LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 126


__ADS_3

Xi bersama dengan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka menuju Negara Bersalju. Dalam perjalan tidak ada satu pun monster yang menghuni Area Bersalju menghalangi mereka. Itu sudah seperti para monster telah di perintahkan oleh seseorang untuk tidak mengganggu perjalan kelompok Xi.


Di saat itu, melihat situasi mereka sekarang, Airis berbicara " Mengejutkan sekali, Tidak seperti biasanya. Biasanya akan ada monster yang menghalangi kita. Ini benar - benar ke ajaiban. " Ucapnya.


Mendengar itu, Astia pun menyaut dengan berkata " Ohw, apa kau berharap monster datang dan langsung menyerang kita? " Balas Astia bertanya kepada Airis.


Airis sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Dengan panik Airis menjawabnya " Tidak... Bukan seperti itu! Aku sangat bersyukur karena tidak ada monster yang menghalangi kita. Dengan begitu kita akan cepat sampai di Negara Bersalju. " Jawab Airis.


Semua orang menertawakan Airis yang panik ketika Astia menjawab pertanyaan itu. Bahkan Xi tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya. Tapi, apa yang di katakan oleh Airis tidak lah salah. Hal tersebut membuat perasaan aneh kepada Xi yang biasanya selalu menjumpai masalah dimana pun. Ya, kebanyakan masalah terjadi itu karena ulahnya sendiri sih.


" Aneh rasanya ketika tidak ada monster yang menghalangi... " Gumam Xi dalam hatinya sambil berjalan menutup mata.


Ketika Xi bergumam terjadi sebuah ledakan yang mengguncang permukaan salju. Tanpa sadar, sebuah balok es yang besar muncul tidak jauh di depan mereka. Di tempat balok es itu muncul, juga terdengar suara bising dan dentuman dari suara perisai yang pencah. Ya, itu adalah sebuah sumber suara dari pertarungan yang terjadi.


" Apa yang terjadi? " Ucap Airis yang terkejut dengan getaran yang di rasakan tadinya.


" Entahlah... Tapi aku rasa ini akibat dari sebuah serangan sihir. Coba lihat di depan sana, sebelumnya tidak ada balok es yang menghalangi. " Ujar Astia, menunjuk ke depan tempat dimana balok es itu berada.


Sementara itu, dengan datar Xi bergumam dalam hatinya " Mulutmu adalah harimau mu... Tidak aku sangka akan langsung terjadi. " Gumam Xi.


" Aku kita pergi ke sana dan memeriksanya. " Ucap Xi, mengajak yang lainnya untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di sana. Seperti ada sesuatu yang buruk terjadi karena ada sebuah serangan sihir yang kuat sampai menggetarkan daratan.


Mereka pun bergegas berlari di sesaljuan yang dingin.


Sementara itu, Yumiko yang bertarung melawan sekumpulan monster yang tiba - tiba menjadi agresif sangat kesulitan. Jumlah dari monster itu sangat banyak dan punya kekuatan yang luar biasa. Monster - monster itu di antara nya adalah Ice Troll, Serigala Salju, Snow Stalker, Penguin pedang, Snowman, dan Yeti.


[ Monster : Ice Troll ] Rank : C - B+ Level : 45 - 65. Exp : 6.000 - 12.000. [ Monster humanoid berukuran 2 meter berbadan besar dan memiliki kecepatan regenerasi. Hampir di seluruj tubuhnya di tutupi oleh rambut putih yang tebal, dan di punggung nya tumbuh sebuah es yang lancip seperti duri. ]


[ Monster : Serigala Salju ] Rank : C - C+. Level : 40 - 50. Exp : 6.000 - 9.000. [ Monster Tipe Beast yang hidup berkelompok. Rupanya sangat mirip seperti serigala pada umumnya, namun memiliki mata biru yang bersinar terang. Bulunya yang tebal dan halus memungkinkan Beast jenis ini untuk bertahan di tempat yang dingin bahkan ketika terjadinya badai salju. ]


[ Monster : Snow Stalker ] Rank : B. Level : 70. Exp : 15.000. [ Monster tipe Beast, gabungan antara serigala dan tikus tanah. Badannya adalah serigala dan kakinya adalah kaki tikus. Memiliki kemampuan untuk menyembunyikan keberadaan mereka di balik tebalnya salju dan suka memangsa lawannya dari bawah tanah. ]


[ Monster : Penguin Pedang ] Rank : B. Level : 70. Exp : 15.000. [ Monster Tipe Beast, terlihat seperti Penguin pada umumnya yang lucu. Namun, memiliki sayap/tangannya sangat tajam, setajam pedang. Merupakan predator yang sangat ganas dan suka memangsa Beast atau pun manusia yang lebih lemah darinya. Namun, mereka kerap dapat membunuh lawan yang lebih kuat dari mereka dengan cara mengeroyoknya. ]


[ Monster : Snowman ] Rank : C. Level : 40. Exp : 6.000. [ Merupakan monster turunan dari tipe elemen Es. Monster ini berwujud humanoid dan setinggi orang dewasa. Snowman tidak memiliki serangan yang kuat bahkan serangannya cenderung lemah. Namun, memiliki efek khusus yang berbahaya. Ketika Snowman terbunuh/mati, tubuhnya akan meledak dan radiusnya mencapai dua meter. Siapa pun yang berada di area itu akan terkena debuff membeku selama 5 detik. ]


[ Monster : Yeti ] Rank : B - B Spesial. Level : 80 - 90. Exp : 12.000 - 29.000. [ Monster Tipe Beast primata yang sangat suka hidup di dalam gua. Yeti sangat kuat, tangannya yang lebar mampu menggenggam balok es berukuran besar dan dapat di hancurkan dengan mudah. Rambutnya yang lebat memungkinkan Yeti untuk bertahan di suhu yang sangat rendah, dan kulitnya tebal membantu untuk mencegah senjata tajam melukai dirinya. Yeti adalah monster primata yang sangat pintar, dan kepintarannya tidak kalah dari manusia dewasa. ]


Jumlah dari monster - monster yang mengeroyok Yumiko sangatlah banyak. Walau monster - monster ini masih berada di bawah Rank Yumiko, namun karena mereka pada dasarnya tinggal di area bersalju, kekuatan mereka akan meningkat ketika berada di area yang dingin. Ini seperti para monster mendapatkan kemampuan khusus seperti sebuah domain.


Disana, terdapat banyak monster yang telah membeku karena sihir yang di lepaskan oleh Yumiko. Efek dari sihir itu sangat kuat dan mengerikan, bahkan membunuh monster Rank B dengan mudahnya. Namun, dengan mengeluarkan sihir semacam itu, membuat Yumiko menjadi jatuh lemas. Konsumsi energi yang di butuhkan untuk membekukan area itu sanggatlah besar. Itu membutuhkan sekitar 60 - 80% dari energi miliknya.


Yumiko yang telah mencapai batasnya di hampiri oleh beberapa Yeti yang membawa balok es besar di punggung mereka. Ketika berada dekat dengan Yumiko, para Yeti melemparkan balok - balok es itu untuk membunuh Yumiko.


Melihat itu Yumiko hendak untuk menghindar. Sesuatu seperti balok es yang besar tidak mungkin sanggup untuk tubuhnya menahan hal tersebutlah.


Yumiko memaksakan dirinya untuk berdiri. Dalam hatinya dia berkata " Aku harus menghindarinya... Jika tidak aku bisa terbunuh tertimpa oleh balok - balok es itu. " Gumamnya.


Dengan langka yang kecil, Yumiko mencoba untuk menghindarinya. Namun karena tubuhnya yang lemas dan telah kehabisan banyak tenaga membuat kakinya gemetaran. Tanpa di duga terdapat sebuah batu di bawah kakinya yang membuatnya menjadi tersandung saat berjalan. Hal itu langsung membuatnya terjatuh lemas di tanah.


" Aku sudah kehabisan banyak tenaga... Aku sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi. " Ujar Yumiko dengan pelan dan putus asa. Dengan putus asanya Yumiko menutup matanya dengan sedikit air mata yang mengalir. Dalam kesedihan nya Yumiko merindukan seseorang dan ingin sekali untuk bertemu dengannya. Dalam hatinya dia berkata " Apa aku berakhir di sini? Tapi... Perasaan apa ini? Hatiku sangat sakit ketika aku memikirkan nya, itu seperti aku akan kehilangan seseorang dan tidak akan pernah melihatnya lagi. " Ucapnya sambil bersedih untuk dirinya sendiri. " Jika ini memang akhir dariku... Sekali saja untuk terakhir kalinya. Aku ingin melihatnya lagi... Hanya sekali saja... "


Dalam hati yang penuh dengan ke sedihan, Yumiko hanya dapat pasras saat balok - balok es menimpa dirinya. Balok - balok es itu menimpanya dengan sangat keras hingga membuat membuat salju yang berada di permukaan tanah beterbangan di udara.


Para Yeti tertawa terbahak - bahak ketika melihat wanita berambut pirang itu mati karena tertimpa balok - balok es yang di lemparinya. Mereka sangat senang ketika membunuh seseorang yang putus asa dengan cara yang menyedihkan.


Tanpa mereka sadari sesuatu yang sangat cepat melintasi mereka. Ketika itu semua yang di lewati oleh sosok tersebut semuanya terpotong - potong. Semua orang yang menyaksikan hal tersebut pun sangat terkejut. Bukan hanya itu, bahkan para monster sampai terdiam melihatnya.


Yumiko bingung dan merasa aneh. " Kenapa... Apa aku sudah mati? " Ucapnya dalam hati. Penasaran akan kebenarannya, Yumiko membuka matanya perlahan untuk melihat apa yang terjadi. Kanapa balok es yang di lemparkan oleh para Yeti tidak kuncung menimpa dirinya.


Ketika Yumiko membuka matanya, dia sangat terkejut dengan mata yang berkaca - kaca. Melihat seorang pria yang sangat familiar sedang menggendong dirinya. Melihat pria itu membuat perasaan hati Yumiko menjadi senang.


Dengan eratnya Yumiko memeluk Xi yang sedang menggendongnya. " Ini benar - benar kamu kan? Apa mungkin ini hanya mimpi? " Ucap Yumiko sambil menangis. Merasakan hangatnya tubuh Xi dan detak jantung yang dapat di dengarnya dengan jelas, membuat Yumiko menjadi yakin kalau apa yang di liatnya bukan lah mimpi.


Melihat itu Xi hanya tersenyum dan membiarkan Yumiko melepas rindu di pelukannya. Bersamaan dengan itu, Xi terus bergerak dan bertarung melawan para monster yang ada di sana. Dengan menggunakan katana nya yang bernama Sannoha, Xi mengalahkan setiap monster yang mengerangnya. Dengan memanfaatkan kemampuan kegelapan miliknya, membuat pergerakan para monster menjadi terbatas. Sehingga mudah untuknya mengalahkan mereka.


Di samping itu, Xi juga tidak bertarung sendiri. Terdapat rekan - rekannya dan juga para penjaga yang ikut bersamanya Yumiko membantu dirinya untuk mengalahkan semua monster itu. Dengan saling bekerjasama, mereka semua dapat mengalahkan setiap monster yang ada.


Semua orang di sini terkejut melihat kerjasama dari party yang membantu mereka. Tidak hanya kuat, namun setiap serangan tidak ada yang sia - sia.


" Luar biasa... Siapa mereka? "


" Aku tidak tahu tapi, setidaknya mereka ini A Rank ke atas. Tidak, mungkin saja mereka S rank. "


" Ini kah kehebatan dari kerjasama dari para petualang Rank tinggi? Sungguh luar biasa. Aku tidak dapat mengikuti jejak mereka dengan mata ku. "


Semua orang terkegum - kegun melihat aksi yang di tunjukkan oleh Airis, Astia, Yanzams, dan Glammy.


Bukan hanya para prajurit yang kagum dengan kemampuan kelompok itu. Tapi para penyihir sangat terpukau melihat kemampuan sihir yang begitu luar biasa dari Astia dan Yanzams. Dua penyihir yang berbeda tipe saling bekerja sama dab membentuk sebuah serangan sihir yang kuat yang dapat langsung menumbangkan musuh - musuhnya.


" Apa tadi itu sihir cahaya? Aku tidak tahu kalau sihir cahaya sekuat itu. "


" Mengagumkan, sihirnya sangat kuat. Perapalan mantranya juga sangat cepat. Bahkan itu bisa di hitung seperti tidak membaca mantra. "


" Hari ini mata ku terbuka. Aku bisa melihat sihir cahaya dan demonic saling bersatu. Aku pikir hal - hal semacam itu sangat mustahil untuk di lakukan di dunia ini. Aku rasa argumen ku selama ini hanya omong kosong belaka. "


Ya, mereka sangat kagum dengan kemampuan dari anak - anak muda ini. Di usia mereka yang masih muda sudah memiliki kekuatan yang amat luar biasa. Jelas hal tersebut menimbulkan rasa iri kepada mereka yang ada di generasi tua yang dulunya tidak dapat mencapai level ini di usia muda. Bahkan sampai sekarang mereka belum menyentuh setengah dari level mereka.


" Anak muda jaman sekarang... Bakat mereka terlalu mengerikan. "


" Aku penasaran mereka ini jenius atau monster? "


Walau memiliki bakat yang hebat dab luar biasa, kerap tidak menimbulkan suatu yang membahagiakan atau pun menyenangkan setiap harinya. Ada hari atau waktu dimana bakat yang begitu luar biasa membuat orang - orang merasa takut dengan bakat tersebut. Selalu ada keburukan dan kekhawatiran yang tidak perlu di mata orang lain.


Di waktu yang sama Yumiko masih berada di gendongan Xi sambil memeluknya. Di saat itu Xi merasa canggung dan juga senang, namun ada perasaan malu juga yang membuatnya tidak nyaman.

__ADS_1


" Eeee... Tuan putri, aku rasa sudah cukup untuk memelukku kan? " Tanya Xi kepada Yumiko yang masih dengan erat memeluknya. Yumiko yang mendengar pertanyaan tersebut sontak membuka matanya dengan terkejut. " Kau tahu... Ini sedikit memalukan saat di lihat oleh banyak orang. " Lanjut Xi.


Wajah Yumiko memerah ketika menyadari semua orang sedang melihat mereka berdua bermesraan. Terlihat dari ekspresi wajah semua orang yang berpura - pura tidak melihat kemesraan keduanya. Seakan mereka tidak mengetahui apa pun dan tidak melihat apa pun.


Xi menurunkan Yumiko yang di gendongnya. Dengan perasaan malu, Yumiko hanya dapat diam sambil menundukkan kepalanya. Semua orang yang melihat itu tertawa kecil.


" Ee, eto... Sakaki... Bagaimana kau bisa sampai di tempat ini? Apa kau tersesat? " Tanya Yumiko kepada Xi. Walau masih malu, namun ia mencoba untuk mencairkan suasana.


" Tidak juga, kami berada di sini karena ke inginan ku. Dan kebetulan sekali aku melihat sebuah ledakan saat perjalanan. Jadi aku kemari dan tidak sengaja melihatmu dal bahaya. " Jawab Xi dengan suara ringan.


Yumiko cukup terkejut karena Xi mengatakan kalau dia melihatnya dalam bahaya dan dia datang untuk menyelamatkan nya. Yumiko benar - benar sangat terkesan dengan keberanian Xi yang rela masuk ke dalam mulut singa untuk menolongnya.


Setelah mendengar semua itu, Yumiko pun bertanya tujuan Xi datang ke area bersalju. " Syukurlah kalau kau tidak tersesat tapi... Bolehkah aku bertanya? " Ucap Yumiko. Ia meminta izin kepada Xi untuk bertanya sesuatu kepada nya.


" Tentu, apa yang ingin kau tanyakan? " Balas Xi kepada Yumiko.


" Baik, jika kalian tidak tersesat berarti kalian punya tempat tujuan bukan? Kemana kalian akan pergi? " Tanya Yumiko kepada Xi.


Xi menjawabnya dengan mudah " Sebelum pergi tentu saja harus memikirkan tempat tujuan. Tujuan kami pergi ke Negara Bersalju, agap saja kami ingin berkunjung ke sana. "


Mendengar jawab Xi membuat Yumiko sangat terkejut. Pasalnya tempat yang ingin di kunjungi oleh Xi adalah tempat dimana dia tinggal. Yumiko pun merasa kalau pertemuan Xi dengan dirinya saat ini adalah karena takdir ingin mempertemukan mereka.


Itu seperti takdir menjawab ke inginan Yumiko sebelumnya yang berharap ingin bertemu dengan Xi lagi. Yumiko tersipu malu dengan harapan yang di gadang - gadangnya setiap malam, tidak menyangka harapan itu akan terkabul hari ini juga.


Melihat Yumiko yang tiba - tiba diam dengan wajah yang memerah seperti tomat membuat Xi bingung. " Apa yang terjadi padanya? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? " Tanya Xi kepada dirinya sendiri sambil mengangkat sebelah alisnya.


Yumiko sadar kalau dirinya melamun dengan wajah yang aneh. Itu membuatnya semakin malu dan menyembunyikan wajahnya yang memerah di balik kedua telapak tangannya sambil berkata dalam hatinya.


" Apa - apaan yang aku pikirkan tadi, itu sangat memalukan. Melamun di depan seorang pria itu... Itu sedikit memalukan. " Ucapnya.


Xi memerhatikan setiap orang - orang yang di bawa oleh Yumiko. Terlihat mereka mengenakan sebuah armor besi yang cukup tebal dan di lapisi oleh kulit yang tebal sehingga memberikan rasa hangat pada tubuh.


Menyadari kalau barang - barang seperti itu tidak ada di negara lain yang tempatnya nominal suhunya selalu hangat, sudah pasti armor semacam itu berasal dari wilayah bersalju dan menjadi salah satu ciri khas nya.


Xi pun kini mengerti kalau Yumiko berasal dari wilayah ini, hanya saja dia tidak tahu Yumiko berasal dari negara mana.


Karena Yumiko tinggal di Wilayah Bersalju, yang pastinya dia juga tahu negara - negara yang ada di Wilayah Bersalju. Xi pun berbicara dan meminta kepada Yumiko untuk membantunya pergi ke Negara Bersalju.


" Yumiko, apa kau tahu dimana Negara Bersalju berada? Jika kau tahu aku meminta tolong kepadamu untuk membawa kami ke sana. Ku rasa akan lebih cepat jika orang lokal yang menunjukkan jalannya. " Ucap Xi meminta kepada Yumiko.


Yumiko dengan senang hati menerima permintaan dari Xi. " Kebetulan sekali aku tinggal di sana, jadi aku tidak keberatan untuk menunjukkan jalannya kepada kalian. " Balas Yumiko.


" Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang. " Lanjut Yumiko memimpin jalan untuk pergi ke sana.


Semua orang mengangguk setuju dan pergi mengikuti Yumiko dari belakang. Karena Yumiko sangat hafal dengan tempat ini, tidak seperti Xi dan yang lainnya walau sudah menggunakan bantuan dari maps system. Yumiko mampu membimbing mereka ke jalan yang benar dan menghindari setiap tempat yang berbahaya yang dapat membahayakan nyawa mereka.


Tempat - tempat yang di hindari adalah tempat yang selalu terjadinya badai salju, Hutan es kelabu yang di huni oleh banyak sekali monster Beast atau Bird yang sangat kuat dan berbahaya, dan kawa es beracun yang suhunya sangat - sangat dingin yang bahkan dapat membunuh monster Rank S mati membeku dalam beberapa menit.


Dalam perjalanan mereka, Yumiko menjelaskan tentang tiga tempat yang baru saja mereka hindari.


Pertama adalah Wilayah badai Salju, tempat dimana sering terjadinya badai salju. Setiap hari berganti, badai salju yang berpusar di sana akan selalu berubah - ubah. Entah itu akan menjadi badai salju biasa, atau bahkan badai salju sihir mematikan. Kerap tempat tersebut dapat terjadi badai salju sebanyak 2 - 3 kali dalam sehari. Dan di sana adalah tempat yang selalu awasi oleh suku Ice Elf sebagai tempat berburu mereka.


Terakhir adalah kawa es beracun. Sebuah wilayah yang terlihat seperti sebuah rawa - rawa yang membeku di tengah badai salju yang menyelimut. Semua orang sepakat dan menetapkan tempat tersebut sebagai wilayah yang paling berbahaya dan tidak boleh di kunjungi. Bahkan untuk para monster, hanya segelintir dari mereka yang dapat bertahan. Bahkan orang - orang dengan peringkat Rank S dan 5 pahlawan dunia memiliki risiko kematian yang besar. Di katakan oleh Yumiko menurut sejarah yang pernah di dengarnya, kawa es beracun menjadi rumah bagi suatu makhluk yang Ranknya melebihi Rank S. Dan makhluk itu di sebut oleh orang - orang sebagai Legendary Beast.


" Kita Sudah sampai. Selamat datang di Negara Bersalju. " Ucap Yumiko. Sebagai penduduk Negara Bersalju, Yumiko menyambut hangat orang - orang yang datang berkunjung ke negaranya.


Semua orang yang melihat keindahan dan kedamaian sangat terpukau, apa lagi dengan di temani oleh embun salju yang berjatuhan menambahkan ke indahan pada pandangan semua orang.


Semua orang yang melihat keindahan dan kedamaian sangat terpukau, apa lagi dengan di temani oleh embun salju yang berjatuhan menambahkan ke indahan pada pandangan semua orang. Itu menjadi salah satu daya terik bagi setiap orang yang ada di seluruh dunia terhadap negara ini.


Yumiko, Xi dan yang lainnya memasuki gerbang kosa. Di gerbang seperti biasa terdapat beberapa penjaga yang menjaga gerbang. Tugas mereka adalah untuk mencegah orang - orang yang mencurigakan masuk ke kota, dan mengatasi seuatu masalah bila terjadi di gerbang kota. Seperti adanya sebuah penyerangan atau invasi monster.


Setelah melewati pemeriksaan identitas di gerbang, mereka semua masuk ke dalam kota. Hal pertama yang mereka lihat dari kota ini adalah sebuah atap dari bangunan tertutupi oleh salju putih yang indah. Itu seperti sudah menjadi ciri khas dari setiap rumah yang ada di negara ini. Salju yang hampir turun setiap harinya, itu lah yang membuat setiap tempat selalu tertutupi oleh salju yang dingin.


Rumah yang di tutupi oleh salju yang tipis memang terlihat indah dan memanjakan pemandangan. Namun, Glammy heran akan satu hal, jadi dia pun memutuskan untuk bertanya kepada Yumiko.


" Ee, nona, apakah tidak masalah membiarkan salju - salju itu menutupi atap rumah? Apa atap rumahnya tidak akan roboh? " Tanya Glammy kepada Yumiko. Pertanyaan itu juga sama seperti rekan - rekannya, mereka juga penasaran apakah hal semacam tidak menyebabkan masalah.


Yumiko tersenyum mendengar pertanyaan dari Glammy, dia pun menjelaskan kepada mereka semua kenapa semua bangunan yang ada di negara ini selalu di tutupi oleh salju dan tidak roboh karena salju yang menumpuk.


" Semua bangunan pasti akan roboh jika menanggung beban yang terlalu berat dari beban yang mestinya. Alasan kenapa semua bangunan di negara ini masih baik - baik saja itu karena kami selalu membersihkan atap nya setiap tiga hari sekali. Dalam kondisi normal negara ini jarang terjadinya badai salju, jadi rutinitas seperti itu sudah menjadi kebiasaan. Namun akan berbeda cerita jika terjadi badai salju, setelah badai salju selesai, semua orang pasti akan merapihkan kediam mereka bahkan tanpa di minta sekali pun. Untuk masalah yang di tanyakan olehmu, semuanya baik - baik saja dan tidak ada masalah akhir - akhir ini. " Yumiko menjelaskan kepada mereka semua yang merupakan orang - orang baru.


" Ternyata seperti itu... Aku pikir akan adalah masalah atap yang jebol setiap harinya. Ternyata tidak ada ya... " Ujar Glammy.


Yumiko pun hanya bisa tersenyum canggung menanggapi perkataan Glammy. Apa yang di katakan Glammy sebenarnya itu benar, selalu ada laporan setiap harinya atap dari rumah seseorang yang berlubang. Dan itu sudah menjadi hal yang biasa bagi setiap rumah yang ada di wilayah bersalju ini. Namun, Yumiko enggan untuk menceritakan itu kepada Glammy, dia merasa kalau hal tersebut terlalu memalukan untuk di ceritakan.


" Kalau begitu ayo kita masuk ke dalam. " Agak Yumiko kepada yang lainnya.


Semua orang mengangguk setuju dan masuk ke dalam kota dengan di bimbing oleh Yumiko yang sudah paham betul dengan kota ini.


Dalam perjalanan mereka di kota, terlihat Yumiko yang dapat berbincang dengan akrab dengan Airis mau pun Glammy. Melihat itu membuat Xi menjadi tenang dan tidak khawatir akan terjadinya masalah di antara mereka.


" Sepertinya Yumiko mau pun orang - orang yang ada di kota ini tidak ada prasangka dengan menusia binatang. Dari apa yang ku lihat sejauh ini, kurasa mereka sudah akrab. " Ujar Xi dalam hatinya. Tanpa di sadari oleh mereka, Xi telah memerhatikan mereka sejak tadi. Seperti Yumiko dan yang lainnya sangat asik berbagi cerita sehingga tidak sadar jika mereka sedang di amati.


Sambil berjalan Xi berkata dalam hatinya " Karena sudah sampai di sini... Seperti nya harus mencari tempat tinggal. Kira - kira ada dimana ya penginapan nya? " Xi berencana untuk mencari sebuah penginapan sebagai tempat untuk mereka tinggal sementara waktu. Xi tidak berencana untuk menetap di negara ini selamanya, karena dia masih punya tujuan lain yang harus dia capai.


Ketika di perjalanan, Xi mencium sebuah aroma masakan yang sangat harum. Mencium aroma masakan yang terasa nikmat di pikirannya, membuatnya menjadi tertarik untuk mencoba makanan yang ada di kota ini.


" sepertinya sudah waktunya untuk makan. " Ucap Xi dalam hati.


Tiba - tiba dia mendengar suara perut keroncongan cukup keras. Dan itu sempat membuatnya sedikit terkejut. Dia pun mencari tahu siapa orangnya. Mendengar dari suaranya yang keras seperti orang tersebut tidak jauh dari mereka, atau mungkin itu salah satu dari mereka.


Semua manatap Glammy dengan pandangan yang aneh. Glammy hanya diam di tempat dan menundukkan kepalanya. Wajahnya memerah serta malu karena di perhatikan oleh yang lainnya.


Untuk orang lain hal semacam itu mungkin terlihat tidak sopan. Namun, Xi tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena sejatinya dia juga lapar dan belun makan apa pun semenjak perjalan kemari bersama Yumiko.

__ADS_1


" Sepertinya kau sudah lapar, bagaimana kalau kita cari makan dulu. Kebetulan aku juga lapar. " Ucap Xi. Mengajak mereka untuk makan. Makan - makanan yang enak dan segar setelah perjalanan yang jauh adalah sesuatu kenikmatan yang luar biasa yang dapat mereka rasakan.


Mendengar itu semuanya langsung bersemangat, dan tanpa pikir panjang mereka semua setuju dengan usulan Xi.


Melihat mereka yang bersemangat dan tidak sabaran membuat Xi menjadi semakin bersemangat dan juga senang. Xi pun menawarkan kepada mereka makanan apa yang mereka inginkan. Mereka semua dapat memilih makanan yang ingin mereka makan.


" Kalian ingin makan apa? " Tanya Xi kepada mereka semua.


" Aku ingin Sup jamur hangat. Seperti sangat nikmat untuk di nikmati di hari yang dingin ini. " Ujar Astia.


" Daging! Aku mau Daging! " Saut Airis dengan penuh semangat.


" Karena boleh memilih aku akan memilih daging domba. " Ucap Glammy.


Semua nya pun memilih makanan sesuai keinginan dan pendapat mereka masing - masing. Di samping itu, Xi juga tidak keberatan sedikit pun. Itu karena dia lah yang memutuskan nya sendiri kepada mereka untuk memilih makanan yang mereka mau.


Sementara Yumiko merasa terkejut sekaligus merasa heran.


" Ku dengar dari Airis, dia bilang kalau mereka semua itu bawahan Xi. Tapi kenapa mereka bisa memilih sesuatu yang mereka inginkan begitu saja? Penampakan ini bukan lagi seperti sebuah tuan dan pelayan, tapi sesuatu yang berbeda... " Gumam Yumiko dalam hatinya. Apa yang dia lihat tidak seperti apa yang dia bayangkan. Biasanya mereka yang menjalini kontrak tuan dan pelayan tidak akam dapat berbuat seenaknya walau tuannya tidak melarangnya. Semuanya akan memiliki batasan. Tapi apa yang dia lihat ini bukan lah perlakuan dari tuan dan pelayan, tapi perlakuan seperti seorang rekan.


Melihatnya membuat Yumiko senang dan merasa legah. Apa pun yang dia lihat dari Xi selalu mengagumkan. Xi benar - benar berbeda dari orang lain dan benar - benar tidak mengecewakan nya. Perasaannya tentang Xi sepenuhnya benar, dan tanpa sadar dia terpesona dengan senyuman Xi yang tulus.


" Permisi tuan! " Sebuah suara yang terdengar seperti seorang wanita sedang memanggil seseorang.


Airis yang menyadari itu panggilan itu untuk Xi, dia segerah memberitahukannya kepada Xi.


" Tuan, seperti dia memanggilmu. " Ucap Airis sambil menunjuk ke arah seorang wanita cantik yang memakai celemek.


Melihat dari pakaian yang di gunakan wanita itu, dapat di simpulkan oleh Xi kalau wanita itu bekerja di sebuah toko makanan.


" Tuan, sepertinya anda dan rekan - rekan anda adalah pendatang baru di kota ini. Kalau tidak keberatan datanglah ke tempat saya, datanglah dan cicipi makanan di sini! Saya jamin anda tidak akan kecewa. Dan tentu saja manusia setengah binatang juga di sambut di toko kami. " Wanita pengrus toko itu menawarkan Xi untuk mampir ke tokonya dan menyicipi hidangan masakan yang ada di toko nya. Wanita itu begitu percaya diri dengan promosinya dan yakin kalau masakannya pasti enak dan layak untuk di konsumsi.


" Di beberapa tempat di kota sebelumnya manusia setengah binatang di perlakukan begitu buruk karena mereka di anggap menjijikan dan selalu di pandang sebagai seorang budak yang tidak layak duduk di meja makan yang sama seperti manusia. Yah, sepertinya tempat ini adalah pilihan yang baik untuk pertama kalinya. Dan di sini Demi human takkan di perlakukan dengan buruk. " Gumam Xi sambil berjalan mengikuti wanita dan di ikuti oleh yang lainnya.


Ketika sampai di tokonya, terlihat wanita itu sedang berbincang dengan seorang pria yang tangan kanannya baru saja di obati. Terlihat beberapa helai perban bekas dan beberapa obat salep di atas meja. Seperti pria itu adalah salah satu prajurit yang di bawa Yumiko sebelumnya, dan toko makan ini adalah penghasilan keluargnya.


Pria itu berkata kepada wanita cantik yang ada di depannya " Mereka lah orang - orang yang aku ceritakan kepadamu barusan. Dia dengan beberapa gadis rekannya yang menyelamatkan tim kami dari terkaman para monster. " Ucap pria itu.


Wanita itu akhirnya mengerti kenapa dia meminta nya untuk merekomendasikan tokonya kepada mereka. Itu sebagai ungkapan terimakasih nya kerena telah menyelamatkan nya dari ujung tombak kematian yang hampir merenggut nyawanya.


" Terimakasih sudah menyelamatkan ayahku. Baiklah silahkan masuk, hari ini kami akan melayani kalian sampai kenyang. " Ucap wanita cantik itu dengan manis.


Xi dan yang lainnya akhirnya masuk ke dalam toko dan mengambil tempat yang nyaman untuk mereka duduk.


Mereka mulai memesan makanan sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan selama itu juga jika ada di menu juga. Setelah mereka memesan yang mereka inginkan, wanita itu segerah pergi meninggalkan mereka dan mulai memasak di dapur.


Aroma bumbu yang di masak dari makanan yang mereka pesan tercium sampai ke meja mereka duduk. Aroma yang begitu nikmat itu membuat semuanya menjadi semakin tidak sabaran untuk mencicipi hidangannya.


" Terimakasih sudah menunggu, ini pesanan kalian. Aku menambahkan porsi kalian lebih dari biasanya. Silahkan di nikmati. " Ucap penjaga toko. Menyajikan semua hidangan masakannya di atas meja pelanggan.


Makanan ada di depan mata mereka, Airis terlihat sudah tidak sabar lagi untuk menyantap makanan - makanan yang terlihat sangat lezat itu. Aroma khas dari rempah - rempah dari hidangan yang ada di meja makan membuat air liar memenuhi mulut.


" Jangan hanya di lihat saja, ayo makan selagi masih hangat. Rasanya akan kurang jika makanan ini menjadi dingin. " Ucap Xi.


Semuanya memegang alat makan mereka seperti sendok dan garpu. Mulai mengambil pesanan mereka masing - masing dan dengan lahap mereka menyantapnya.


Seorang pelayan datang ke meja mereka dan menyajikan satu makanan yang bahkan tidak mereka pesan. Dia meletakkannya di meja makan dengan sopan, dan sebelum pergi meninggalkan mereka, pelayan itu berkata.


" Jantung kadal es hangat. Bos bilang kalau ini sebagai bonus untuk kalian. " Ujar pelayan itu kepada mereka.


" Baiklah, terimakasih. " Balas Xi dengan santai sambil menyantap makanannya.


Pelayan itu pun pergi meninggalkan meja mereka dan membiarkan mereka menikmati makanan yang mereka pesan. Dengan adanya bonus itu mereka semakin bersemangat untuk menikmati makanannya.


Sambil makan mereka juga mengobrol tentang beberapa hal mengenai area bersalju dan lokasi - lokasi berbahaya yang jarang di kunjungi oleh orang - orang. Bukan hanya pertualang biasa, namun orang - orang dari para bangsawan pun tidak mau mengunjungi tempat - tempat tersebut karena terlalu berbahaya.


Yumiko bercerita kepada mereka kalau dulunya ada seorang bangsawan dari negeri Istana Bunga Es pergi mengunjungi SnowPoin Tempel dengan seluruh kekuatannya. Seribu prajurit ia kerahkan untuk menaklukkan Tempel tersebut bersama para petualang yang tertarik dengan ekspedisi nya.


Ketika mereka sampai di Sniwpoin Tempel sebagian dari prajurit yang di bawahnya di perintahkan untuk memeriksa Tempel tersebut terlebih dahulu untuk memastikan adanya bahaya atau tidak. Sedang kan sebagian dari prajurit mendirikan tenda untuk bermalam disana sambil menunggu kelompok satu yang masuk terlebih dahulu.


Ketika Kelompok satu memasuki Tempel tersebut, kabut es yang tebal tiba - tiba muncul dan menutupi tempel tersebut sampai tidak terlihat. Semua orang yang menyaksikan fenomena tersebut sangat terkejut dan tercengang. Sebuah tempel yang sangat besar menghilang dalam sedekit ketika rekan - rekannya masuk ke dalam sana.


Tempel itu benar - benar menghilang sepenuhnya seperti terkubur di bawah salju yang sangat tebal. Semua orang di buat bingung dengan kejadian tersebut. Namun, mereka masih menyimpan kepercayaan mereka kepada rekan - rekan mereka yang berada di dalam sana.


Sekitar 300 pasukan bersama dengan beberapa kapten yang ada bersama kelompok itu. Mereka yakin kelompok satu dapat mengatasi masalah yang datang kepada mereka.


Namun kepercayaan mereka sirna begitu saja ketika kabut yang tebal itu menghilang dan memunculkan kembali Snowpoin Tempel ke permukaan. Ketika muncul, mereka melihat teman - teman mereka yang masuk ke dalam sana telah berubah menjadi zombie yang kelaparan yang dengan agresif langsung menyerang mereka tanpa peringatan.


" Lalu apa yang terjadi kepada kelompok bangsawan itu? " Tanya Xi kepada Yumiko.


" Aku tidak tahu pasti karena informasi nya terbatas dan juga di tutupi oleh negara. Yang jelas ekspedisi saat itu gagal total dan tidak ada satu orang pun dari mereka yang tahu apa isi di dalam tempel tersebut. Entah itu sebuah senjata legendaris atau makhluk buas yang bersarang di sana. Atau juga ada semacam sebuah kututkan yang mengutuk tempat tersebut sehingga membuat semua orang yang memasukinya berubah menjadi Zombie. " Jawab Yumiko.


Xi juga tidak tahu dengan kebenaran itu jadi dia hanya diam saja. Memikirkan kalau hal tersebut terjadi karena adanya sebuah kutukan, rasanya sangat lah mustahil. Mengenai hal itu, Xi bertanya sesuatu kepada Yumiko.


" Jika aku boleh bertanya, apa yang di lakukan seorang putri kerajaan di luar sana sampai - sampai bisa dalam bahaya. Bukan kah akan lebih bagus dan lebih aman bila kau berada di dalam istana mu? " Tanya Xi kepada Yumiko.


Yumiko menanggapinya dengan menjawab " Aaa, kalau itu... Sebenarnya aku di kirim keluar oleh ibu ku untuk mencaritahu mengenai tim pengintai yang tiba - tiba saja menghilang. Namun, saat kami mencari nya kami tidak menemukan apa pun jadi kami memutuskan untuk kembali. Hanya saja saat perjalan pulang kami di sergap oleh para monster seperti yang kalu lihat tadi. "


" Tapi aku bersyukur bisa selamat dari bahaya. Berkat kau aku selamat dan ini... Adalah yang kedua kalinya kau menyelamatkan aku. " Lanjut Yumiko. " Tapi aku tidak menyangka kau bisa sampai sejauh ini hanya dalam waktu yang singkat. Kau benar - benar telah berubah... Entah ini hanya firasatku saja atau memang kalau kau itu sedikit berubah. "


Xi menatap Yumiko dengan raut wajah bingung. Mengatakan kalau dirinya telah berubah membuatnya memiliki perasaan aneh. Xi merasa kalau dirinya tidak sedikit pun berubah, mau itu dirinya yang dulu atau yang sekarang. Xi benar - benar merasa tidak ada perubahan apa pun selain kekuatannya yang bertambah kuat.


Namun, perkataan Yumiko di tanggapi dengan baik oleh Airis yang sudah mengikuti Xi sejak lama. Airis juga merasa kalau tuannya sedikit berubah. Bukan hanya dari kekuatan, namun sifatnya juga kian lebih baik dari sebelumnya.


" Yang di katakannya benar... Dulu tuan adalah orang yang mengerikan dan terlihat seperti hewan buas yang kelaparan. Tidak peduli siapa pun itu jika dia merasa tidak enak atau tidak nyaman dia akan membunuhnya. Aku tidak bisa bilang kalau tuan telah berubah sepenuhnya, tapi aku bisa bilang kalau sifatnya yang lama telah sedikit memudar. Entah ini akan menjadi sesuatu yang baik atu buruk untuk nya tapi... Aku selalu berdoa kalau ini adalah sesuatu yang baik untuk nya... Tidak, ini sesuatu yang baik untuk kami. " Ucap Airis dalam hatinya. Menyaksikan semua pemandangan yang mengerikan setiap harinya bersama dengan Xi yang sifatnya seperti hewan buas ketimbang manusia, kini perasaannya telah berubah dari sebelumnya. Yang dulunya selalu khawatir akan sifat tuannya kini dia lebih yakin dengan sifat nya sekarang.

__ADS_1


Wajahnya mengerut aneh, berkata kepada Yumiko dengan nada yang pelan. " Di bagian mana aku berubah? Seperti aki tidak merasakan apa pun akan hal itu? " Kata Xi.


Yumiko menanggapinya dengan tawa kecil nya yang manis. Dan hanya tertawa dan tidak menjawab pertanyaan Xi sama sekali. Itu pun membuat Xi hanya bisa diam memandangi mereka semua yang sedang menertawakannya.


__ADS_2