
Ia yang di butakan oleh keberhasilan nya, sehingga menganggap dirinya telah menang. Dan tidak ada satu orang pun yang dapat mengalahkannya, hal itu membuat nya membuka banyak celah hingga menjadi bumerang untuk dirinya sendiri karena tidak memperhatikan sekitar nya.
Sebuah pedang besar dan tajam menghantam dirinya, hingga kepalanya terpisah dari tubuhnya. Hantaman itu cukup kuat hingga membuat atap bangunan itu hancur.
Dari debu yang tercipta dari ledakan itu, dari balik debu itu. Jatuh sebuah tubuh dan kepala yang telah terpisah. Dan seseorang pria berambut putih telah menunggu di bawah sana dan mengambil kepala tersebut sebelum kepala iblis itu jatuh ke tanah.
" Rencana mu memang sempurna... Dengan nenyelipkan sebuah kertas pemanggilan jarak jauh di sebuah gerobak, dan saat waktunya pas... Kau membuat sebuah ledakan untuk menarik perhatian warga sipil. Dan mejadikan moment tersebut untuk memunculkan pasukan mu yang siap untuk mengubah warga sipil menjadi pasukan mu. " Ujar pria berambut putih tersebut dengan mengevaluasi rencana yang di susun oleh comandan iblis ke 8 itu.
[ Anda telah mengalahkan satu dari 8 comandan iblis ]
[ Sebuah Quest telah di dapat ]
[ Kalahkan 7 Comandan Iblis lainnya ]
[ Hadia : Level up 5x. Sebuah rune skill. ]
[ Quest ]
[ Comandan iblis yang telah di kalahkan 8/1 ]
" Aku naik dua level hanya dengan membunuh satu ini... Dan masih ada tujuh lagi, terlebih Questnya tidak bisa di tolak. Terpaksa harus aku selesaikan. " Ucapnya sambil melihat Quest tersebut. " Selesai pembasmian ini... Aku akan langsung meninggal kan negara ini. " Ujarnya. Lalu pergi menuju kerumunan monster yang menyerang warga sipil yang tidak bersalah.
Dengan cepat ia bergerak dengan memegang dua dagger di tangannya. Dan menebas para Kobolt yang ada di depannya serta para warga sipil yang telah berubah menjadi setengah Zombie. Dengan cepat ia mengalahkan banyak monster.
" Bangkit! " Ucapnya memunculkan para undead yang telah ia summon sebelumnya. Namun tidak semua undead ia summon saat itu. ' siang bolong kayak gini, aku tidak bisa mensummon semuanya... Karena beberapa dari mereka tidak dapat terkena sinar matahari. Tapi ini sudah cukup untuk mengalahkan semua monster tersebut. Terlebih mereka juga punya rekan baru. ' Ujarnya dalam hati. Dan para undead langsung menyerang para monster yang menginvasi saat itu juga.
Di sisi lain, seorang wanita cantik dengan cepat ia mengalahkan banyak Kobolt yang menginvasi. Dan membuay dirinya menjadi pusat perhatian semua orang.
Ia adalah Airis. Dengan ke ahlian pedangnya yang luar biasa, membuat nya dengan mudah mengalahkan para Kobolt tersebut.
__ADS_1
[ Kobolt ]
[ Rank : D ]
[ Monster yang bergerak secara berkelompok ]
Airis dengan mudahnya mengalahkan banyak Kobolt.
Beberapa serangan sihir seperti bola api menghantam para kobolt serta manusia setengah zombie. Dengan cepat jumlah monster yang menginvasi berkurang sangat banyak. Dua orang yang sangat menonjol saat itu adalah Xi dengan pergerakan dan serangannya yang cepat, serta sihirnya yang sangat kuat, dan Airis yang memiliki kemampuan berpedang yang luar biasa. Serta para undead yang dapat mengalahkan banyak Kobolt saat itu, menjadi pusat perhatian mereka semua.
" He hebat... Siapa mereka? "
" Aku tidak tahu. "
" A... Pria berambut putih itu... Bukahkan dia orang baru yang baru saja mendaftar di guild pertualang. "
" Dia hebat sekali... Tidak heran ia bisa menangkap dua ekor ular ungu mata tiga. "
" Xi - Sama... Kita berhasil! " Ujar Airis dengan senang.
" Jangan senang dulu... Kita harua cepat meninggalkan negara ini sebelum raja memanggil kita. " Ujarnya dan mengajak Airis untuk cepat - cepat pergi meninggalkan kerajaan.
Namun saat mereka berbalik badan, seorang Assassin muncul di hadapan mereka berdua dan menghentikan mereka.
" Maaf mengganggu waktu kalian berdua... Tapi raja mengundang kalian berdua ke dalam istana... Mohon untuk berkenan hadir di sana. " Ujarnya sambil memberikan sebuah surat yang berisi undangan raja.
" Tidak aku sangkat secepat ini... " Ujar Airis dengan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia mengerti kenapa Xi ingin meninggalkan negara ini cepat - cepat.
Setelah lima jam berlalu dan hari mulai sore. Mereka datang ke istana sesuai dengan waktu yang di tentukan. Terlihat di dalam istana terdapat banyak orang - orang keluarga bangsawan yang hadir di sana. Mereka semua mengenakan pakaian serta gaun yang sangay bagus dan indah. Sedangkan Xi Dan Airis saat itu hanya menggunakan pakaian biasa.
__ADS_1
" Hohoho... Jadi kalian datang wahai pahlawan muda. " Ujar seorang pria dengan mahkota di kepalanya.
Semua orang berlutut saat ia datang, namun tidak dengan Xi dan Airis. Mereka bersikap sangat tenang dan santai. Hal itu sangat tidak di sukai oleh para bangsawan lainnya. Namun beberapa dari bangsawan itu dapat memakluminya karena mereka berdua masih muda.
" Salam raja. " Ujar Airis sambik menundukkan kepalanya.
Namun tidak dengan Xi yang terlihat tidak memperdulikan hal tersebut dan lebih memilih untuk mengabaikan nya.
Melihat sikap Xi yang tidak sopan kepada raja. Membuat seorang bangsawan naik darah dan dengan lantang serta suara yang keras ia berkata. " Yang mulia, b*jingan itu terlalu sombong sampai tidak dapat melihat yang mulia... Izinkan saya untuk memenggal kepalanya. " Ucap seorang bangsawan saat itu dengan keras dan bergeming ke seluruh rungan.
Suaranya yang keras membuat semua orang terkejut.
Saat mendengar ada seseorang yang ingin memenggal kepalanya. Dengan tatapan mata yang mengerikan serta niat membunuh di matanya. Ia menatap bangsawan tersebut dengan ganas.
Seketika bangsawan tersebut tertegu diam saat menyaksikan kengerian tersebut. Ia seperti melihat seekor naga hitam yang siap memangsanya kapan saja saat itu.
Sang raja pun angkat suara untuk menenangkan para tamu - tamunya. " Ehem ehem... Tidak perlu sampai segitunya, aku tidak akan sekejam itu. Mereka berdua telah mengorbankan diri mereka untuk melindungi kerajaan ini. Bagaimana mungkin aku mengizinkan mu memenggal kepala salah satu dari mereka. Ini akan merusak nama baik kerajaan ini. " Ucap Raja itu dengan berwibawa.
" A maafkan hamba yang mulia! " Ucapnya sambil berlutut, serta menundukkan kepalanya.
" Tidak apa... Pertama - tama saya ingin mengucapkan terimakasih banyak karena sudah melindungi negara ini. Dan yang kedua... " Sebelum Raja itu selesai berbicara Xi langsung menyelanya.
Walau itu tidakan yanh tidak sopan, namun ia tetap melakukannya karena tidak ingin berlama - lama ada di istana. " Langsung saja pada intinya... Apa yang kau inginkan? " Tanya Xi kepada Raja dengan dingin sambil menyela raja.
Hal itu jelas membuat sang raja terkejut karena anak muda itu berani untuk menyelanya saat ia sedang berbicara. Namun ia tidak mempermasalahkan hal tersebut.
" Kau pintar nak... Baiklah aku akan langsung ke intinya saja... Kalian berdua, mengabdilah kepada nagara ini dan aku sebagai raja akan memberikan posisi yang tinggi kepada kalian berdua. " Ucap raja tersebut dan menawarkan mereka sebuah posisi yang tinggi. Namun dengan balasan harus melayani negara ini.
Dengan cepat dan tanpa berpikir dua kali Xi langsung membalas. " Kami menolak. " Ucapnya langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan istana.
__ADS_1
Hal itu jelas membuat semua orang sangat tercengang karena ada orang yang berani untuk menolak pemberian raja secara pribadi dengan tidak sopan.
Setelah keluar dari istana, serta meninggalkan kerajaan. Di mulai dengan hari yang malam itu, mereka pergi ke suatu tempat, dimana tempat tersebut biasanya ada banyak monster yang menyerang.