
Snowball yang berubah menjadi sebuah telur membuat mereka terkejut, terutama adalah Xi. Karena ia mengira kalau Snowball akan berubah dalam bentuk naganya, tidal di sangka kalau snowball malah menjadi sebuah telur.
" Aku pikir dia akan langsung jadi naga... Ternyata aku salah... " Ucap Xi dengan ringan.
Mendengar itu Airis dan Astia terkejut saat Xi mengatakan kalau Snowball akan berubah menjadi naga. Dengan penasaran pun mereka bertanya.
" Apa maksudnya menjadi naga Xi - Sama? " Tanya mereka kepada Xi.
Walau begitu Xi hanya diam dan yang menjawab pertanyaan mereka adalah Yumiko. " Xi mengatakan kepadaku kalau Snowball itu bukan Makhluk biasa... Sepertinya itu memang kenyataan. " Jawab Yumiko.
" Bukan makhluk biasa... Jadi Snowball itu naga? " Tanya Astia yang masih bingung.
" Aku rasa sih begitu... Itu juga yang Xi katakan saat di luar tadi... " Jawab Yumiko.
" Jadi... Snowball akan menjadi naga seperti apa Xi - Sama? " Tanya Airis.
" Entah lah... Lihat saja saat dia menetah nanti... Selain itu.... " Xi memegang storage ball dan meletakkan telur itu di dalamnya sekaligus mengeluarkan Glaamy dan Yanzams. " Kita akan membagi menjadi dua kelompok. " Lanjutnya.
Dengan bingung Yumiko bertanya. " Tapi... Kenapa kita harus membagi menjadi dua kelompok? " Tanyanya dengan bingung.
" Untuk memperluas jangkauan pencarian... Menara ini berbeda dari menara misterius sebelumnya. Aku rasa bossnya tidak akan sulit di hadapi... Jadi tidak ada salahnya membagi dua kelompok dan mempercepat pergerakan untuk ke lantai dua. " Jawab Xi dengan ringan.
Mereka mengerti dan mulai membagi kelompok. Kelompok Yumiko pergi ke arah berlawan dengan Xi, dan kelompoknya terdiri dari mereka semua yang ada di sana kecuali Xi.
" Bukankah jika 6 orang kalau di bagi menjadi dua kelompok seharunya 3 : 3... Lalu kenapa aku hanya sendirian? " Tanyanya kepada diri sendiri yang sudah di tinggalkan oleh mereka semua.
" Hmmm itu tidaklah masalah... Lagi pula mereka juga perlu membiasakan diri dengan kekuatan Yumiko... Sekarang waktunya pergi. " Ucap Xi dengan bergerak dengan cepat menuju ke suatu tempat.
Empat jam berlalu mereka yang telah menemukan sebuah ruangan boss yang berupah sebuah gua besar, mengalami kesulitan menghadapi para monster yang ada di sana, bahkan sebelum boss monster muncul.
Para petualang -petualang biasa kesulitan dalam menghadapi para monster yang berupa goblin dan troll yang bersamaan dengan adanya Goblin Shaman. Mereka berusaha dengan keras untuk menghadapi para monster itu.
__ADS_1
" Semuanya jangan menyerah!! Para mage bersiaplah untuk menyerang Goblin Shaman itu! Jika Goblin Shaman sudah di kalahkan mereka akan melemah. " Ucapnya sambil meminta para mage untuk menyerang Goblin Shaman yang ada di barisan belakang monster.
" Kami sedang mempersiapkan sihir kami! Tolong tahan sebentar lagi! " Ucap Salah satu mage, dan meminta tolong kepada yang lainnya untuk melindungi mereka dalam menyiapkan serangan sihir.
" Ok... Hei kemarilah!! " Ucap seorang tank ker dan menggunakan skill provokasi kepada para monster. Dan beberapa dari monster itu terkena skill tersebut dan mengabaikan petualang lainnya, mereka hanya berfokus pada tank tersebut.
" ROAAARR!!! "
Para monster yang terkena provokasi olehnya, menyerang dirinya. Namun setiap serangan monster itu dapat dia tahan dengan perisai yang dia pegang, dia berdiri dengan gagah menahan setiap serangan yang monster itu lancarkan.
" Boss aku akan membantu mu!! skill Slahs!! HIA!! " Orang itu membantunya mengalahkan monster yang menyerang tank ker, beberapa dari monster yang terkena provokasi telah di kalahkan.
" Terimakasih bantuannya! " Ucapnya dengan senang.
" Gak masalah! " Ujarnya sambil menyerang monster sambil menghindari serangan monster yang menyerang.
Goblin shaman di lindungi oleh beberapa goblin. Shaman itu melafalkan mantra untuk memperkuat para Goblin dan Troll yang bersamanya. Dalam kesenangannya melafalkan mantra, ada seseorang yang berlari sambil membawa perisai dan mendorong para goblin yang melindungi shaman tersebut.
Shaman itu terkejut karena ke nekatan orang itu. Terlebih sekarang hanya ada dua Goblin yang menjaganya, dan di barisan tengah terbuka sangat lebar karena Goblin yang melindunginya telah di jauhkan oleh orang tersebut.
" Teman - teman sekarang!! " Lanjutnya sambil menahan Goblin yang dia dorong.
" Perwujudan dari roh api yang membara Fire Ball!! " Ucap para mage bersamaan. Dengan gabungan kekuatan dari para mage menciptakan 3 bola api berukuran besar dan mengarah pada shaman tersebut.
Shaman itu yang sedang memperhatikan orang yang mendorong para goblin yang menjaganya, menurunkan ke waspadaannya. Dan saat 3 bola api mendekat ke arahnya, dia terkejut dan tidak sempat membuat perisai sihir untuk melindunginya.
" KIAAAAA!! "
" DUAR!! "
Para Goblin dan Troll yang tersisa, kekuatan mereka kembali ke aslinya. Karena Goblin shaman yang memberikan mereka Buff kekuatan telah terbunuh oleh para mage.
__ADS_1
" Bagus! Semua serang!! " Ucap Tank ker yang merupakan seorang ketua party.
" Ya! "
Mereka dengan serempak menyerang para goblin dan Troll yang tersisa. Karena kekuatan yang di miliki para monster berkurang banyak, dan para goblin berlarian kesana - ke sini karena tidak ingin terbunuh. Tapi pada akhirnya mereka terbunuh dan para petualang berhasil mengalahkan monster - monster itu.
" Kerja bagus semuanya!! " Ucap ketua party. " Setelah pertarungan ini pasti melelahkan... Kita istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkannya. " Lanjutnya.
" Ok " ucap mereka dengan serempak.
Mereka duduk di duduk di tanah sekaligus bersandari di dinding gua. Mengeluarkan persediaan makannya dan minum, karena lelah dan juga lapar mereka makan dengan lahap.
" Sehabis bertarung, dan setelah itu makan. Ini adalah yang terbaik. " Ucap salah satu dari mereka. Orang itu adalah orang yang mendorong para goblin dari sisi Goblin Shaman. Namanya Xan.
" Hei sisakan untuk kami! Kami sangat lelah karena melafalkan sihir yang kuat tadi! " ucap seorang mage yang cantik. Sana.
" Haaa... Aku sangat lelah di barisan depan tadi. Setidaknya kasilah aku makanan lebih. " Ujar Xan yang mengeluh karena tidak dapat jatah makanan lebih.
" Haha... Xan kau bisa ambil bagianku. " Ucap Seorang pria sambil tertawa dan memberikan bagiannya kepada Xan. Dia adalah Swordman Farata.
" Kau serius? " Ucap Xan sambil bertanya kepada Farata.
" Tentu saja... Lagi pula aku sudah kenyang. " Jawabnya untuk meyakinkannya.
" Jangan menyesal nanti ya!! " Ucapnya dan mengambil bagian Farata begitu saja saat mendengar jawaban dari Farata.
" Boss apa yang akan kita lakukan setelah ini? " Tanya Farata kepada ketua partynya.
Sambil mekan dia menjawab. " Nanti kita kumpulkan dulu telinga Goblin dan taring Troll. Setelah itu kita coba untuk masuk sedikit lebih dalam. Jika tidak kondisi tidak mendukung kita akan mundur. " Jawabnya sambil memberitahukan rencana selanjutnya setelah istirahat. dia adalah ketua party ini dan merupakan seorang tank ker. Kansas.
" Ok "
__ADS_1