LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 146


__ADS_3

Sebuah ruangan tempat dimana para budak di simpan. Disana, terdapat banyak sel besi yang menjadi tempat tinggal para budak. Setiap dari mereka di pisah - pisahkan. Tidak hanya manusia, elf, dan Beastman, tapi juga monster juga di perjual belikan. Monster - monster yang terdapat di dalam sel ini adalah monster - monster yang di tangkap dan siap untuk di kontrak oleh siapa pun yang ingin membelinya.


Pada saat ini, Xi dan saudagar Rizel berada di dalam ruangan ini. Disana, saudagar Rizel memberitahukan kepada Xi budak - budak dengan kualitas tinggi yang diminati oleh banyak kalangan.


" Ini mereka, bagaimana menurutmu tuan? Disini, mereka lah yang paling berkualitas. " Ujar saudagar Rizel kepada Xi, dan menanyakan pendapat Xi mengenai budak - budak terbaiknya.


Melihat para budak itu, tidak sedikit pun Xi menunjukkan respons ketertarikan kepada mereka. Memang benar budak - budak yang di tunjukkan oleh saudagar Rizel kepadanya ini yang terbaik di antara yang terbaik, hal itu bisa di bedakan dari yang lainnya karena perawakan mereka yang bersih dan terlihat sehat.


" Kami merawat mereka dengan sangat baik dengan memberikan mereka makanan yang enak, dan memandikan mereka hampir setiap harinya. Ini kami lakukan untuk menjaga kualitas mereka agar tidak menurun. Akan sulit untuk kami jika ada di antara mereka yang tiba - tiba kualitasnya menurun, dan itu pastinya akan menurunkan harga jualnya. " Ujar saudagar Rizel menjelaskan. Bagaimana cara mereka merawatnya, serta makanan dan pakai pun mereka yang urus. Ini di lakukan karena takut kualitas mereka menjadi turun.


Melihat ada seseorang yang di bawa oleh tuan Rizel, para budak itu berfikir apakah mereka akan di beli hari ini? Beberapa di antara mereka ada yang takut, dan beberapa juga ada yang senang.


Mareka yang takut, itu karena mereka tidak ingin di beli oleh seorang keluarga bangsawan yang kasar dan suka memukili mereka, dan mereka yang senang, berpikir bahwa mereka dapat keluar dari sel ini. Karena mereka merasa hidup di luar sana lebih baik dari pada di dalam sel.


" Adakah di antara mereka yang membuatmu tertarik tuan? " Tanya saudagar Rizel kepada Xi. Namun, saat di tanya Xi hanya diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Melihat itu, Rizel berpikir, saat ini Xi sedang terpikat oleh kecantikan wanita - wanita ini, dan dia bingung harus memilih yang manah karena semuanya sangat bagus. " Walau terlihat tenang, ia masihlah anak remaja. Tapi dia berbeda dengan anak remaja lainnya yang banyak tingkah. Bahkan setelah melihat sesuatu seindah itu, dia masih bisa menjaga ketenangan dan hasrat nya. Benar - benar pemuda yang hebat, tapi... Aku penasaran berapa banyak yang akan dia beli? " Gumam saudagar Rizel dalam hatinya, ia kagum melihat ketenangan Xi yang tidak bertingkah aneh atau menunjukkan sesuatu sikap yang konyol saat melihat sesuatu seperti mereka. Hal ini pun yang membuat saudagar Rizel menjadi penasaran, walau ada keraguan tapi masih percaya diri, salah satu dari mereka pasti akan di belinya.


Saudagar Rizel yang begitu percaya diri tiba - tiba merubah ekspresi wajahnya setelah mendengar suara Xi.


" Jangan banyak omomg kosong, antar aku melihat yang lainnya. " Ujar Xi kepada saudagar Rizel, ia meminta kepada saudagar Rizel untuk mengantarnya untuk melihat - lihat yang lainnya.


Saudagar Rizel yang mendengarnya, begitu terkejut. Ia bahkan sampai tercengang saat menoleh dan melihat ekspresi Xi yang tenang, seakan ia tidak peduli dengan keindahan yang ada di depan matanya.


Xi berbalik dan berjalan pergi melihat yang lainnya " Aku sudah mengecek status mereka semua, tapi tidak ada satu pun yang cocok. Itu berarti ada di sel lainnya. " Gumam Xi sambil berjalan mengecek sel lainnya.


Saudagar Rizel masih membeku di tempatnya melihat barang - barang terbaiknya di abaikan begitu saja. " Ba baik... Akan saya antarkan. " Ucap saudagar Rizel dengan suara pelan. Merasa kecewa pada dirinya sendiri, itu perasaan nya telah mengkhianati dirinya. " Apa - apaan anak muda ini... Apa dia masih pemuda yang normal? Bahkan di hadapan wanita cantik dia sama sekali tidak bergeming. " Lanjut saudagar Rizel sambil berjalan menyusul Xi. Ia heran dan bingung dengan sifat Xi yang terlihat acuh tak acuh.


Melewati beberapa sel, Xi berhenti di sebuah sel kecil yang di pisahkan cukup jauh dari sel lainnya. Didalam sel tersebut terdapat seorang wanita yang terbaring lemas, dan tampak terdapat luka yang cukup parah menyiksa dirinya.


Melihat wanita tersebut, dalam hatinya Xi berkata " Apakah yang ini? " Tanya Xi kepada dirinya sendiri.


Pesan system muncul, dan menjawab pertanyaan Xi.


[ Target telah di temukan, selamatkan target dan dapatkan misinya ]


Ketika pesan system muncul dan mengkonfirmasi orangnya, Xi pun sudah tidak perlu repot mencarinya lagi karena sudah menemukannya. Yang harus ia lakukan selanjutnya hanyalah menyembuhkan luka yang di derita oleh wanita tersebut.


" Lukanya cukup serius, sepertinya dia di siksa oleh seseorang. Hmmm... " Ucap Xi dalam hatinya sambil sedikit berpikir. Melihat luka yang di derita oleh budak itu, Xi menjadi ragu apakah ia bisa menyembuhkannya. Bahkan jika dengan sebuah ramuan penyembuh tingkat tinggi, Xi ragu bisa memulihkan sepenuhnya.


" Hei, kau... Cepat keluarkan yang satu ini. " Ujar Xi. Kata - katanya tertuju kepada saudagar Rizel yang sedang berlari menghampiri dirinya.


Saudagar Rizel yang berlari mengejar Xi, akhirnya ia dapat menyusulnya. Ia tidak menyangka kalau Xi bisa berjalan secepat itu, bahkan saat memerhatikannya, Xi tidak sedikit pun menoleh ke arah budak yanh lainnya.


Ketika sampai, saudagar rizel ter engah - engah karena lelah berlari. Saat itu ia mencoba untuk menarik nafasnya untuk membenarkan jalur nafasnya. Setelah beberapa saat menarik nafas, ia sudah merasa baikkan dan dapat bernafas dengan benar.


Xi yang melihat hal tersebut merasa aneh dan heran, padahal jarak tempunya tidak lah jauh tapi kenapa saudagar Rizel bisa selamah itu? Pikirnya.


" Rankmu kan tinggi, tapi kenapa kau lemah sekali? Bahkan tidak sampai satu kilo kau sudah kelelahan? " Ujar Xi sambil bertanya - tanya, lebih tepatnya ia menyindir saudagar Rizel.


Mendengar itu ia tidak dapat berkata apa pun lagi, saudagar Rizel mengakui bahwa dirinya memanglah lemah. Ia hanya bisa memasang muka sebal yang penuh dengan keringat.


Namun, melihat budak yang baru saja Xi pinta untuk keluarkan dari sel, saudagar Rizel begitu terkejut.


" Ke kenapa dia malah memilih yang satu ini, yang ini bahkan aku tidak tahu apakah dia bisa bertahan hidup lebih lama lagi atau tidak. Saat aku meminta tim medis untuk menyembuhkan lukanya, itu sama sekali tidak bisa di sembuhkan. " Ujar saudagar Rizel dengan wajah yang penuh keringat. Heran dengan Xi yang memilih seorang budak yang sekarat ketimbang yang masih sehat.


Namun, melihat jalan pikirnya Xi, saudagar Rizel pun menyimpulkan bahwa Xi berpikiran kalau budak yang satu ini terluka akibat pertarungan. Karena itu lah ia membelinya dan ingin menjadikannya perisai hidup untuknya. Tapi, melihay budak itu yang sekarat dan bahkan tidak bisa di sembuhkan walau sudah melakukan percobaan berkali - kali, saudagar Rizel pun membujuk Xi untuk membeli budak yang lainnya yanh dapat berguna untuknya dalam pertarungan.


" Tuan, apakah kau yakin ingin membeli yang ini? Aku takut kau akan kecewa ketika kau sudah membelinya, budak yang satu ini tidak terluka akibat pertarungan, tapi karena di siksa oleh seseorang. " Ujar saudagar Rizel kepada Xi, menjelaskan kepada Xi mengenai kondisi budak tersebut sebelum di jual kepadanya. Bahkan saudagar Rizel sudah mendapatkan budak ini dalam ke adaan sekatar ketika di jual. " Jika anda menginginkan budak yang dapat bertarung, saya memiliki beberapa... " Lanjut saudagar Rizel. Namun, sebelum ia selesai berbicara, Xi menyelanya.


" Aku bilang keluarkan dia dari sel! " Ucap Xi dengan nada berat, tatapannya tajam layaknya seekor predator, serta auranya terpancar keluar dan mengintimidasi semua orang yang berada di dalam ruangan.

__ADS_1


Merasakan aura yang mengerikan terpancar keluar dari Xi, membuat saudagar Rizel menjadi takut. Bahkan hanya dengan merasakan auranya, sudah membuat tubuhnya gementaran. Tidak hanya dirinya, bahkan semua orang, termasuk para monster yang di kurung dalam sel pun menciut. Tidak satu pun dari monster - monster itu berani mengangkat kepalanya atau pun menunjukkan giginya setelah merasakan aura kematian yang begitu mengerikan.


" Ma mati aku... Apakah... Aku telah menyinggung perasaannya? " Gumam saudagar Rizel dalam hatinya yang penuh ketakutan. Merasa situasinya menjadi buruk, ia memerintahkan para bawahannya.


" Kalian, cepat kemari dan keluarkan wanita itu dari sel! Cepat! " Teriak saudagar Rizel kepada kedua orang bawahannya yang bertugas mengawasi para budak.


" Baik pak! " Saut keduanya serempak. Mereka bergegas membukakan pintu sel tersebut dengan kunci yang selalu mereka bawa, walau merasa ketakutan karena adanya seseorang yang memancarkan aura yang begitu mengerikan, tapi mereka tetap melakukan apa yang di perintahkan oleh saudagar Rizel. Itu karena, mereka tidak ingin berurusan dengan Xi, atau pun mati di tangannya.


Sedikit aura yang di pancarkannya membuat kepanikan dan menyebarkan rasa takut untuk semua orang. Xi menarik kembali aura yang ia lepaskan. Itu karena, Xi tidak mau budak tersebut mati di bawah terkanan kuat dari auranya.


Pintu sel terbuka, dan kedua orang itu mengangkat wanita tersebut dengan hati - hati. Mereka membawanya keluar perlahan dan menurunkan wanita itu di depan Xi.


Kondisi wanita itu benar - benar sangat mengenaskan, banyak luka yang terlihat jelas di tubuhnya. Jika luka - luka semacam ini di terima oleh orang biasa, itu dapat di pastikan mereka akan mati. Dan untungnya wanita ini seorang beastman yang memiliki ke inginan kuat untuk tetap hidup.


Pada dasarnya, mau itu manusia, efl, maupun beastman, jika sudah menderita separah ini mereka sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk hidup, tapi karena ke inginannya untuk hidup sangat kuat melebihi apa pun, dirinya masih dapat mempertahankan kesadarannya.


Tuk melihatnya lebih jelas, Xi pun menurunkan satu kakinya ke lantai dan melihat kondisi wanita tersebut dari dekat. Dan luka yang di deritanya benar - benar sangat parah.


" Mulutnya sobek ini akibat tebasan senjata tajam, empat tulang rusuk patah dan untungnya itu tidak melukai organ vitalnya. Begitu banyak memar di tubuhnya, dan ada beberapa organ dalam yang rusak, ginjal dan usus, tulang tangan dan tungan kakinya juga patah. Huh, ini benar - benar masalah serius. " Gumam Xi. Saat melihatnya dari dekat, Xi menyadari begitu banyak luka yang di derita oleh wanita tersebut. Xi ragu untuk menyembuhkannya, ia berpikir apakah wanita ini dapat di sembuhkan. Tapi, melihatnya bertahan selama ini, Xi berpikir kembali. Sepertinya ada sebuah kemungkinan untuk wanita ini bisa selamat.


" Dengan luka sebanyak ini seharusnya sudah lama dia mati, tapi... Dia berhasil bertahan selama ini, apakah itu karena dia seorang petualang A rank? Atau hanya karena tekadnya? Hmmm aku benar - benar tidak tahu, tapi ini sangat mengagumkan. " Ucap Xi.


Wanita itu, dengan kondisinya yang lemah dan lemas, membuka matanya. Saat membuka matanya, ia melihat seorang pemuda berambut putih berada di hadapannya. Ia pun menangis melihat pemuda tersebut, ia mencoba untuk menggerakkan mulutnya dan berusaha untuk berbicara.


" T... To... Long... Aku... " Ucap wanita itu dengan suaranya yang pelan dan lemas.


" Aku akan menolongmu, tapi setelah ini, kau harus menurut. " Ucap Xi kepada wanita itu. Dan tampa menunggu jawaban dari wanita tersebut, Xi pun mulai melakukan sebuah tindakan.


" Mulutnya yang sobek ini akan sulit untuk disembuhkan, ini tidak akan menjatu kembali jika tidak di jahit... " Ucap Xi dalam hatinya, ia membuka shop system, dan membeli beberapa barang, yaitu benang dan jarum.


" Sleep " Ucap Xi, ia menggunakan sihir tidur untuk membuat wanita tersebut tertidur. Itu karena Xi tidak ingin wanita tersebut merasakan rasa sakit saat ia menjahit mulutnya yang sobek.


10 menit berlalu, berkat ketelitian dan kecepatan Xi, serta pemahamannya, Ia mampu menyelesaikan itu dalam waktu singkat.


" Sekarang hanya perlu menyembuhkannya. Alasan kenapa ia tidak bisa do sembuhkan selama ini itu karena adanya kutukan yang melekat pada dirinya, tapi aku sudah mengatasinya. Jadi, seharusnya ini tidak akam jadi masalah. " Ucap Xi dalam hatinya. Saat menjahit mulut wanita itu tadi, Xi menyadari adanya kutukan terdapat di wajah wanita tersebut yang membuat semua sihir penyembuhan, dan ramuan penyembuhan tidak berfungsi, atau efeknya di hilangkan. Sehingga, saat melakukan perawatan memggunakan sihir, itu tidak dapat bekerja dan tidak menghasilkan apa pun.


Dan setelah kutukan tersebut di angkat, wanita itu sudah dapat di sembuhkan dengan sihir penyembuhan, atau pun potion. Tapi, saat Xi melihat kondisi wanita tersebut, mustahil bagi wanita tersebut untuk menelan air potion. Xi pun memutuskan untuk menggunakan sihir penyembuhan kepada wanita tersebut.


" Healing magic, Heal! Healing magic, Recoveri! " Ucap Xi. Menggunakan sihir penyembuh Heal, untuk menyembuhkan luka - luka ringan dan memar, dan recoveri untuk membentuk ulang orang tubuh yang rusak dan tulang yang patah.


Ada alasan kenapa Xi menggunakan dua sihir penyembuhan yang berbeda di waktu yang bersamaan. Itu karena kedua sihir tersebut memiliki efek yang berbeda.


Sihir penyembuhan Recoveri, pada dasarnya masuk dalam kategori sihir penyembuhan, tapi itu tidak benar - benar menyembuhkan. Karena, Recoveri hanya memulihkan kondisi tubuh, tapi tidak menyembuhkannya. Bagian tubuh yang terkena luka berat memang akan menghilang, tapi itu hanya sedikit menetralkan rasa sakitnya, dak tidak menghilangkan sepenuhnya. Jadi untuk menghilangkan rasa sakit atau menyeri yang di rasakan tubuh, Xi menggunakan sihir penyembuh Heal. Dan Heal itu benar - benar memyembuhkan, tapi hanya sebatas luka - luka ringan.


Tapi, saat menggunakan kedua sihir tersebut, Xi meningkatkan kekuatan sihirnya. Yang awalnya sihir heal hanya sihir tingkat satu dan dua menjadi sihir heal tingkat lima, dan recovery nya dari tingkat empat menjadi tingkat enam. Itu membuat Xi dapat menyembuhkan wanita tersebut tanpa adanya kesalahan dan bahkan tampa bantuan dari ramuan penyembuh tingkat tinggi pun sudah bisa sembuh sepenuhnya. Tapi, ada satulah yang tidak akan pernah hilang, yaitu bekas luka jahitan pada mulutnya.


Saudagar Rizel begitu terkejut mengetahui luka separah itu dapat di sembuhkan dengan mudah oleh seorang pemuda bahkan tanpa berkeringat sedikit pun. Dirinya yang sudah melakukan berbagai macam cara untuk menyembuhkannya, bahkan dengan bantuan dari healer elite sekalipun gagal. Ia telah kehabisan kata - kata untuk mengungkapkan ini.


" Benar - benar sembuh tapi... Sepertinya luka jahitan itu tidak bisa hilang? " Ujar saudagar Rizel. Walau wanita tersebut sudah sembuh dari luka yang mengancam nyawanya, untuk kalangan wanita sebuah bekas luka itu sangatlah fatal. Mereka kam di cap sebagai seorang wanita yang buruk, yang tidak layak untuk seorang pria.


Xi yang mendengar itu, ia berkata " Ini hanya hal sepele, kenapa perlu di permasalahankan? " Ucap Xi. Untuk orang lain, hal ini mungkin bisa di katakan masalah, tapi untuk Xi, sebuah bekas luka itu adalah sebuah bukti dari perjuangan yang telah di lalui. Dan untuk dirinya yang gemar bertarung, sebuah bekas luka baginya me miliki arti dari sebuah kehormatan.


Setelah selesai menyembuhkan wanita tersebut, Xi mengangkatnya. Ia menggendong wanita itu untuk dibawanya pergi, karena wanita tersebut adalah kunci baginya untuk membuka sebuah Quest.


" Seperti yang aku katakan, aku akan membawanya. Kau bisa mengambil semua uangku yang tersisa di kantong itu sebagai bayarannya. " Ucap Xi. Setelah mengucapkan itu, ia pergi meninggalkan saudagar Rizel di ruangan penyimpanan budak.


Membawa pergi budak yang di beli keluar dari tenda saudagar Rizel.


Di luar, tepatnya di bawah bukit. Terdapat satu party yang datang untuk mengunjungi tempat dagang saudagar Rizel yang terletak di atas bukit. Kelompok tersebut, begitu banyak menarik perhatian semua orang, karena di antara anggotanya, terdapat dua orang wanita yang masing - masingnya membawa seekor monster beast yang terlihat kuat dan gagah.

__ADS_1


Semua orang yang ingin pergi ke tempat dagang saudagar Rizel, di buat takjub dengan pemandangan itu. Mereka begitu takjub dengan dua wanita itu yang mampu menjinakkan seekor monster yang berbahaya.


" Astaga... Bukankah itu Lightning Tiger? "


" Monster tipe binatang buas kelas atas, dikatakan Lightning Tiger mampu menjatuhkan 3 atau 4 orang rank A dengan mudah. Dan ini jumlahnya ada dua, seharus mereka sudah mampu menyaingi orang - orang rank S. "


" Benar - benar monster yang kuat, andai saja aku juga memilikinya... "


" Kau ini bicara apa? Lightning Tiger itu sangat kuat, jika kau mau memilikinya pastinya kau juga harus lebih kuat darinya. Dan Lightning Tiger ini juga monster yang agresif. Dia akan menyerang siapa pun tidak peduli seberapa kuat atau seberapa lemah musuhnya, ketika masuk dalam wilayah kekuasaannya, tidak ada yang tidak akan dia serang. "


Banyak orang yang melihat party tersebut merasa kagum, hanya dengan mlihatnya saja mereka sudah menyadari kalau party tersebut adalah party yang kuat. Semuanya berpikir dalam kepala mereka, bahkan jika masing - masing dari mereka bekerjasama untuk melawan party tersebut, kemungkinan menangnya kecil untuk mereka.


Karena itulah, mereka semua menyingkir dari jalan, dan membiarkan party tersebut lewat terlebih dahulu. Lebih baik memberikan mereka jalan, dari pada memprovokasi mereka, itu lah yang semua orang pikirkan. Mereka tidak memiliki cukup keberanian untuk menjadikan party tersebut sebagai musuh.


Salah satu dari lightning tiger itu, ia berjalan disana, mendaki bukit sembari mengendus - gendus tanah. Entah apa yang sedang harimau itu lakukan, tapi itu seperti sedang mencium dan melacak bau seseorang.


Lightning tiger sempat berhenti sebentar, itu membuat semua orang bingung. Tiba - tiba lightning tiger barlarian menuju ke atas bukit dengan sangat cepat, ninggalkan majikannya begitu saja.


Dua orang wanita yang menjadi majikan kedua harimau itu terkejut karena melihat peliharaan mereka tiba - tiba saja berlari kencang dan meninggalkan mereka.


" Haku, kau mau kemana? Cepat berhenti berlari!! " Ujar seorang wanita cantik dan manis. Ia berlari mengejar lightning tigernya yang sudah jauh pergi menuju ke atas bukit.


" Haka, kau kenapa tiba - tiba berlari seperti itu? " Ujar seorang wanita cantik lagi, dan heran karena lightning tiger miliknya tiba - tiba lari mengejar Haku.


Di atas bukit, Xi keluar dari tenda saudagar Rizel sambil menggendong seorang perempuan. Yumiko, Airis, dan yang lainnya saat melihat Xi keluar membawa seorang perempuan merasa bingung. Dan mereka melihat wanita itu juga tidak sadarkan diri.


Semua orang berjalan dan menghampiri Xi, ketika sampai di dekatnya, mereka pun bertanya.


" Xi... Siapa yang kau bawa? " Tanya Yumiko kepada Xi, dia penasaran kenapa Xi membawa keluar seorang perempuan.


" Tuan, apa yang terjadi dengan perempuan ini? Dan... Bekas luka ini? " Tanya Airis kepada Xi, ia juga penasaran. Lebih tepatnya, ia penasaran dengan luka jahitan yang ada di wajah perempuan yang Xi gendong.


Mendengar pertanyaan itu, Xi pun menjawabnya " Ohw, ini dia seorang budak. Tadi, aku melihatnya terluka parah, karena kasihan jadi aku menolongnya. Dan untuk luka jahitnya ini, itu karena aku yang menjahit mulutnya yang sobek. " Ucap Xi, yang Xi katakan tidaklah salah, mau di lihat dari sisi manapun, faktanya Xi memanglah orang yang menolongnya, tapi bukan karena kasihan... Melainkan permintaan dari pesan yang system sampaikan kepadanya.


Mendengar jawaban Xi, Yumiko merasa legah. Dalam hatinya, saat melihat Xi menggendong perempuan yang tidak di kenalnya, membuatnya merasa aneh. Ia merasa, gelisah, dan seperti tidak ingin ada orang lain yang di gendong Xi selain dirinya. Tapi, memikirkan kejadian belum lama ini, itu juga membuatnya malu, karena paskah kejadian tersebut, ada banyak orang yang menontonnya.


Melihat Yumiko menghelakan nafasnya, dan melihat ekspresi nya yang terlihat legah. Xi mengangkat satu alisnya, dan berkata dalam hatinya " Ada apa dengannya? ... " Melihat perempuan yang di gendongnya, Xi pun menyadari. " Hmmm apakah dia cemburu? " Tanya nya dalam hati kepada dirinya sendiri.


Selain itu, karena Xi tidak mau membuat semua orang menjadi salah paham pada dirinya, Xi pun menyerahkan perempuan yang di gendongnya kepada Nue.


" Untuk sekarang dia hanya tertidur, karena aku menggunakan sihir sleep padanya. Jaga dia sebentar untuk ku, jika dia bangun dan pergi, biarkan saja. Jangan mengejarnya. " Ucap Xi kepada Nue, dan itu juga berlaku untuk yang lainnya. Xi mengatakan itu, karena dia juga sudah mengetahui apa isi dari Questnya ketika ia sudah menyembuhkan perempuan tersebut.


" Baik. " Balas Nue mengangguk pelan.


Baru ia memberikan wanita itu kepada Nue, tiba - tiba terdengar suara teriakan orang - orang yang tidak jauh dari mereka. Mereka meneriakan ada monster yang tiba - tiba datang, dan membuat kekacauan di depan. Kedua monster yang di maksud oleh orang - orang itu adalah Lightning Tiger yang lepas kendali.


" Hei, awas! Monster nya akan menyerang! " Teriak seorang penjaga memperingati semua orang yang berada di dekat Lightning Tiger.


Melihat situasi mulai tidak terkendali, seorang ketua penjaga yang menjaga pintu luar perdagangan, mulai mengambil tindakan. Ia menarik keluar pedangnya dari sarungnya, sembari menarik pedangnya keluar, ia juga memberikan perintah kepada para bawahannya. " Bersiap semua, kita akan membereskan kedua monster ini. Ingat jangan lengah, mereka Lightning Tiger, monster yang sangat tangguh. " Ujar ketua penjaga. Meminta semua anak buahnya untuk bersiap untuk mengalahkan kedua monster tersebut.


Semua anak buahnya menurut dan mendengarkan peringatan dari ketua mereka untuk tidak lengah. Akan tetapi, saat semua orang hendak mencabut pedang mereka dari sarungnya, monster itu berlari dengan sangat cepat ke arah mereka. Hal itu membuat mereka terkejut, dan sontak membuat semuanya menjadi sedikit panik. Ditambah lagi, kedua lightning tiger ini bergerak dengan sangat cepat, mata biasa seperti mereka tidak dapat melihat pergerakan mereka.


Itu dapat terjadi karena ini merupakan kemampuan bawaan dari Lightning Tiger. Lightning Tiger mampu bergerak secepat kilat di permukaan tanah dengan bantuan listrik berada di bawah telapak kaki mereka. Listrik yang terdapat di bawah kaki mereka, memungkinkan Lightning Tiger untuk mampu bergerak dengan sangat cepat tanpa takut dengan situasi lingkungan sekitarnya. Mau sekacau atau sejelek apa pun lingkungan sekitar mereka, itu tidak dapat mempengaruhi kecepatan mereka.


" Monster ini terlalu cepat... Aku tidak akan sempat untuk menahannya! " Ucap ketua penjaga dalam hatinya yang panik karena kedua monster itu langsung melesat ke arahnya. Namun, ia di buat terkejut saat berpikir kedua monster itu akan menerkamnya, kedua monster itu malah melewatinya dan tidak menghiraukannya.


" ???? Apa yang terjadi? Mereka mengabaikanku? " Ujar ketua penjaga bingung dan bertanya - tanya dalam hatinya kepada dirinya sendiri. Kenapa kedua monster itu malah mengabaikan dirinya? Itu tidak seperti Lightning Tiger pada umumnya.


Lightning Tiger, masih berlari kencang tanpa mengurangi kecepatannya. Keduanya mengarah kepada kelompok Xi yang sedang berdiri dan berbincang di samping belakang tenda umum.

__ADS_1


Menyadari itu, ketua penjaga segerah memberitahukan mereka bahwa diri mereka sedang dalam bahaya. " Hei kalian! Itu berbahaya cepat menghindar!!! " Teriak ketua penjaga.


__ADS_2