
Shadow Cat yang telah lumpuh karena terkena Fear, ia tidak dapat bergerak dan hanya bisa memandangi Xi yang berjalan mendekatinya, seluruh tubuhnya gemetar ketakutan karena sosok yang mengerikan untuknya, malah menghampiri dirinya.
Saat sudah berada di depan Shadow Cat, Xi melukai sedikit jarinya dan meneteskan darahnya pada Tamer Of Paper. Kertas itu menyalah - yalah saat darah di teteskan, lalu ia meletakkan Tamer Of Paper di atas kepala Shadow Cat yang kecil itu. Setelah Tamer Of Paper bersentuhan dengan Shadow Cat, kertas itu menghilang.
" Eh, apa berhasil? " Tanya Xi kepada dirinya sendiri dengan bingung. Karena ini adalah kali pertamanya untuknya menggunakan Tamer Of Paper.
Ia juga tidak mengetahui apakah ia berhasil menjinakan Shadow Cat atau tidak, tapi setelah beberapa saat, Notifikasi ia dapatkan.
[ Selamat Anda telah menjinakkan Shadow Cat ]
" How, aku kira akan gagal. " Ucap Xi dengan ringan. Sambil menatap Shadow Cat yang sedang ketakutan itu walau ia sudah di jinakan. Ia pun menyentuh kepala Shadow Cat dengan lembut, sentuhannya yang lembut membuat Shadow Cat menjadi tenang.
" System, bisakah menampilkan skill yang di miliki oleh shadow cat. " Ujar Xi dengan pelan.
[ Shadow Cat ]
[ Skill ]
[ Shadow Cat Sped : Shadow Cat menambahkan kecepatan miliknya ]
[ Brutal Claw : Mempertajam kejatajaman cakaran, dan menyerang dengan kekuatan yang brutal ke arah musuh yang di tentukan. ]
' Dia punya skill yang bagus, dan skill yang ia miliki mendukung kemampuan dasarnya. ' Gumam Xi dengan ringan. Setelah itu ia berdiri. " Ayo buka peti hartanya. " Ucap Xi dengan ringan.
" Ok. "
Mereka berjalan mendekati peti harta tersebut, tampilan peti tersebut seperti peti tua yang tidak terurus.
" Xi aku akan membukanya. " Ucap Yumiko dengan nada yang ringan. Segerah ia membuka peti tersebut perlahan.
Ia membuka peti tersebut dengan hati - hati karena takutnya adalah jebakan. Setelah ia membuka peti tersebut dan tidak terjadi apa pun, karena merasa peti tersebut aman, ia melihat isi dari peti tersebut.
Isi dari peti tersebut adalah sebuah potion healing, dan sekatung koin emas. Mereka mengambilnya dan pergi dari tempat tersebut, dan masuk lebih dalam di labirin itu.
Muncul beberapa monster peringkat D menghadang mereka, namun dengan mudahnya Shadow Cat mengalahkan mereka semua. Pergerakan dari Shadow Cat sangat cepat dan tidak bisa di ikuti oleh para monster, Shadow Cat mengalahkan mereka semua dengan cara mencakar.
__ADS_1
" Kerja bagus, kucing kecil. " Ucap Yumiko dengan ringan. Merasakan ada banyak orang yang berkumpul di depan sana, mereka menjadi penasaran. " Seperti nya ada banyak orang di depan sana. " Lanjutnya.
" Sepertinya para petualang menemukan sesuatu yang bagus. " Ucap Yanzams.
" Entah itu apa ayo lihat dulu. " Ucap Xi sambil mengajak mereka berdua untuk melihat apa yang terjadi.
Sesampainya mereka disana, mereka dapat melihat banyak petualang berkumpul mengerumuni party pahlawan. Mereka memuja - muja party pahlawan adalah yang terhebat.
" Lihat kan, monster semacam ini bukanlah sebuah masalah untuk ku. " Ucap Sang pahlawan dengan sombong. Seig ( Pahlawan ) Rank C.
" Seig - sama memang hebat. " Ucap seorang wanita sambil memuji Seig. Elise ( Healer ) Rank C.
" Itu lah tuan pahlawan. " Ucap pria besar yang umurnya tidak jauh berbeda dengan mereka. Hom ( Tank ) Rank D.
Dan mage mereka Arben, Rank D. Dan ada juga beberapa anggota lainnya yang masih berada pada D rank.
" Sudah aku katakan Zurugi itu hanya beban saja, kalau ada dia pasti lebih sulit untuk mengalahkan monster ini. " Ucap Hom sambil merendahkan Zurugi.
" Dia itu hanya beban yang tidak penting, kenapa tidak mati saja. " Ucap Arben dengan sombong.
Mereka pun turut menertawakan Zurugi yang tidak ada di dekat mereka. Dengan bangganya mereka memamerkan kemampuan yang mereka miliki, tanpa mengetahui kalau ada yang mengawasi mereka.
" Sungguh party pahlawan yang banyak omong. " Ucap Yanzams dengan penasaran yang tidak senang terhadap party pahlawan.
Mereka hanya memerhatikan party pahlawan yang sedang tertawa itu, dan dalam waktu yang sama Xi berkata. " Sepertinya Zurugi sebentar lagi akan sampai di tempat ini. " Ucapnya dengan ringan.
" Jadi Zurugi dan Airis sudah mau sampai di sini? Apa yang akan kita lakukan? " Tanya Yumiko dengan lembut.
" Tentu kita hanya akan melihat saja, kita lihat apa yang akan dia lakukan. " Ucap Xi.
Di saat itu Zurugi dan Airis sedang berjalan ke tempat yang berisik itu, suara para petualang yang berisik itu terdengar sampai ke telinga mereka berdua.
" Sepertinya ada keributan di depan sana. " Ucap Airis.
Saat mereka sampai, mereka dapat melihat party petualang yang dengan senangnya sedang tertawa keras, menertawakan Zurugi.
__ADS_1
Namun pada saat itu Zurugi tidak tahu apa yang mereka tertawakan.
Di saat yang sama Seig sang pahlawan, melihat Zurugi ada di sana, ia dengan seyum yang senang berkata. " Hei lihatlah, itu Zurugi, aku terkejut kau tidak mati di dalam sini. " Ucap Seig sambil merendahkan Zurugi.
Mereka memandangi Zurugi dengan pandangan yang tidak senang, dan menganggap Zurugi hanya beban.
Di saat ia sedang merendahkan Zurugi, Seig melihat wanita cantik yang berdiri di samping Zurugi. Ia terseyum, lalu berjalan mendekati mereka berdua dengan percaya diri.
" Nona Cantik, namaku Seig sang Pahlawan. " Ucap Seig sambil memperkenalkan dirinya dengan percaya diri.
Dengan cuek Airis berkata. " Lalu? " Jawabnya.
Ia terseyum dengan percaya dirinya ia berkata. " Maukah nona ini bergabung dengan partyku, akan aku pastikan untuk melindungi dirimu, di bandingkan bersama orang gak guna itu. " Ucap Seig dengan percaya diri sambil merendahkan Zurugi.
Airis memandangi Seig dengan perasaan yang tidak senang, dengan perasaan yang tidak senang ia berkata. " Baiklah, tapi... " Ia berjalan menjauh dan duduk dengan anggun di atas sebuah batu. " Kau harus mengalahkan dia terlebih dahulu, dan aku akan mempertimbangkannya. " Lanjutnya dengan Seyum yang mempesona.
Seig terseyum dan juga bersemangat, sementara itu Zurugi memandangi Airis dengan bingung. ' Kenapa Airis - San melakukan ini? ' Ujar Zurugi dalam hatinya.
Dengan percaya diri Seig berkata. " Akan aku lakukan sesuai keinginan mu. Zurugi ayo bertarung! " Ucap Seig dengan percaya diri dan mengajak Zurugi bertarung.
Zurugi masih bingung kenapa Airis, ingin dirinya bertarung dengan Seig, saat ia sedang berfikir. Ia pun melirik Airis yang sedang duduk santai sambil tersenyum, akhirnya ia paham apa yang sedang Airis lakukan.
" Baiklah. " Ucap Zurugi.
' Bajingan ini, berani menjawabku! Akan ku cincang kau sampai habis. ' Ia memegang pedang dengan erat dan Ia arahkan kepada Zurugi. " Ayo mulai! " Ucap Seig.
" Oke " Ucap Zurugi yang menyetujui pertarungan tersebut. Sebuah lingkaran sihir tercipta di depan Zurugi, dan seekor serigala dengan warna bulu yang indah, abu - abu ke biruan muncul.
" Itu, Silver Wolf! "
" Aku belum pernah melihat yang seindah itu. "
' Bagingan itu, dari mana dia mendapatkan Monster semacam ini? ' Gumam Seig dalam hatinya.
" Roog serang dia! " Ucap Zurugi sambil memberikan perintah kepada Silver Wolf Roog untuk menyerang Seig.
__ADS_1