
Saat di lantai dua, Xi menghabisi para monster yang berdatangan. Setelah 2 jam dia bertarung muncul seekor monster berukuran besar dengan api yang berkobar di kedua pundaknya.
Monster itu berada pada Rank A+ dan bertarung dengan sengit melawan Xi. Walau Xi bisa mengalahkan monster tersebut, namun Xi memilih untuk bermain dengan monster itu.
Karena merasa kalau dia sedang di permainkan olah Xi, monster itu kesal dan dari kedua tangannya muncul serangan api yang kuat dan membakar apa pun yang ada di depannya. Kekuatan dari monster itu menybabkan sebuah ledakan dan membakar beberapa perpohonan.
Namun walau serangan kuat, tidak ada gunanya apa bila tidak mengenai target yang di tentukan. Xi muncul di belakangnya dengan mata merah yang bersinar.
Dengan cepat Xi menyerang monster tersebut hingga membuat tubuhnya berlubang. Saat Xi menarik kembali tangannya dia memegang sebuah berlian roh api berkualitas tinggi.
" Owh... Ini bisa di gunakan untuk memperkuat pedang Wine Blood Sword Demon, akan bagus kalau setiap tebasan menghasilkan serangan api. " Ucapnya lalu menyimpan berlian roh api itu.
Tak lama muncul beberapa goblin dan menghampirinya, dengan bersenjatakan sebuah belati, para goblin datang menyerangnya. Ia hanya menghindari setiap serangan dari para goblin itu, sesambil menghindar ia mengeluarkan golem yang simpan dalam inventory.
Munculnya sebuah golem di hadapan mereka, para goblin terkejut melihati golem tersebut.
" Baiklah ini tugasmu... Kalahkan mereka semua. " Ujar Xi memberikan perintah pada golem itu.
Setelah mendapat perintah dari Xi, ia bergerak dan menyerang para goblin yang ada di hadapannya. Melawan beberapa goblin bukan lah hal yang sulit untuknya, namun para goblin tidak dapat mengalahkan golem itu dan kesulitan dalam menghadapinya.
Sementara itu Xi hanya menonton pertarungan golem melawan Goblin itu dengan santai. Dia ingin tahu seberapa banyak goblin yang bisa di kalahkan oleh Earth Golem.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa jam ternyata Earth Golem hanya mampu mengalahkan 10 Goblin saja, dan golem tersebut sudah mulai ke walahan menghadapi sisa goblinnya. Tubuhnya sudah mulai retak dan hampir hancur.
" Ternyata batasnya 10... Boleh juga... " Ucap Xi dengan ringan. Setelah itu ia membunuh para goblin dengan santai dan memasukkan kembali Golem tersebut ke dalam inventory.
" Lantai dua ini sedikit berbeda dengan lantai satu... Walau ada lebih banyak monster, tapi para monster itu lebih lemah dari pada di lantai satu... " Ucapnya.
" Coba lihat dulu, apakah ada monster yang lebih kuat dari lantai satu atau tidak. " Ia membuka map system dan mendeteksi keberadaan setiap makhluk yang ada di lantai dua.
" Hmm... Goblin, Golden Claw, Slime, dan beberapa monster lainnya... Hanya ada monster rank E - D saja yang terdeteksi di dalam map... " Dia memperluas pencariannya di dalam map dan saat sedang memperluas pencariannya, ada sebuah kastil yang terdeteksi dan muncul di dalam map.
" Eh... Kastil? Ternyata ada kastil di lantai dua ini. Hmmm... Kastilnya cukup besar, dan halamannya luas. Ada juga monster yang menempati kastil itu... Baiklah aku kesana saja. " Ucapnya dan menenmukan tempat tujuan di lantai dua.
Sesampainya dia di depan kastil, ia berhanti sebentar dan melihat penampilan kastil tersebut dari luar. Kastil tua yang sudah tidak terawat itu sangat mengerikan, ada banyak monster aneh yang berada di halaman depan kastil. Di depan pintu kastil terdapat dua patung berukuran lima meter, kedua patung dengan rupa yang menyerupai iblis menjaga pintu masuk kastil.
" Entah kenapa pemandangan ini seperti sebuah film horor... " Ucap Xi dengan ringan, dari sudut pandangnya kastil tua yang tidak terawat dan di huni oleh makhluk aneh itu seperti sebuah film horor, dan nyatanya itu memang sangat mirip dengan tempat yang ada di film horor.
Xi berjalan dengan santai menuju gerbang masuk ke dalam halaman depan kastil, melihat dari dekat makhluk - makhluk aneh itu adalah monster yang tubuhnya bercampur dengan tubuh monster lain, bukan hanya sekedar monster tapi juga manusia. Dan makhluk - makhluk itu bergerak lambat seperti Zombie.
" Aku pikir tempat ini akan di huni oleh para undead, ternyata... Makhluk - makhluk Chimera, dan sepertinya ini tidak jauh beda dari yang sebelumnya. " ucap Xi. Dan menyamakan mereka semua dengan kejadian sebelumnya.
__ADS_1
Xi memegang Demon Sword Heart dan membuka gerbang masuk tersebut. Dia dengan santai berjalan masuk ke dalam, tanpa adanya rasa takut.
Semua Chimera yang ada di sana, saat mendengar suara gerbang yang terbuka, mereka langsung menoleh dan melihat ada seseorang yang masuk. Mereka membuka mulutnya dan menghasilkan suara yang mengerikan, saat yang sama mereka berlarian menyerang Xi.
Dengan santai Xi mengayunkan pedangnya, dan membunuh mereka satu per satu, tanpa adanya rasa peduli dulunya mereka hidup seperti apa, dengan tatapan dingin yang tak berperasaan ia membunuh para Chimera yang menuju ke arahnya.
Setiap ayunan dan tebasan pedangnya, membuat Chimera yang terkena serangannya terbunuh. Walau sudah banyak dari mereka yang terbunuh, mereka yang masih hidup tetap maju bertarung melawan Xi. Para Chimera ini tidak memiliki akal sedikit pun, ada akan menyerang siapa pun yang ada di hadapan mereka.
Saat Xi sedang santai membunuh para Chimera itu, dia merasakan sesuatu kalau dia sedang di awasi. Ia pun melirik salah satu jendela kastil dari halaman depan, sambil mengayunkan pedangnya membunuh para Chimera yang datang padanya.
Dari salah satu jendela kastil terdapat sesosok makhluk yang sedang melihatnya bertarung melawan Chimera, sosok itu di tutupi oleh bayangan dan tidak jelas wujudnya, namun matanya yang besar dapat menjelaskan bahwa dia bukan makhluk biasa. Dia pun terseyum mengerikan saat melihat Xi bertarung.
' Ternyata di dalam kastil ada penghuninya... Sepertinya tidak akan tenang jika masuk ke dalam. ' Gumam Xi. Setelah beberapa menit dia telah mengalahkan semua Chimera yang ada di halaman depan.
Setelah mengalahkan para Chimera itu, ia berjalan menuju pintu masuk kastil yang di depannya ada dua patung dengan rupa yang aneh layaknya iblis. Saat dia melewati kedua patung itu, tidak ada sesuatu yang mencurigakan.
Namun saat dia sudah di dekat pintu masuk, kepala kedua patung itu menghadap ke belakang dan menatap Xi.
Xi menyadari sedari awal kalau kedua patung tersebut hidup, namun dia bersikap seolah dia tidak mengetahui apa pun.
Saat kedua patung itu bergerak Xi berkata. " Akhirnya kalian bergerak... Kenapa repot - repot juga harus menyamar menjadi patung. " Ucap Xi dengan ringan namun dengan ekspresi yang dingin.
__ADS_1