LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 163


__ADS_3

Keiros dengan kepercayaan dirinya akan menunjukkan kemampuan terbaiknya kepada Xi. Itu karena ia sangat kasel karena Xi terus mengejeknya sejak tadi.


" Sebelum itu... Aku punya syarat. " Ucap Keiros dengan serius.


Melihat mata Keiros yang serius menatap ke arahnya, dengan tenang di bertanya. " Syarat apa yang kau inginkan? " Ucapnya dengan tenang.


Keiros menarik nafasnya lalu mengeluarkannnya, lalu dengan ringan dia berkata. " Aku ingin kau membawakan item milik Saudaraku yang telah di bunuh... " Ucapnya dengan tatapan serius, walau begitu dia juga sedih karena mengingat saudaranya yang telah terbunuh. " Saudaraku di bunuh oleh monster di sebuah tambang saat ia pergi bersama teman - temannya... Aku harap kau bisa membawakan itemnya, kalau bisa bawa mayatnya juga bila masih utuh. Dengan itu akan aku selesaikan item yang kau minta. " Lanjutnya.


Xi menatapnya dengan dingin, kemudian dia berdiri dan berjalan ke depan pintu. " Ok... Kita sudah sepakat, dan dimana tambang itu berada? " Ucap Xi sambil memegang gagang pintu.


" Itu ada di dekat hutan di kekaisaran ini... Di sebelah barat daya dari tempat ini. " Ucap Keiros sambil memberitahukan lokasi tambang itu berada.


Xi membuka pintunya dan sebelum pergi ia berkata. " Sebaiknya kau selesaikan item itu... " Ucap Xi sambil menunjuk yang terletak di atas meja. Itu adalah Wine Blood Sword Demon, Cristal api, Blood Flame Dragon Drozan, Demon Essensi, Kulit kuat Drozan.


Keiros saat Xi munjuk ke suatu tempat, ia segerah melihatnya. Dan saat ia melihat apa yang ada di atas meja itu, matanya terbuka lebar, ia tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya karena item - item yang ia lihat di atas meja.


Seumur hidupnya, ia belum pernah melihat item - item berkualitas tinggi seperti itu, ini adalah kali pertamanya dia melihat item berkualitas tinggi, bahkan lebih tinggi dari yang pernah dia temukan sebelumnya.


" I item ini... Aku belum pernah melihatnya... Kau, apakah kau tidak takut aku akan membawa kabur item - item ini? " Tanya Keiros sambil berkeringat.


" Tidak, tapi... Kau akan menerima akibatnya jika kau melakukan hal seperti itu. " Ucap Xi.


Ia pun mengerti, akan jadi masalah besar jika dia melakukan tindakan yang bodoh itu. Membawa item - item ini pergi sama saja seperti bunuh diri. Keiros terseyum dengan senang, lalu dengab percaya diri dia mengatakan sesuatu. " Akan aku perkuat pedang itu... Pastikan kau akan kembali dengan membawa apa yang aku minta. " Ucapnya dengan senang.


Ia sudah tidak sabar untuk menempa kembali, dan lagi sekarang di hadapannya ada banyak item - item yang berkualitas tinggi.


" Tentu... " Ucap Xi.


Sebelum ia pergi, Yumiko berkata ingin ikut dengannya. Xi pun setujuh namun yang lainnya akan tinggal di tempat Keiros, Xi juga mengatakan kepada Keiros, kalau dia bisa meminta mereka melakukan bersih - bersih di tempat tinggalnya. Setelah itu ia pergi bersama Yumiko ke tempat tambang yang telah di beritahukan oleh Keiros.


Sesampainya mereka di tempat tambang itu berada, tambang itu terlihat sangat lusuh dan tidak terawat lagi. Bagian masukknya telah hancur sebagian dan menutupi pintu masuknya.


" Jadi... Ini tambangnya? " Tanya Yumiko.


" Seperti begitu... Tidak ada tambang lain di sekitar sini. " Jawab Xi.


Melihat kondisi tambang yang tidak terawat itu, entah apa yang mereka pikirkan dalam pikirannya.


" Ayo masuk... Aku rasa tambang ini tidak akan mempu menahan kekuatan yang besar. " Ucap Xi sambil berjalan masuk ke dalam tambang, yang tidak di tutupi dengan bebatuan.


" Kau harus mengontrol kekuatanmu di dalam Xi. " Ucap Yumiko sambil memberikan Xi sarannya.


" Tentu. "


Mereka masuk ke dalam tambang bersama, di dalam tambang itu terlihat baik - baik saja, namun saat masuk lebih dalam lagi, mulai banyak bekas pertarungan dengan monster, walau tambang itu kecil, namun sangat dalam.


Mereka berdua menelusuri tambang itu dengan sangat dalam, semakin dalam mereka masuk, semakin banyak pula kerusakan yang terjadi di dalam tambang. Dan saat yang sama mereka menemukan banyak kerangka manusia yang terkubur di tumpukan pasir di dalam sana. Dari mayat - mayat itu terdapat item seperti cincin, kalung, buku, gelang, senjata, dll.


" Jadi inikah tempatnya... " Ucap Yumiko sambil melihat kondisi kerangka - kerangka itu. Di setiap kerangka yang ada, ada banyak bekas cakaran yang terdapat pada kerangka tersebut. " Sepertinya monster yang mereka hadapi cukup kuat untuk membunuh mereka. " Lanjutnya.

__ADS_1


" Monster apa pun itu, kalau para penambang yang menjadi korbannya tidaklah aneh. Pada dasarnya para penambang tidak memiliki kekuatan yang besar, bahkan pengalaman bertarung. " Ucap Xi dengan ringan, sambil mengumpulkan item - item yang terdapat pada kerangka - kerangka itu.


Yumiko pun juga membantu mengumpulkan item - item tersebut dan memasukkannya kedalam sebuah kantung kulit kecil.


" Karena kerangkanya banyak kita jadi tidak tahu item mana milik saudaranya Keiros itu. Jadi lebih baik kita mengumpulkan semuanya, agar kita tidak perluh kembali lagi untuk mencari lagi. " Ucap Yumiko.


" Ya... Hmmm. " ucap Xi, saat yang sama tiba - tiba dia merasakan ada kehidupan lain di dalam tambang tersebut. " Sepertinya ada yang masih hidup. " lanjutnya dengab ringan.


" Eh... Benarkah? " Ucap Yumiko dengan bingung, karena dia tidak merasakan apa pun.


Xi berjalan ke sebuah batu besar yang ada di dinding tambang, ia menyentuh batu tersebut lalu menghilangkannya dengan menggunakan Gluttony Symbol.


Di balik batu besar itu, terdapat sebuah ruangan yang luas, dan banyak material - material besi yang kuat.


Di saat yang sama, orang yang masih bertahan hidup itu mendengar suara langkah kaki, ia dapat mendengar suara langkah kaki manusia, dan bukan langkah kaki monster.


Ia pun segerah keluar dari tempat persembunyian dan menghampiri orang tersebut.


" Apa kau dari kekaisaran? " Ucap seorang pria dengan janggut tebal di wajahnya. Orang itu adalah Dwarf.


Saat yang sama Xi dan Yumiko terkejut karena tiba - tiba Dwarf muncul. " Eh... Dwarf? Ah, apa mungkin kau saudaranya Keiros? " Ucap Yumiko dengan lembut.


Mendengar nama Keiros orang itu merasa senang, ia pun menganggukkan kepalanya dan mengatakan. " Benar itu aku... Aku Ben, saudara laki - laki Keiros... Apakah kalian di sini di kirim oleh Keiros? " Tanya Ben dengan penasaran.


" Bisa di bilang begitu. " Ucap Yumiko.


" Baiklah kita akhiri ini, karena kau masih hidup, jadi akan mudah membawamu pergi dari sini. " Ucap Xi.


Ada seekor monster yang muncul dan menyerang Xi dan Yumiko dari belakang, namun sebelum monster itu berhasil mennyerang, ia terlebih dahulu membeku oleh Yumiko.


" Ayo keluar. " Ucap Xi.


" A iya... " Ucap Ben lalu mengikuti Xi dan Yumiko pergi dari tambang itu.


Setelah keluar dari tambang itu dan membawa Ben kembali ke tempat Keiros berada, sesampainya mereka di depan rumah Keiros dan saat bersamaan mereka sampai Keiros sudah menyelesaikan penempaannya, dan membuat semua orang yang ada di dalam terkejut.


Suara terkejut dari semua orang yang ada di dalam terdengar hingga keluar rumah, karena penasaran dengan keributan di dalam Xi, Yumiko, dan Ben masuk ke dalam.


" Sepertinya kalian bersenang - senang... Apa yang kalian ributkan? " Tanya Yumiko dengan lembut.


Mereka semua terkejut karena Yumiko ada di tempat ini, dengan tergesa - gesa Airis menjelaskan apa yang terjadi. " Yumiko - Sama, Keiros berhasil meningkatkan senjata yang di minta oleh Xi - Sama. Dan senjata itu menjadi semakin kuat, aura dari senjata itu juga ganas. " Ucap Airis.


" A, jadi sudah selesai ya. " Ucap Xi dengan ringan tepat di sebelah Keiros berada.


Mendengar itu, dan menyadari Xi ada di sebelahnya, ia sangat terkejut hingga terjatuh. " AAA... UH " Keiros terkejut karena Xi tiba - tiba ada di sebelahnya, bahkan dia tidak menyadarinya, sebelum Xi berbicara.


" Bocah bau, bagaimana kau bisa kembali secepat ini? " Ucap Keiros yang masih dalam ke adaan terkejut.


" Hmmm entahlah... " Ucap Xi sambil memegang pedang yang di tingkatkan oleh Keiros. Ia merasakan energi api dari pedangnya, tampilan pedang tersebut memang tidak banyak berubah, namun pedang itu selalu bersinar saat energi sihir di transfer ke pedang itu.

__ADS_1


[ Wine Blood Sword Demon ]


[ Rank : S ]


[ Attack : 1550 ]


[ Efek : Setiap tebasan akan menimbulkan serangan api, dan memberikan efek Burn kepada lawan yang terkena serangan ]


" Tidak salah aku mempercayai ini kepadamu. " Ucap Xi dengan ringan. " Kau benar - benar hebat dapat meningkatkannya sampai sejauh ini. " Lanjutnya sambil mengayunkan pedang tersebut. Setiap ayunan pedangnya menghasilkan efek serangan api, dan itu akan semakin kuat apa bila energi sihir yang di masukkan juga banyak.


" Hei hentikan itu!! Kau bisa membakar tempat ini nantinya! " Ucap Keiros dengan kesal. " Dan lagi... Apa kau sudah membawakan apa yang aku mau? Kau masih ingat dengan kesepakatan kita kan? " Tanya Keiros kepada Xi.


Dengan santai Xi menjawab pertanyaan tersebut. " Tentu, bahkan itu jauh lebih baik dari apa yang kau minta. " Ucap Xi sambil menyimpan pedang tersebut dan menatap ke arah Ben.


Keiros sempat bingung dengan apa yang Xi katakan, setelah ia melihat ke arah Xi menatap. Di hadapannya dia melihat saudaranya yang selama ini dia kira telah terbunuh oleh monster di tambang itu.


" Ben, Ben apa itu kau? " Ucap Keiron dengan ragu.


" Ya ini aku, Keiros. " Ucap Ben dengan senang karena bisa bertemu dengan Keiros lagi.


Keiros meneteskan air matanya karena bisa melihat Ben lagi, ia kira tidak akan dapat melihat Ben selamanya. Tapi saat ini Ben ada di depan matanya, Keiros pun menatap Xi dengan wajah yang di penuhi air mata.


" Oh... Aku kira kau hanya punya hati yang terbuat dari batu. " Ucap Xi dengan santai sambil mengejek Keiros.


Dengan kesal Keiros memukul Xi dengan kuat, walau begitu itu tidak ada artinya untuk Xi.


" Bocah berengsek! Tidak bisa kah kau melihat situasinya dulu!! " Ucap Keiros dengan kesal, dan terus menerus memarahi Xi, namun Xi tidak mendengarkannya.


Tiga hari berlalu setelah Ben kembali, kini Ben kembali sehat bugar, dan dapat menempa seperti sebelumnya. Dia senang karena ia bisa sembuh lebih cepat dari yang ia pikirkan.


" Hei kalian, bisakah kalian membantu ku membuat item lagi? " Tanya Xi kepada Keiros dan Ben.


" Item apa yang kau butuhkan Xi - Dono? " Tanya Ben dengan ringan kepada Xi.


Xi mengeluarkan bahan - bahan yang ia miliki untuk membuay item, ia punya banyak bahan berkualitas tinggi namun tidak pernah ia gunakan.


" Kulit Orc, aku tidak pernah melihat kulit Orc dengan potongan yang rapi seperti ini... Dan lagi kau punya banyak biji besi Emlarks, aku rasa ini biji besi yang paling bagus di kekaisaran ini. Dari mana kau mendapatkanya? " Tanya Ben mengenai biji besi Emlarks yang Xi miliki.


" Hmmm... Aku mendapatkan keberuntungan saat menaiki menara, karena aku rasa akan berguna jadi aku bawa saja. " Jawab Xi dengan ringan, yang sebenarnya biji besi itu berasal dari keluarga Izika yang ia bunuh.


" Kulit Orc ini sangat bagus jika di buat armor... " Ucap Keiros sambil melihat kualitas kulit Orc yang Xi bawa. " Dan ini... Bukankah ini hanya senjata Troll, dan Goblin? Kenapa kau membawanya? " Lanjutnya.


" Aku hanya tertarik saja, Hei Yanzams kau bisa memberikan senjata Troll dan Goblin ini untuk pasukan mu. " Ucap Xi sambil memberikan senjata Troll dan Goblin kepada Yanzams.


" Xi - Dono, apa kau masih punya senjata Goblin yang biasa di gunakan? " Tanya Ben kepada Xi.


" Aku rasa masih ada beberapa... Memangnya ada apa? " Tanya Xi kepada Ben.


" Tidak, aku rasa aku bisa meningkatkan senjata tersebut, yah walau itu tidak cukup bagus. " Jawab Ben.

__ADS_1


Xi pun mengeluarkan beberapa senjata Goblin yang tersisa, dan memberikan kepada Ben.


__ADS_2