LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 133


__ADS_3

Dengan di bimbing oleh Kambing iblis darah, mereka semua sampai di tempat bos dungeon bersembunyi. Yaitu di pedalaman hutan yang luas terdapat sebuah singgah sana yang besar.


Mereka semua di kejutkan dengan jumlah kambing iblis darah yang sangat banyak yang mengelilingi mereka. Mereka yang berada di tengah, sangat ketakutan melihat jumlah Kambing iblis darah yang mereka perkirakan lebih dari 2000 Kambing iblis darah.


" Astaga... Mereka banyak sekali... Jika semua Kambing iblis darah ini sampai keluar dari dungeon. Kota mungkin saja bisa mereka hancurkan... Kami tidak boleh membiarkan mereka keluar dari sini! " Ujar Caron dalam hatinya. Walau di selimuti oleh rasa takut, tapi Caron tetap mempertahankan dirinya untuk tidak tunduk dan tidak menyerah. Serta dia masih berpegang teguh pada keputusannya untuk menyerang bos monster dengan serangan kejutan untuk mencegah semua monster ini keluar dari dungeon.


Arch berkata " Kambing iblis darah adalah yang terkuat di antara bangsa kambing iblis setelah Kambing iblis hitam dan kambing iblis jahat. Kekuatan satu Kambing iblis darah setara dengan satu petualang Rank A elite. Dan sekarang jumlah mereka ada lebih dari 2.000. Tidak hanya kita kalah jumlah, tapi dari segi kekuatan saja sudah mustahil. Satu - satunya kesempatan untuk keluar dari sini hidup - hidup adalah... Dengan membunuh bos nya! " Ujar Arch. Pandangan matanya tertuju kepada Bos monster yang sedang duduk di singgah sana sana.


Kambing iblis darah yang duduk di singgah sana itu memiliki badan yang besar serta otot yang tempak kekar. Dengan sebuah palu besar yang terletak di samping singgah sananya, terlihat jelas bahwa bos monster adalah monster petarung yang sangat kuat. Dapat di lihat dari ekspresi para monster lainnya yang terlihat sangat menghormati pemimpin mereka.


Bos monster yang melihat manusia telah sampai di tempat kekuasaannya, dia tersenyum dan menyambut kedatangan mereka dengan berkata. " Selamat datang di kekuasaan ku manusia. Namaku Maze pemimpin agung dari bangsa Kambing iblis darah. Senang melihat kalian datang bertamu ke rumah ku. " Ucap bos monster sembari memperkenalkan dirinya yang menyatakan sebagai pemimpin dari para kambing iblis darah.


[ Nama : Maze. Spesies monster : Beast. Ras : Kambing iblis darah - Pemimpin. Berkah kekuatan : Kekuatan Penghancur. Rank : S+. Level : 170. Exp : 1,849,824. ]


Mendengar ucapan sambutan dari bos monster, semua orang hanya dapat terdiam sambil melihat sekeliling mereka yang di penuhi oleh bangsa Kambing iblis darah. Mereka semua terlihat waspada sekaligus takut dengan monster - monster itu yang akan tiba - tiba menyerang mereka.


Caron yang mendengar kata sambutan dari bos monster hanya bisa diam dan menelan ludahnya sambil berkata " Jika mereka semua berhasil keluar kota sudah pasti akan hancur... Tapi, setidaknya... Jika mereka keluar dari Gate ini, kami harus membunuh bossnya! " Ucap Caron dalam hatinya. Selain memerhatikan bos monster yang sedang memerhatikan mereka, Caron juga melirik beberapa prajurit Kambing iblis darah lainnya yang menurutnya lebih kuat dan lebih unggul dari yang lainnya.


Tepat di samping kanan dan samping kiri bos monster, masing - masing terdapat empat jendral Kambing iblis darah yang kekuatannya satu di antara mereka telah melebihi atau dapat memusnahkan Party Caron.


Pandangan mata Caron tertuju kepada Kambing iblis darah yang mengenakan sebuah jubah merah dan memegang sebuah tongkat yang mana di atas tongkatnya terdapat sebuah tengkorak kambing yang menempel pada tongkat yang di pegangnya. Caron dapat menyimpulkan, Kambing iblis darah yang satu itu adalah seorang penyihir. Namun, Caron belum tahu pasti seberapa kuat dan seberapa hebat sihir nya.


" Monster bertudung itu pasti seorang penyihir... Dan sepertinya dia juga tidak lebih lemah dari ketujuh jendral lainnya. Aku tidak yakin kalau kami dapat melewati penjagaan para jenderal dan membunuh dengan serangan kejutan. " Ucap Caron dalam hatinya yang terlihat terdapat sedikit keraguan di dalamnya.


Semua orang yang melihat Caron tidak bergeming sedikit pun walay ada di hadapan bos monster. Membuat mereka kagum, dan mereka yakin Caron memiliki rencana untuk membunuh bos monster nya.


Mereka yang telah mendengarkan rencana dari Caron sebelumnya di sepanjang jalan, mereka mulai bersiap - siap. Merilis skill dan merapalkan sihir mereka secara diam - diam.


" Hanya perlu menunggu aba - aba dari Kapten. "


" Langsung serang bosnya! "


" Kita akan menargetkan bosnya! "


Mereka yang telah siap, menunggu perintah dari Caron untuk melancarkan serangan ke arah bos monster.


" Tidak ku sangka anak panah yang aku buat dari thunder stone akhirnya akan berguna hari ini. Akan aku gunakan semuanya hari ini untuk membunuh bosnya! " Ucap Arch yang telah bersiap dengan busung silang lengan yang telah ia isi dengan panah yang terbuat dari thunder stone. Dan di tangan lainnya, Arch memegang beberapa thunder stone yang akan ia lemparkan ke arah penyihir ketika mereka mulai menyerang bos. Berharap dengan itu, dapat memberikan mereka waktu untuk menyerang bos tanpa terganggu oleh penyihir.


Riu, di dalam tim. Walau tugasnya hanya sebagai orang yang mengangkut barang. Tapi, dirinya selalu siap dengan segala situasi dan ikut bergabung dalam menyerang bos dungeon.


Riu mengambil beberapa lembar kertas dari sakunya. Dari masing - masing kertas yang di ambilnya, itu adalah beberapa spell sihir yang dapat di gunakan kapan pun. " Aku membeli kertas spell ini berjaga - jaga jika mengalami situasi yang tidak terduga... Spell sihir ini hanya spell sihir kelas dua dan tiga, entah akan berguna atau tidak tapi... Setidaknya aku sudah memberikan usaha terbaikku dengan ini. " Ucap Riu memegang erat kertas spell sihir itu dan mulai menyuntikkan beberapa energi sihir ke dalam kertas tersebut dengan diam diam.


Sementara itu, Maze yang melihat kelompok manusia itu hanya diam dan tidak berbicara sedikit pun, Maze mulai melepaskan auranya yang sangat kuat dan sangat mendominasi untuk memberikan tekanan dan juga ancaman ketakutan kepada kelompok manusia itu.


Sambil melepaskan auranya yang kuat, Maze berkata " Hahaha, apakah kalian manusia takut kepada diriku? " Auranya menyebar luas ke seluruh hutan dengan sangat cepat.


Aura yang mencekam langsung menusuk - nusuk tubuh Caron dan timnya tanpa ampun. Sehingga Caron dan timnya yang meraskan aura itu terasa tubuhnya seperti di cabik - cabik.


Setelah merasakan aura yang begitu mengerikan, dahi mereka menghitam serta perlahan wajah mereka semua memucat.


Dalam sekejap hati mereka langsung di penuhi oleh rasa takut.


" Bagaimana bisa dia memiliki aura sekuat itu...? " Ucap seorang penyihir dengan wajah nya yang pucat dan terlihat seperti mayat.

__ADS_1


" Sudah berapa banyak yang terbunuh di tangannya hingga sampai dapat memiliki aura seperti itu? Apakah kita tetap harus menghadapi makhluk ini? " Ucap seorang tanker dalam tim dengan dahu yang menghitam serta penuh keringat. Kepercayaan dirinya sebelumnya sebelum datang ke sarang bos monster hilang seketika dan berubah menjadi keraguan yang tiada tara.


" Kita jelas bukan lawannya... Jika di bandingkan dengannya, petarung sepertiku hanyalah amatiran. " Ucap Riu. Wajahnya pucat penuh keringat. Serta di bawah tekanan yang kuat itu hidungnya megeluarkan darah.


Caron, dengan wajah yang pucat dan tubuh yang gemetaran. Berbicara kepada Maze dengan terbanta banta.


" Kenapa... Kenapa kau membawa kami... Kami ke sini? Hanya dengan... Mengandalkan pasukanmu sudah lebih dari cukup untuk memusnahkan kami. Ke kenapa kau malah membawa kami kemari? " Ucap Caron dengan hati yang gelisah dan penuh rasa takut. Caron pun menanyakan alasan Maze membawa mereka ke sarangnya, dan tidak menghambisi kelompok nya dengan pasukannya. Seharusnya, untuk sosok sekuat dirinya tidak perlu sampai membawa mereka semua ke tempat nya berada. Itu lah yang di pikirkan oleh Caron.


Tapi, Maze memiliki pemikiran yang berbeda. Menurut pendapatnya, memang benar kalau sebagian kecil tentaranya saja sudah cukup untuk memusnahkan kelompok petualang kecil itu. Namun, Maze tidak melakukan hal tersebut karena memiliki suatu alasan.


Alasannya yaitu " Kalian akan menjadi budak kami! " Ucap Maze dengan santai sambil tersenyum jahat.


Seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari perkataan Maze, Caron berkata. " Apa? Me menjadikan kami budak? " Ucap Caron.


Maze membalasnya dengan berkata " Benar, kalian para manusia akan melayani kami, memperbanyak keturunan kami. Saat kami keluar dari tempat ini, baru kami akan membunuh kalian semua hahaha! " Balasnya sambil tertawa terbahak - bahak. Saat mengatakan itu, Maze merasa senang dan begitu juga dengan para pengikutnya yang terlihat sangat bersemangat.


Para wanita yang mendengar perkataan itu sangat takut. Wajah mereka semua sangat pucat dan penuh dengan keringat. Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana mereka nantinya akan di lecehkan oleh para monster - monster menjijikan itu dalam pandangan mereka.


Maze benar - benar merendahkan dan menghina ketetapan hati mereka yang telah berjuang sampai sejauh ini. Menggunakan manusia sesuka mereka sebagai sarana hiburan untuk menghibur mereka selama masih berada di dalam dungeon. Penghinaan yang di terima oleh party Caron tidak sampai di situ, di mata Maze, kelompok Caron bahkan tidak di anggapnya sebagai musuh, melainkan memandang mereka sebagai budak dan hewan peliharaan yang akan mereka mainkan dan mereka buang sesuka hati mereka.


Caron yang mendengar nya jelas sangat marah. Karena itu tidak hanya merendahkan mereka, tapi Maze berniat melecehkan teman - temannya.


Caron, tidak ingin hal memalukan semacam itu terjadi kepada mereka. Di saat Maze tertawa dengan senangnya, Caron mengambil kesempatan ketika Maze sedang lengah dan tidak memerhatikan mereka. Caron berteriak keras dan memberikan perintahnya kepada rekan - rekan.


" SEKARANG! SEMUANYA SERANG DIA! " Teriak Caron dengan keras dan melepaskan sebuah serangab kilatan pedang yang langsung tertuju kepada Maze sang bos monster.


" Serang! " Semua orang berteriak dengan serempak menyerang Maze dengan kekuatan penuh mereka. Semua serangan yang mereka gunakan, masing - masing adalah serangan terkuat mereka.


Gabungan serangan terkuat dari belasan petualang mengarah kepada Maze dengan sangat cepat. Setiap serangan memiliki efeknya masing - masing ketika mengenai targetnya.


Maze tersetrum, dan mengakibatkan dirinya tidak dapat meraih palu besarnya dengan tangan yang lemas.


Penyihir yang ada di sebelah Maze, berusaha melindungi Maze dengan menggunakan sihir pertahanannya. Penyihir itu merapalkan sihirnya dengan sangat cepat hendak menolong Maze dengan barier sihir. Akan tetapi, penyihir itu gagal merapalkan mantra nya karena pandangannya teralihkan pada Arch yang melemparkan sesuatu kepada dirinya.


Penyihir itu berniat untuk melindungi dirinya sendiri. Namun, ketika melihat apa yang di lempar oleh Arch, saat itu juga penyihir itu sangat marah kepada Arch karena telah mempermainkannya.


" Hanya sebuah batu...? " Wajahnya memerah karena merah dan seluruh urat wajahnya muncul memenuhi wajahnya hingga terlihat dengan sangat jelas. " Beraninya kau mempermainkan aku! " Teriak penyihir itu dalam hatinya dengan keras serta merah kepada Arch. Walau begitu, thunder stone yang masih aktif terus mengeluarkan kilatan petrinya yang tanpa henti menyambar sang penyihir.


Semua monster sangat terkejut dengan tindakan serangan diam - diam dari kelompok manusia. Mereka semua murka dan mengarahkan kemarahan mereka kepada kelompok tersebut. Semua monster mengangkat senjata mereka dan hendak menyerang kelompok Caron.


Namun, ketika mendengar suara jeritan dari pemimpin mereka. Semua monster berhenti dan mengarahkan pandangan mereka kepada pemimpin mereka.


" AAAAAAAAAAA! " Maze menjerit kesakitan. Banyaknya serangan yang mengenai dirinya membuatnya tidak dapat menarah rasa sakit itu.


Melihat bos dungeon menjerit kesakitan, Caron dan kelompok nya terlihat senang karena serangan mereka berhasil membuat bos monster terluka.


Melihat bos monster yang sedang dalam ke adaan lemah, Caron pun berbalik dan berteriak " Tuan Xi, sekarang waktunya membawa tuan putri pergi! " Teriak Caron kepada Xi. Caron meminta Xi membawa Putri pergi meninggalkan sarang monster ini sebelum bos monster dapat kembali seperti semula.


Xi yang mendengar itu sontak hanya diam dan menatapi Caron. Tidak sedikit pun dia bergerak dari tempatnya, dan membawa putri pergi.


Caron yang melihat itu tentu di buat bingung. Dalam hatinya dia berkata " Apa... Apa yang terjadi kepadanya? Dia tidak bergerak? Apa dia sangat ketakutan sampai sampai membuatnya tidak bisa bergerak? " Ucap Caron dalam hatinya. Di saat - saat kritis seperti ini, orang - orang yang diam dan terlihat seperti orang bodoh adalah orang yang paling tidak berguna dan paling tidak dapat di andalkan di dalam tim.


Berharap kepada seseorang seperti itu, jelas mereka telah membuang - buang waktu yang mereka miliki.

__ADS_1


Caron berpikir Xi ini sudah tidak dapat di andalkan lagi. Karena dia hanya diam di tempat dan tidak melakukan apa pun selain diam mematung. Karena itu Caron berinisiatif untuk membawa putri bersamanya dan pergi meninggalkan tempat ini bersama yang lainnya selagi memiliki waktu.


Namin, ketika Caron berjalan beberapa langkah dan melihat dengan jelas tatapan mata Xi, dia baru sadar. Sedari awal Xi tidak memerhatikan dirinya, tatapan Xi itu, tertuju pada bos monster yang tadi di serangnya.


Suara jeritan dari Maze yang terdengar sangat keras perlahan lahan suara jeritan itu berubah menjadi tawa ria yang terdengar sangat senang.


" Hahahahaha! Hahahahaha! Bagus, sangat bagus manusia... Jarang - jarang ada orang yang dapat menyerang diriku dan mengenainya. Hahahaha, aku puji kehebatan kalian tapi... Kalian tidak mungkin bisa membunuh diriku dengan serangan receh seperti itu. " Ucap Maze. Gembulan asap yang menutupi dirinya kian memudar dan menghilang. Menunjukkan kondisi Maze yang sebenarnya setelah di serang oleh Caron dan rekan - rekannya.


Dan terlihat dengan jelas oleh semua orang yang ada di sana. Terlihat Maze yang masih duduk santai dan tidak sedikit pun menderita luka walau hanya sekedar goresan setelah menerima semua serangan itu. Hal itu membuat Caron dan kelompoknya terkejut sekaligus putus asa. Serangan diam - diam yang mereka rencanakan sebelumnya, berakhir dengan hasil yang sia - sia. Bahkan itu tidak berpengaruh sedikit pun pada bos monster mau pun penyihir yang di serangnya.


Senyumnya sangat menyeramkan dan membuat seluruh anggota sangat terintimidasi. Wajah mereka kembali pucat dan tatapan mata mereka kosong serta di penuhi dengan ketakutan dan keputusasaan.


Semua kambing iblis darah menertawakan tindakan bodoh kelompok Caron. Hal - hal yang mereka rencanakan dan dapat membunuh bos dalam satu serangan ternyata tidak sesuai dengan ekspetasi mereka.


Maze meraih palunya dan mungangkatnya di hadapan semua orang sambil berkata " Jika kalian ingin membunuhku, setidaknya serangan kalian harus sekuat ini! " Ucap Maze. Mengangkat palu besarnya tinggi tinggi.


BANG!


Dengan seluruh kekuatannya, Maze memukulkan palunya ke tanah dan membuat guncangan pada area sekitar. Dapat dari pukulan nya sangat kuat, sampai membuat permukaan tanah hancur dan angin kencang yang di hasilkan menerbangkan puing - puing tanah yang hancur.


Tidak hanya itu, angin kenceng yang di hasilkan bahkan juga menghempaskan semua orang. Caron dan rekan - rekannya terhempas dan jatuh ke tanah dengan keras. Walau tidak menderita luka yang berarti, tapi setelah melihat kuatnya pukulan tersebut mereka semua merasa sangat putus asa.


Maze mengangkat kembali palunya. Memamdang para manusia dengan tatapan remeh dan jijik sambil berkata " Heh, kalian manusia hanyalah makhluk lemah. Sangat rendahan dan tidak berguna. Hanya karena memiliki sedikit kemampuan kalian menjadi sombong dan sok kuat, yang nyatanya kalian hanyalah orang - orang serakah dan membuli sesama kalian yang lebih lemah. Kalian tidak seperti kami yang hidup di hutan, kami saling bertarung dan berperang untuk mempertahankan wilayah kami. Dan itu lah kenapa kami menjadi makhluk yang kuat. Tidak seperti kalian manusia yang rendahan! " Ucap Maze. Menjelaskan kepada kelompok Caron perbedaan hidup dan kekuatan di antara mereka. Melihat manusia - manusia itu yang hanya diam mematung serta ketakutan, Maze merasa jengkel dan berteriak dengan keras " Ketika kami keluar dari tempat ini kalian manusia adalah ras pertama yang akan kami musnahkan! Dengan seluruh kekuatan kami tidak akan ada yang dapat menghentikan kami! Dan kalian... Adalah manusia pertama yang akan kami akhiri! " Lanjut Maze. Menyatakan tujuannya yang sebenarnya di depan semua orang. Seluruh bawahannya terlihat sangat bersemangat ketika mendengar Maze akan memusnahkan manusia. Mereka semua pun bersorak meria sambil mengangkat tinggi senjata mereka dengan bangga. Dan sebelum Maze mengakhiri perkataannya, dia melemparkan palu besarnya kepada Caron dan rekan - rekannya yang masih mematung di sana.


Palu besar itu terbang dan jatuh ke arah kelompok Caron dengan sangat cepat.


DUAAR!


Palu besar jatuh dan menimpa kelompok Caron. Semua orang tertima palu itu tanpa ada satu pun dari mereka ada yang menghindar.


Maze tersenyum senang dan puas melihat nya. Dalam hatinya Maze berkata " Salahkan kalian karena terlalu lemah, dengan ini, awal dari kami akan menghancurkan kalian semua manusia... " Ucap Maze bergumam dengan raut wajah yang penuh semangat dan penuh kepercayaan diri.


Debu yang menutupi tempat jatuhnya palu besar yang di lemparkan oleh Maze perlahan menghilang. Maze masih tersenyum senang dan perlahan berjalan turun dari tahta nya hendak mengambil palunya kembali. Akan tetapi, ketika dia berada cukup dekat dengan palunya berada, dia melihat palunya yang terlihat melayang dan tidak menyentuh tanah.


Melihat palunya melayang di atas tanah, Maze di buat terkejut. Dan bertanya - tanya kepada dirinya sendiri dengan perasaan bingung. " Heh! Palu ku melayang? Apakah ada di antara mereka yang menahan palu itu? Tapi... Bagaimana mungkin ada manusia yang dapat menahan hantaman palu ku yang beratnya. Berat palu ku saja memcapai 49 kg. Seharusnya, dengan palu seberat itu sudah lebih dari cukup untuk meremukan tubuh manusia sampai tak tersisa? " Gumam Maze dengan bingung.


Tepat di bawah palu yang melayang, seorang pria terlihat menahan dan mengangkat palu besar dan berat itu dengan satu tangan. Pria itu pun berkata " Palu ini memang berat, tapi tidak seberat yang aku pikirkan. " Ucap pria itu. Dia mengangkatnya dengan enteng bahkan terlihat seperti tidak ada beban pada palu tersebut.


Maze yang melihat manusia itu mengangkat palunya hanya dengan satu tangan kecilnya terkejut dan berkeringat di buatnya.


Dan pria yang mengangkat palu tersebut tidak lain adalah Xi yang berusaha melindungi Putri. Xi pun melanjutkan perkataannya dengan berkata " jika kau ingin membunuh mereka aku tidak akan keberatan tapi... Jika kau ingin membunuh gadis ini, maka aku tidak akan membiarkanmu melakukannya. Karena gadis ini ada di bawah perlindungan ku. " Ucap Xi dengan tenang. Melempar palu besar itu ke tepi dengan santai. Dia berbicara kepada Maze sambil menunjukkan ekspresinya yang datang dan tatapannya yang tajam.


Semua orang terkejut melihat kehebatan Xi. Bahkan Caron tidak menyangka kalau ada orang sekuat ini di dalam party nya. Selama ini, Caron telah salah menilai Xi yang menurutnya adalah orang lemah dan ikut bersama dengan party nya ke dalam sebuah dungeon untuk mencari sebuah pengalaman. Tapi, itu tidak seperti apa yang dia pikirkan sebelumnya, bahkan jika di bandingkan dengannya, jarak di antara mereka berdua sangatlah jauh layaknya langit dan bumi.


Putri yang sudah mengetahui kalau pria ini adalah pria yang kuat tetap saja di buat terkejut ketika melihat aksi nya. Dalam hatinya Putri berkata " Tidak mungkin... Apa yang di katakan oleh roh air sepertinya benar... Xi ini sangatlah kuat. Bahkan mampu mengangkat palu besar itu dan bahkan melemparnya dengan mudah. Aku tidak tahu bagaimana kakak Yumiko bisa bertemu dengan pria ini... Dan kenapa pula aku belum pernah mendengar tentang dirinya selama ini? Apa itu karena dia menyembunyikan kekuatannya dari dunia luar? " Ucap Putri. Apa yang di perkirakan oleh roh air dan roh api sepenuhnya benar. Sebelumnya, Putri yang tidak percaya kalau Xi adalah orang kuat kini dia tidak bisa menyangkal lagi. Kali ini Xi benar - benar menunjukkan kemampuannya di depan matanya.


Dan ketika Xi mengatakan kalau dirinya akan di lindungi olehnya, muncul sesuatu perasaan yang aneh ketika Putri mendengarnya. Jantungnya berdeguk kencang dan tidak terkontrol. Saat melihat Xi berdiri dengan gagah di depannya, pipi Putri memerah dan tatapan matanya penuh dengan kekaguman.


Maze yang melihat Xi melempar palu nya dengan mudah tidak bisa tidak menganggap Xi sebagai orang yang lemah.


Dengan raut wajah yang serius serta sedikit berkeringat, Maze menatapi Xi sambil berkata " Orang ini tidak normal, kekuatannya pasti tidak lebih lemah dariku, tapi... Entah kenapa... " Maze tersenyum lebar dan terlihat sangat bahagia. " Aku merasa sangat bersemangat! " Lanjut Maze berteriak dengan keras dalam hatinya yang penuh dengan semangat yang membara.


Ketika melihat ada seseorang yang kuat, Maze yang sebelumnya sangat bosan dan lesuh, kini berubah menjadi sangat bahagia dan penuh semangat. Dia merasakan darahnya sangat mendidih ketika bertemu dengan seseorang yang menurutnya layak menjadi lawannya yang dapat menghiburnya dan menghilangkan kebosanan yang telah ia rasakan selama ini.

__ADS_1


" Akhirnya... Setelah sekian lama ada seseorang yang membuat ku keluar dari siksaan ( Bosan) ini! " Lanjut Maze. Auranya yang amat kuat terlepas dari tubuhnya, dan menyebar ke seluruh tempat. Maze berdiri di depan Xi, dan menujukan aura kengerian itu kepada Xi.


__ADS_2