LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 233


__ADS_3

Kekacauan di pulau lautan suci semakin menjadi bahkan sampai membuat altar tempat dimana batu hati lautan suci berada pun di penuhi darah. Saat itu batu hati lautan suci yang ingin di ambil oleh para monster, di hentikan oleh Dewi lautan Aqua. Namun Aqua gagal menjaganya dan berakhir dengan jatug ketangan seseorang yang tidak ia kenal.


Kaduanya saling memberikan tatapan yang sinis dan terlihat bersiap untuk bertarung. Dari tangan mereka masing - masing energi sihir berkumpul dengan padatnya dan mereka melepaskan serangan mereka bersama - sama.


Serangan bola air yang berlapis sihir yang banyak serta bola cahaya ungu yang di penuhi dengan energi sihir Demonic saling bertabrakan dan menyebabkan ledakan yang kuat. Monster yang ada di sekitar mereka terhempas kembali ke lautan karena tidak sanggup untuk bertahan dari hembusan angin kuat itu.


Dalam hatinya Aqua berkata ' Wanita ini... Dia bukan orang biasa... ' Ucapnya kedua serangan saling bertabrakan dan memandangi wanita tersebut dengan sinis.


Kini keduanya saling bertarung satu sama lain. Aqua bertarung melawan wanita itu untuk merebut Batu Hati lautan suci, sementara wanita itu ingin mengambilnya dan tidak membiarkan Aqua mendapatkannya kembali.


Pertarungan berlangsung sangat sengit semala 15 menit. Altar pulau lautan suci menjadi hancur karena pertarungan mereka berdua. Sebuah altar yang sangat kuat, bahkan sebuah meteor pun tidak dapat menghancurkan altar tersebut. Namun pertarungan mereka berdua berhasil membuat altar itu hancur.


Aqua melepaskan serangan kuatnya kepada wanita tersebut dan akhirnya membuat wanita itu terpukul mundur dengan batu hati lautan suci terlepas dari tangan wanita tersebut. Aqua memusatkan sihirnya kepada trisula emasnya, dan menciptakan lima trisula emas yang mengelilingi dirinya.


" Kau berakhir di sini! " Ucap Aqua melepaskan lima trisula emasnya kepada wanita tersebut. Kelima trisula itu melayang dengan sangat cepat ke arah wanita tersebut. Dan menghantam wanita itu dengan telaknya.


Kumpulan debu yang berasal dari hantaman lima trisula tersebut membutakan pandangan. Energi sihir yang kuat terpancar dari kumpulan debu yang ada di sana. Dan hal itu membuat Aqua sadar kalau wanita tersebut baik - baik saja.


" Ternyata ada orang lain di sana... " Ucap Aqua. Ia merasakan energi sihir yang berbeda dari energi sihir wanita yang ia lawan tadinya.


Dari pekatnya debu itu, muncul banyak blade yang mirip seperti gigi ikan hiu yang panjangnya hanya 25cm. Dan Blade itu melayang ke arah Aqua.


Dengan sigap Aqua menciptkan sebuah dinding Air untuk menahan Blade tersebut. Namun sebelum Blade berhenti dan kembali lagi ke dalam kumpulan debu sebelum menyentuh dinding air yang di ciptakan oleh Aqua.


Aqua pun terkejut karena tiba - tiba serangan itu di hentikan saat dinding air muncul.


Suara langkah kaki terdengar dan seseorang muncul dari balik debu dengan Blade tersebut mengitari dirinya.

__ADS_1


" Seperti yang di perkirakan... Kau orang yang kuat Dewi dari Pulau lautan suci, Nona Aqua... " Ucap seorang pria dengan santainya keluar dari balik debu yang tebal itu.


Sementara itu Aqua bingung bagaimana pria tersebut bisa mengetahui namanya. Tidak banyak orang yang mengetahui nama nya di dunia ini.


Aqua menatap pria tersebut dengan tatapan yang tajam serta menyipitkan matanya.


" Siapa kau? Bagaimana kau bisa mengetahui nama ku? " Tanya Aqua kepada pria tampan tersebut dengan tatapan yang tajam.


Pria tersebut terseyum dengan seluruh blade miliknya berpitar negitari dirinya dari belakang. Wanita yang tadinya Aqua lawan pun berjalan keluar dari debu yang pekat itu dan terlihat wanita itu baik - baik saja dan tidak menerima luka sedikit pun.


Ia menatap Aqua dengan tatapan tajam dan berkata kepada Aqua " Aku adalah Seiya dan ini rekanku Velan... Tidak perlu aku katakan bagaimana cara ku mengetahui namamu. " Jawab Pria tersebut dengan tatapan tajam.


Ia mengangkat tangannya dan meleparkan setiap blade yang ada di belakang nya. Dengan cepat blade - blade tersebut melayang ke arah Aqua.


Aqua menciptakan dinding air dengan cepat untuk memblokir serangan tersebut. Namun dengan mudahnya dinding air yang padat dapat terpotong seperti kertas. Aqua sangat terkejut dengan hal tersebut, ia mencoba untuk membuat dinding air untuk memblokir serangan yang tersisa. Dan serangan tersebut adalah lima trisula emas yang pernah ia gunakan untuk menyerang Velan.


Aqua pun mpersiapkan dirinya untuk memblokir serangan tersebut. Namun tiba - tiba Seiya muncul di belakang Aqua dan menyerangnya. Hal itu membuat Aqua terluka karena terkena Blade milik Seiya.


" Lawan mu di sini bukan cuma satu saja... " Ucap Seiya dan menghilang dari tempatnya berada.


' Menghilang?... Aku... Aku tidak bisa merasakan keberadaan nya! ' Gumam Aqau dengan dahi yang di penuhi keringat. Dari atas pun blade milik Seiya jatuh dan menimpa Aqaua. Namun Aqua dapat mengindarinya, serta memblokir serangan lima trisula emas yang di lepaskan oleh Velan.


Aqua menatap keduanya dengan tatapan yang tajam, dan ia memusatkan energi sihirnya. Air burkumpul mengelilingi dirinya dan menciptakan pusaran air yang sangat kuat hingga mejulang kelangit. Pusaran air itu, perlahan berubah menjadi sosok naga yang sangat besar dan mengerikan. Ia melepaskan serangan pamungkasnya kepada Velan dan juga Seiya.


Naga yang tercipta dari kumpulan air dan sihir, menuju ke arah mereka berdua dengan sangat cepat.


Sebelum naga air itu menghantam merek berdua, serangan dari Aqua yang berupa naga air di blokir oleh sesuatu. Itu adalah naga air yang sama persis dengan milik Aqua.

__ADS_1


Melihat seseorang dapat memblokir serangan tertinggi nya, ia sangat terkejut dan melirik Velan dengan tajam. Tidak di sangka Velan dapat meniru kemampuan tertinggi miliknya.


' Sialan... Kalau begini terus... Batu Hati lautan suci akan di ambil mereka... Aku tidak boleh membiarkan hak itu terjadi! ' Gumam Aqua.


Ia menancapkan trisula emasnya ke lantai Altar. Dan seketika, seluruh lantai Altar menjadi hancur dan air berkumpul mengelilingi mereka bertiga hingga menciptakan sebuah dinding penghalang agar Seiya mau pun Velan tidak dapat keluar.


Seiya dan Velan yang terjebak di dalam sana, hanya bisa menyaksikan tempat yang tidak memiliki daratan sedikit pun. Dan mereka berdiri di atas blade milik Seiya yang dapat terbang itu.


Dan di hadapan mereka berdua, berdiri Aqua yang di atas Air yang menjulang tinggi. Aqua mengangkat trisulanya " Domain, Lantunan lautan suci. " Ucap Aqua dan menyerang Seiya serta Velan dengan naga air yang tak terhitung jumlahnya.


Seiya mau pun Velan menghindari naga air yang menyerang mereka sebisa mungkin dengan menggunakan Blade milik Seiya sebagai tijakan mereka. Tampak mereka sangat kesulitan untuk menghindari semua serangan dari naga air tersebut. Dan pada Akhirnya, membuat Seiya terjatuh dari pijakannya karena ia terkena serangan dari naga air.


" Seiya! " Velan yang melihat Seiya terjatuh, ia berteriak.


Aqua pun mengendalikan semua naga airnya untuk menyerang Seiya yang terjatuh itu. Dan dengan cepat naga air menutupi semua celah dan membuat Seiya terjebak di dalamnya.


Merasa jika Seiya telah di kalahkan, Aqua melanjutkan serangannya kepada Velan. Namun tiba - tiba ia merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada domian miliknya.


" Apa yang tejadi? " Ucap Aqua sambil menatap langit - langit di sana ada sebuah retakan yang menandakan dinding yang ia ciptakan untuk mengurung musih di dalam domian telah di rusak.


" Tidak mungkin... Ini... " Lanjut Aqua dan akhirnya domain miliknya hancur dan ia kehilangan banyak energi sihir karena membuat domain yang sangat kuat.


Dan di langit terlihat Seiya yang terjatuh dan tampak ingin mendarat sambil memegang Batu Hati lautan suci, di tangannya. Dan saat yang sama sosok monster yang besar muncul dan membuka mulutnya untuk melahap Seiya hidup - hidup.


Itu adalah Ikan es buaya jahat yang menyamarkan dirinya sebelum menyerang Seiya. Saat itu, Seiya terjatuh tepat di tengah - tengah mulut dari ikan es buaya jahat.


Namun di situ Seiya terseyum dan berkata dalam hati nya ' Sesuai yang di prediksi Xi - Sama... Reine lakukan lah! ' Ucap Seiya dalam hatinya.

__ADS_1


Sebelum ikan es buaya jahat melahap Seiya, sesuatu dari dalam lautan muncul dan itu sangat besar. Kedua matanya berwarna merah dan mulai melompat dari dalam air menuju ke arah Ikan es buaya jahat. Itu adalah hiu putih berlian biru jahat, dan hiu tersebut membuka mulutnya lebar - lebar untuk menggigit leher dari ikan es buaya jahat.


__ADS_2