LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 92


__ADS_3

Izika San yang melarikan diri dari makam naga dengan burung emas yang menjadi tunggangannya. Burung emas itu dapat terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pada saat itu, ia bergumam di dalam hatinya. " Sial, sial, sial! Kenapa aku hari ini bisa bertemu dengan orang yang mengerikan! Dia bahkan tidal peduli kalau aku seoranh tuan muda dari keluarga duke... Aku harus pergi sejauh mungkin dari makam naga. " Kata Izika San dalam hatinya sambil melihat kebelakang. Ia merasa legah karena pria itu tidak mengejar dirinya.


" Untung saja ia tidak mengejarku... Kalau aku bertarung melawan nya, tidak ada kesempatan untuk ku menang melawannya... Aku harus cepat kembali untuk melaporkan ini kepada ayah... " Kata Izika San sambil menutup matanya. Sesaat sebelum ia selesai berbicara, tiba - tiba ia mendengar suara teriakan yang sangat keras di belakang nya.


Izika San pun terkejut saat mendengar suara itu. Segerah ia menoleh kebelakang, ia melihat seekor burung berwarna hitam besar sedang mengejar dirinya. " A apaan itu?!! " Kata Izika San sambil mengacungkan tangannya. Ia tidak tahu makhluk apa yang mengejar dirinya itu. Makhluk itu sangat menyeramkan, dengan tatapan tajam mengarah kepada dirinya.


Saat di perhatikan dengan jelas, di atas makhluk itu ada seseorang yang sedang mengendarainya. Tampak seorang pria berambut putih berada di atas makhluk tersebut.


Izika berkeringat dingin setelah melihat pria tersebut. Wajahnya pucat penuh keringat " Ba bagaimana mungkin!! Dia bisa mengejar! " Ucap Izika San penuh dengan ketakutan dalam dirinya. Ia sangat takut dengan pria berambut putih yang menunggangi makhluk itu. " Lebih cepat! Terbang lebih cepat!! " Teriak Izika San memerintahkan tunggangannya untuk terbang lebih cepat lagi.


Baru saja ia ingin menambahkan kecepatannya, tiba - tiba saja Evilsky berteriak keras dan membuat burung emas itu berhenti di tempat.


Izika San bingung Golden Bird nya berhenti. Dengan kebingungan serta di hantui dengan ketakutan, Izika San pun memarahi Golden Bird itu. " Kau... Kenapa kau berhenti?! Cepat bergerak dasar sampah!! Apa kau di besarkan hanya untuk ini?!! Dasar sampah tidak berguna! " Kata Izika San dengan marah kepada Golden Bird. Walau Golden Bird di besarkan oleh Bangsawan Izika untuk menjadi makhluk tunggangan mereka, namun di hadapan Legendary Beast semua itu hanyalah omong kosong. Tidak satu pun makhluk yang akan menolak perintah dari monster yang lebih kuat dari dirinya. Pada saat itu lah ia mengabaikan perintah dari Izika San.


Evilsky berhenti tepat di dekat Golden Bird. Golden Bird gemetar ketakutan dan tidak berani untuk menatap Evilsky. Sementara itu Izika San sangat pucat melihat Evilsky yang amat besar itu, ukuran dari Evilsky dua kali lipat lebih besar dari Golden Bird.


" Sudah aku katakan, tidak ada yang bisa kabur dari ku... Sekarang terimalah kematianmu! " Kata Xi kepada Izika San dengan tatapan dingin.


Izika San takut kalau dirinya akan di bunuh oleh Xi. " Tuan... Tolong jangan bunu... " Kata Izika San. Namun sebelum ia selesai berbicara, sebuah belati melayang dengan cepat ke arahnya, dan langsung menusuk jantungnya. Seketika itu langsung membuat Izika San terbunuh, dan mayatnya jatuh dari ketinggian.


[ Quest telah di selesaikan ] [ Hadia telah di terima, Semua Stat +20 ]


[ Apa anda ingin melihatnya sekarang? ]


Xi menarik nafasnya dalam - dalam untuk bersiap melihat ingatan apa yang akan masuk ke dalam kepalanya. Biasanya sesuatu seperti ini dapat memberikan rasa sakit di kepala. Ia menghelakan nafasnya, sambil memejamkan mata, ia berkata " Ya... Lakukan sekarang. " Kata Xi minta system untuk memperlihatkan ingatan apa yang akan di berikan kepada dirinya. Lebih baik untuk melihatnya sekarang, karena ia berpikir di masa depan belum tentu memiliki kesempatan seperti ini lagi.


System pun melakukan prosesnya, dan memberikan sebuah ingatan kepada Xi. Saat ingatan yang di berikan oleh system terlintas di kelapanya, Xi merasakan rasa sakit yang luar biasa akan ingatan tersebut. Rasa sakitnya sangat hebat sampai - sampai ia merasa kalau kepalanya akan meledak. Akan tetapi, ia menahan semua rasa sakit itu demi melihat apa ingatan tersebut.


Di saat yang sama, ingatan yang terlintas di kepalanya memperlihatkan seorang pria berambut hitam kemerahan yang tampak masih muda. Pria itu selalu membawa sabit besar dan tajam di punggung, dan saat itu pria tersebut bertarung melawan jutaan makhluk bersayap yang memamcarkan aura suci yang amat kuat.


Tampak dalam ingatan itu, pria tersebut dapat mengalahkan semua jutaan makhluk bersayap itu dengan mudahnya, tanpa menerima luka sedikit pun. Saat semua prajurit putih di kalahkan, gelombang kedua dari prajurit putih pun turun bersama dengan pemimpin mereka. Tampak ada sebelah sosok yang amat di segani oleh para prajurit putih itu.

__ADS_1


Ke sebelas sosok tersebut mengacungkan senjata mereka semua kepada pria tersebut. Dengan senyum yang penuh dengan semangat, pria itu menanggapinya dengan mengarahkan sabitnya kepada mereka semua. Dan di situ, pada sisi pria itu banyak naga hitam dan putih berdatangan membatu pria tersebut. Dan membuat perang besar di dunia itu pun terjadi. Peperangan mereka sangat ganas dan berbahaya sampai mempengaruhi iklim di seluruh dunia.


Peperangab yang berlangsung sangat lama itu, berakhir dengan kematian beberapa orang dari ke sebelas itu. Tampak pria dengan sabit itu tersenyum kepada mereka, senyum yang menunjukkan kebanggaan atas dirinya yang penuh dengan karisma. Bahkan setelah semua yang ada di pihaknya telah terbunuh, dan gugur dalam peperangan itu. Ia masih bisa tersenyum dengan bangga dan penuh dengan karisma.


Sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, pria itu berkata kepada mereka semua yang masih hidup. " Berpikir kalau peperangan ini akan berakhir hanya dengan kematian diriku?... Kalian pasti bercanda. Walau aku berakhir di sini, tapi ia tidak akan berakhir di tempat ini. Dia lah yang akan melanjutkan perjuangan ku ini. Hahahaha! " Ucap pria tersebut sambil tertawa dengan puasnya. Tampak senyuman puas dan senang terukir pada wajahnya. Senyuman itu bukan sebuah senyuman yang takut akan kematian, namun sebuah senyuman yang penuh dengan kebanggaan. Pada saat itu pun suara tawanya menghilang, dan ia telah menghembuskan nafas terakhirnya.


Di atas tumpukan mayat musuh - musuhnya, ia mati dengan sangat terhormat. Dengan mati berdiri di atas tumpukan mayat musuhnya. Seketika sesaat semua yang masih hiduo mendengar itu, mereka semua berkeringat dingin, dan memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat tersebut untuk selamanya. Dan mereka akan menunggu sosok yang di maksud oleh pria itu.


Xi terengah - engah setelah semua ingatan itu ia lihat, ia telah terlepas dari rasa sakitnya. Saat melihat ingatan itu, ia bingung siapa yang menjadi lawan dari pria tersebut, dan kenapa mereka berperang di saat itu? Pertanyaan demi pertanyaan muncul di pikirannya tanpa henti. Ia ingin tahu lebih banyak lagi soal ingatan itu.


[ Pemberian telah selesai ]


[ Quest di dapatkan ] [ Tingkatkan Rank menjadi S ] [ Hadia : Class Shadow King akan naik ke tingkat yang lebih tinggi yaitu King of Darkness ] [ Mendapatkan potongan ingatan lagi ] [ Semua Stat akan naik 30 ]


Xi yang melihat sebuah layar muncul di depan wajahnya, ia hanya bisa menghelakan nafasnya saja saat melihat Quest yang tertulis di layat itu. " Tiba - tiba saja memicu Quest... Tapi aku harus tenang dulu, untuk naik ke Rank S itu tidak akan mudah jadi aku tidak mengharapkan kalau aku bisa naik dengan cepat. " Kata Xi sambil menghelakan nafasnya serta menutup matanya. " Tapi yang membuat ku penasaran... Kenapa dia ada di sana? Bukankah dia itu dewa kematian yang memindahkanku ke dunia ini setelah kematian? " Tanya Xi kepada dirinya sendiri. Pada saat itu ia masih di buat bingung dengan ingatan yang ia dapatkan. Yang ia lihat pada saat itu hanya sebuah peperangan. Ya sebuah peperangan besar.


[ Benar Tuan, beliau adalah dewa kematian yang telah tiada 20.000 tahun yang lalu ]


Mendengar system yang tiba - tiba menjawab pertanyaan, membuatnya menjadi terkejut. Namun dengan itu ia sudah dapat memastikan kalau sosok yang ia lihat di ingatannya adalah dewa kematian yang memindahkannya ke dunia ini. Namun, masih ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan lagi. Karena itu lah ia memutuskan untuk bertanya kepada System.


[ Para Prajurit putih itu di sebut sebagai Guardian. Mereka adalah bawahan langsung para Dewa Cahaya yang menduduki kasta tertinggi saat ini ]


Mendengar jawaban itu dari system, Xi dapat menyimpulkan kalau sebelas sosok yang ia lihat di dalam ingatannya itu adalah 11 Dewa Cahaya yang menjadi musuh bagi Dewa Kematian. Sepertinya para Dewa Cahaya itu menganggap Dewa Kematian sebagai ancaman terbesar mereka, karena saat itu mereka mengirimkan ratusan juta pasukan hanya untuk memusnahkan Dewa kematian seorang. Namun mereka berakhir dengan kerugian yang sangat besar walau mereka berhasil membuat Dewa Kematian menghilang dari muka dunia ini.


Kerugian yang mereka dapatkan sangat - sangat besar. Dari ratusan juta Guardian yang mereka bawa, tidak sampai seperti dua yang kembali. Dan mereka juga harua kehilangan empat rekan mereka dalam peperangan tersebut, dan hanya menyisakan tujuh Dewa saja yang menjadi sosok yang mendominasi dunia ini sekarang.


Walau dalam pikirannya ia memiliki pertanyaan lain, namun ia mengurungkan niatan tersebut. Ia merasa kalau dirinya belum layak dan belum cukup kuat untuk mengetahui semua itu lebih lanjut. Untuk mengetahui rahasia sebesar itu, ia juga memerlukan kekuatan yang besar pula untuk menjaga rahasia besar yang ia lihat. Bisa saja suatu hari para dewa itu mencari dirinya, mengingat dia adalah orang yang di bawa ke dunia ini oleh dewa kematian. Bisa saja para dewa itu mengirimkan utusan mereka untuk memusnahkan nya.


" Sebaiknya aku lupakan itu untuk sekarang... Sekarang waktunya untuk kembali ke dalam party ku. Aku sudah pergi sangat lama, jadi aku sedikit khawatir kepada mereka. Ayo Yvelsky! " Ucap Xi yang mengkhawatirkan rekan - rekannya yang telah ia tinggal cukup lama. Ia bersama dengan Evilsky mencari keberadaan mereka.


Waktu berlalu dengan cepat dan dalam sekejap Xi menemukan keberadaan dari party nya. Ia pun meminta Evilsky turun di tempat yang cukup jauh dari mereka, supanya tidak menjadi kehebohan yang tidak di perlukan. Setelah mereka mendarat di tempat yang tidak jauh dari lokasi party nya berada. Xi meminta Evilsky untuk menyembunyikan dirinya, karena bisa saja Evilsky menakuti teman - temannya.

__ADS_1


Evilsky pun mengangguk mengerti, dan ia bersembunyi di dalam kalung yang di berikan oleh Arisa tadinya.


[ Yvelsky Legendary Necklace ] Rank : unknown. Sebuah kalung yang dapat menyimpan serta mensummon Makhluk Legendary Evilsky yang merupakan Legendary Beast.


Setelah Evilsky masuk ke dalam kalung tersebut, Xi berjalan menghampiri partynya. Dengan menggunakan skill langkah bayangan serta Steahlt, ia dengan cepat berlari menuju ke tempat party nya berada.


Di saat yang sama, tampak mereka dapat mengalahkan beberapa Bear Armored yang menyerang mereka. Walau berhasil mengalahkan Bear Armored, mereka juga mengalami luka walau luka nya tidak serius. Namun itu sangat melelahkan karena mereka harua berhadapan dengan banyak monster dengan Rank D, C, dan B. Monster - monster itu benar - benar bukan lawan yang mudah.


" Aku sangat lelah... Aku sudah tidak sanggup bertarung lagi. " Kata Katashi sambil duduk dan meletakkan senjatanya di tanah. Ia benar - benar kelelahan, dalam menahan setiap serangan monster yang mengarah kepada dirinya.


" Ya aku juga lelah... Tapi, berkat dirimu yang menahan banyak monster itu... Kita berhasil mengalahkan mereka semua. " Kata Tota. Ia memuji kerja keras dari Katashi yang menahan semua monster itu tanpa rasa takut.


Sesaat saat mereka baru saja selesai mengalahkan semua monster yang menyerang mereka. Tiba - tiba Yu mendengar suara ranting yang terinjak, dan itu membuat semua orang terkejut dengan Yu yang tiba - tiba saja berkata untuk waspada. " Semua ada yang datang! " Ucap Yu dan meminta semua orang untuk bersiap menghadapi apa pun yang akan datang menyerang mereka.


" Tidak perlu waspada seperti itu... Kalian sudah bekerja sangat keras. " Kata sosok hitam yang berada di balik gelapnya pohon yang menutupi sinar matahari. Perlahan sosok tersebut berjalan dekat dan semakin dekat ke arah mereka.


Walau sudah di minta untuk tidak waspada, namun mereka tetap waspada di karenakan mereka tidak tahu siapa sosok tersebut. Namun, setelah sosok itu keluar dari gelapnya hutan yang tidak terkena sinar matahari, mereka sangat senang dengan kedatangan nya.


" Kak Xi, kau sudah kembali? " Kata Aiko sambil berlari ke arah Xi. Di susul dengan Airis yang datang menghampiri nya juga.


" Xi - Sama, kau sudah kembali. " Kata Airis dengan senang dapat melihat Xi kembali setelah lama berpisah.


" Kau terlambat saudara... Kami telah mengalahkan semua monster nya, dan tidak ada yang tersisa untuk mu. " Kata Tota sambil tersenyum ke arah Xi dengan percaya diri. Di sedikit menyombongkan dirinya yang telah mengalahkan banyak monster itu bersama yang lainnya. " Mungkin sudah tidak ada kesempatan lagi untukmu bertemu dengan monster lainnya, tapi tidak untuk tahu depan. " Lanjut Tota.


" Benar, dalam beberapa menit ke depan, kita akan di kirimkan kembali ke kota karena waktu kita di alas perpindahan telah habis. " Kata Yu sambil menggendong seekor anak monster. Tapak monster tersebut adalah seekor harimau berwarna pirang.


[ Lightning Tiger ] Rank : E. Level : 1. Exp : 1000.


Melihat Lightning Tiger yang di gendong oleh Yu, Aiko dan Annya belum memiliki kontrak, Xi pun memerikan sebuah kertas hitam kepada merek bertiga. Yu, Aiko, dan Annya bingung untuk apa kertas tersebut di berikan kepada mereka? Namun, setelah Yu melihat kertas hitam itu dengan baik, ia terkejut kalau kertas tersebut adalah sebuah kertas Kontrak antara petualang dan juga monster yang menjadi peliharaan nya.


" I ini.. Ini kertas kontrak?! Bukankah ini sesuatu yang berharga? Kak Xi kenapa kau memberikan sesuatu yang seberharga ini kepada kami? Kakak bisa menyimpannya untuk diri kakak sendiri. " Kata Yu. Ia sedikit kurang enak untuk menerima sesuatu yang berharga itu. Bahkan jika kertas kontrak ini di jual, itu akan menghasilkan ratusan Gold hanya dengan satu gulungan.

__ADS_1


" Jangan khawatir... Pakai saja aku punya banyak. " Balas Xi sambil melemparkan sesuatu kepada Tota dan juga Katashi.


Tota dan Katashi pun menangkap sesuatu yang di lemparkan oleh Xi kepada mereka. Setelah di lihat apa yang di lempar oleh Xi, mereka berdua cukup terkejut karena yang di berikan kepada mereka itu merupakan sebuah Rune Stone yang berisikan sebuah skill dari suatu Makhluk.


__ADS_2