LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 225


__ADS_3

Di dalam labirin telah terjadi kekacauan, dengan musuh yang memiliki level bencana SSS Spesial yang menerobos masuk ke dalam. Dengan mudahnya dia mengalahkan semua monster yang ada di dalam labirin.


Bahkan monster seperti shadow cat, harimau surai api dan juga yang lainnya tidak dapat menghentikan langkah dari monster tersebut.


Di lantai 90 ia mengamuk dan memojokkan empat orang yang sedang menghadangnya. Tampak mereka berempat sangat kesulitan untuk menahan gempuran dari musuhnya tersebut.


Di hadapan musuh yang begitu kuat dan hebat, mereka tidak dapat melakukan apa pun. Wajah mereka di penuhi keringat karena berhadapan dengan musuhnya, dan membuat mereka sangat putus asa.


Namun dalam ke putus asaan itu, suara langkah kaki yang berat serta suara yang mengerikan pun terdengar. Suara tersebut bergeming di seluruh lantai 90 dan membuat perhatian dari monster teralihkan.


Dari balik kegelapan, muncul sesosok makhluk yang seluruh tubuhnya di selimut oleh armor cangkang / kulit yang sangat mengerikan. Aliran sihir yang begitu luar biasa terpancar pada nya.


Sontak hal itu membuat Dragon Awaking Flame Incarnation Ignatius tertegu sesaat merasakan energi sihir yang mengerikan tersebut.


' Tidak aku sangka dia punya kartu as seperti ini... ' Ujar Ignatius dalam hatinya sambil menyipitkan matanya yang sedang menatap sosok tersebut.


Sosoknya terlihat jelas saat ia telah keluar dari bayang - bayang yang di selimuti oleh kegelapan. Armor putih yang mengerikan melapisi dirinya.


" Hanssassi... Bawa yang lainnya pergi dari lantai 90. " Ujar sosok tersebut sambil meminta pria dengan dua tanduk di kepalanya untuk pergi meninggalkan lantai 90 bersama ketiga orang lainnya.


Mendengar itu membuat Hanssassi terkejut. " Ta, tapi Zyx - Dono... Dia bukan lawan yang mudah, jadi kenapa kita tidak... " Ujarnya kepada sosok tersebut, namun sebelum ia selesai berbicara. Terlebih dahulu Zyx memotongnya.


" Dengarkan saja perintahku dan pergi dari lantai 90... Mulai dari sini serahkan kepadaku. " Lanjut Zyx setelah memotong pembicaraan dari Hanssassi.


Melihat Zyx yang menatapinya dengan serius, Hanssassi dan ketiga orang lainnya tidak punya pilihan lain selain menurutinya. Mereka tahu kalau mereka bukanlah lawan dari Zyx.


" Kukuku... Sombong sekali kau, kau mengusir teman mu yang akan membantu mu... Huhuhu sungguh kejam. " Ujar Ignatius sambil tertawa.

__ADS_1


Dengan santai Zyx membalas perkataan dari Ignatius. " Heh, kalau musuhnya yang lain mungkin mereka bisa mengatasinya, tapi... Karena kau musuhnya, maka aku sendiri yang akan turun tangan menghadapi mu. " Balas Zyx dengan percaya diri.


Kedua nya saling menatap tajam satu sama lain, pancaran sihir dari keduanya sangat besar. Hingga menyebabkan pusaran pasir yang capat muncul menutupi mereka berdua.


Pandangan saling membunuh saling mereka lancarkan, dan keduanya telah melapisi diri mereka dengan sihir untuk saling bertarung. Merasa diri mereka telah siap untuk bertarung, dengan cepat mereka saling melesat dan menghantamkan pukulan pertama mereka dengan sangat kuat.


Pukulan keduanya menyebabkan guncangan di lantai 90, kedua pukulan tersebut saling mendorong satu sama lain dan ingin menunjukkan siapa yang lebih kuat di antara mereka berdua.


Namun, walau pertarungan mereka baru di mulai, masing - masinh dari mereka memiliki tanggapan untuk musuh yang mereka hadapai itu.


' Orang ini punya kulit yang sangat tebal dan keras... Cih pertahanannya sangat kuat bahkan seranganku tidak menembus armornya. ' Ujar Ignatius sambil tersenyum saat mendorong pukulannya.


Sementara itu Zyx. ' Seperti yang Xi - Sama katakan... Musuh yang akan menyusup kedalam labirin bukan musuh sembarangan. ' Ujar Zyx dalam hatinya sambil beradu pukulan dengan Ignatius.


Keduanya saling bertukat pukulan. Dengan setiap pukulannya menyebabkan gelombang kejut yang kuat, energi sihir memadatkan udara di sekitar mereka, pertarungan mereka yang begitu luar biasa dan cepat, membuat waktu seolah melambat di sekitarnya.


20 menit berlalu pertarungan mereka berlangsung sangat sengit. Tampak keduanya tidak menderita luka sedikit pun, dalam adu kekuatan Zyx tidaklah kalah dari Ignatius. Pertahanan yang sangat kuat yang di miliki oleh Zyx membuat serangan dari Ignatius terus di blokir.


Zyx tidak mau kalah, ia menggunakan skill awakening miliknya Insect Fury. Skill tersebut dapat membuat Zyx meningkatkan kekuatannya dari segela aspek meningkat dua sampai tiga kali lipat. Hal itu membuat dirinya dapat bertarung seimbang dengan Ignatius yang telah berada pada bentuk setengah naganya.


' Bajingan ini merepotkan! Pertahanan miliknya sulit untuk di tembus. ' Ujar Ignatius dalam hatinya, ia terus menyerang Zyx dengan membabi buta.


Pertarungan adu kekuatan berubah menjadi adu kecepatan. Kini mereka berdua saling kejar - kejaran. Ignatius, sambil mengejar Zyx, ia juga menyerang dengan kekuatan yang besar. Begitu juga dengan Zyx, sambil berlari menghindari serangan Ignatius, ia juga menyerang balik.


Ledatakan terus terjadi di lantai 90, dimana setiap kali mereka bergerak dan menyerang terjadi juga ledakan di tempat tersebut. Kecepatan mereka sangat luar biasa cepat, saking cepatnya, sampai - sampai membuat kecepatan mereka melebihi kecepatan cahaya. Kini keduanya telah menjadi cahaya yang bergerak sangat cepat, dengan Ignatius yang bergerak dengan cahaya merah, dan Zyx bergerak dengan di selimut cahaya putih.


Lantai 90 di porak porandakan oleh mereka berdua, pertarungan mereka menjadi semakin sengit setelah dua serangan cahaya bertabrakan.

__ADS_1


Di tempat lain, tempat yang sangat jauh dari hutan kematian. Di sana terdapat seseorang dengan rambut putih yang berdiri di atas tumpukan mayat manusia dan juga monster, ia dengan santainya berdiri di atas sana sambil menunggu sesuatu sesuatu.


Tiba - tiba angin berhembus dengan kencang menandakan kemunculan seseorang. Dari balik banyaknya mayat tersebut, seseorang dengan armor hijau yang menutupi seluruh tubuhnya datang dengan ekspresi yang marah. Saat ia datang ia langsung menatap pria berambut putih itu dengan sangat tajam.


Pria berambut putih itu memberikan tatapan yang dingin kepada pria tersebut, hal itu membuat pria berlapis armor hijau di tubuhnya kesal.


" Lord of Death... Karena kau telah membunuh Queen of Insect, kali ini aku datang untuk membunuhmu! " Ujar pria tersebut dengan marah.


" Ohw, kau marah? Aku pikir kau tidak akan marah karena aku telah membunuh serangga itu. " Balas Xi dengan dingin dan memprovokasi King of Insect. Xi ingin membuat King of Insect tersulut oleh amarahnya.


Pada saat itu, King of Insect sangat marah, ia telah mengepalkan kedua tangannya dan sihir yang kuat telah berkumpul di kedua tangannya. Namun langkahnya terhenti karena mendengar suara seseorang.


" Tahan dirimu King of Insect! .... Kalau kau maju ke sana kau akan langsung mati oleh orang itu. " Ujar seseorang dengan suara yang merdu. Ia muncul di belakang Lord of Death, ia muncul dari balik pusaran salju yang ia ciptakan sendiri.


Ia terseyum saat melihat Xi, sambil terseyum ia berkata sesuatu kepada Xi. " Lord of Death... Apa kau merindukan diriku? " Ujarnya sambil mengedipkan matanya, dengan paras cantiknya sambil menggoda Xi.


Lalu Xi pun menjawabnya " Ya, aku merindukanmu Apocalyps of Monarch Memories, Eve. " Balas Xi, namjn dengan nadanya yang dingin.


Eve tersenyum sambil tertawa kecil. Pada saat yang sama, seseorang muncul dengan kobaran api merah yang sangat panas, pria itu muncul sambil berkata. " Sekarang kita ada di sini untuk membunuh Lord of Death, bukan melihat kau dan Lord of Death bermersaan seperti pasangan kekasih. " Ujar seseorang dengan dua tanduk panjang di kepalanya, kedua tanduknya mirip seperti taduk banteng, namun tanduk miliknya terlihat seperti platinum yang di buat dan di tempel di atas kepalanya. Ia adalah Apocalyps of Demon Lord, orang yang memimpin semua iblis yanh ada di sitedel.


Eve menatap Apocalyps of Demon Lord dengan tatapan yang aneh, sambil menghelakan sedikit nafasnya ia berkata. " HEH, Apa kau cemburu? Kau iri ya karena tidak punya wanita di sisi mu? " Ujar Eve sambil mengejek Apocalyps dengan wajah jahilnya.


Sontak itu membuat Apocalyps of Demon lord tersipu malu dan sekaligus kesal kepada Eve. Dengan kesalnya serta wajahnya yang memerah ia berkata kepada Eve " Kau wanita kurang ajar, setelah aku membunuhnya... Aku, aku akan membunuhmu juga... " Balasnya sambil mengacungkan jarinya kepada Eve.


Pada saat itu Eve langsung membalas. Dengan cara terkejut yang lebai " HAAA! Lord of Death cepat bunuh dia! ... Pria busuj itu mau membunuh ku. " Ujarnya sambil mengadu kepada Xi dengan air mata mata buatan yang ia buat di wajahnya.


" Kau wanita berengsek! Aku pasti akan membunuh mu! " Ujar Apocalyps of Demon Lord dengan mata yang berapi - api karena kesal.

__ADS_1


Namun Eve bertingkah aneh dan membuat Apocalyps of Demon Lord semakin kesal. Sementara itu Apocalyps King of Insect, dan Xi hanya terdiam saat melihat mereka berdua yang bertengkar.


Sambil menatap Apocalyps King of Insect, Xi bertanya kepadanya. " Mereka teman mu? " Tanya Xi kepada Apocalyps King of Insect.


__ADS_2