
Semua yang ingin membunuhnya, telah di kalahkan oleh kedua tangannya. Tidak satu pun dari mereka di biarkan untuk hidup.
Xi memperhatikan melihat Drop item yang terjatuh karena membunuh tunggangan keluarga Izika. Ia mengumpulkan semua item tersebut, dari item drop, emas, senjata juga artefak, yang di miliki oleh keluarga Izika. Semua ia ambil dan memabukkannya ke dalam inventory.
" Total ada 100 Koin platinum, 5000 Koin emas, 7000 Koin perak, 4000 koin perunggu... Ini isi kantung mereka banyak juga. Ya mengingat mereka dari keluarga besar, ini masih belum seberapa jika di tempat mereka tinggal. " Ucapnya sambil melihat - lihat item yang ada di inventory, dia mensecrol kebawah dan melihat item - item yang dia kumpulan selama ini.
Ada banyak sekali item yang ada di inventory nya, itu semua item dari awal ia berada di dunia ini hingga item saat ini, semuanya berada di dalam inventory. Ia melihat - lihat item tersebut, dan berakhir pada sebuah tongkat sihir.
Lalu ia mengeluarkan tongkat sihir tersebut dari inventory, dan melihat status dari item tersebut.
[ Tongkat Monster Shaman ]
[ Rank : B+ ]
[ Skill : Amukan ]
[ Jika skill di aktifkan dapat meningkatkan semua statistik monster sebesar 10%. Skill ini akan berlangsung selama 10 menit. Cooldown selama 5 menit setelah skill di aktifkan ]
[ Pengguna tongkat menerima pengurangan mana yang di gunakan 8%, percepatan perapalan sihir 8%. ]
" Item yang bagus... Satu Goblin Shaman keluarlah. " Ucap Xi sambil meminta untuk salah satu shadow shamannya untuk muncul menghadapnya.
Mendengar perintah tuan mereka, satu dari tiga Goblin Shaman muncul dan menghadap tuannya. Saat ia muncul, ia menekuk kakinya dan berlutut kepada tuannya, memberikan hormatnya sebagai bawahan yang setia.
Xi menjulurkan tangannya yang memegang tongkat sihir tersebut dan memberikannya kepada Goblin Shaman tersebut. " Gunakan ini... Akan sia - sia jika membiarkan item sebagus ini berdebu di dalam inventory. " Ucapnya sambil memberikan item tersebut.
Shadow Goblin Shaman tersebut mengangguk mengerti, ia berdiri dan mengambil tongkat monster shaman tersebut dengan sopan. Saat ia mengambil tongkat itu, ia juga menundukkan kepalanya.
Sementara itu, Xi merasakan rasa senang dari Shadow yang ada di depannya. Setelah memberikan item tersebut kepada Shadow Goblin Shaman, ia memintanya untuk kembali.
Shadow tersebut mengerti dan kembali ke dalam bayangannya dengan perasaannya yang senang karena mendapatkan hadia dari tuannya.
Xi mengalihkan pandangannya ke arah mayat Magical Beast milik keluarga Izika, ia berjalan mendekati mayat monster tersebut. Dari mayat monster tersebut terdapat item - item yang telah di kumpulkan oleh keluarga Izika.
Ia mengambil setiap tas kecil yang berada di punggung monster tersebut, dan melihat isinya. Di dalam tas tersebut terdapat banyak kristal sihir dan kristal mana, ada juga beberapa bagian dari mayat monster.
Dan di tas lainnya terdapat sebuah potion yang dapat meningkatkan kekuatan pengguna dengan waktu yang terbatas.
[ Bersek Potion ]
[ Rank : C ]
[ Dapat meningkatkan kekuatan pengguna 5% selama 5 menit ]
[ Efek samping : tidak dapat bergerak selama 1 menit setelah menggunakan potion ini ]
" Itemnya boleh juga, tapi... Ini jadi masalah kalau gak bisa gerak dalam 1 menit. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi selama 1 menit terakhir. " Ucap Xi. Walau potion tersebut tidak berguna untuknya, ia tetap menyimpannya.
Lalu ia memegang mayat Golden Bird dan berkata. " Aku sudah punya Drozan dan Kazuki sebagai tunggangan, tapi... Kau akan lebih membantu dengan ukuranmu yang lebih kecil dari mereka berdua... Bangkitlah. " Ucapnya, dan membangkitkan kembali yang telah mati.
Bukan hanya Golden Bird saja yang terpengaruh dari skill Shadow Extraction. Namun Bird lainnya yang terbunuh di sana juga terpengaruh, mereka bangkit menjadi pasukan Shadow.
Setelah mereka bangkit dengab ukuran yang lebih besar dari ukuran aslinya, mereka menundukkan kepalanya memberikan hormat mereka kepada Xi.
" Walau lebih besar dari Aslinya, tapi mereka tidak sebesar Drozan... Bagus, mulai sekarang namamu Gold. " Ujarnya dan memberikan Golden Bird sebuah nama.
[ Nama : Gold ]
[ Rank : Elite Master ]
[ Level : 1 ]
Sementara itu Shadow bird lainnya berada pada rank Elite di pasukan Shadow.
__ADS_1
Dari kejauhan, ada banyak orang yang melihat Xi bersama dengan seekor monster Burung. Mereka memperhatikannya dari kejauhan.
" Ayah, sepertinya orang itu telah membunuh keluarga Izika beserta pengikutnya. " Ucap seorang pria dengan ringan sambil memerhatikan Xi. Namanya Masara, seorang anak dari keluarga Oobara. B+ Rank ( Swordman ).
Mereka memperhatikan Xi dengan kecut, sambil melihat semua mayat dari anggota keluarga Izika. Dengan kecut ia berkata. " Hmmm, pasti anak itu bukan orang biasa. Ia dapat membunuh semua orang dari keluarga Izika beserta pengikutnya. " Ucap kepala keluarga Oobara. Oobara Takura A+ Rank ( Swordman ).
" Ayah apa kita hanya akan melihat saja dari sini? " Tanya Masara dengan ringan kepada ayahnya tersebut.
" Hmm, sebaiknya kita hindari saja orang tersebut. Siapa yang tahu jika kita menghampirinya kita malah mati. " Ujar Takura dengan ringan. Ia berpikir orang semacam itu bukanlah suatu yang bisa dia tangani.
Ia berjalan menjauh dari tempat tersebut, namun saat dia sedang berjalan dia di hentikan oleh Masara. Ia bingung kenapa anaknya menghalangi jalannya, lalu ia pun bertanya.
" Ada apa anak ku? " Tanya Takura kepada Masara dengan bingung.
" Ayah... Apa ayah tidak ingin menaikkan status keluarga? " Jawabnya sambil bertanya.
Takura menghelakan nafasnya dan menjawab. " Tentu saja... Tentu saja aku ingin menaikkan status keluargaku. " Jawabnya.
" Oleh karena itu, ayo kita pergi ke sana dan mengambil semua hartanya, aku sangat yakin jika orang itu sudah kehabisan tenaga saat melawan keluar Izika. " Ucapnya sambil mengajak ayahnya. " Ayah tahu sendiri seberapa kuat keluarga Izika, dengan hilangnya keluarga Izika, dan kita mendapatkan hartanya. Kita bisa menjadi keluarga nomor satu di kekaisaran. " Lanjutnya.
Mendengar pendapat anaknya dia berpikir sejenak, walau benar dengan mengambil semua harta milik keluarga Izika mereka bisa menjadi keluarga permata di kekaisaran. Namun ia masih ragu dengan orang yang mengalahkan semua anggota keluarga Izika, dengan itu saja mustahil baginya untuk mengalahkan orang tersebut.
" Benar ayah! Apa yang kakak katakan itu benar! Ayo kita ambil semua harta itu dan menjadi keluarga pertama di kekaisaran. " Ucap Seorang pria muda, sambil mengajak ayahnya untuk mengambil semua harta keluarga Izika. Ia adalah anak kedua Takura. Oobara Masabi Rank B ( Fighter ).
Ia menatap anaknya yang di penuhi dengan semangat itu, walau begitu dia juga masih ragu.
Melihat keraguan ayahnya, Masara mencoba untuk menyakinkan ayahnya dan membujuknya agar setujuh untuk mengambil semua harta keluarga Izika.
" Ayah tidak perlu khawatir, keluarga Izika punya seorang Rank S, dengan kematian semua keluarga Izika pasti ia sudah mengerahkan segalah kekuatannya. Dengan begitu, sekarang dia sedang dalam fase yang lemah, kita dapat membunuhnya dengan mudah. Ayo kita ke sana. " Ujar Masara.
' Benar juga! Tidak mungkin orang itu masih punya tenaga untuk bertarung... Ini kesempatan yang bagus. ' Gumam Takura yang termakan ajakan dari anaknya itu. Ia terseyum, mengerti situasi yang anaknya bicarakan. " Baiklah... Ayo lakukan! " Ujarnya.
"" YAAAAA ""
Saat telah sampai seseorang yang ada di depan mereka hanya berdiri saja, dan memandangi mereka dengan dingin.
Dengan wajah yang penuh dengan kesombongan, mereka mamandang rendah orang yang ada di hadapan mereka. Masara dengan kesombongannya dan kepercayaan dirinya terhadap kekuatan yang dia miliki berbicara dengan sombong kepada Xi. " Hei bocah, keluarga Izika itu berasal dari sebuah kekaisaran yang sama dengan kami. Akan jadi masalah besar kalau kau ketahuan oleh orang lain karena membunuh keluarga besar yang tinggal di kekaisaran. Pihak kami telah kehilangan banyak nyawa dan kau malah mencuri semua harta mereka, akan tidak baik jika kau tidak mengganti rugi semua itu kan? " Ucapnya dengan wajah yang sombong.
Mereka semua menunjukkan wajah yang tidak enak di pandang, dan mata yang di penuhi dengan tipu muslihat. Xi menatap mereka dengan dingin, lalu berkata. " Ha! Untuk apa? " Tanya Xi dengab dingin.
" Memang sulit untuk mengalahkan mereka semua, tapi tujuan kami kemari bukan untuk mempersulit ke adaan. Kalau kau memberikan semua harta keluarga Izika dan semua barang berharga milikimu, kami akan menganggap ini tidak pernah terjadi, dan kematian keluarga Izika akan kami palsukan dengan laporan kalau mereka di bunuh oleh para monster. " Ucap Masaka dengan sombong.
Xi sudah tahu jelas niat mereka adalah untuk merampok dirinya. ' Kalian pikir aku ini sudah tidak punya tenaga lagi ya, hmmm... Bolah juga rencana kalian, akan aku ikuti alur kalian. ' Gumam Xi dengan licik. Lalu ia berkata. " Kenapa aku herus memberikannya? Mereka dengab jelas di bunuh olehku, sudah sepantasnya harta mereka jadi milikku. " Ucap Xi dengan dingin.
Ia dengan sengaja melakukan itu untuk mengikuti alur dari rencana Masaka. Mereka menunjukkan wajah yang penuh dengan penipuan.
Dengan sombong dan percaya diri kalau rencananya akan berhasil, lalu ia berkata. " Rakyat jelata sepertimu berani melawan ya. Kau sampah sebaiknya kau menyerah dan patuh saja. " Ucapnya dengan sombong.
Seseorang berjalan kedepan mendekati Xi, dengan ekspresi yang sombong ia menatap Xi dengab mata yang rendah. Baginya orang yang ada di depannya itu hanyalah rakyat jelata yang sudah kehabisan tenaga. Ia adalah Masabi, sebuah energi sihir menyelimuti tangannya dan itu ia gunakan untuk memukul Xi.
Sebuah kepalan tangan yang di lapisi oleh sihir mengarah pada Xi. " Kau bocah, hari ini adalah kematianmu! " Ucapnya dengan sombong sambil memukul Xi.
Namun pukulannya tersebut dengab mudah di tahan sebalah tangan dengan tangan kosong oleh Xi, saat pukulannya tertahan oleh Xi, tangannya gemetar karena cengkramannya menjadi semakin kuat. Tak lama Xi meremas tangannya hingga semua tulang yang ada di jari - jarinya remuk, tangannya memerah dan di penuhi darah yang keluar menetes ke tanah.
" ARRGGHH... tanganku... Argh... Dasar monster! " Ucap Masabi sambil berlutut di tanah menahan rasa sakit di tangannya itu. ' Ta... Tanganku... Hancur!! ' Gumam Masabi dengan terkejut saat melihat kondisi tangannya.
" TAKURA!! Apa kau baik - baik saja! " Ucap Takura dengan khawatir. Ia terkejut karena tangan anaknya dengan mudah di hancurkan hanya dengan sebauh genggaman tangan.
Ia pun melihat Xi yang menatap mereka dengan dingin. Semua orang yang melihat itu tentu saja terkejut, mereka tidak mengira jika pukulan dari Masabi dapat di hentikan dengan tangan kosong, bahkan juga sampai terluka.
" Dasar Rakyat jelata, kau berani menghancurkan tanganku! Dasar berengsek habisi dia. Akan ku cincang danginya dan akan ku jadikan makanan anjing. " Ucapnya dengan marah.
Mereka semua memegang erat senjata mereka, berlari menuju Xi. Memandang rendah dirinya dan mencoba untuk membunuhnya.
__ADS_1
" Serang dia!! "
" Beraninya rakyat jelata sepertimu menyakitkan tuan muda! Semuanya serang! "
" Bunuh bajingan itu! "
Mereka berlarian dan mengarahkan senjata mereka semua ke arah Xi. Namun ia hanya diam di tempat, dengan satu gerakan ia menangkap tebasan pedang yang mengarah padanya dan membuat yang lainnya terpental kebelakang. Seketika pedang itu hancur di genggamannya, dan menendang orang yang memegang pedang itu.
" Bocah matilah!! " Ucap Masara sambil mengayunkan pedangnya dengan cepat.
Namun saat pedangnya ingin menyentuh leher Xi, tangannya terputus dan membuat serangannya meleset. Sebuah dagger yang kuat Xi pegang di tangannya untuk menebas tangan dari Masara.
Masara berteriak kesakitan, ia memegangi tangannya yang terluka. Darah mengalir dan membasahi tanah, rasa sakit yang dia dapat melebihi rasa sakit yang di termia oleh yang lainnya.
" MASARA!! " Ucap Takura sambil melihat kondisi Masara yang telah kehilangan satu lengannya.
Dengan bersimba air mata, ia mengeluh kepada ayahnya dan memohon untuk membunuh orang yang telah melukai tangannya. " Ayah... Ayah harus membunuh dia! " ucapnya sambil menatap Takura, air mata memenuhi wajahnya. " Dia telah membuatku cacat, bunuh dia sekarang juga! " Lanjutnya dengan berteriak.
Takura sangat marah dengan kondisi anaknya itu. " Kau bocah sialan, bunuh dia!kalau tidak kita tidak akan pernah melupakan penghinaan ini! " Ucapnya dan memerintahkan semuanya yang ada di sana untuk membunuh Xi.
" Kepala keluar benar! "
" Serang dia! "
" Bunuh bocah itu! "
Mereka semua maju bersama, memegang senjata mereka untuk membunuh Xi.
Xi dengan dingin dia berkata " Padahal kalian sendiri yang menggali lubang untuk kalian. " ucapnya.
" Semuanya Serang!! "
Mereka menyerang Xi bersama, ayunan pedang mereka arahkan pada Xi untuk membunuhnya. Namun setiap serangan dapat di hindari dengan mudah, setiap tebasan pedang yang mereka lancarkan untuknya, tidak satu pun dari mereka bisa mengenai Xi.
Sebuah tebasan pedang mengarah padanya, namun dengan santai ia mengayunkan tangannya yang memegang dagger dan menghancurkan pedang tersebut.
" Kalian sudah cukup menyerangkan? Sekarang giliranku. " Ucap Xi dengan mata yang dingin dan di selimuti niat membunuh.
Ia melesat dengan cepat ke arah musuh - musuhny, mengayunkan daggernya dengan tenang dan indah. Tetapi setiap serangan daggernya sangat tajam, hingga dapat dengan mudah memotong tubuh orang dalam sekalu serangan.
Mereka yang terkena serangan dari Xi langsung terbunuh, tubuh mereka terpotong menjadi dua, terpotong berkeping - keping, kepala mereka putus, semuanya dengan mudah terbunuh di bawah tebasan daggernya.
Seseorang dari belakang menyerangnya dengan menebaskan pedangnya. Ia adalah Takura dengan pedang yang telah di balut dengab sihir dan juga skill, menebaskan pedangnya pada Xi. " Bocah serahkan nyawamu! " Ucap Takura dengan marah.
Xi menatapnya dengan dingin, lalu ia menggerakkan tangannya yang memegang dagger. Ayunan yang sangat cepat dan indah, memotong - motong tubuh Takura menjadi banyak bagian, dan membuatnya terbunuh.
Mereka yang melihat Takura terbunuh, wajah mereka berubah menjadi pucat, sejata yang mereka pegang terjatuh ke tanah. Mereka berlutut dan memohon ampun kepada Xi untuk tidak membunuhnya.
" Tuan tolong ampuni kami! "
" Kami hanya di paksa oleh mereka untuk membunuh anda! "
Ucap mereka dan melimpahkan semua kesalahan kepada Masara dan Masabi. Berharap mereka semua bisa selamat setelah mereka menyerah.
Xi berjalan mendekati Masara dan Masabi, berdiri di depan mereka dengan pandangan yang dingin.
Mereka berdua pucat karena ketakutan, dan mencoba untuk bernegosiasi. " Tuan... Tolong maafkan kami... Bila tuan dapat memaafkan kami, kami akan memberikan kopesensi atas tindakan kami yang lancang ini. " Ucap Masara kepada Xi.
Xi menyulurkan tangannya di dapan mereka berdua. " Sekarang jawab... Ada berapa jari di tanganku ini? " Tanya Xi dengan dingin.
Dengan takut mereka menjawab. " Li lima " Jawab mereka berdua.
Hawa panas mulai muncul di telapak tangannya, tangannya mulai memerah, api yang panas muncul dam membakar mereka berdua hingga mati.
__ADS_1