
Gate super besar muncul di berbagai penjuru dunia saat itu. Semua petualang malau pun Knight dari keluarga bangsawan berkumpul untuk menghadapi monster yang akan datang dari setiap Gate yang ada. Dan secara tiba - tiba suara retakan terdengar oleh semua orang yang ada di bawah Gate super besar yang ada di seluruh dunia serta di tempat Gate yang berbeda beda.
Saat itu dua belas Gate pertama terbuka dan membuat semua orang bersiap siaga untuk menyerang. Para penyihir telah merapalkan sibirnya untuk segerah di lepaskan saat monster tersebut muncul dari Gate. Dan para Archer telah bersiap dengan panah mereka yang berbalut dengan sihir.
" Semuanya! Berisap untuk menyerang! " Teriak seorang petualang dengan keras hingga suaranya dapat terdengar oleh yang lainnya. Mereka pun bersiap dan para tank langsung mengangkat tameng mereka untuk menahan gelombang monster yang akan datang.
Suara jantung berdetak kencang terdengar dan keringat membahas wajah wajah. Semuanya telah bersiap dengan kemunculan dari para monster.
Dan dari kedua belas Gate yang pertama terbuka secara bersamaan. Dari sana, muncul monster dengan jumlah yang sangat banyak. Saking banyaknya hingga mereka menutupi langit saat itu.
Secara bersamaan para monster muncul dari kedua belas Gate tersebut, dan masing - masing Gate muncul monster yang berbeda - beda. Dari Gate pertama muncul banyak sekali naga. Bahkan hanya dalam satu tarikan nafas, puluhan ribu naga telah keluar dari Gate. Naga - naga itu, semua nya berbeda jenas dan berbeda ukuran pula. Dan langsung menyerang semua orang yang ada di bawah mereka tanpa pandang bulu.
Gate lainnya muncul ribuan raksasa dalam waktu singkat. Para raksasa pun juga banyak jenisnya. Demi kian raksasa itu, raksasa biasa, raksasa Api, Troll Gunung yang tingginya hingga 10 meter, Stone Troll yang sama seperti Troll gunung, Cyclopes dengan berbagi ukuran.
Serta di tempat lainnya muncul banyak monster yang berbeda pula, seperti monster - monster Insectar, Iblis, Griffin, Ice Elf, golem es, raksasa es, white tiger, orc, high orc, ogre, dinosaurus, pasukan Beast dan yang lainnya pula. Semuanya muncul dalam jumlah yang banyak hanya dalam satu tarikan nafas, dan dalam waktu singkat langsung membuat kekacauan di setiap tempat.
Dan di langit pun masih banyak monster yang masih belum keluar dari Gate, serta masih banyak Gate lainnya yang ada di langit serta daratan yang belum terbuka.
Mereka yang tidak bisa bertarung, mereka yang takut dengan para monster, melarikan dari dari Gate super itu berada sejauh mungkin. Dan pergi ke suatu tempat yang belum di jama oleh para monster serta tidak ada kemunculan Gate super di sana.
EyraFolsr adalah tempat perlindungan terakhirnya umat manusia yang belum di jama oleh para monster. Di sana memiliki penjagaan yang sangat ketat dan juga banyaknya orang hebat di sana.
__ADS_1
Sementara itu, suara gerangan, raungan, teriakan, serta suara armor yang hancur memekikan telinga. Banyak dari mereka yang telah tumbang saat berhadapan dengan para monster. Saat itu mereka berpikir kalau ini adalah Akhir dari dunia.
Di tempat lain, tepatnya di hutan kematian sebelum terjadinya Dungeon Break di seluruh dunia. Zyx dan Ignatius masih bertarung dan pertarungan mereka berjalan dengan sangat sengit sampai membuat banyak keruskan di lantai 90 labirin.
Lantai labirin di penuhi dengan api yang berkobar panas serta bebatuan pun menjadi magma. Energi sihir yang padat memenuhi ruangan sakit padatnya sampai tercipta sebuah barrier sihir yang kuat menehan keganasan mereka berdua.
Dalam pertarungan itu membuat orang lain yang menonton pertarungan itu tercengang dengan kekuatan besar yang mereka miliki.
Ignatius yang bertarung dengan Zyx saat itu mendapatkan sebuah intuisi. ' Huh... Aku merasa kematian akan mendatangi ku... Aku harus mengakhiri ini... Aku juga tidak dapat menghubungi Eve dan Juga King of Insect. ' Gumamnya saat itu.
Ia menahan pukulan kuat Zyx dengan tangan kosongnya. Ia mencengkam tangan Zyx dengan kuat dan mengumpulkan energi sihir di dalam tubuhnya. Dari mulutnya terpancar sinar emas dan api yang membara. Segerah setelah ia siap melepaskan serangannya, ia membuka mulutnya dan menembakkan sebuah serangan yang sangat kuat.
" Mati kau! Inferno Fire Destroyer! " Ignatius melepaskan serangannya kepada Zyx saat itu juga. Itu adalah serangan yang sangat mengerikan. Inferno Fire Destroyer adalah kemampuan tertinggi milik Ignatius, dan serangan itu akan lebih kuat apa bila Ignatius menggunakan bentuk naga aslinya.
Ignatius mengambil kesempatan itu untuk pergi dari labirin karena ia merasa kalau Lord of Death and darkness akan kembali sebentar lagi. Dalam pikirannya itu ia berpikir tidak mungkin untuknya bertarung melawan Lord of Death and Darkness. Menurutnya ia tidak mungkin dapat menang melawan Lord of Death and Darkness sendirian.
Melawan Lord of Death and Darkness sendirian baginya adalah mengatar nyawa kepada kematiab itu sendiri. ' Aku harus cepat pergi... Mana mau aku melawan si gila itu sendirian. ' Ujar Ignatius dalam hatinya sambil mengatakan kalau Xi itu adalah si gila. ' Lebih baik lari dari pada mati... ' lanjurnya dan dengan cepat pergi meninggalkan labirin. Setelah ia keluar dari labirin, ia membuka sebuah Gate dan lekas pergi sejauh mungkin dari hutan kematian.
Sementara itu, Zyx yang terkena serangan Ignatius dan kehilangan separuh tubuhnya. Ia telah pulih dengan cepat dan menjadi normal kembali. Selama mereka masih ada di dalam labirin, akan mudah bagi mereka untuk menyembuhkan luka dengan cepat.
Waktu berlalu dan malam hari tiba. Xi kembali ke setelah ia mengalahkan tiga Apocalyps yang menyerangnya. Saat ia kembali, terlihat ada banyak orang yang berkumpul dan menunggu kedatangan dirinya. Mereka semua berlutut saat Xi tiba di dalam istana.
__ADS_1
Dengan tenang Xi berjalan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Dan duduk di singgah sana nya dengan tenang, dan keempat pelayan pribadinya berdiri di sebelah kiri dan kanan Xi. Saat itu salah satunya membawakan dirinya sebuah teh hangat kepada nya.
" Silahkan di minun Xi - Sama. " Ucap Pelayan tersebut dengan sopan sambil menyeduhkan sebuah teh untuk Xi. Pelayan tersebut sangat cantik. Dua tanduk di kepalanya sangat indah. Di balik dari sosoknya yang cantik itu, ia adalah orang yang sangat kuat dan memiliki rank setara dengan Airis dan Astia, yaitu Rank SS.
Begitu juga dengan ketiga pelayan nya yang lainnya, mereka juga berada di tingkat yang setara yaitu Rank SS.
Xi menyeduh teh yang di buatkan oleh pelayannya itu dengan tenang sambil menatap mereka yang sedang berlutut di hadapan nya saat itu. Dan salah satu dari mereka adalah Zyx yang baru selesai bertarung dengan Ignatius.
" Jadi... Zyx... Bagaimana menurut, kekuatan yang di miliki oleh Ignatius? " Tanya Xi kepada Zyx yang sedang berlutut. Walau ia tidak melihat Zyx bertarung dengan Ignatius, tapi ia tahu kalau Zyx sudah berhadapan dengan Ignatius habis - habisan di dalam labirin.
" Dia sangat kuat Xi - Sama... Dia mampu menghancurkan armor milik saya dengan keterampilan tertinggi miliknya. " Jawab Zyx dengan sopan saat itu juga. Ia mengakui kalau Ignatius itu sangat kuat dan bukan lah lawan yang bisa di anggap remeh. " Selanjutnya saya tidak akan kalah dari nya. " Lanjut Zyx sambil menggenggam kedua tangannya dengan sangay kuat. Ia ingin membuktikan kehebatan nya, dan memberikan kemenangan untuk tuannya Xi.
" Yah... Itu tidak masalah untuk sekarang... " Ucap Xi tepat di hadapan Zyx saat itu. Hak itu membuat Zyx terkejut karena tuannya ada di hadapannya saat itu. Namun ia tidak berani untuk menatap mata tuannya karena ia tidak layak.
Xi pun berdiri dan berjalan melewati Zyx. Saat itu juga Xi berkata kepada Zyx. " Aku tidak meminta mu harus menang menghadapinya... Tapi aku mau kau tetap hidup dan tidak kembali menjadi sebuah mayat. " Ujar Xi kepada Zyx. Ia tidak ingin kehilangan salah satu aset terpenting miliknya yaitu Zyx. Zyx adalah salah satu dari lima Jendral tertinggi miliknya, bersama dengan Fai dan juga Noir.
Mendengar itu, Zyx sangat senang karena tuannya memperdulikan dirinya. " Baik! Saya akan melakukan yang terbaik! " Balas Zyx dengan penuh kebahagiaan.
" Nah sekarang kalian semua... " Ucap Xi kepada yang lainnya saat itu. Mereka berlutut di hadapan Xi sambil menundukkan kepalanya.
" Maafkan kami karena tidak dapat melindungi labirin dengan baik Xi - Sama! " Ucap Hanssassi sambil menundukkan kepalanya. Ia sangay malu untuk menatap wajah Xi karen ia berkata akan melindungi labirin sekuat tenaganya. Apa pun resikonya, ia akan berusaha untuk melindungi labirin.
__ADS_1
Melihat itu, Xi diam dan tiba - tiba ia membuka mulutnya dan berkata kepada mereka semua. " Kerja bagus... Aku akan memberikan kalian sebuah kekuatan. Dan selanjutnya, tidak satu pun musuh yang boleh menembus sampai lantai 98. " Ucap Xi saat itu juga. Ia ingin memberikan hadia kepada mereka.