
Di tempat lain lepasnya naga berkepala tiga membuat gemuru yang hebat di langit, ratusan ribu naga mulai keluar dari segelnya, di antara mereka terdapat seekor naga berkepala tiga dengan ukuran yang paling besar. Ukurannya berkali - kali lipat lebih besar dari naga yang lainnya, pancara energi sihir darinya menciptakan sebuah badai yang sangat besar di sekitarnya.
Dan di dekatnya terdapat tiga orang yang terlihat sangat senang dengan kebangkitan naga tersebut.
" Hahaha hebat, padahal mau kita lepaskan tapi malah lepas duluan dari segelnya. "
" Bagaimana pun segelnya sudah sangat tua, sudah pasti dapat di hancurkan olehnya. "
" Tidak aku sangka dia punya energi yang sangat gila. "
Ujar mereka bertiga sambil melihat kebangkitan naga besar itu, di langit yang mendung ragusan ribu nega berterbangan mengelelilingi naga paling besar itu, mereka sedang menunggu perintah dari pemimpin mereka.
Dalam kenesangan mereka yang menyaksikan kebangkitan para naga, mereka tidak menyadari kedatangan Xi dan Yumiko yang telah berada di belakang mereka bertiga. Mereka pun terkena serangan dari Xi dan Yumiko, hingga membuat mereka terjatuh dan menghantam tanah dengan sangat kuat.
" Sialan siapa yang melakukan hal itu. " Ujar salah satunya dengan kesal.
" Oh maaf, tadi tanganku kepeleset. " Ujar Xi dengan tatapan yang dingin. Melihat ketiga orang itu, mereka memiliki kekuatan yang luar biasa kuat. Namun Xi tidak terlalu memikirnya, malahan ia lebih tertarik dengan naga yang baru saja terlepas dari segelnya.
" Xi naga itu sangat kuat, sepertinya akan sangat sulit untuk di kalahkan. " Ujar Yumiko, ia merasa kalau musuhnya kali ini tidak akan mudah untuk di hadapi.
" Berpikir mudah untuk mengalahkan makhluk itu, mimpi saja. "
" Makhluk yang sangat kuat dan berbahaya, Evil Dragon Azi dahaka. Makhluk yang punya kekuatan yang maha dahsyat. " Ujar mereka.
Xi juga merasakan hal yang demikian juga, ia merasa kalau makhluk tersebut tidak akan mudah untuk di kalahkan.
Evil Dragon Azi Dahaka adalah makhluk yang dulunya membuat kekacauan besar, kekuatannya yang maha dahsyat menyebabkan kerusakan pada dunia ini, dengan kemampuan yang ia miliki dan banyaknya naga yang tunduk pada perintahnya, mustahil untuk mengalahkan Azi Dahaka.
Selama bertahun - tahun Azi Dahaka menjaja dunia dan terus menyebarkan kerusakannya, sampai akhirnya ia harus berhadapan dengan sang dewa kematian. Pada saat itu, ia sangat percaya diri dengan kekuatan yang ia miliki, namun siapa sangka kalau ia akan kalah dalam satu serangan. Menyebabkan dirinya di segel oleh dewa kematian, bersama dengan seluruh pasukannya.
Mereka bertiga mulai terbang ke langit sesambil menciptakan sebuah Gate berukuran sangat besar, dari Gate yang mereka ciptakan muncul banyak pasukan iblis memenuhi daratan, serta langit. Lebih dari satu juta iblis mereka panggil untuk menghadapi Xi dan Yumiko saat itu.
" Tempat ini akan menjadi kuburan untuk kalian berdua. " Ujar salah satu dari mereka, demon lord ke 49.
__ADS_1
" Hahahaha dengan jumlah ini sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan kalian berdua. " Lanjut salah satu dari mereka, demon lord ke 41.
Di hadapan banyaknya iblis yang akan menjadi lawan mereka, keduanya masih sangat tenang. Jumlah iblis yang banyak mungkin akan menjadi masalah untuk suatu negara, namun untuk mereka berdua.
Kegelapan mulai menyebar dan meluas, dari kegelapan itu muncul banyak Darkness Army beserta para petinggi Darkness Army.
" Ohw sekarang semakin menarik. " Ucap salah satu dari mereka. Demon lord ke 40.
Kedua pasukan saling bertukar teriakan satu sama lain, tidak sabar untuk mereka saling membunuh.
" Semua habisi kedua rendahan itu! " Ujar Demon Lord ke 40. Memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang.
" Ayo ramaikan. Kalahkan mereka wahai pejuang kegelapan ku. " Ujar Xi memerintahkan seluruh pasukan Darkness Army miliknya.
Kedua pasukan saling bertabrakan satu sama lain, saling bertukar serangan, suara dari hantaman senjata terdengar sangat keras. Pertarungan di daratan serta udara berlangsung sangat sengit. Mereka saling menghancurkan satu sama lain, tidak peduli seberapa kuat musuh mereka, mereka tetap bertarung hingga titik darah penghabisan.
" Kekeke apa hanya segini saja? " Tanya Demon Lord ke 40 kepada Xi dan Yumiko.
Dengan dingin Xi menjawab " Tentu tidak, keroco kayak kalian cukup bawahanku saja yang mengatasi. " Ucapnya dengan mengangkat tangannya yang di selimut energi sihir kemtian berwarna hitam. Saat ia mengangkat tangannya sebuah gerbang muncul di belakangnya.
" Xi - Sama. " Ucap mereka dengan serempak sambil memberikan hormat mereka.
" Kalian bertiga urus ketiga orang itu, aku akan menguruh Azi Dahaka. Dan aku rasa masih ada banyak yang belum menunjukkan taringnya. " Ujar Xi sambil memberikan perintah kepada ketiga wanita itu.
Segerah mereka melesat dengan cepat ke arah ketiga Demon Lord itu, gelombang kejut yang kuat terjadi karena benturan kekuatan mereka. Mereka berenam saling bertukar serangan, pertarungan terjadi sangat cepat di atas langit. Kecepatan mereka sangat luar biasa, hingga sulit untuk melihat pergerakan mereka dengan mata.
Sementara itu, Xi menciptakan sebuah tombak besar dari api hitam, energi sihir yang padat berkumpul di tombak hitam itu. Ia melepaskan tombak hitam itu ke arah Azi Dahaka, dengan cepat tombak itu bergerak dan menghantam Azi Dahaka.
Ledakan terjadi karena tabrakan tombak hitam kepada Azi Dahaka, asap gelap membutakan padangan, setelah asap menghilang terlihat Azi Dahaka masih baik - baik saja dan tidak tergores sedikit pun.
" Naga itu tangguh, Xi aku akan membantu mu. " Ujar Yumiko, melihat Azi Dahaka yang tidak terluka oleh serangan Xi. Ia memutuskan untuk membantu Xi untuk mengalahkan Azi Dahaka.
Akan tetapi Xi menolaknya dan berkata akan mengurus Azi Dahaka sendirian. " Aku akan mengurusnya sendiri, Yumiko kau tunggu di sini saja, masih ada makhluk kuat lainnya yang belum muncul. Aku rasa mereka akan muncul sebentar lagi. Dan tidak aku katakan kalau mereka mudah di hadapi. " Balasnya setelah itu ia pergi meninggalkan Yumiko.
__ADS_1
Xi melesat dengan cepat mengarah pada Azi Dahaka, mengepalkan tangannya dan memukuk Azi Dahaka dengan sangat kuat. Hingga membuat Azi Dahaka kesakitan.
" Kurang ajar! Beraninya kau menyerang aku! " Ujar Azi Dahaka dalam bahasa naga. " Aku adalah Azi Dahakan, raja dari para naga jahat. Aku akan melenyapkan mu karena berani menyerangku! " Ucapnya dengan sangat marah, ketiga mulutnya di penuhi dengan api yang sangat panas, melepaskan semburan api naga kepada Xi.
Semburan itu menciptakan tiga pilar api yang sangat besar, dan menghanguskan apa pun yang mengenainya. Ia melihat orang yang memukulnya tidak ada di hadapannya lagi.
Dari belakang Xi memukul Azi Dahaka dengan tangan kegelapan yang besar. Hal itu membuat Azi Dahaka semakin marah, sekali lagi melepaskan nafas apinya kepada Xi. Namun sebelum serangan itu mengenai Xi, terlebih dahulu Xi menghindarinya, ia terbang ke atas langit.
Pada tangan kanannya terkumpul energi sihir yang sangat banyak hingga membuat tangannya di selimut oleh api hitam.
Melihat itu Azi Dahaka merasakan kalau serangan Xi akan menjadi serangan yang sangat kuat. Ia pun merasa tertarik untuk beradu kekuatan serangan dengan Xi.
" Aku akan meladenimu! " Ketiga kepala Azi Dahaka mulai bersinar, dari mulutnya keluar api yang menyala - nyala.
Keduanya saling menatap satu sama lain dan melepaskan serangan bersamaan. Serangan api hitam yang sangat cepat mengarah pada Azi Dahaka, dan Api merah yang menyalah terang mengarah kepada Xi. Kedua serangan saling berbenturan hingga menyebabkan gelombang kejut yang hebat, menghempaskan apa pun yang ada di sekitar mereka.
Angin berhembus kencang karena tabrakan dari dua kekuatan yang hebat, naga yang beterbangan di langit bergetar dan berhenti mengepakkan sayap mereka.
Kedua serangan masih saling beradu, adu kekuatan serangan yang sangat sengit hingga berlangsung cukup lama, sampai pada akhirnya kedua serangan itu menyebabkan ledakan yang sangat kuat.
Azi Dahaka mulai melebarkan sayapnya dan terbang ke langit, dengan cepat ia menghampiri Xi dan membuka mulutnya yang besar itu untuk melahap Xi.
Namun Xi memukul satu kepalanya dengan sebuah palu besar yang terbuat dari kegelapan, hingga membuat satu kepalanya merasakn rasa sakit.
Pertarungan yang jauh di atas langit, ledakan terus terjadi di atas langit menandakan keduanya saling bertukar serangan yang sangat kuat. Langit di buat bergetar oleh mereka berdua, seluruh langit di isi oleh padatnya energi sihir.
Azi Dahaka menyipitkan matanya, manatap Xi dengan tatapan tajam. Dari ketiga mulutnya terpancar sinar cahaya merah yang menyilaukan mata, ketiganya menyatukan serangganya. Sinar cahaya semakin terang benderang, menandakan dirinya telah siap melepaskan serangannya.
Di sisi lain Xi dengan api hitamnya yang sangat panas, mengumpulkan energi kematiannya di satu titik. Temperatur suhu dari apinya semakin dan semakin panas, dan siap di lepaskan.
Keduanya saling melepaskan serangan kuat mereka, sinar cahaya merah menyerang Xi dengan membabi buta, pilar api hitam mengarah pada sinar cahaya merah itu dengan kecepatan tinggi. Kedua serangan saling bertabrakan, menyebabkan ledakan yang maha dahsyat di langit, gelombang kejut membuat awan di sekitarnya menjauh. Terlihat pusaran dari kedua serangan yang saling bertabrakan membentuk topan yang sangat mengerikan.
Keduanya masih terus menyerang dengan kekuatan yang mereka lepaskan saat ini, keduanya tidak ada yang mau kalah, menyebabkan topan yang tercipta dari serangan mereka berdua semakin besar. Saking padatnya energi sihir yang berada di dalam topan itu, hingga membuatnya meledak. Ledakan yang terjadi menyebabkan keduanya berhenti menyerang.
__ADS_1
Namun terlihat keduanya masih baik - baik saja dan saling memancarkan aura membunuh satu sama lain.