
Terjadi pertempuran hebat di lantai tiga kastil terkutuk. Pertempuran antara pasukan Undead dan pasukan kegelapan berlangsung dengan sangat sengit.
Pasukan undead terus bermunculan dari setiap makam yang ada di ruangan tersebut. Dan setiap detiknya, masing - masing dari makan itu dapat memunculkan setidaknya 8 sampai 10 undead tingkat rendah sampai menengah. Terlebih lagi, undead tingkat menengah memiliki beberapa kemampuan yang dapat menghancurkan pasukan kegelapan yang lemah.
Namun walau begitu, pasukan kegelapan tidak mudah untuk di atasi. Di karenakan setiap kali mereka di hancurkan, mereka dapat beregenerasi kembali selama Xi masih memiliki cukup energi sihir.
Pertempuran di ruangan tersebut sangat menguntungkan bagi Yuldoras. Berkat domain miliknya yang menggunakan ruangan lantai tiga kastil sebagai wadahnya, ia dapat terus mensummon para undead tanpa henti, selama makam - makam yang ada di dalam domain nya masih ada.
Sementara itu, Xi yang di keroyok oleh para undead dengan mudahnya membunuh mereka semua dalam sekali tebasan pedangnya. Melihat jumlah undead yang sangat banyak dan terus bermunculan, membuat Xi sadar kalau bertarung dengan mereka tidak akan ada habisnya.
Sambil bertarung, Xi mengamati sekitarnya, dan dia melihat setiap makam yang ada selalu mensummon para undead. Ia pun sadar kalau semua makam di wilayah ini dapat mensummon banyak undead perdetiknya.
" Jadi makam - makam ini sumbernya... Mari coba untuk hancurkan dulu! " Ujar Xi dalam hatinya. Menembakkan sebuah bola api berukuran raksasa yang langsung menghantam puluhan makam yang berdempetan hingga hancur tak bersisa.
" Apakah itu berhasil? " Tanya Xi dalam hatinya mengenai serangan yang baru saja ia lancarkan. Dalam skala sekuat itu seharusnya menghancurkan makam - makam itu bukanlah hal yang sulit. Terlihat dengan jelas ketika asap menghilang, semua makam yang terkena dampak dari ledakan bola api itu hilang seketika.
Akan tetapi, dari jejak yang di tinggalkan oleh ledakan tersebut. Hancurnya tempat itu, kini tanah mulai memperbaiki dirinya seperti sedang beregenerasi. Makam yang telah hilang kini muncul kembali dengan jumlah yang sama dan di posisi yang sama. Serangan yang di lancarkan oleh Xi barusan berasa sia - sia, karena usahanya ternyata tidak membuatkan hasil yang memuaskan.
Xi pun merasa sedikit kecewa dengan apa yang baru saja ia lakukan. Akan tetapi, dengan itu dapat di ketahui olehnya jika domain milik Yuldoras memiliki dua kemampuan khusus yang telah terungkap. Yakni mensummon undead tanpa batas, dan meregenerasi tempat yang rusak atau pun hancur dari hasil pertempuran.
Dengan tersenyum kecil, sebuah ide yang luar biasa terlintas di dalam pikirannya. " Di dalam domain ini undead akan terus muncul tanpa henti, itu berarti aku bisa menggunakan para undead ini untuk meningkatkan kekuatan dari pasukanku kan? Ini harus di coba! " Ucap Xi dalam hatinya yang tersenyum jahat. Memanfaatkan kemampuan orang lain untuk meningkatkan kemampuan miliknya.
Mungkin ini terdengar aneh dan gila. Tapi dengan adanya monster yang terus bermunculan dan jumlah mereka banyak serta tidak kuat juga. Itu akan menjadi tempat yang sempurna farming dan meningkatkan kekuatan dari para pasukan kegelapannya.
Xi mengangkat tinggi satu tangannya. melihat itu Yuldoras di buat bingung dengan apa yang akan di lakukan oleh Xi. Karena takut Xi akan menyerang dengan kekuatan besar yang dapat menghancurkan Domainnya, Yuldoras tidak membiarkan Xi untuk merilis skillnya. Oleh sebab itu, ia memerintahkan Death Dragon untuk menyerang Xi.
" Death Dragon, cepat hentikan orang itu! " Ujar Yuldoras memberi perintah kepads Death Dragon.
Death Dragon meraung dengan keras, menciptakan sebuah gelombang suara yang memekik kan telinga. Dalam hal itu beberapa pasukan kegelapan yang lemah langka mereka terhenti karena di lumpukan.
Death Dragon terbang ke langit, kemudian terbang dengan cepat ke arah Xi sambil menembakkan semburan zat beracun yang dapat membuat orang seketika mati jika terkenanya.
Dengan itu Xi menanggapinya dengan menggunakan Skill Gluttony Symbol King Beelzebub. Melahap serangan yang berbahaya itu dengan sangat mudahnya, dari itu ia juga dapat memberikan sebuah serangan balik. Dengan menggunakan Beelzebub, Xi mengarahkannya pada Death Dragon yang terbang itu.
Awan gelap Beelzebub dengan cepat mengejar Death Dragon yang sedang terbang di atas langit. Karena takut akan kegelapan, Death Dragon melarikan diri dan mencoba untuk tidak tertangkap oleh kegelapan yang sedang mengejarnya.
Death Dragon terbang dengan kecepatan tercepatnya guna menghindari asap hitam yang terus mengejarnya. Namun, semakin cepat ia terbang, kegelapan yang mengejarnya juga semakin cepat dan meluas menutupi langit dengan kegilaan.
Telah lama Death Dragon menghindari kegelapan yang mengejarnya. Kecepatan yang di banggakan kini kian melambat. Itu di karenakan ia telah kehabisan stamina untuk mengepak kan sayapnya lagi. Tubuhnya yang besar menjadi beban yang berlebihan dalam ke adaan yang kristis itu, sehingga pada akhirnya, kegelapan datang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Perlahan - lahan tubuhnya mulai runtuh atau hancur karena di telan oleh Beelzebub. Mulai dari pangkal ekor nya, hingga ke kepalanya. Semua yang dapat di lahap dari Death Dragon telah di lahap sepenuhnya oleh Beelzebub tanpa tersisa sedikit pun dari tubuhnya.
" A apa... Death Dragonku di kalahkan? Bagaimana mungkin... " Ujar Yuldoras terkejut. Ia sudah tidak dapat merasakan kehadiran dari Death Dragon yang menjadi peliharaannya. Yang berarti Death Dragon tersebut telah terbunuh sepenuhnya oleh Xi.
Di samping itu, Undead tingkat atas lainnya juga telah di kalahkan oleh pasukan kegelapan. Semua Death Knight dapat di kalahkan dengan mudahnya oleh Igris, Gideon, dan Celia. Lantas semua itu membuat Yuldoras sangat tercengang.
Terlebih lagi, para undead yang ada di bawah perintah nya kini juga mulai berkurang sangat banyak. Semua dengan mudah di lumpuhkan oleh pasukan kematian yang sebenarnya.
Dalam pandangan Yuldoras, melihat pasukan kegelapan yang mengalahkan seluruh bawahannya. Ia baru menyadari kalau orang yang di hadapannya ini adalah seorang raja kematian. Sosok yang berkuasa atas dunia kematian yang memimpin pasukan yang tidak bisa mati.
Kekuatan yang selalu ia bangga - banggakan, yang selalu ia puji setinggi langit. Semuanya telah sirna dalam sekejap mata oleh seorang pemuda yang membawa kekuatan kematian bersamanya. Yuldoras melihat Xi dengan penuh ketakutan dan kegelisahan. Kini ia seperti tidak sanggup untuk melihat mata merah menyalah dari Xi.
Perlahan Yuldoras berjalan mundur dengan gelisah. Ketakutan di dalam dirinya muncul yang menyebabkan dirinya takut. " Tidak... Tidak mungkin... Aku tidak mungkin mati hari ini... " Ujar Yuldoras dengan gelisah. Ia takut kalau dirinya akan di bunuh oleh pemuda yang ada di depannya. Ia pun menatapnya dengan penuh ketakutan.
Hanya dalam 30 menit, puluhan ribu undead yang ada di lantai tiga telah di bersihkan semuanya tanpa ada yang tersisa. Domain milik Yuldoras pun juga sudah di hancurkan, sehingga para undead tidak dapat muncul terus menerus.
Banyak dari pasukan kegelapan yang levelnya telah meningkatkan kerena pertarungan itu. Tidak terkecuali Igris, Gideon, dan Celia.
Setelah semuanya di kalahkan, para pasukan kegelapan berbaris rapi membuka kan jalan untuk Xi.
Xi pun berjalan di jalan yang telah di buka oleh pasukannya. Berjalan dengan langkah nya yang ringan ke arah Yuldoras yang ada di atas sana. Sambil berjalan ia juga melepaskan tekanan dari aura membunuhnya yang amat besar guna memberikan intimidasi kepada lawannya.
Sontak itu langsung membuat Yuldoras ketakutan seketika berlutut karena tekanan yang menimpa tubuhnya sangatlah berat. Tekanan yang di rasakan Yuldoras terasa seperti sebuah gunung yang sedang menimpa dirinya. Sehingga membuatnya sangat kesulitan untuk bergerak.
" Sialan... Aku benar - benar akan mati! Aku Seorang Undead King akan mati di sini?... " Ucap Yuldoras dalam hatinya yang penuh dengan kegelisahan. Ia tidak takut akan kematian yang akan menjemputnya, tapi ia tidak terima harga dirinya di injak - injak oleh seorang pemuda yang tidak jelas asal usulnya. Merasa terhina karena di injak - injak, Yuldoras pun berusaha untuk bangkit kembali untuk memberikan perlawanan untuk terakhir kalinya. " Entah ini akan berguna atau tidak... Tapi, yang jelas aku tidak akan membiarkan dia membunuhku dengan mudah! " Ujar Yuldoras dengan keras dalam hatinya.
Energi sihir dalam jumlah besar di lepaskan oleh Yuldoras. Menciptakan sebuah badai yang kuat di dalam ruangan. Fulkutasi dari energi yang di lepaskan begitu hebat, sehingga memberikan dorongan yang cukup untuk memperlambat Xi yang sedang berjalan.
Yuldoras tanpa membuang waktu mulai merapalkan mantranya. Menciptakan sebuah lingkaran sihir pemanggilan khusus yang di miliki oleh lantai tiga kastil terkutuk.
Sebuah lingkaran sihir hijau yang besar terbentuk di lantai dengan skala yang luas. Lingkaran sihir itu bersinar dan memancarkan energi gelap yang begitu dahsyat. Jiwa - jiwa dari para undead yang telah di kalahkan, semuanya berterbangan di langit dan bersamaan masuk ke dalam lingkaran sihir tersebut.
Jumlah jiwa yang masuk ke dalam lingkaran sihir itu sangatlah banyak. Sehingga meningkatkan kepadatan energi yang terisi pada lingkaran sihir itu dengab sangat cepat.
Xi beserta pasukan kegelapannya memandangi itu dengan seksama. Menyaksikan kebangkitan dari suatu makhluk yang sedang di coba untuk di panggil oleh Yuldoras.
BANG, BANG, TANK! Suara dari belenggu yang hancur terdengar berkali - kali. Suara itu berasal dari lingkaran sihir yang di ciptakan oleh Yuldoras.
Dari lingkaran sihir itu muncul sosok makhluk humanoid yang mengerikan. Aura yang mengelilingi tubuhnya sangatlah kuat, serta pancaran dari energi sihir yang tidak terkendali di lepaskan secara acak oleh makhluk tersebut. Dengan memeluk sebuah sabit hitam yang besar dan tajam, makhluk itu menunjukkan sosoknya yang sesungguhnya.
" Hahahaha, hahahaha! Bangkitlah wahai makhluk tertinggi! Terimalah persembahkan dari sepuluh ribu jiwa dari pengikut setia mu! " Ujar Yuldoras. Dia merasa senang ketika ia berhasil memanggil makhluk yang tersegel di dalam kastil. " Walau pemuda yang pemberani! Sambutlah kehadiran dari sosok terkuat di dunia ini. Dia adalah penguasa dari kengerian malam, pemimpin dari jiwa - jiwa pendendam. Perwujudan dari kengerian dan mimpi buruk setiap makhluk... Sang Penguasa Malam Kengerian! Jack O Lantern! " Lanjut Yuldoras. Ia dengan bahagia ketika membebaskan makhluk terkuat di kasti ini. Dengan senang menyambut kebangkitan dari pemilik kastil yang sesungguhnya.
[ Peringatan! Peringatan! Peringatan! ]
[ Sang Penguasa Malam Kengerian telah Bangkit sepenuhnya! Di harapkan tuan untuk berhati - hati ]
" Penguasa kengerian malam, Jack O Lantern! Dia raja dari malam halloween. Benar - benar aura yang sangat kuat! " Ujar Xi dalam hatinya. Merasakn aura yang begitu mengintimidasi dari Jack O Lantern, membuatnya sedikit khawatir dengan kekuatan sesungguhnya dari Jack O Lantern. Dengan apa yang ia rasakan, aura ini jauh lebih kuat dari Demon King yang pernah di hadapinya.
Jack O Lantern, mulai membuka matanya yang bersinar dengan nyala api hijau yang keluar dari wajahnya. Menunjukkan seberapa mengerikan dirinya dengan api yang berkobar di kepala labunya yang mengerikan. Mulai melepaskan pelukannya dari sabit hitamnya.
Berdiri tegak dengan melepaskan sejumlah energi sihir yang begitu besar, sampai membuat banyak dari pasukan kegelapan yang lemah betarbangan. Dengan memegang sabit hitamnya dengan erat di tangannya, ia menatap orang terkuat yang akan menjadi lawannya.
" Kau... Apakah kau raja dari mereka semua? Kalau iya, bertarunglah denganku! " Ujar Jack. Mengacungkan sabit hitamnya kepada Xi dengan niat membunuh yang di lepaskannya. Menandakan kalau ia serius untuk menantang Xi bertarung.
Xi hanya diam dan tidak merespon sedikit pun ketika Jack manatang dirinya. Sementara itu, pasukan kegelapan merasa tidak terima ketika ada makhluk yang mengutarakan niat membunuhnya kepada raja mereka.
Mereka semua pun melompat ke arah Jack dan menyerangnya dengan bersamaan. Dengan kekuatan penuh mereka, tanpa ampun mengeroyok Jack.
Slahs! Jack menebaskan sabitnya dengan sangat cepat. Seketika semua pasukan kegelapan yang melompat ke arahnya terpotong - potong. Jack melakukan itu tanpa ada kesulitan sedikit pun, itu seperti dia sedang memotong kertas dengan pisau yang tajam.
Jack dengan cepat melesat melewati pasukan kegelapan yang ada di depannya. Seketika tanpa adanya perlawanan, semua pasukan kegelapan yang ada langsung di kalahkan dalam hitungan detik. Kecuali Igris, Gideon, dan Celia. Hanya mereka bertiga yang tidak terkena serangan dari Jack.
Bahkan untuk pasukan kegelapan sekelas Bion dan Noa pun juga tertebas oleh Jack tanpa sempat untuk menghindar sedikit pun.
Xi terkejut melihat kehebatan dari Jack yang dapat mengalahkan semua pasukannya kecuali Igris, Gideon, dan Celia hanya dalam hitungan detik. Ribuan pasukan kegelapan seperti tidak ada artinya di hadapan Jack yang begitu kuat.
" Aku tidak menyangka dia sekuat itu... Dia mengalahkan ribuan pasukanku dalam sekejap. Baginya itu seperti membunuh semut. " Ucap Xi dalam hatinya.
Pasukan kegelapan biasa mungkin tidak perlu di perhatikan. Tapi untuk pasukan kegelapan seperti, Red Frogman dan Cricodailman, Hidden Master, serta Noa dan Bion yang merupakan pasukan tingkat atas. Masilah bukan tandingan dari kecepatan dari Jack.
Itu membuat Xi seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Bahkan ia sampai berkeringat ketika melihat tebasan yang begitu cepat padahan menggunakan sabut besar dan panjang. Bahkan untuk petualang Rank S sekali pun, belum tentu dapat mengikuti tebasan Jack yang terlalu cepat.
" Mereka hanya pengganggu, dan sekarang hanya tersisa kalian! " Ucap Jack dengan sinis. Menebaskan sabitnya dengan sangat cepat.
BANG! Suara daru beturan yang kuat hingga menghasilkan bunyi geming yang menyakitkan telinga.
Tebasan super cepat dari Jack, dapat di hentikan oleh Igris dengan pedangnya. Sebagai seorang salah satu dari sembilan master pedang, Igris mampu melihat tebasan dari Jack. Walau itu kuat dan cepat, Igris mampu mengimbanginya.
Jack terkesan dengan kesatria hitam yang menghentikan tebasannya. Oleh karena itu ia pun menyerang Igris lagi dengan tebasan yang lebih kuat dan lebih cepat lagi. Akan tetapi, Igris mampu menangkis semuanya walau harus mengalami sedikit kesulitan karena perbedaan dari level kekuatan yang besar.
Igris dan Jack pun saling bertukar serangan. Kecepatan yang mereka dalam beradu kecepatan sangatlah menakjubkan. Tidak mungkin orang biasa bisa mengikuti gerakan mereka berdua, apa lagi dengan di kombinasi dengan kelincahan mereka berdua yang membuat tubuh mereka lentur seperti penari balet.
Keduanya menunjukkan pertarungan yang sangat memanjakkan mata. Ketika bertarung dan saling menyerang dan menghindari serangan. Keduanya terlihat seperti sedang menari - nari di atas udara dengan langkah yang ringan di bawah tekanan kekuatan yang besar.
Pertempuran mereka berlangsung sengit, seiring berjalannya pertarungan Igris semakin di tekan oleh Jack. Dalam pertarungan itu Jack merasakan perasaan yang aneh di dalam hatinya.
Bertarung dengan kesatria hitam yang dapat bersaing dalam hal kecepatan dan kelincahan, serta refleks yang luar biasa. Membuatnya teringat kepada seseorang yang dulu pernah ia hadapi.
" Aneh... Kenapa aku merasa kalau aku mengenal orang ini? Gaya berpedangnya, serta skill yang di milikinya... Dia terlihat persis seperti orang itu... " Ucap Jack dalam hatinya sambil bertarung melawan Igris. Teriang - iang dalam pikirannya seorang kesatria hitam di masa lalu yang sangat kuat, yang bertarung habis - habisan dengan dirinya selama tiga malam.
" A... Aku mengerti... Kau Sang Dark Knight IGRIS! Sang Bledamaster of Skytime! " Ujar Jack.
Mendengar kata - kata itu dari Jack, Xi yang baru saja membunuh Yuldoras sangat terkejut ketika mendengarnya. Karena Jack tahu kalau orang yang di hadapinya adalah Dark Knight IGRIS. Terlebih lagi, Jack juga tahu kalau IGRIS juga menyandang salah satu orang dari sembilan master pedang yang menjadi sejarah dunia.
Namun, Xi jauh di buat terkejut ketika Jack menyebutkan gelar IGRIS sebagai Blademaster of Skytime itu yang bahkan tidak Xi ketahui.
" Jadi orang ini tahu tentang IGRIS? " Ujar Xi dalam hatinya sembari bertanya - tanya kepada dirinya sendiri.
Mengetahui kalau lawannya adalah salah satu orang yang dulu menyegel dirinya. Jack menjadi semakin bersemangat untuk bertarung melawan IGRIS. Namun, pandangannya tidak hanya terfokus kepada IGRIS semata. Tapi juga dengan sosok Knight lainnya yang masih berdiri diam di sana.
" Knight yang sangar dan memakai pedang besar, aku rasa itu adalah rekanmu. Blademaster of Destruction, Gideon! " Ujar Jack. " Hahaha, hebat! Setelah aku bangun ternyata aku langsung di sambut oleh musuh lama ku, menarik! Sangat menarik! " Lanjut Jack.
Dengan penuh semangat Jack menebaskan sabit hitamnya untuk menyerang. Saking cepatnya tebasan dari Jack sampai - sampai membuat IGRIS tidak dapat mengimbanginya. Mengakibatkan IGRIS tercincang oleh tebasan - tebasan dari Jack.
Gideon melompat setelah melihat IGRIS kalah. Menyerang Jack dengan kekuatan besarnya.
BOOM!
Jack menahan serangan super kuat dari Gideon dengan memegang kedua sabitnya dengan kuat. Kuatnya daya serangan itu sampai membuat permukaan lantai menjadi hancur berantakan dalam radius yang luas. Puing - puing dari lantai yang hancur pun juga sampai beterbangan di langit - langit.
Gideon tidak tinggal diam ketika melihat Jack berhasil menahan serangannya. Ia menambahkan berat dari pedangnya dengan skill yang dia miliki. Membuat berat dari pedangnya mencapai 400 kg. Namun, dalam tekanan seberat itu, tidak kunjung membuat Jack bergeming.
Jack terlihat masih tenang di bawah kenan pedang Gideon. Dengan wajah labunya yang menyeramkan, Jack tersenyum jahat kepada Gideon dengan api hijau berkobar menggila mebakar wajahnya.
Membuka mulutnya yang penuh dengan api, lalu menembakkan beni - beni api kepada Gideon dalam jumlah yang banyak.
Dengan telak semua beni - beni api itu mengenai Gideon sehingga menyebabkan ledakan berkali - kali. Asap dari ledakan menutupi area mereka berdua. Setelah asap itu menghilang, terlihat Gideon yang masih berdiri di sana. Tampak serangan dari Jack tidak memberikan efek yang berarti kepada Gideon.
__ADS_1
Gideon dengan sinis menyipitkan matanya. Hendak bersiap untuk menyerang Jack lagi.
" Tidak akan aku biarkan! " Ujar Jack mengaktifkan sihir pengendali yang telah ia siapkan.
Dari bawah kaki Gideon, muncul banyak sekali akar - akar hijau tanaman yang langsung mengikatnya dengan sangat erat. Sehingga membatasi pergerakan dari Gideon.
Gideon terkejut dengan jebakan tersebut. Ia bingung kapan jebakan itu di pasang di bawah kakinya. Tidak perlu waktu lama untuk dirinya memikirkan itu, dengan cepat sadar dengan serangan Jack sebelumnya.
Bani - beni yang berlapis api yang di tembakkan kepadanya tidak hanya sekadar menghasilkan ledakan. Namun juga membuat beni - beni yang lainnya berjatuhan di tanah dan tersamarkan oleh debu hasil ledakan.
Sehingga ketika ia hendak menyerang Jack lagi, langkahnya telah terkunci yang membuatnya tidak dapat bergerak. Membuat Jack dengan mudahnya dapat menyerang Gideon yang tengah kesulitan untuk melepaskan diri.
Jack yang melesat ke arah Gideon dengan sangat cepat sambil bersiap untuk menebaskan sabitnya untuk membunuh Gideon, tiba - tiba saja Gideon mengangkat pedangnya dengan kedua tangannya. Mengaktifkan skill Proton Slahs yang di miliki oleh pedangnya.
Gideon menebaskan pedangnya kepada Jack yang melesat ke arahnya. Melepaskan kekuatan penghancur dalam jumlah besar.
Jack merasakan jika serangan tersebut sangat berbahaya. Dengan paksa ia menghentikan kecepatannya, dan itu sangatlah mustahil untuk di lakukan. Namun, Jack berhasil menghentikan dan menghindari serangan Proton Slahs yang menyebabkan kehancuran yang begitu luar biasa.
Jejak dari serangan tersebut masih tertinggal di lantai menara yang telah hancur.
" Kekuatan yang luar biasa... Dia tidak berbeda dengan yang dulu... " Ujar Jack dalam hatinya. Seketika ia merinding melihat kekuatan penghancur Gideon. Jack mengangkat tangannya, melepaskan sihirnya dan mulai melakukan summon monster. " Summon Pumpkin Knight! Habisi orang itu! " Ucap Jack sambil memberikan perintah.
Labu - labu yang tumbuh dari beni yang tadi ia sebarkan. Kini telah bermutasi menjadi Pumpkin Knight. Mengorbankan 10 jiwa pendendam untuk menciptakan satu Pumpkin Knight.
10 Pumpkin Knight berdiri, wajah mereka menyeramkan seperti setan di tengah malam. Memegang senjata mereka masing - masing berlapis sihir. 10 Pumpkin Knight maju mengeroyok Gideon yang telah terbebas dari ikatannya.
Melihat Pumpkin Knight maju untuk menyerang dirinya. Gideon menyalurkan energi sihirnya pada pedang besar yang di pegangnya. Energi penghancur bergejolak cepat di pedang Gideon, memancarkan aura hitam yang mengerikan refensi dari kekuatan penghancurnya.
Skill Earth Bringer Gideon aktifkan. Energi penghancur yang telah berpusat di pedangnya, ia lepaskan ke tanah. Ketika Gideon menamcapkan pedangnya ke tanah, bersamaan energi penghancur langsung merambat ke arah target yang telah di tentukan oleh Gideon.
Ketika berada tepat di bawah target, Earth Bringer meledakkan dirinya dengan skala besar. Ledakan dengan gelombang kejut yang hebat menghancurkan permukaan lantai dengab mudahnya.
10 Pumpkin Knight yang terkena langsung serangan tersebut langsung terbunuh sampai tidak ada sisa dari tubuh mereka.
Asap tebal menutupi arena pertarungan antara Gideon dan juga Jack. Dalam kabut yang tebal itu, Jack tidak tinggal diam. Jack memanfaatkannya untuk menyerang Gideon.
Jack bergerak tanpa bersuara dengan kecepatan yang tinggi terus memutari Gideon. Hendak mencabut pedangnya daru tanah, Jack langsung menyerang Gideon yang lengah. Jack pun menebaskan sabit hitamnya kepada Gideon.
Akan tetapi, sesuatu datang dengam cepat dan menahan serangan tersebut. Sebuah pedang hitam dan panjang memblokir serangan sabit hitam Jack.
Sadar ada seseorang yang menahan serangannya, Jack pun langsung menatap orang tersebut. Dan terlihat dengan jelas oleh matanya, orang yang menghentikan serangannya adalah IGRIS. Partner terhebat Gideon yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun. Ya, itu adalah IGRIS. Partner sekalgus rival abadinya.
IGRIS menguatkan dorongannya dan menghempaskan Jack. Mengambil langkah untuk menyerang ketika Jack masih dalam keadaan terhempas. IGRIS dan Gideon lompat bersamaan, dengan kekuatan penuh mereka menyerang Jack bersama - sama.
Menanggapi itu, Jack belas menyerang mereka berdua dengan kekuatan penuhnya juga. Sabit hitamnya bersinar di selimut kekuatan spirit berwarna hijau telah terisi penuh dan siap untuk di rilis.
Kedua belah pihak saling menyerang dengan kekuatan yang di rilisnya, ketika kedua kekuatan besar bertabrakan. Terjadi ledakan yang begitu hebat, langit seraya bergetar menyaksikan benturan kekuatan yang begitu gila.
Xi yang menyaksikan kuatnya kekuatan dari ledakan tersebut, segerah menggunakan kemampuannya dalam mengendalikan kegelapan untuk membuat sebuah kuba hitam yang melindungi dirinya.
Bahkan setelah terisolasi dari ledakan yang ada di luar, efek dari gelombang kejut dan getaran yang di hasilkan masih dapat di rasakan oleh Xi.
Di balik debu dari hasil ledakan, ketiganya terlihat masih berdiri tegak di sana dengan menderita beberapa luka di tubuh mereka. Walau IGRIS dan Gideon dapat sembuh, namun regenerasi mereka menjadi lambat karena terganggunya energi sihir yang mereka dapatkan dari Xi karena efek dari ledakan.
Sementara itu, Jack menerima beberapa luka di sekujur tubuhnya. Namun semua itu tidaklah mematikan untuk dirinya.
Jack menatap IGRIS dan Gideon dengan tatapan tajam. Memegang sabitnya dengan erat dan menempatkan dirinya pada posisi siap bertarung.
" Dengan kekuatan sebesar itu... Seharusnya mereka sudah tidak punya tenaga lagi kan? Tapi... Kenapa aku punya perasaan yang tidak enak mengenai mereka... Ku tahu mereka tidak bisa mati... HUH! " Ujar Jack dalam hatinya. Dia menerima perasaan bingung tentang IGRIS dan Gideon. Namun, ketika ia melamun sesaat, dirinya di buat terkejut karena ada seseorang yang menyerang dirinya.
Jack langsung berbalik dan menepis serangan tersebut dengan refleks nya yang cepat. Menghempaskan orang yang menyerangnya diam - diam.
Sementara itu, Xi yang di hempaskan dengan mulus mendarat di lantai yang sudah hancur lebur sambil berkata " Oh... Ketahuan nya? Padahal aku sudah menggunakan Steahlt, tidak aku sangka kalau dia menyadarinya. " Ucap Xi dalam hatinya. Sedikit terkejut karena Jack mampu mengungkapkan keberadaannya bahkan setelah Xi menyembunyikan hawa keberadaannya dengan sangat baik.
Sementara itu, Jack sangat terpaku di buatnya. Wajahnya pucat dan penuh keringat ketika Xi tadi menyerangnya dari belakang.
" Jika aku terlambat merasakan niat membunuhnya... Aku yakin kepalaku sudah terpenggal! Orang ini sangat hebat dalam bersembunyi, bahkan aku hampir tidak menyadarinya... Ini sangat berbahaya! " Ucap Jack dalam hatinya. Setelah ia selesai bergumam, ia mewaspadai lawan yang tadi sempat hampir membunuhnya.
Dalam sekejap ruangan tersebut langsung menjadi hening dan tidak ada satu pun dari mereka menunjukkan tanda - tanda pergerakan. Itu benar - benar nyata, dan jika di lihat dari atas mereka itu terlihat seperti patung.
Dari atas, Xi datang untuk membantu IGRIS dan Gideon. Ia menebaskan pedangnya kepada Jack dengan sangat cepat.
Jack yang sadar dengan niat membunuh yang tertuju kepada dirinya, segerah ia menghindari serangan dari Xi dengan melompat kebelakang.
Xi tidak membiarkannya begitu saja, ketika ia sampai di permukaan, Xi langsung melesat dengan cepat ke arah Jack dengan menebaskan beberapa tebasan pedang dengan sangat cepat.
Dengan sigap Jack merespon serangan tersebut dengan menebaskan sabit hitamnya dengan cepat untuk menghentikan serangan itu.
Keduanya pun saling bertukar serangan selama beberapa saat, sampai ketika Xi berhasil memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada Jack hingga membuatnya terhempas.
Bersamaan dengan itu, ketika Jack terhempas Xi memberikan perintahnya kepada IGRIS dan Gideon.
Mendapatkan perintah tersebut, keduanya langsung melompat tinggi dan merilis skill mereka masing - masing.
Gideon dengan skill Proton Slahs, memusatkan semua kekuatannya pada satu titik. Memberikan efek getaran yang kuat dan tak terkendali.
IGRIS dengan skill Lightning Seven Strike, telah siap untuk melepaskannya. Petir biru yang terus menyambar tanpa henti keluar dari pedangnya yang panjang berbalut sihir yang kuat.
Keduanya menyerang Jack atas perintah Xi dengan skill kuat yang mereka miliki. Tanpa dapat menghindarinya saat itu, Jack hanya bisa menerima semua serangan itu dengan mempertahankan dirinya dengan melapisi seluruh tubuhnya dengan sihir.
BOOOM!
Ledakan besar terjadi di udara yang menyebabkan munculnya kabut hitan pekat di atas sana. Dari kabut hitam itu, jatuh seseorang yang tubuhnya di penuhi luka bakar.
Dia adalah Jack yang masih hidup walau menerima dua serangan kuat sekaligus. Itu membuktikan seberapa kuat defensif yang dimiliki oleh Jack sehingga ledakan seperti itu hanya memberikan luka luar saja baginya dan tidak menderita luka dalam yang cukup berarti.
Dalam waktu yang ia miliki. Jack mengambil kesempatan tersebut untuk menyembuhkan dirinya dari semua luka yang di derita.
Menyadari energi yang mengitari Jack dapat menyembuhkan luka yang di dapatnya. Xi pun dengan tatapan sinisnya melemparkan beberapa slahs api kepada Jack sambil berkata " Tak akan ku biarkan kau memulihkan diri! " Ujar Xi dengan dingin.
Lima Slahs san api yang di lemparkan kepada Jack semua mendarat tepat mengenai sasaran yang telah di targetkan. Hal itu tidak hanya membuat proses penyembuhan Jack terganggu, tapi juga memberikan beberapa luka yang di derita semakin parah, dan menghantam lantai dengan cukup kuat hingga membuat lantai retak.
Dengan kaki yang gemetaran, Jack mencoba untuk berdiri lagi sambil menyembuhkan dirinya. Dengan banyaknya jumlah energi yang ia pakai untuk pemulihan, seketika semua luka yang di dapatnya menghilang.
Jack memegang sabitnya dengan erat, menatap tajam kepada Xi yang berada di sisi IGRIS dan Gideon.
" Jadi dia orang yang mengendalikan IGRIS dan Gideon?... Siapa sebenarnya dia? Sampai - sampai bisa membuat dua orang Blademaster tunduk di bawahnya. " Ucap Jack dalam hatinya. Ia berkeringat saat memikirkan itu. " Walau kedua orang itu tidak sekuat yang dulu, tapi tetap saja merepotkan... Dan aku juga belum mendapatkan kekuatan ku yang sebenarnya. Kebangkitan ku mungkin sudah sempurna, tapi tidak dengan kekuatanku... Beberapa masih tersegel dan belum bisa di gunakan. Aku harus mencari cara untuk mengalahkan ketiga orang ini. " Lanjut Jack dalam hatinya.
Dalam pandangan Xi, melihat Jack yang telah pulih seperti sebelumnya. Ia menyipitkan matanya seraya berkata " Sepertinya kekuatan orang ini belum bangkit sepenuhnya. Melawannya sekarang saja sudah sangat sulit, jika dia membangkitkan kekuatan sempurnanya... Aku khawatir kalau aku tidak punya kesempatan untuk menang. Aku tidak boleh membiarkannya lebih jauh dari ini. " Ujar Xi dalam hatinya.
Jack yang mewaspadainya, tidak menyadari adanya Celia yang keberadaanya belum terungkap di balik bayangan sana. Melia dengan betuk humanoidnya, masuk ke dalam mode bertarung dan langsung melompat ke arah Jack dengan cepat dan mendaratkan satu tendangan kuatnya tepat mengenai kepala Jack dengan sangat keras. Hingga membuat Jack terbungkuk ketika mendapatkan serangan tersebut.
Jack terkejut karena dirinya berhasil di serang diam - diam. " Aku sudah terlalu lama tertidur, dan... Sepertinya kemampuanku sedikit telah tumpul. Sampai - sampai aku tidak menyadari keberadaan satu orang lagi. " Ucap Jack dalam hatinya.
Malihat Jack yang terdiam, Xi mengambil kesempatan tersebut untuk melancarkan serangannya. Xi pun kembali menembakkan lima Slahs api dengan menebaskan pedangnya pada udara.
Kelima Slahs itu dengan cepat langsung menuju ke arah Jack yang tengah sibuk menghadapi Celia yang menyerangnya tanpa henti.
Menyadari kalau dirinya juga di serang dari arah yang lain, Jack pun dengan sekuat tenaga menghempaskan Celia yang hendak memberikan pukulan kepada dirinya.
Setelah itu, ia mengayunkan sabit hitamnya dengan sangat cepat, menepis semua Slahs api yang menghantam dirinya. Jack pun menatap tajam Xi dan hendak untuk melompat ke sana untuk menyerangnya.
Namun, tanpa ia sadari. IGRIS dan Gideon telah ada di samping kanan dan kirinya. Siap dengan skill yang telah di rilis oleh mereka. Jack terkejut dengan kehadiran mereka yang tiba - tiba, dan bingung bagaimana mereka bisa sampai di sampingnya tanpa ketahuan.
Jack sadar bila lima slahs api yang di lemparkan kepadanya itu hanyalah pengalihan agar Jack menurunkan ke waspadaannya terhadap IGRIS dan Gideon. Membuat pandangan Jack hanya terfokus kepada seseorang yang mengendalikan mereka berdua.
IGRIS dan Gideon menyerang bersamaan. Dengan sigap Jack menahan kedua serangan itu dengan sabit hitamnya. Lantai yang menjadi pijakkannya sampai hancur di buatnya karena menahan kekuatan yang begitu dahsyat.
Tidak terima dirinya di pojokkan, Jack menyalurkan energi nya pada sabit hitam yang di pengangnya. Seketika itu langsung terjadi ledakan energi yang membuat IGRIS dan Gideon terpukul mundur. Sehingga tekanan yang di berikan oleh IGRIS dan Gideon kepada Jack pun menghilang.
" Kalian memang hebat, tapi! Aku tidak akan membiarkan kalian menang! " Ujar Jack dengan keras. Menyerang dengan menggunakan sabitnya yang telah di perkuat dengan sihirnya.
Xi, IGRIS, Gideon, dan Celia di serang oleh Jack secara membabi buta. Tidak peduli apa pun yang menjadi penghalangnya, Jack terus menebasnya tanpa ragu. Setiap tebasannya menghasilkan sayatan angin yang sangat tajam, yang mempu memotong bebatuan yang keras.
Mereka berempat berusaha keras untuk tidak terkena serangan tersebut. Bahkan Xi yang memiliki status Vitality yang tinggi dan di kali dua tidak berani untuk menerima serangan Jack secara langsung.
Xi memperkirakan, setiap serangan dari Jack mampu menembus pertahanan musuh sekuat apa pun itu. Selama musuh berada di tingkat yang sama atau di bawahnya, semua pertahanan akam di abaikan dan tidak berguna di hadapan Jack.
Satu - satunya yang mampu menangkal skill tersebut adalah dengan memiliki Rank dan level jauh di atas Jack. Supaya semua skill pertahan yang di miliki dapat di gunakan secara maksimal. Namun, karena saat ini Jack dan Xi berada di rank yang sama, semua pertahan yang di miliki oleh Xi tidak ada gunanya.
Xi berusaha untuk membuat jarak antara dirinya dan Jack. Ia pun memerintahkan IGRIS dan Gideon untuk menahan Jack.
IGRIS dan Gideon bertarung melawan Jack yang telah memperkuat dirinya. Dengan adanya itu memberikan Xi waktu untuk merilis kemampuannya.
Kegelapan menyelimuti kaki dan tangannya, dan menyebar secara meluas. " Rantai kegelapan! " Ujar Xi. Merliris skill rantai kegelapan. Rantai yang terbentuk dari kegelapan dengan cepat bergerak melayang mengikuti tubuh Jack. Mulai dari Kaki, dan tangan yang di ikat membuat pergerakan Jack menjadi terbatas.
Melihat Jack yang sudah tidak dapat bergerak lagi. Gideon berkeinginan untuk menyerang Jack dengan skillnya. Ia pun bersiap untuk merilis skill miliknya. Dengan menyalurkan energinya kepada pedang yang di pegangnya, Gideon bersiap untuk menyerang Jack.
Namun, Jack tidak membiarkan proses tersebut berjalan dengan mudah. Sebelum Gideon selesai merapalkan skillnya, Jack menembakkan nafas api hijau yang di tembakkan dari mulutnya.
Api hijau yang panah langsung membakar segalanya di lintasinya. Suhunya yang tinggi membuat lantai batu yang padat sampai terbakar dan meleleh.
Seburan api itu dengan telak langsung mengenai Gideon tanpa bisa di hindari.
Gideon pun hancur karena terbakar, dan rantai yang mengikat dirinya secara bersamaan juga terlepas.
Setelah lepas dari ikatan itu, Jack langsung melompat ke arah Xi yang ada jauh di belakang. Mebeskan sabitnya dengan sangat kuat untuk membunuh Xi. Akan tetapi, Xi dapat menepis tebasan sabit Jack dengan tebasan pedangnya. Yang membuat keduanya berakhir dengan saling bertukar serangan.
__ADS_1
Dengan Jack yang setiap serangannya bertambah semakin kuat setiap detiknya. Membuat Xi terdorong mundur perlahan - lahan dan akhirnya di hempaskan oleh Jack.
Jack menembakkan sebuah bola api yang ia tembakkan dari mulutnya. Bola api itu mengarah kepada Xi yang terhempas di sana.
Ledakan dari bola api yang mengenai Xi sangat kuat, dan menimbulkan kerusakan di area sekitar akibat api - api kecil yang tersebar.
IGRIS yang melihat tuannya di lukai oleh Jack. Dia marah, dengan kecepatan penuh ia melesat ke arah Jack dengan sangat cepat.
Jack menyadari kemarahan IGRIS akan dirinya yang membunuh tuannya. Karena melawan IGRIS bukan lah hal yang mudah, Jack pun memanfaatkan api yang menyebar sebelumnya untuk menumbuhkan beni - beni yang telah ia sebar salama pertarungan.
Akar - akar dari tanaman labu mulai bermunculan keluar dari tanah. Dengan gesit semua akar itu langsung menyerang dan mencoba menangkap IGRIS.
Bersamaan dengan itu, Jack juga mensummon Kesatria Labu dalam jumlah yang banyak untuk menyerang IGRIS dan Gideon. Sementara, Jack mempersiapkan dirinya untuk merilis sebuah kemampuan yang terlihat sangat kuat.
Dapat di buktikan dengan Jack memerlukan banyak waktu untuk merilis skill tersebut untuk mempersiapkannya.
Merasakan tekanan energi sihir yang berkumpul kepada Jack sangat banyak, Segerah Celia dengan kecepatannya langsung menyerang Jack.
Serangan pertama Celia berhasil di hentikan oleh beberapa Kesatria Labu dengan tameng labu yang keras. Merasa tidak di untungkan dengan kondisinya saat ini, Celia mengaktifkan salah satu skill nya yang membuat semua Kesatria Labu yang menghalangi dirinya berubah menjadi batu.
Jack juga terkena debuff yang berasal dari Celia. Perlahan tubuhnya dari ujung kaki hingga kepala berunah menjadi batu dan membeku.
Celia tersenyum percaya diri sambil menatap sinis Jack. Dengan kutukan nya yang tidak terpatahkan, ia yakin kalau Jack telah di kalahkan.
Celia senang dan gembira ketika dirinya dapat mengalahkan makhluk yang membuat rekan - rekan lainnya kerepotan. Namun, kesenangan yang di dapatkan oleh Celia hanyalah sesaat.
Patung batu Jack begetar memancarkan cahaya hijau yang terang. Dua mata bersinar dengan apu hijau yang menyalah kelaur matanya. Menghancurkan lapisan batu yang menyegel seluruh tubuhnya.
" AAAAAAAA! Kau pikir sudah mengalahkan aku! Hanya dengan kemampuan rendahanmu itu?! " Ujar Jack dengan marah.
Ia melepaskan energi sihir dalam jumlah yang besar, sampai membuat tekanan kepada Celia yang berada tidak jauh darinya. Tanah begetar, dengan semua tulang belulang serta bagian - bagian tubuh lainnya dari para makhluk undead yang mati bergerak mendekati Jack.
Sebuah orb berwarna hijau terbentuk dari api ketakutan menjadi pusat perhatian dari kumpulan bagian - bagian undead yang hancur. Semua terserap dengan cepat oleh orb tersebut dan ukuran dari orb itu semakin lama semakin besar seiring dengan banyaknya jumlah yang di serapnya.
Setelah menyerap semua bagian - bagian tubuh undead yang telah di kalahkan. Orb dengan ukuran super besar jatuh ke tanah dengan keras membuat guncangan pada lantai tiga kastil terkutuk.
Orb yang di lapisi oleh banyaknya energi sihir yang begitu melipa. Muncul sebuah retakan di berbagai setiap sudut dari Orb tersebut.
Orb itu pun meledak dengan menimbulkan gelombang kejut yang amat kuat. Dari balik ledakan itu yang penuh dengan asap. Terlahir seorang undead berukuran raksasa yang sangat kuat.
Seluruh tubuhnya terbuat dari tulang belulang yang di satukab secara paksa. Raut wajah tengkorak yang mengerikan layaknya wajah iblis terpampang di sana. Makhluk itu berteriak kencang dan membuat gelombang kejut kuat yang membuat dorongan yang sangat luar biasa kepada mereka bertiga.
Kian ukurannya menjadi membesar dan lebih membesar lagi hingga mencapai 20 meter. Dengan tubuhnya yang besar, dapat menutupi cahaya yang bersinar kala itu. Makhluk itu mengangkat tangannya lalu mengibaskannya kepada Gideon yang ada di bawahnya.
Gideon yang melihat serangan dari makhluk itu dapat menghindari serangannya dengan mudah. Karena Gideon dapat melihat pergerakan nya yang lambat dan berbeda dengan Jack yang cepat. Sehingga memudahkan Gideon untuk menghindari nya.
Namun, di balik serangannya yang lambat. Terdapat kekuatan penghancur yang begitu besar. Dalam satu kibasan tangannya langsung meratakan setiap bangunan yang ada dalam radius 15 meter dari tempatnya berdiri. Angin yang di hembuskan dari kibasan tangannya sangat lah kuat bahkan sampai menerbangkan bebatuan yang berat.
" Sekarang pertarungan ini mejadi adil! Aku tidak perlu repot menghadapi kalian satu - satu! " Ujar Jack sambil beradu pedang dengan IGRIS. Dengan sabit hitamnya, Jack mampu menekan IGRIS sampai ke titik dimana IGRIS tidak dapat melawan balik.
Dari atas, sesuatu jatuh dan menghantam dirinya dengan sangat kuat. Menghancurkan permukaan lantai tanpa ampun dan menerbangkan setiap bongkahan batu yang di hancurkannya.
Jack dapat menghindari serangan kejutan tersebut. Dengan kesal karena ada orang yang mengganggu pertarungannya dengan IGRIS, ia pun bertanya " Sialan! Siapa yang berani mengganggu pertarunganku?!! " Ujar Jack dengan marah. Melepaskan sejumlah energi sihir dalam jumlah yang besar.
Sosok yang datang untuk memisahkan mereka berdua. Membalas perkataan Jack dengan nada yang berat dan dingin. Hawa dingin dari aura membunuh yang besar tercampur dengan udara di sekitar. Menyebabkan kekacauan alam yang ada di sekitarnya.
" Kau sudah melupakan aku? Sungguh kejam sekali dirimu! " Ujar sosok itu. Debu yang menutupi dirinya mulai menghilang. Sepasang tangan dan sayap naga tumbuh di tubuhnya. Sisik - sisik naga yang menutupi tubuhnya telah berubah menjadi armor yang tak terkalahkan. " Padahal kita baru saja bertarung! Aku belum kalah kau tahu!?! " Ujar Xi dengan dingin menatap Jack.
Sontak menyaksikan kehadiran Xi membuat Jack berkeringat. Pasalnya keberadaan yang di tunjukkan oleh Xi lebih kuat dari pertarungan sebelumnya. Jack merasa kali ini aura kematian yang di rasakan dari Xi sangatlah mendominasi dan berbeda jauh dari sebelumnya. Terlebih tercampur kekuatan dari seekor naga di dalamnya membuat keadaan semakin mencekam.
" Se... Sebebarnya... Dia ini apa? " Tanya Jack dalam hatinya kepada dirinya sendiri.
Namun, selagi ia bergumam. Xi tiba - tiba menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di hadapannya. Lalu mendaratkan sebuah pukulan yang amat kuat ke wajah Jack hingga membuatnya bonyok dan terpental dan menabrak singgah sana dari raja Undead.
Jack yang merupakan seorang Undead tingkat tertinggi sangat terkejut. Karena serangan yang barusan ia dapatkan itu benar - benar menyakiti dirinya. Untuk seorang Undead, serangan fisik biasa seharusnya tidak menyebabkan rasa sakit pada tubuh undead yang sudah mati.
" Padahal tadi itu hanya serangan biasa... Tapi itu memberikan ku rasa sakit! Sekarang perbedaan kekuatan semakin menjauh. Kalau aku membiarkan bocah ini terus berkembang, yang ada aku akan mati tanpa bisa membangkitkan kekuatanku yang sesungguhnya. " Ujar Jack dalam hatinya. Bangun kembali setelah di hempaskan oleh Xi. " Aku harus mencari cara agar dapat membunuhnya... " Lanjutnya. Belum selesai ia berbicara, ia sudah di kejutkan dengan kemculan Xi tepat di depan matanya dengan raut wajah yang menyeramkan.
Xi langsung mendaratkan pukulannya lagi tepat di kepala Jack dengan sangat keras hingga menghantam lantai tahta dengan kuatnya. Membuat tahta yang terlihat kokoh sebelumnya langsung hancur lebur seketika di buatnya.
Xi pun terus - menerus memukuli Jack tanpa henti. Puing - puing bebatuan yang hancur di buatnya sampai beterbangan tanpa henti.
Dalam keadaan tertekan itu, Jack sulit untuk melakukan perlawan balik. Usahanya untuk bergerak dan menghidari serangan dari Xi sangat sia - sia. Karena setiap kali ia ingin bergerak, selalu di hantikan oleh Xi dengan pukulan bertubi - tubi.
" Aku tidak bisa bergerak... Dan... Tidak bisa melawan balik. Tidak ada pilihan lain... Bocah ini yang memaksaku melakukannya! " Ujar Jack dalam hatinya dengan mata yang berurat. Ketika Jack memfokuskan dirinya, waktu di sekitarnya seolah berhenti sesaat yang membuatnya memiliki kesempatan untuk merilis kemampuannya. " Perluas wilayah! Halloween Festival! " Teriak Jack dengan sangat keras.
Mengaktifkan perluasan wilayah. Membungkus dirinya dan Xi kedalam wilayahnya, dan memisahkan mereka dari dunia luar. Sebuah wilayah yang sangat luas penuh dengan bangunan - bangunan yang di hiasi seperti malam Halloween. Di samping itu juga terdapat banyak arwa begentayangan menyambut kedatangan Sang Raja Halloween.
Seperti kebanyakan tempat merayakan Halloween. Setiap halaman rumah yang ada di Domain Jack, Halloween Festival. Memiliki banyak patung dan boneka - boneka yang aneh dan juga menyeramkan. Kesannya seperti sebuah rumah hantu yang sangat horor dan menyeramkan. Nyanyian - nyanyian dari arwa yang gentanyangan membuat bulu kudu merinding.
" Hahaha2x, sekarang kau telah berada di dalam wilayahku! Dengan begini kau tidak dapat keluar lagi! Menyerahlah! Di tempat ini, aku adalah Dewanya! Hahahaha3x! " Ujar Jack tertawa puas ketika berhasil memasukkan Xi ke dalam Domain miliknya.
Wilayah Halloween Festival milik Jack O Lantren, memiliki beberapa kemampuan khusus yang membuat pemilikinya mendapatkan sebuah ke untungan. Dimana ketika Jack berada di dalam wilayahnya sendiri, Jack akan menerima sebuah buff. Yakni sebuah pembatalan terhadap segala jenis debuff yang di berikan dari lawannya kepada dirinya. Kedua, tubuh Jack yang semulanya adalah tubuh material bermutasi menjadi tubuh spiritual. Sehingga segala jenis rasa sakit dan serangan fisik tidak berpengaruh kepada dirinya.
Sementara itu, lawan yang berada di dalam wilayahnya akan menerima Debuff yang merepotkan. Seperti jarak pandang yang terbatas, energi yang lebih cepat terkuras di bandingkan saat di dunia nyata, tersilance nya beberapa skill di bawah skill Awakening.
Jack juga mendapatkan beberapa kemampuan khusus yang dapat di gunakan secara leluasa di dalam domainnya. Yang pastinya semua skill yang di dapatkannya akan menjadi sebuah ke untungan yang sangat bermanfaat untuknya.
Xi memerhatikan Domain milik Jack. Ia pun merasa kalau energi dalam dirinya meluap keluar dan bersatu dengan Domain milik Jack.
" Ini... Sama seperti Domain milik Demon King. Jika aku berlama - lama di tempat ini, akan sangat merugikan untuk ku... " Ujar Xi dalam hatinya. Dia menyadari seberapa berbahaya jika hanya terus diam dan tidak melakukan apa pun. Walau pun hanya diam saja, energinya yang ada di dalam tubuhnya juga kian akan terus keluar sampai kering. " Aku harus cepat - cepat mengalahkannya... Wujud Dragon ini tidak akan bertahan lama! " Lanjut Xi. Menbakkan nafas api hitam dari mulutnya kepada Jack.
Nafas api hitam bergerak dengan cepat ke arah Jack seperti sebuah anak panah. Suhunya yang tinggi bahkan mampu membakar oksigen yang ada di dalam sana. Akan tetapi, bagi Jack yang sudah mengaktifkan wilayahnya. Hal semacam itu bukanlah apa - apa untuknya. Hanya dengan menebaskan sabit hitamnya, nafas api itu seketika menghilang.
" Kekeke, lemah! Kau kira bisa membunuh aku saat berada di wilayahku?!! " Ujar Jack menyipitkan satu matanya. " Rasakan ini bocah! Peti darah kematian! " Lanjut Jack berteriak keras.
Jack merilis skill miliknya. Sebuah peti merah darah yang cukup besar muncul secara mendadak dari kaki Xi. Mengunci Xi di dalamnya dan di ikat oleh sebuah rantai yang sangat kuat hingga mustahil untuk di buka. Setelah itu, di masukkan ke dalam tanah.
" Dengan ini, dalam 20 detik ke depan, jika kau tidak dapat keluar dari peti itu kau akan mati! " Sambung Jack sambil tersenyum lebar. Percaya kalau Xi tidak akan mempu melepaskan diri dari dalam peti darah kematian.
Di dalam peti. Xi tidak bisa melihat apa pun selain kegelapan di dalam sana. Namun, ia mampu menggerakan seluruh anggota tubuhnya dengan leluasa di dalam peti tersebut.
[ Peringatan! Tuan terjebak di dalam hukum kematian dari skill Peti Darah Kematian ]
[ Jika tuan tidak keluar dari peti darah kematian dalam waktu 20 detik. Tuan akan terkena efek Death yang akan langsung membunuh tuan ]
Mendengar pertanyaan itu dari system sontak membuat Xi terkejut.
" Apa... Dia punya kemampuan semacam ini? Bukan kah ini terlalu berlebihan? " Ujar Xi yang mengeluh dengan kemampuan yang di miliki oleh Jack.
Xi mengepalkan tangannya dan mengumpulkan energi sihir pada kepalan tangannya itu. Dengan sorot mata yang tajam, ia memukul peti darah kematian dari dalam dengan sangat kuat hingga menghasilkan hembusan angin yang sangat kencang.
Melihat hasil dari serangannya membuat Xi terkejut. " Bahkan itu tidak bergeming setelah aku memukulnya! Seberapa kuat peti darah kematian ini? " Ujar Xi dalam hatinya yang terkejut. Sejak Xi berpikir dengan cepat di dalam sana. Karena kekuatan fisik tidak dapat merusak peti darah kematian. Xi pun memikirkan jalan lain dengan menggunakan skill Gluttony Symbol King Beelzebub, Xi melahap penghalang yang menghalangi jalan keluarnya.
Dengan hilangnya penghalang dari Peti Darah Kematian, Xi dapat membobol keluar. Hal itu sontak membuat Jack terkejut.
" Apa! Dia bisa keluar dari sana semudah itu?! " Ujar Jack tercengang.
Kemampuan Peti Darah Kematian milik Jack O Lantren adalah kemampuan tertinggi yang pernah di miliknya. Bukan hanya dapat membunuh lawan dengan instan, tapi juga tidak dapat di batalkan bahkan oleh pemiliknya sekali pun.
Seseorang yang terjebak di dalam Peti Darah Kematian akan di halangi oleh penghalang yang sangat kuat yang selalu akan memantulkan serangan kembali kepada orang yang mencoba untuk keluar. Sehingga tidak ada satu pun cara untuk keluar dari Peti Darah Kematian.
Namun, di balik kehebatan dari skill tersebut. Terdapat sebuah kelemahan yang fatal. Dimana untuk membunuh orang yang terjebak di dalamnya membutuhkan waktu selama 20 detik. Selama orang yang di jebak memiliki rekan di luar sana, seseorang yang terjebak di dalam petu dapat di selamatkan dengan hanya mengeluarkan peti dari tanah.
Setelah beberapa detik keluar dari tanah, Peti Darah Kematian secara otomatis akan menghilang dan membebaskan orang yang ada di dalamnya tanpa adanya luka sedikit pun yang di terima.
Melihat kejadian tersebut jelas membuat Jack sangat tercengang. Karena dengan seorang diri, Xi dapat melepaskan dirinya dari Peti Darah Kematian. Sesuatu yang mustahil untuk di lakukan oleh orang lain termasuk dirinya sendiri.
Jack bingung harus berbuat apa untuk mengalahkan Xi yang benar - benar sangat aneh di pandangannya. Bahkan setelah mendapatkan beberapa skill yang menguntungkan ketika mengaktifkan Domainnya, ia sadar kalau semua itu masih belum cukup untuk mengalahkan Xi.
Namun, menyaksikan Xi yang sempoyongan seperti kehabisan tenaga karena berusaha keras untuk keluar dari sana membuat Jack memiliki secera harapan. Jack memegang erat sabit hitamnya, lalu melesat ke arah Xi dengan sangat cepat dan menebasnya dengan sangat kuat sebelum Xi dapat memulihkan dirinya.
Tebasan Jack mengenai Xi dengan telaknya sampai membuat tempat dimana Xi berdiri saat itu hancur seketika. Jack percaya diri dengan kemampuannya, namun ia menyadari sesuatu yang aneh pada sabitnya. Sebuah sensasi yang aneh seperti bukan menebas sebuah daging, melainkan sensasi seperti memukul sebuah batu dengan sebuah tongkat.
" Sensasi ini... " Ujar Jack dalam hatinya. Wajahnya penuh keringat ketika melihat lebih jelas dengan kedua matanya.
Sabitnya yang amat tajam di hentikan oleh Xi hanya dengan sebuab cengkerama tangan kosongnya.
Melihat Jack yang terlihat panik, Xi pun bersuara " Merepotkan jika melawanmu dengan kekuatan yang sempurna, jadi akan aku akhiri pertarungan kita saat ini. " Ucap Xi kepada Jack dengan sedikit nada mengancam.
" Heee, ingin... Ingin membunuhku sekarang? Kau... Cuma omong kosong saja! " Balas Jack menolak untuk nyakin dengan yang di ucapkan oleh Xi. Seharusnya dengan level kekuatan mereka yang sama, mustahil bagi Xi untuk membunuhnya tanpa bantuan IGRIS dan Gideon.
Semua kepercayaan itu langsung terpatahkan ketika dirinya menutup matanya walau hanya sesaat. Ketika itu, Domain yang sebelumnya penuh dengan bangunan - bangunan yang mengerikan. Kini semua telah berubah menjadi sebuah tempat yang gelap penuh dengan teriakan kesakitan yang sangat mengerikan.
Berada di tempat itu membuat Jack menjadi bingung serta takut. Pasalnya kegelapan yang ada di tempat itu sangatlah mengerikan. Itu seperti sebuah jurang yang tiada dasarnya dan mustahil untuk cahaya menjamanya. Walau hanya sesaat ia menatap kegelapan yang ada di sana, itu ia merasa seperti kegelapan itu balik menatap dirinya. Membuat dirinya yang takut kini semakin di buat ketakutan dengan semua itu.
Jantungnya terus berdebar kencang menimbulkan sebuah suara yang cukup berisik. Dapat di pastikan itu suara dari rasa takut tubuh dengan kondisinya yang sekarang.
Sesuatu jatuh dan menimpa pundak Jack dan langsung membuatnya terkejut membeku terdiam. Jack ragu untuk menoleh kebelakang untuk melihatnya. Namun, rasa penasaran yang besar membuat dirinya menggerakan kepalanya untuk menoleh kebelakang.
Bersamaan dengan itu, sesuatu yang kasar menembuh dada Jack. Itu adalah sebuah tangan manusia yang sedang memegang sebuah jantung hijau yang berlapis dengan api.
" I itu kan... Jantung... Ku... " Ucap Jack pada kata - kata terakhirnya sebelum dirinya terjatuh dan mati.
[ Selamat anda telah mengalahkan sang Teror malam yang paling mengerikan. Penguasa malam kengerian Jack O Lantren. ]
[ Anda Naik level ] [ Anda Naik level ]
__ADS_1
[ Anda Naik level ]
[ Hadia telah di kirimkan ke dalam inventory ]