saat itu Ashura King datang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Menebaskan pedangnya dengan sangat kuat, hingga membuat luka pada Blastoise.
" Dia benar - benar monster. Bahkan dengan kekuatan penuhku hanya dapat sedikit melukainya. " Ucap Ashura setelah menyerang Blastoise. Luka yang di berikan oleh Ashura pada Blastoise hanya meninggalkan sedikit bekas luka yang kecil. Dan itu pun langsung menghilang karena regenerasinya yang sangat cepat.
Blastoise bersiap menembakkan nafas apinya sekali lagi. Ia mengumpulkan energi sihir dalam jumlah besar di perutnya, api yang sangat panas mulai muncul memenuhi mulutnya yang besar. Setelah siap, ia membuka mulutnya, menembakkan nafas apinya ke arah kumpulan pasukan kegelapan yang ada di depannya.
__ADS_1
Sebelum ia berhasil menembakkan nafas apinya, sesuatu yang sangat cepat mendarat di kepalanya dengan kekuatan yang sangat kuat. Karena hal tersebut, membuat mulut Blastoise tertutup rapat, sehingga membuat nafas api yang ingin ia tembakan tadinya meledak di dalam dirinya.