LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 88


__ADS_3

Di dalam makam naga, di sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah tempat altar yang di kelilingi oleh air yang jerni. Di sana terdapat beberapa petualang yang bertarung memperebutkan sebuah artefak yang berupa sebuah botol ungu berlapis berlian. Entah apa fungsi dari Artefak tersebut, namun tetap saja mereka ingin mengambilnya, karena menurut mereka itu bukanlah artefak biasa.


Saat mereka sedang panas - panasnya dalam pertarungan, seseorang muncul dan langsung menyerang mereka semua tanpa ampun. Menggunakan pedangnya yang tajam di satu sisi, ia menebas para petualang itu dengan mudahnya.


Dan menjatuhkan mereka semua tanpa adanya beban sedikit pun saat melakukan hal tersebut.


" Rakyat jelata kayak kalian tidak layak untuk menyimpan Artefak sebagus itu. Kalau kalian berani menyentuhnya, mungkin aku akan membunuh kalian secara perlahan - lahan. " Ujar pemuda tersebut sambil memainkan pedangnya, dan senyum jahatnya yang penuh dengan penghinaan atas musuh - musuhnya.


" Tuan muda Arta... Kau benar - benar tidak tahu malu! " Kata salah satu petualang yang ada di tempat itu dengan luka di sekujur tubuhnya.


Arta berhenti berjalan setelah mendengar itu keluar dari mulut petualang yang terluka itu. Dengan tatapan yang penuh amarah, ia menebas petualang tersebut menjadi beberapa bagian. Dengan sinisnya, ia berkata kepada petualang yang telah ia bunuh itu. " Padahal tadi aku sudah berniat melepaskanmu, tapi karena kau berani menghinaku, aku beruba pikiran. Lebih baik membunuhmu dari pada membiarkan mu tetap hidup. " Kata Arta sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan dengan membawa Artefak tersebut.


Beberapa petualang yang masih hidup sangat bersyukur saat Arta pergi meninggalkan mereka. Mereka pun dapat bernafas legah karena tidak harus terbunuh di bawah tangan anak sombong itu. Di dalam hati mereka, mereka sangat tidak sudi mati di bawah tangan Arta.


Akan tetapi, tanpa mereka sadari. Saat Arta menebas dan memotong petualang itu menjadi beberapa bagian, salah satu potongan tubuh nya jatuh ke dalam air. Dan pada saat itu juga, air yang awalnya jerni berubah memjadi merah darah yang sangat pekat.


Para petualang yang masih hidup, merasa tidak nyaman dengan ruangan yang mereka tempati sekarang saat Artefak yang ada di ruangan ini di ambil oleh Arta. Tampak wajah gelisah di wajah mereka semua dan mereka pun bergegas keluar dari ruangan tersebut.


Pada saat yang sama, air yang berubah menjadi merah darah menunjukkan sepasang mata merah yang menyalah dari dalam air. Sepasang mata itu sangat mengerikan. Dan tampak seperti tatapan mata yang marah.


Sementara itu, Xi yang telah memasuki sebuah ruangan bawah tanah, ia memeriksa setiao ruangan yang ia lewati sebelumnya. Tampak pada ruangan pertama sampai ruangan ke tiga, hanya berisi beberapa senjata biasa dan beberapa koin emas. Xi pun melewatkan ketiga ruangan itu tanpa mengambil barang apa pun yang ada di sana.

__ADS_1


Sesampainya ia di ruangan keempat, ia membuka pintu ruangan tersebut dan pada saat itu sebuah serangan langsung tertuju kepada dirinya. Dengan sigap Xi langsung menghindarinya, lalu menatap dengan sinis kepada sosok yang mengerang dirinya.


Saat itu suara yang cukup mengerikan keluar dari sosok - sosok tersebut. Dan mereka itu adalah kumpulan monster bola mata yang dapat terbang. Wujud mereka sangat mengerikan, walai hanya sekedar bola mata. Namun, mereka punya semacam tentakel kecil yang dapat menyerang, dan mengikat mangsanya. Serta se buah mulut yang besar terdapat di bawah mata itu.


" Monster yang cukup mengerikan. " Ucap Xi setepah melihat sekumpulan monster bola mata yang ada di dalam ruangan tersebut.


[ Monster bola mata ] Rank : B. Level : 70. Exp : 10000. Skill : Serangan Halusinasi.


" Mereka monster yang kuat, di tambah dengan Serangan Halusinasi, aku rasa ini akan menjadi merepotkan kalau melawan mereka sendirian tapi... Aku tidak sendirian di sini. " Ucap Xi dengan tatapan dinginnya. Ia mempertimbangkan untuk tidak menghadapi monster - monster itu sendirian, karena pemikiran nya monster ini akan menjadi musuh yang merepotkan.


Pada saat itu beberapa Shadow Army muncul dan yang muncul pada saat itu adalah IGRIS, GIDEON, GANA, KARA. Hanya empat Shadow yang ia summon saat itu. Xi pun menarik pedangnya dari dalam inventory, dan mengacungkan pedangnya ke arah monster - monster itu. " Kalian, serang mereka! " Perintah Xi kepada mereka bertempat.


Mereka berempat tanpa banyak basa basi langsung menyerang gerombolan monster bola mata itu. Tampak mereka dengan mudah menyerang monster - monster tersebut, karena pergerakan mereka yang lambat. Walau mereka pum bisa terbang, namun tidak dapat terbang tinggi. Hal itu membuat monster bola mata dapat di kalahkan dengan mudah. Namun, jumlah mereka yang benyak juga menjadi masalah, karena banyaknya dari mereka yang menggunakan serangan Halusinasi secara bersama - sama. Menyerang mereka berlima dengan serangan sinar biru yang merupakan serangan Halusinasi.


Xi melahap setiap serangan halusinasi yang mengarah kepadanya, dan membalas nya dengan tebasan pedang yang cepat. Hal itu dapat dengab mudah ia lakukan secara terus - menerus. IGRIS dan GIDEON, dapat memblokir setiap serangan halusinasi dengan tebasan pedang mereka, dan membalasnya dengan sangat cepat seperti seorang Knight yang amat luar biasa. Sedangkan Kara, menggunakan sihir tanaman nya untuk mengikat musuh sekaligus memblokir setiap serangan yang mengarah kepada Gana.


Berkat kerjasama mereka yang amat baik dan luar biasa, mareka dapat mengalahkan semua monster itu tanpa mengalami kesulitan sedikit pun. " Semuanya sudah di kalahkan... Tidak aku sangka, aku mendapatkan Rune Stone lagi. Sepertinya monster - monster yang ada di sini menyimpan Rune Stone di dalam nya. " Ucap Xi sambil memegang dua Rune Stone yang ia dapatkan dari monster bola mata yang telah di kalahkan.


" Selain itu, aku juga panen banyak bola mata, dan ada banyak sekali barang berharga di dalam ruangan ini. Karena belum ada orang yang sampai di ruangan ini, aku akan menyimpan semuanya. " Lanjut Xi dan menyimpan semua baranh berharga yang ada di dalam ruangan tersebut, dan tidak menyisakan sedikit pun. Setelah menyimpan semuanya, ia pun lanjut pergi ke pintu ke lima, dan tepay di atas pintu itu terdapat sebuah gambar kepala naga. Serta monster yang telah ia sebar, semuanya berada di dekat pintu itu.


" Kerja bagus kalian semua, sekarang saatnya kalian kembali. " Ucap Xi dengan ringan dan memasukkan mereka semua kembali ke dalam bola penyimpanan. Setelah itu, ia pun menarik nafasnya dan menengkan dirinya. Untuk membuka pintu tersebut, ia harus berhati - hati, jangan sampai kejadian seperti tadi terulang kembali. Serangan kejutan yang tiba - tiba itu sangatlah berbahaya.

__ADS_1


Ia pun membuka pintunya perlahan - lahan agar tidak memicu perhatian dari monster yang ada di dalam sana. Setelah ia membuka pintu tersebut, tampak cahaya emas terpancar keluar dari dalam pintu itu. Dan terlihatlah isi di dalam ruangan tersebut. Banyaknya Koin platinum, koin emas, serta peralatan emas lainnya. Ada sendok emas, emas batangan, patung goblin berukuran sedang yang terbuat dari emas, dan banyaknya permata - permata lainnya yang ada di dalam sana.


Namun, yang menarik perhatiannya Xi bukanlah harta karun yang ada di sana. Melainkan sebuah telur yang terdapat di hadapannya, yang terpisah dari tumpukan harta yang ada di sana.


Xi berjalan memasuki ruangan itu dan mendekati tempat telur itu berada. Di sana, ia dapat melihat status dari telur tersebut dari layar system kalau telur tersebut masih hidup, dan hanya menunggu waktu untuk menetas. Pada saat yang sama, pusaran energi sihir yang amat kuat tercipta menutupi ruangan tersebut, dan pintu yang terbuka tertutup dengan sendirinya.


Dari pusaran itu, muncul sesosok perempuan yang amat cantik dengan sepasang tanduk naga yang indah, serta ekornya yang berwarna putih berkilau layaknya permata. Wanita muncul di hadapan Xi, dan mulai membuka matanya perlahan - lahan.


Xi yang melihat wanita itu muncul secara tiba - tiba, ia hanya diam sana dan tidak berkata apa pun, apa lagi takjub. Ia hanya berdiri diam dengan ekspresi datarnya yang seakan tidak peduli dengan kehadiran dari wanita tersebut.


" Huhuhu anak muda, selamat datang di rumah ku. " Ujar Wanita itu sambil tertawa kecil menyambut kedatangan Xi.


" Ho, aku pikir serpihan jiwa tidak bisa bicara... Ternyata aku salah. " Ucap Xi. Sejak awal ia sudah tahu kalau wanita itu hanyalah sebuah serpihan jiwa dari sisa - sisa pertarungan antara naga di sini. Namun, ia tidak tahu sekuat apa wanita ini semasa dia masih hidup.


Wanita cantik itu tersenyum manis kepada Xi yang cepat tanggap. Tanpa ia beritahu, Xi sudah mengetahui nya kalau dirinya hanya serpihan jiwa. Ia pun memuji kehebatan dari pemuda tersebut. " Mata mu sangat bagus anak muda, tidak ku sangka kau bisa setenang ini setelah bertemu dengan sosok sekuat diriku. " Kata Wanita cantik itu memuji keberanian Xi yang sama sekali tidak bergeming saat bertemu dengannya.


" Biar aku perkenalkan diriku dulu... Aku adalah Arisa The White Dragon Awakening. Salah satu dari Dragon Awakening masa lalu yang punya kedudukan tinggi. " Lanjut Wanita cantik itu yang memberitahukan kepada Xi kalau dirinya adalah seekor naga. Namun, punya kedudukan tinggi dari naga yang lainnya.


Dalam hal itu, Xi mendapatkan notifikasi dari system yang memberitahukan tentang Dragon Awakening.


Dragon Awakening adalah seekor naga yang memiliki kekuatan yang amat besar dan hampir mustahil untuk di kalahkan oleh Makhluk yang lainnya, jika tidak memiliki kekuatan yang setara dengan mereka. Kekuatan yang amat besar itu mampu membuat Dragon Awakening menjadi sebuah ancaman terbesar bagi seluruh negara yang ada di dunia ini, dan biasanya yang bisa mengalahkan dragon Awakening hanyalah dragon Awakening lainnya.

__ADS_1


Karena Hal itu, sosok seperti dragon awakening menjadi sosok yang paling di takuti dan di segani oleh makhluk yang lainnya. Karena perbedaan kekuatan mereka yang amat besar, layaknya langit dan bumi. Di mata manusia, Dragon Awakening adalah sosok yang paling mustahil dan sangat mustahil untuk di kalahkan. Melawan Dragon Awakening, layaknya memanjat sebuah tembok besar yang tidak terukur tingginya.


__ADS_2