LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 200


__ADS_3

Di dalam istana, Xi terlihat sangat tenang, kekuatan sejati miliknya telah ia kendalikan sepenuhnya, kini energi sihirnya sangat banyak dan dapat di kontrol dengan baik.


[ Nama : Xi Arcadia ]


[ Ras : Dragon Awakening the God Black Dragon Of Dheat ]


[ Class : Apocalyps Of The Lord Dheat and Darkness - God Of The Dheat and Darkness ]


[ Rank : SSS Special ]


[ Level : 500 ]


[ MP/HP : 52499000 ]


[ Skill ]


[ Awakening Skill ]


[ Dragon Lord Reaper of Drakness ]


[ Thread of life and death ]


[ Crimson of the Nightmare ]


[ Gluttony Symbol Lord Beelzebub ]


[ Black Dragon Breath of Destruction ]


Ia duduk dengan santai di singgah sananya, dan di dekatnya ada empat wanita yang mengenakan pakaian Maid, berdiri dengan anggun di dekat Xi seperti pengawalnya.


Dari luar mereka tampak seperti Maid biasa, tapi sebenarnya mereka bukanlah wanita - wanita biasa, masing - masing dari Maid itu memiliki kekuatan yang kuat.


Yumiko datang menghampiri Xi, melangkahkan kakinya dan duduk di pangkuan Xi yang sedang duduk di singgah sananya.


" Xi, apa yang kau pikirkan? " Tanya Yumiko dengan lembut sesambil memegang wajah Xi dengan tangannya yang lembut dan halus.


" Bukan sesuatu yang penting, hanya saja aku bingung kenapa para bangsawan malah datang lebih banyak untuk menaklukkan labirin ini. " Ucap Xi dengan ringan.

__ADS_1


[ Nama : Eirlys Yumiko ]


[ Ras : Half Human - The Black Dragon Queen ]


[ Class : Queen Of Darkness ]


[ Rank : SSS Special ]


[ Level : 500 ]


[ HP / MP : 50000000 ]


[ Skill ]


[ Awakening Skill ]


[ Land of Death Ice ]


[ Burning Ice Heart ]


" Oh, banerkah? " Balas Xi dengan ringan. " Mari kesampingkan itu, bagaimana dengan eksperimen yang aku buat? Apa berjalan dengan lancar? " Tanya Xi kepada Yumiko.


" Sejauh ini tidak ada masalah sedikit pun, tubuhnya telah sempurna dan kuat, aku rasa itu sudah lebih dari cukup. " Jawab Yumiko dengan ringan.


" Owh, kalau begitu hanya perlu dua material lagi untuk membangunkan mereka. " Balas Xi dengan ringan. " Tapi... Dunia ini sangat kacau karena Apocalyps semakin menjadi, dan ada beberapa monster yang telah lepas dari segel juga. " Lanjutnya sambil menatap Yumiko dengan ringan.


" Yumiko... Apa kau tidak khawatir akan ke adaan ibu mu? " Tanya Xi dengan ringan kepada Yumiko.


Sesaat Yumiko terdiam, ia menggenggam tangan Xi dengan erat. Tangannya gemetar saat memikirkan pertanyaan Xi.


Xi mengerti apa yang sedang Yumiko rasakan, ia mengelus kepala Yumiko dengan lembut sambil berkata. " Ayo pergi, kita lihat kondisinya. " Ucap Xi dan mengajak Yumiko untuk pergi mengunjungi Ibunya yang berada di area bersalju.


Mereka pun pergi dengan menciptakan sebauh Gate untuk pergi ke sana, hanya dalam waktu yang singkat mereka telah sampai di negara lembah bersalju. Sesampainya mereka di sana, mereka sangat terkejut.


Melihat kondisi dari negara lembah bersalju saat ini membuat mereka terkejut hingga tersentak diam, negara itu telah hancur, benteng yang melindungi kota hancur, serta banyaknya mayat yang di gantung di depan rumah.


Kerusakan terjadi di mana - mana, banyak mayat yang berserakan, dan tidak ada satu pun kehidupan lagi di tempat tersebut.

__ADS_1


Yumiko sangat terpukul melihat semua itu, ia memeluk Xi dengan erat menangis di dalam pelukan Xi.


Sementara itu, Xi masih merasakan energi kehidupan dari ibu Yumiko, lokasinya cukup jauh dari negara lembah bersalju yang telah runtuh. Ia pun menyelimuti diri mereka dengan kegelapan dan memindahkan diri mereka ke tempat ibu Yumiko berada.


Kemunculan mereka berdua membuat beberapa penjaga yang ada di sana sangat terkejut, mereka mengarahkan senjata mereka kepada Xi dan Yumiko karena mereka tidak tahu siapa kedua orang tersebut.


Melihat kondisi para penjaga yang sangat lemah karena kekurangan makanan membuat Xi tidak punya niat untuk membunuh mereka. Walau mereka bagian dari negara lembah bersalju, tapi saat mereka mengarahkan senjata mereka pada Xi, maka mereka telah menyatakan perang kepada Xi.


Namun Xi mengabaikan hal tersebut, dan dengan dingin ia berbicara kepada mereka. " Turunkan sejata kalian, sebelum aku berubah pikiran. " Ucap Xi sambil memancarkan aura yang sangat mengerikan.


Hal itu membuat mereka gemetar bahkan sampai membuat mereka bertekuk lutut karena tekanan tersebut. Tidak satu pun dari mereka berani untuk memegang senjata mereka, mereka hanya bisa berlutut dan membiarkan mereka berdua lewat.


Mereka berdua masuk ke dalam, di dalam sana terlihat Elsia yang sedang duduk di sebuah batu es yang halus, ia mengendalikan sihirnya untuk meminimalisir rasa sakit dari luka yang ia derita.


Melihat ibunya yang terluka, Yumiko berlari menghampirinya, dengan khawatir ia memeluk ibunya yang terluka itu. " Ibu... " Ucap Yumiko.


Elsia membalas pelukan Yumiko dengan lembut sambil mengelus kepala Yumiko. " Putriku, aku senang kau kembali... " Ujar Elsia sambil menatap Xi yang ada di belakang Yumiko, Xi berdiri dengan santai seperti biasanya. " Aku juga senang kau baik - baik saja Xi. " Lanjut Elsia.


Xi mengehelakan nafasnya " HUUH... Terimakasih telah mengkhawatirkan diriku, tapi... Khawatir kan lah dirimu sendiri untuk sekarang. " Balas Xi dengan sedikit dingin.


" Kukuku... Kau masih tidak berubah, tapi... Sebaiknya kalian pergi dari sini... Tempat ini telah menjadi tempat yang sangat berbahaya. " Ucap Elsia dan meminta mereka untuk meninggalkan area bersalju secepat mungkin.


Apa yang terjadi pada dirinya bukan hanya ada di negaranya saja, tapi ada negara lainnya yang mengalami hal yang sama persis seperti yang ia alami.


Xi dengan sedikit cuek ia berkata " Kami datang jauh - jauh dari sana kemari dan kau mau kami pergi sekarang? " Ucap Xi " Apa kau takut kami tidak bisa menghadapi sekumpulan monster yang ada di luar sana. " Lanjut Xi.


Elsia terkejut karena Xi tahu kalau area bersalju telah di huni oleh banyak monster, banyak monster humanoid yang menginvasi area bersalju, hingga membuat negara yang ada di area bersalju mengalami masa kritis mereka.


" Atau... Kau takut kami akan terbunuh oleh orang - orang itu? " Lanjut Xi.


Elsia pun semakin terkejut karena Xi mengatakan hal tersebut, ia belum berbicara apa pun tentang apa yang terjadi di tempat ini kepada Xi mau pun Yumiko, tapi berkata seolah ia mengetahui semua yang terjadi.


" Bagaimana kau bisa tahu itu? " Tanya Elsia kepada Xi.


" Mudah saja... Melihat dari kerusakan yang terjadi dan banyaknya mayat yang di gantung, itu sudah dapat di pastikan sebagai ulah manusia. " Jawab Xi " kalau soal monster... Aku rasa Yumiko juga merasakan keberadaan monster di sekitar sini. " Lanjutnya, melirik keluar.


Di luar segerombolan monster memperhatikan mereka semua, dan masih banyak monster lainnya yang berjalan munuju ke tempat mereka.

__ADS_1


__ADS_2