
Semua orang telah bersiap untuk memasuki dungeon. Mereka terlihat bersemangat dalam penyerangan kali ini karena dungeon yang akan mereka selesai hanyalah dungeon Rank B. Mengukur kekuatan party ini, dungeon Rank B bukanlah apa - apa bagi mereka. Itu malahan sudah seperti makanan sehari - hari bagi mereka.
Kekuatan dari Party yang di pimpin oleh Caron sangatlah luar biasa. Masing - masing dari anggota nya memiliki level yang tidak saling berbeda jauh dari yang lainnya yang memiliki Rank yang sama. Party ini sudah cukup untuk menaklukkan sebuah Dungeon Rank A sendirian.
" Baiklah, apa semuanya sudah siap?! " Tanya Caron kepada semua anggotanya.
Semua anggota bersorak keras menjawabnya " Ya, kami siap! " Ujar mereka serempak. Suara mereka yang keras terdengar oleh banyak orang yang ada di sekitar dan membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Sebelum masuk dan memulai penyerangan, Caron bertanya kepada seseorang. " Riu, apa semuanya sudah siap? " Tanya Caron kepada seorang pria yang membawa dua buah tas besar yang terlihat berat.
Pria itu memiliki postur tubuh yang sempurna sebagai seorang pengangkat barang. Otot tangannya yang tampak kekar terlihat sangat kuat. " Tentu saja seperti biasa, aku sudah menyiapkan apa pun yang kita butuhkan ketika di dalam. Makanan, Pakaian, Healing Potion, dan beberapa Equipment... Hampir semuanya telah aku persiapkan. Ah, dan aku juga membawa beberapa obor, jaga - jaga jika ruangannya gelap. " Ujar Riu.
Semua orang yang mendengarnya terlihat senang. Dan menatapi Riu seperti orang yang selalu dapat di andalkan.
Caron tertawa dan berkata " Hahaha, bagus... Sepertinya kau tidak melewatkan apa pun meski sudah dua minggu kita tidak raid. " Ujar Caron memberikan sedikit pujian kepada Riu. Walau Riu hanya orang yang di anggap sebagai pengangkut barang, tapi Caron tidak pernah sedikit pun merendahkan Riu. Malahan Caron sangat terkesan dengan Riu yang selalu optimis walau profesinya hanya sebagai pengangkut barang.
" Hahaha, bos jangan bercanda seperti itu... " Balas Riu dengan sedikit malu.
" Hei, itu bukan candaan kau tahu? Tadi aku sedang memuji mu... " Ucap Caron dengan mimik wajah yang sedikit kesal karena di anggap dia sedang bercanda.
Caron terus melototi Riu dengan tatapan nya yang aneh, dan itu membuat Riu terdiam dengan wajah yang berkeringat. Serta menimbulkan perasaan yang tidak nyaman ketika di tatapi terus oleh Caron.
" Kapten, ayo masuk! "
" Persiapan kita sudah matang, kita kalahkan semua monster itu. "
Ajak yang lainnya. Mereka sudah tidak dapat lebih lama lagi menunggu.
Senang melihat anggota tetap bersemangat, Caron yang melihatnya pun sudah tidak dapat menolaknya lagi.
" Sekarang sudah waktunya bagi kita masuk ke dalam. " Ujar Caron. Caron pun mengajak semua anggotanya untuk ikut masuk ke dungeon bersama dirinya.
Setelah mereka semua beres dengan barang - barang mereka, semua orang mulai memasuki gerbang dungeon yang di pimpin langsung oleh Caron. Terukir sebuah senyuman penuh semangat dan tidak kenal takut di wajah mereka semua ketika memasuki Dungeon.
Ketika hendak ingin memasuki Dungeon, Xi merasakan sesuatu yang aneh. " Aku merasakan sesuatu yang aneh di dungeon ini... Entah ini hanya perasaanku saja atau... Dungeon ini memang bukan dungeon Rank B? " Ucap Xi dalam hatinya sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam dungeon.
Ketika semua orang dalam party itu telah masuk ke dalam dungeon, terjadi sebuah destruksi yang aneh pada dungeon. Gerbang dungeon yang awalnya normal berubah menjadi berwarna ungu dan ukuran dari Dungeon itu pun menjadi lebih besar dari ukuran awalnya.
Hal itu sontak membuat semua orang sangat terkejut. Seketika membuat kepanikan dimana - mana. Dungeon tingkat atas Rank S telah muncul di kota kerajaan dan jumlah energi yang di pancarkan sangat tinggi.
" Gerbang... Gerbang ungu! Cepat laporkan pada asosiasi! " Ujar seorang petualang yang tadinya hanya sekedar lewat dan hanya melihat saja.
Asosiasi petualang ibu kota kerajaan. Kabar mengenai munculnya gerbang ungu telah sampai pada telinga ketua Asosiasi petualang.
Ketua Asosiasi petualang yang mendengar berita munculnya gerbang ungu sangat terkejut. Dan soktak dia berkata sambil memukul meja dengan keras.
" Ba bagaimana bisa gerbang ungu muncul di dungeon Rank B? " Tanya ketua Asosiasi kepada bawahannya yang melaporkan kejadian tersebut.
Bawahannya yang tidak mengetahui kejadian tersebut dengan pasti hanya bisa diam. Dirinya benar - benar bingung dan tidak tahu bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Padahal sebelumnya, sebelum gerbang itu di beli oleh party Caron, Asosiasi telah mengukurnya dan hasil dari pengukuran itu adalah gerbang Rank B.
Dari mejanya, ketua Asosiasi melihat keluar jendela. Terlihat dengan jelas di luar sana sebuah gerbang ungu yang cukup besar yang memancarkan banyak energi yang membuat langit sekitar menjadi gelap.
" Sepertinya itu benar... Itu benar - benar gerbang ungu. " Ujar ketua Asosiasi dengan raut yang serius. Merasa hal ini sangat berbahaya dan tidak menyenangkan, Ketua Asosiasi memutuskan untuk pergi dan menyelidiki hal ini lebih lanjut.
Sementara itu, berita mengenai munculnya gerbang ungu kabarnya telah sampai pada telinga Duke Esteban. Di sebuah mansion yang mewah, tepatnya di dalam sebuah ruangan mansion. Duke Esteban sangat terkejut karena Raid yang di jalankan oleh putrinya dan juga kelompok Caron adalah sebuah dungeon dengan tingkat tinggi yaitu Rank S. Bisa di katakan itu adalah salah satu dungeon Rank S dengan tingkatan tertinggi.
" Apa?! Gerbang ungu muncul dan nilai jumlah sihirnya mencapai lebih dari satu juta? Dan lagi itu tempat dimana putriku melakukan Raid? " Teriak Duke Esteban dengan ekspresi terkejutnya.
Ketika mendengar kabar tersebut, Duke Esteban menjadi sangat khawatir dengan keselamatan putrinya yang berada di dalam dungeon itu.
" Bawa aku ke sana sekarang! Aku akan masuk dan menyelamatkan mereka! " Ujar Duke Esteban kepada kesatria yang melaporkan insiden yang tidak terduga. Beliau ingin melihat secara langsung gerbang ungu yang menjebak anaknya di dalam sana.
Kelompok Caron menginjakkan kaki mereka di dalam dungeon. Ketika sampai di dalam dungeon, mereka sungguh di buat sangat terkejut karena dungeonnya tidak terlihat seperti dungeon pada umumnya yang terlihat seperti sebuah goa.
Dungeon yang di hadapan mereka adalah sebuah hutan besar yang sangat gelap. Tidak di ketahui seberapa luas dungeon ini, tapi yang pasti ini sangat luas dan mustahil untuk menemukan bos dungeon dalam waktu satu hari.
Melihat situasi dan beberapa dari mereka yang terkejut karena berada di pedalaman hutan yang gelap. Mereka sangat terkejut, serta bingung dan juga panik. Bagi mereka yang tidak siap dan tidak menyangka situasi seperti ini akan terjadi, membuat mereka bertanya - tanya dengan perasaan khawatir.
" Apa? Ada dimana kita?! "
" I ini tidak terlihat seperti sebuah dungeon?! "
" Seharusnya dungeon itu bentuknya seperti sebuah goa, iya kan?! "
__ADS_1
" Ini aneh... Tapi, gerbangnya juga telah tertutup! Sepertinya kita memang berada di dalam dungeon?! "
Semuanya panik serta khawatir karena dungeon ini tidak sesuai dengan ekspetasi mereka yang berbentuk seperti sebuah gua.
Di kala semuanya sedang panik dan kebingungan, Xi masih terlihat tenang dan terus memerhatikan sekitarnya yang mana disana adalah hutan yang gelap.
" Jelas ini bukan dungeon Rank B... Dan juga aku tidak merasakan ada sesuatu yang mencurigakan. " Ujar Xi dalam hatinya sambil melihati semua anggota party Caron. Melihat beberapa anggota party Caron yang panik, dan beberapa orang yang berada di dekat Caron terlihat tenang. Xi merasa kalau mereka pun tidak menyangka situasi seperti ini akan terjadi. Terlebih lagi, Xi juga tidak melihat adanya benda - benda asing lainnya yang dapat meningkatkan level kesulitan Rank dungeon.
Ketika itu, Xi mendapatkan sebuah notifikasi system yang berisi.
[ Peringatan! Terdeteksi adanya peningkatan pada level dungeon. Dungeon Rank B naik menjadi Dungeon Rank S ]
Xi terkejut ketika membaca notifikasi dari system. Mengatakan mereka semua berada di dalam sebuah dungeon Rank S.
" Seperti yang aku perkirakan... Ini bukan dungeon biasa? " Ucap Xi dalam hatinya.
Putri yang berada di samping Xi merasa bingung dengan situasi nya saat ini. Walau ini bukan kali pertamanya dia memasuki sebuah dungeon, tapi dia bingung melihat semua orang yang panik. Putri juga merasakan sesuatu yang aneh karena dungeonnya tidak sama seperti yang pernah di taklukkan nya dulu.
Dengan perasaan bingung, Putri berkata " Um.... Apakah... Apakah ada sesuatu yang salah dengan kita? Kenapa aku merasa ini seperti bukan sebuah dungeon? " Tanya Putri kepada Xi.
Belum sempat Xi ingin menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Putri, tiba - tiba terjadi sebuah serangan kejutan yang mana puluhan bola api muncul dari dalam hutan dan menghujani mereka dan jatuh dengan cepat layaknya anak panah.
Xi yang menyadari serangan itu, dengan cepat mengambil inisiasi dengan membuat sebuah kuba sihir yang melindungi dirinya dan semua orang yang ada di tempat itu.
Panah api yang menghujani mereka layaknya anak panah, semua dapat di tahan oleh Xi dengan barier pertahanannya yang melindungi semua orang.
Semua orang termasuk Caron merasa sangat terkejut dengan ledakan - ledakan api yang ada di atas kepala mereka. Mereka baru sadar terdapat serangan dadakan yang hampir menghujani mereka tanpa mereka sadari.
" A apa yang... Baru saja terjadi? Aa barusan itu... ? " Tanya Caron yang masih terkejut. " Apa barusan kita di serang? Bagaimana mungkin aku tidak menyadari serangan diam - diam itu padahal terlihat jelas? " Lanjut Caron dalam hatinya.
Caron menoleh dan menatap penyihir yang ada dalam party nya. Seorang pria yang ahli dalam sihir pertahanan yang kuat dan sulit di tembus, Caron menduga kalau dia lah yang membuat barier pertahanan yang melindungi mereka semua dari serangan dadakan tadi.
Pria itu yang sadar jika Caron sedang menatapi dirinya, dia pun menggelengkan kepalanya dan berkata " Bukan aku... Bahkan jika itu aku, aku tidak akan dapat menahannya atau bahkan tida sempat untuk merapalkan sihirku. Jelas tadi bukan tindakanku, barier ku tidak sekuat itu sampai mampu menahan semua bola api tadi! " Ujar penyihir itu. Dia mengakui barier yang terpasang dan melindungi mereka semua bukanlah berasa darinya.
Penyihir itu bahkan tidak sadar kalau mereka di serang, bagaimana bisa dia menciptakan barier di saat bersamaan.
Asumsi yang di katakan oleh penyihir itu membuat Caron berpikir dua kali. Memang benar barier yang memblokir semua bola api bukan berasal dari barier yang di ciptakan oleh temannya. Melihat temannya yang juga merasa bingung, Caron pun menghentikan asumsinya dan mulai fokus pada apa yang ada di depan.
" Semuanya, tetap waspada! Sepertinya kita kedatangan tamu! " Ujar Caron meminta kepada semua rekannya untuk tidak menurunkan penjagaan mereka. Dengan skill deteksi yang di milikinya, Caron menatap tajam musuh - musuhnya yang kini sedang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju ke arah nya dengan sangat cepat dari dalam hutan.
" Semuanya, mereka datang! Para penyihir mulai lah merapalkan mantra kalian! Kami para Tank akan berusaha sebaik mungkin untuk menahan mereka! " Teriak Caron dengan keras sambil memberikan arahan kepada seluruh anggotanya.
Setelah kata - kata itu jatuh, semua orang langsung bersiap di posisi mereka masing - masing. Tanker dengan perisai dan pertahan mereka yang kuat melebihi yang lainnya, berdiri di garis depan untuk melindungi petualang - petualang yang berada di belakangnya. Sementara itu, para penyerang seperti Warrior berada tepat di belakang Tanker guna untuk mempertahankan formasi dan mencegah monster agar tidak mendekati support mereka.
Sementara itu, di garis belakang terdapat para penyihir yang telah menyiapkan mantra mereka untuk menyerang, Healer yang telah bersiap dengan kemampuan penyembuh mereka apa bila ada yang terluka, dan dua orang warrior lainnya yang bertugas menjaga penyihir dan Healer bila ada monster yang berhasil menerobos barisan depan.
Dari dalam hutan, banyak monster berkaki empat yang sedang berlari menuju ke kelompok Caron dengan kecepatan yang luar biasa. Mereka berlari dengan sangat ganas dan tidak memperdulikan apa pun yang ada di depan mereka. Bahkan jika ada pohon sekali pun, mereka akan menabraknya dengan menggunakan tanduk mereka untuk menghancurkan halangan yang ada di depan mereka.
Kelompok monster itu adalah monster tipe binatang buas yang berupa seekor kambing hitam yang besar seperti seekor kambing gunung dewasa. Tanduk pendeknya sangat kuat dan juga tajam, kemampuan mengerikannya adalah, kambing hitam ini dapat merusak sebuah armor besi dengan sangat mudah, bahkan mengoyaknya dengan tanduknya yang tajam bukanlah hal yang sulit untuknya.
Seekor monster keluar dari dalam bayangan hutan dan langsung menuju ke arah Caron dengan sangat cepat.
Melihat reaksi dari monster tersebut, serta gerakannya yang cepat. Caron tidak dapat melihat dengan jelas makhluk apa yang sedang berlari ke arahnya. Caron semakin terkejut, karena makhluk itu dapat bertambah lebih cepat lagi ketika keluar dari bayangan gelap hutan.
" Apa... Itu?! " Tanya Caron. Setelah sepenuhnya makhluk itu keluar dari bayangan hutan yang gelap dan mulai tersinari oleh paparan cahaya matahari, Caron baru dapar melihat dengan jelas sosok makhluk yang menyerang dirinya. " Itu... Kambing iblis hitam?! " Lanjut Caron.
Ketika mendengar jika yang menyerang adalah kambing iblis hitam, seketika para tank langsung mengaktifkan skill pertahanan mereka masing - masing untuk menahan tambarak monster kambing iblis hitam agar mereka tidak terjatuh ketika di tabrak.
Seekor kambing iblis hitam menyeruduk Caron dengan sangat kuat. Hasil dari benturan tersebut sangat lah hebat sampai membuat Caron terdorong mundur dari tempat semulanya karena serudukan tersebut.
Caron pun mencoba melawan dengan menghentakan perisainya dengan sangat keras di wajah kambing iblis hitam. Karena hal itu, Kambing iblis hitam kehilangan keseimbangan nya dalam berdiri dan menyebabkan dirinya tidak dapar mempertahankan dirinya dan kemudian terjatuh.
Caron tidak sedikit pun melewatkan waktu yang sudah di belinya. Dengan cepat setelah kambing iblis hitam terjatuh ke tanah, Caron langsung menebaskan pedangnya tepat merobek lehernya.
Demikian juga yang lainnya, ketika kambing iblis hitam lainnya muncul, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Mereka mampu menumbangkan kambing iblis hitam dengan kemampuan mereka masing - masing. Sehingga, tidak satu pun dari mereka ada yang terluka dalam pertempuran.
" Bagaimana bisa? Ada kambing iblis hitam di dalam dungeon ini? Bukankah ini biasanya hanya muncul di dungeon Rank C atau D? " Ujar Caron. Caron bingung karena ada kambing iblis hitam di dalam dungeon Rank B.
" Apakah Kambing iblis hitam ini sangat langkah di dungeon Rank B? " Tanya Putri kepada seseorang di kelompok itu.
Mendengar pertanyaan itu, Arch pun menjelaskan. " Tidak kok, tapi... Walau Kambing iblis hitam termasuk dalam monster kuat dan berbahaya, tapi mereka terlalu lemah untuk berada di dalam dungeon Rank B. Keberadaanya mungkin hanya menjadi hewan buruan bagi monster yang menghuni dungeon Rank B ini. " Ujar Arch. " Iblis kambing hitam seharusnya tidak dapat berkembang dengan baik walau berada dengan kawanan mereka, tapi bukan tidak mungkin bagi mereka untuk dapat mengalahkan monster yang lebih kuat dari mereka apa bila mereka bekerjasama. " Lanjut Arch.
Semua orang merasa ada yang aneh dalam situasi ini. Dengan Kemunculan dari kambing iblis hitam saja sudah membuat mereka merasa tidak nyaman. Itu seperti, setiap kali ada kemunculan kambing iblis hitam di dalam sebuah dungeon, akan timbul sebuah masalah yang mungkin tidak dapat di atasi atau malahan mustahil untuk di atasi oleh kelompok kecil.
__ADS_1
Xi melihat Kambing iblis hitam yang telah di kalahkan oleh kelompok nya. Dia melihat terdapat sebuah akar yang mengikat leher mereka. Akar itu, terlihat di buat dengan sengaja terikat di leher kambing iblis hitam.
Dengan adanya ikatan akar itu, Xi menyimpulkan kalau ada seseorang yang dengan sengaja memelihara kambing iblis hitam ini.
Xi pun bersuara dengan berkata " Kambing iblis hitam ini sepertinya bukanlah monster liar biasa. Sepertinya ada sesuatu yang dengan sengaja memelihara mereka. " Ujar Xi dengan mengangkat kambing iblis hitan dan menunjukkan akar yang mengikat leher kambing iblis hitam yang di angkatnya. " Kalian lihat ini? Akar ini seperti tali yang di ikatkan pada hewan ternak atau peliharaan pada umumnya. Itu berarti, ada sesuatu yang menjaga mereka tetap hidup. Dan sengaja di gunakan untuk berburu. Sepertinya yang kalian tahu, kambing iblis hitam sangat ahli dalam melacak mengsa mereka layaknya serigala. Terlebih lagi, kambing iblis hitam itu pemakan segalanya, tapi makanan favorit mereka itu adalah daging. " Lanjut Xi.
Semua orang yang mendengarnya terdiam sejenak memikirkan yang Xi jelaskan. Jika memang ada sesuatu yang membiarkan mereka tetap hidup, itu berarti monster yang cukup pintar untuk memikirkan sesuatu seperti ini. Dan itu tentu bukanlah monster biasa.
" Ketimbang monster lainnya, monster yang memiliki sebuah kecerdasan adalah monster yang paling sulit untuk di kalahkan. Bukan hanya mereka kuat, tapi mereka juga pintar... " Ucap Xi dalam hatinya. Sorot matanya tajam dan melihat sekelilingnya. Suara langkah kaki yang berat menghentak tanah terdengar di telinganya. Dan dari pepohonan yang gelap, muncul makhluk yang menyerupai kambing namun berjalan dan berdiri tegap dengan dua kaki. " Musuh yang sebenarnya sudah datang... Dan sekarang kita sudah di kepung dari segala arah! " Ujar Xi. Dan itu terdengar oleh semua orang.
Semua orang yang mendengarnya merasa sangat terkejut dengan Kemunculan monster humanoid yang berupa seekor kambing raksasa. Semua orang merasa sangat gugup dengan aura yang di lepaskan oleh kambing - kambing itu, dan pelahan wajah mereka memucat dan mulai menghitam.
Caron terkejut dan matanya terbuka lebar. Serta wajahnya pucat dan di iringi rasa takut ketika melihat musuhnya. " Ya dewa... Iblis kambing darah! " Ujar Caron dengan naga gemetar.
" Kenapa mala ada monster ini di sini?! " Tanya Arch ketakutan.
[ Monster : Iblis Kambing Darah. Rank : A. Level : 95. Exp : 45.000. ]
Banyak nya iblis kambing darah yang muncul dan mengepung mereka, membuat semua orang merasa ketakutan dan bahkan untuk seorang putri sekali pun. Dia yang belum pernah menghadapi monster sekuat ini sebelumnya, kali ini adalah pengalaman pertamanya berhadapan dengan monster yang lebih kuat darinya.
Sala satu dari iblis kambing darah berteriak keras dan suaranya terdengar persis seperti seekor kambing yang marah. Iblis kambing darah berlari dengan sangat cepat ke arah kelompok petualang itu dan kemudian melompat dan menyerang Caron dengan kapaknya.
Caron yang melihat bahwa dirinya akan di serang, segerah mengangkat perisainya dan mulai mengaktifkan skillnya.
" Iron Shield! " Ujar Caron.
BANG!
Hantaman keras dari sebuah kapak yang di gunakan oleh iblis kambing darah mengenai perisai Caron dan menimbulkan gelombang suara yang tidak mengenakan telinga.
Caron yang berhasil menahan serangan iblis kambing darah di buat sangat terkejut ketika melihat perisainya yang retak hanya dalam satu serangan.
" Kekuatan ini... Terlalu kuat! Bahkan setelah mengkonsumsi nya dengan skillku, perisaiku hampir saj di ha
" Kekuatan ini... Terlalu kuat! Bahkan setelah mengkonsumsi nya dengan skillku, perisaiku hampir saja di hancurkan. " Ucap Caron dalam hatinya yang tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat.
Caron melihat iblis kambing darah, dan dia terkejut karena monster itu berusaha untuk menyerangnya lagi. Bersamaan dengan itu, iblis kambing darah lainnya juga ikut masuk ke dalam pertempuran. Beberapa melompat untuk melewati para Tanker yang ada garis depan, dan menargetkan penyihir dan healer yang ada di belakang.
Seorang Tank mengambil tindakan cepat untuk melindungi para penyihir dan juga healer yang ada di belakang dengan mengaktifkan skill taunting nya untuk menarik perhatian dari iblis kambing darah.
Akan tetapi, setelah dia mengaktifkan skill tauntingnya, iblis kambing darah yang menargetkan para penyihir dan healer tidak sedikit pun terprovokasi. Dan itu membuat tindakan nya menjadi sebuah tindakan yang sia - sia. Karena musuhnya kebal terhadap sebuah efek taunting.
" Sialan! Taunt nya tidak bekerja? " Ucap Tank itu sambil melihati iblis kambing darah yang melewati dirinya. Karena usahanya telah gagal, dia pun tidak kehabisan akal untuk memperingati rekan - rekannya yang ada di belakang. " Hati - hati, mereka mengincar penyihir dan healer! " Ujar Tank itu memberitahukan kepada rekan lainnya untuk berhati - hati.
Seorang penyihir berteriak dan berkata " Jangan khawatir, kami dapat mengatasinya! Lightning Bolt! " Ujar penyihir itu dengan menyerang iblis kambing darah yang melewati Tanker dengan serangan sihir petir Lightning Bolt.
Kambing iblis darah terlempar jauh setelah terkena sihir Lightning Bolt dari seorang penyihir. Namun, hal semacam itu tidak cukup untuk membuat kambing iblis darah terluka. Baginya, serangan sihir itu terasa seperti menggelitiknya.
Kambing iblis darah tersenyum kepada penyihir yang menyerangnya, senyum itu terlihat seperti sebuah senyuman yang meremehkan. Dengan serangan sihir tadi, Kambing iblis hitam menjadi yakin kalau di antara manusia itu tidak akan ada yang dapat melukai dirinya. Dengan percaya diri dia berlari kembali ke arah para penyihir dan menyerang nya.
Penyihir yang tadi sempat memberikan serangan kepada kambing iblis darah itu, dia sangat terkejut karena serangannya tidak berpengaruh sedikit pun.
" Apa? Bahkan dengan sihir tingkat 4 masih belum cukup? " Ujar penyihir itu dengan ekspresi yang tidak percaya.
Seorang wanita melepaskan sihir dan mensummon sebuah makhluk. Dia menyebarkan sihirnya di tanah dan memunculkan sebuah golem tanah dengan besar dua meter.
Setelah Golem itu sepenuhnya terilis, dia langsung bergerak dan mengayunkan tinjunya yang besar kepada Kambing iblis darah yang mencoba menyerang tuannya. Pukulan itu dengan telak mengenai kambing iblis darah dan membuatnya terhempas kembali. Namun kali ini pukulan keras dari Golem itu melukai Kambing iblis darah yang kuat.
" Rasakan itu makhluk menjijikan! Bagaimana rasanya di tinju oleh summonan tingkat tinggiku?! " Ujar wanita summoner itu dengan percaya diri. Golem yang di summonnya bukanlah Golem biasa, melainkan sebuah Golem yang di gabungkan dengan kekuatan spirit tipe bumi. Sehingga Golem ini menjadi lebih kuat, dan mampu menggunakan serangan sihir juga.
" Pemanggilan makhluk ya? Hmmm sepertinya dia bukan penyihir biasa... " Ucap Xi dalam hatinya. Dua bua layar status muncul di hadapannya, dan Xi dengan tenang membacanya di saat semua orang sedang mati - matian bertarung.
[ Nama : Yurika erora. Kelas : Penyihir. Rank : A. Level : 92. Exp : 50.000. Spesial skill : Pemanggilan makhluk. ]
[ Makhluk panggilan : Golem tanah. Ras : Golem - Spirit tanah. Rank : A. Level : 95. Exp : 55.000. Sihir : Sihir tanah. ]
Setelah melihat kedua layar status itu, Xi berkata " Ohw... Menarik juga. Dia penyihir yang berbakat. Jika dia mendaftarkan diri menjadi penyihir kerajaan, seharusnya mudah untuknya untuk menjadi bagian dari penyihir kerajaan dengan kemampuan yang dia miliki. Terlebih lagi, makhluk yang dia summon itu lebih kuat dari dirinya sendiri. Itu sesuatu yang jarang... " Ucap Xi dalam hatinya. Xi kagum dapat melihat penyihir berbakat di party an ini yang memiliki potensi yang besar dan Xi menyakini, Yurika akan memiliki masa depan yang cerah.
Pertarungan terus berlanjut. Seorang penyihir merapalkan sihir debuff dan melepaskannya kepada para monster untuk melemahkan mereka. Sihir debuff yang di berikan kepada para monster itu berupa " Tidur " dan " Penurunan pertahanan " semua monster terkena pengaruh dari debuff itu. Sehingga mereka yang terkena menjadi mengantuk dan sempoyongan.
Para penyerang pun tidak tinggal diam. Mereka mencuri waktu yang di berikan kepada mereka untuk menyerang kelompok Kambing iblis darah dengan seluruh kekuatan mereka guna mengalahkan semua kambing iblis darah.
Dengan adanya efek debuff " tidur " dan " penurunan pertahanan " dengan mudah para penyerang mengalahkan kambing iblis darah dan membunuh mereka semua hingga mati.
__ADS_1