LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 185


__ADS_3

Sementara itu di dalam labirin, Xi melepaskan sihirnya yang sangat kuat dan luar biasa hebat. Memenuhi seluruh lantai labirin dari lantai seratus hingga ke lantai satu.


Semua lantai telah di selimut oleh energi kematian Xi, semua orang yang merasakan energi sihir itu keluar untuk mengecek apa yang sedang terjadi.


Di saat mereka keluar istana, mereka melihat Xi yang sedang melepaskan sihirnya yang sangat banyak.


" Ibu, ayah sedang melakukan apa? " Tanya Mizuki kepada Yumiko.


" Ibu juga tidak tahu, tapi jangan menganggung ayahmu, sepertinya ia sedang serius. " Ucap Yumiko sambil mengingatkan Mizuki untuk tidak mengganggu Xi.


Melia yang melihat itu ia sangat terkejut. " Xi, Xi sedang berusahan untuk mengambil alih labirin ini. " Ucap Melia dengan terkejut.


" APA!! " Semua orang yang ada di sana sangat terkejut, labirin yang terdiri dari seratus lantai ke bawah tanah ingin di ambil alih oleh Xi.


" Melihat dari energi sihir yang Xi - Sama keluarkan, sepertinya itu bukan sekedar untuk mengambil ali labirin. " Ucap Astia. " Ini seperti sedang membentuk ulang labirin. " Lanjut Astia.


Semua orang jelas terkejut akan hal itu. Waktu berlalu, membutuhkan waktu lima jam untuknya mengambil ali labirin dan membentuk ulang labirin. Xi menarik kembali energinya yang tersisa.


Dengan senang Mizuki berlari ke arah Xi dengan kaki kecilnya. " Ayah! " Ucap Mizuki dengan manis.


Xi melihat Mizuki yang berlarih ke arahnya, saat Mizuki ada di dekatnya, ia menggendong Mizuki. " Bocah nakal, kenapa kau belum tidur. " Ucap Xi dengan ringan.


" Tadi, tadi Mizuki merasakan energi ayah yang kuat, jadi Mizuki tidak bisa tidur. " Ucap Mizuki dengan manis.


" A, ayah minta maaf kalau begitu. " Ucap Xi.


" Tidak apa ayah. " Ucap Mizuki dengan manis.


Yang lainnya berjalan mendekat ke Xi, karena penasaran Melia pun bertanya kepada Xi.


" Xi, apa yang barusan kau lakukan? " Tanya Melia.


" Akhir - akhir ini ada banyak orang yang berdatangan ke hutan kematian, dan lagi beberapa waktu lalu ada demon lord yang datang. " Jawab Xi.


" Aku khawatir Mizuki akan terluka nantinya bila bertemu dengan mereka. "


Melia terseyum saat mendengar itu dari Xi. Ia sangat bangga kepada Xi karena memikirkan keluarganya. " Tidak seperti ayahmu yang keras kepala, kau masih jauh lebih baik darinya. " Ucap Melia.


Xi tertawa sambil mengeluarkan keringat. ' Jika ayah mendengar ini, mati aku. ' Ujarnya dalam hati.


" Jadi apa istimewanya labirin ini? " Tanya Yumiko.


" A, tidak banyak. Hanya mengubahnya mejadi sedikit, jadi kalau di antara kita ada yang mati di sini, kita bisa bangkit lagi. " Ucap Xi dengan ringan.


Semua orang membuka lebar rahangnya hingga jatuh ke tanah. Mengubah penuh struktur labirin dan tidak bisa mati apa bila ada di dalam labirin.


" Ka kalau begitu berarti kita abadi di dalam labirin ini? " Tanya Airis.


Xi mengangguk membenarkan pertanyaan itu.


" A, mumpung kalian ada di sini, aku ingin memberikan tugas kepada kalian berempat. " Ucap Xi kepada empat orang yang ada di belakang Airis dan Astia.


Mereka pun segerah berlutut segerah saat Xi mengatakan akan memberikan tugas kepada mereka.


" Tugas apa yang ingin Xi - Sama berikan kepada kami. " Ucap Seorang wanita yang ada di tengah, ia berbicara sambil menundukkan kepalanya.


Ia adalah seorang Iblis yang tinggal di dalam Abyss, dulunya ia adalah salah satu dari tiga penguasa Abyss terdalam. Namun saat ia di kalahkan oleh Xi hanya dengan dua serangan, ia menyerah dan lebih memilih untuk melayani Xi dari pada mati. Dan bersumpah memberikan ke setiannya kepada Xi.


Nama wanita itu adalah Alice, salah satu dari penguasa abyss sebelumnya.


[ Nama : Alice ]


[ Ras : Demon King - Blood Demon Queen ]


[ Rank : SS+ ]

__ADS_1


[ Level : 320 ]


[ HP/MP : 18900000 ]


" Aku ingin kalian menghancurkan beberapa menara kecil Guardian lainnya. " Ucap Xi dan meminta mereka berempat untuk menghancurkan beberapa menara kecil Guardian.


" Baik Xi - Sama. " Mereka berdiri lalu pergi meninggalkan Dungon.


Ke empat orang itu adalah orang - orang yang berkuasa di Abyss dulunya, sebelum mereka di kalahkan oleh Xi sewaktu dirinya ada di Abyss.


" Jika kau meminta mereka untuk menghancurkan beberapa menara Guardian, yang berarti kau akan pergi, ia kan? " Tanya Yumiko kepada Xi. Yumiko sudah mengenal dengan jelas Xi, ia tahu kalau Xi akan pergi.


" Iya, aku akan pergi ke sana untuk balas dendam. " Ucap Xi dengan santai.


" Kalau begitu aku ikut, aku juga punya urusan dengan orang waktu itu. " Ucap Yumiko sambil merangkus tangan Xi. Yang masih menggendong Mizuki.


" Ayah, Mizuki juga ingin ikut. " Ucap Mizuki dengan manis.


" Sebaiknya Mizuki di rumah saja, ini bukan sesuatu yang bagus. " Ucap Xi.


" Tapi, tapi ingin melihat ayah bertarung. " Ucap Mizuki.


Melihat Mizuki yang ingin ikut bersama Xi, Melia berjalan mendekatinya lalu berkata. " Untuk sekarang Mizuki tidak boleh ikut, ini sangat berbahaya. " Ucap Melia sambil mengambil Mizuki dari tangan Xi dengan lembut.


" Nenek, Mizuki ingin ikut. " Ucap Mizuki sambil memelas.


" Tidak boleh. " Ucap Melia lalu pergi menuju Istana, dan saat pergi Mizuki menangis dengan keras, ia sangat rewel saat di bawa pergi.


" Kalau begitu kami akan pergi, apa bila Fai atau Noir sudah kembali, pinta mereka untuk menunggu di luar istana. " Ucap Xi kepada Airis dan Astia.


" Baik Xi - Sama. " Ucap mereka dengan serempak.


Xi dan Yumiko pergi meninggalkan labirin, di luar mereka pergi dengan cepat ketempat di mana orang yang pernah melukai mereka sampai parah hingga mereka jatuh dalam kengerian Abyss.


Dua Mill jauhnya dari labirin sampai ke tempat yang mereka tujuh, dan benar apa yang di katakan oleh Kazuki kalau tempat itu di huni oleh para manusia.


" Sungguh perbuatan yang kejam, entah mereka bersala atau tidak, mereka malah di hukum mati. " Ucap Yumiko yang ada di samping Xi.


" Apa kau tidak sedih kalau aku membunuh manusia? " Tanya Xi kepada Yumiko.


Yumiko menggelengkan kepalanya, walau dulunya ia seorang manusia, tapi ia tidak sedih walau harus membunuh sesama manusia.


" Aku hanya sedih jika keluargaku yang di bunuh, apa lagi jika aku kehilangan dirimu dan juga Mizuki, aku pasti akan sangat sedih. " Ucap Yumiko sambil memegang tangan Xi dengan erat, berharap hal itu tidak akan pernah terjadi.


Xi mendekatkan kepala Yumiko ke pundaknya, lalu memeluknya dengan lembut. Menghilangkan ke khawatiran Yumiko.


Xi mengangkat tangannya ke atas, lalu menutupi langit dengan kegelapan, seluruh cahaya yang menerangi kekaisaran di lenyapkan oleh kegelapan yang menutupi langit.


Mereka yang tadinya sangat senang, kini berubah menjadi panik, hal yang seharusnya tidak mungkin terjadi, hal yang tidak mereka inginkan, kini mereka malah melihatnya.


Di dalan istana kekaisaran, seorang prajurit melaporkan kejadian tersebut. " Lapor yang mulia kaisar, langit di luar telah di tutupi oleh kegelapan. " Ucapnya dengan panik kerena hal tersebut.


" Bagaimana mungkin! Tempat ini, kekaisaran ini, tempat yang suci dan selalu mendapatkan berkat dewa bisa di tutupi oleh kegelapan. " Ucap Kaisar itu tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh prajurit tersebut.


Di luar sana semuanya memang telah di tutupi oleh kegelapan, namun di dalam istana cahaya masih menerangi mereka, itu membuat semua orang yang ada di sana tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh prajurit itu.


" Kau sudah berani untuk berbohong! Prajurit seret dia ke penjara! " Ucap Kaisar dengan tegas sambil memrintahkan setiap prajurit yang ada untuk menyeret prajurit yang melapor ke dalam penjara.


" Ka kaisar, aku mohon ampuni aku! " Ucap Prajurit itu sambil di seret oleh prajurit lainnya.


Namun saat mereka berjalan hendak mendekat pintu, terlebih dahulu kepala mereka terpenggal. Dan membuat mereka yang ada di sana sangat terkejut.


" A apa... Apa yang terjadi... "


" Ke kenapa mereka bisa mati... "

__ADS_1


Cahaya yang menyinari tempat istana semuanya lenyap, gelapnya ruangan kaisar membuat semua orang kebingungan dan juga ada yang panik. Namun Kaisar meminta untuk semua tamu untuk tenang.


" Semuanya harap tenang! " Ucap Kaisar menenangkan kepanikan itu.


" Yang mulia " Ucap seorang Wizzard di sebelahnya menggunakan sihir penerangan untuk menerangi ruangan tersebut.


Saat sinar menerangi ruangan dan mereka dapat melihat lagi kembali tenang, dalam ketenangan itu di tengah - tengah ruangan. Kegelapan muncul dan dari kegelapan itu muncul seorang wanita yang sangat cantik, membutakan setiap pria yang ada di sana.


" K kau... Siapa kau? " Tanya Kaisar kepada Wanita itu.


" Aku... Hmmm, apa aku harus menjawabnya? " Balas wanita itu dengan ringan, wanita itu adalah Yumiko, ia muncul di tengah - tengah ruangan di antara banyaknya penjaga dan juga tamu.


Seorang pria dengan percaya dirinya ia berjalan mendekati Yumiko, sambil berjalan ia berkata. " Nona cantik, tidak perlu malu seperti itu... Izinkanlah diriku untuk menemanimu hari ini. " Ucap pria itu, ia dengan percaya dirinya berbicara seperti itu.


Semua orang mengetahui siapa pria itu, ia adalah petualang terhebat di kekaisaran. Dan wajar bagi mereka semua tidak ada yang berani untuk mengambil tindakan, apa lagi memarahi pria itu.


" Ohw... " Yumiko mengulurkan tangannya yang indah, membuat pria itu menjadi begitu percaya diri.


' Haha, aku mendapatkannya, aku mendapatkan hadia besar. ' Ujar pria itu dalam hatinya.


" Nona, maukah kau berkencan denganku? " Ucap pria itu dan langsung mengajak Yumiko berkencan.


Semua orang bersorak agar Yumiko menerima kencan tersebut. Tapi, tiba - tiba suhu ruangan menurun sangat drastis dan tangan dari pria itu keduanya terpotong.


" Eh... AAAAAAA! " Pria itu berguling - guling di lantai karena rasa sakit yang ia dapat itu.


" Maafkan aku, karena sengaja melalukan itu, apa itu sakit? " Ujar Yumiko dengan ringan.


" Wanita yang kejam. "


" Untung saja aku tidak mendekatinya. "


" Aku belum siap kehilangan tanganku. "


Mereka semua mengatakan hal tersebut setelah melihat petualang terhebat di negara mereka di kalahkan begitu saja.


" Kenapa kalian diam saja! Prajurit tangkap wanita itu! " Ucap Kaisar memerintahkan prajuritnya untuk menangkap Yumiko.


Namun semua prajuritnya sudah mati membeku terlebih dahulu sebelum mereka bergerak.


Sementara itu, pria yang di potong tangannya oleh Yumiko. Ia mengeluh lalu berkata kepada Yumiko. " ******... Beraninya kau melakukan hal ini kepadaku! " Ucap pria itu sambil menyebut Yumiko sebagai ******.


Yumiko kesal akan hal itu, tapi ada orang yang lebih kesal lagi mendengar sebutan itu, dan dirinya sudah seperti sebuah boom yang akan meledak kapan saja.


Di waktu yang berbeda, saat langit di tutupi oleh kegelapan, seorang pria segerah bergegas untuk pergi ke ruang tahta. Ia berlari dengan cepat namun ia tersesat di dalam kegelapan.


" Apa, di dimana aku berada? " Ucap pria itu.


" Sudah lama ya kita tidak bertemu. " Ucap seorang pria muncul dari balik kegelapan yang menutupi semuanya.


Saat ia melihat pria itu muncul dari kegelapan, ia ingat siapa pria yang ada di depannya. " Kau, bukankah kau yang waktu itu? Aku terkejut kau masih hidup setelah menerima semua serangan itu. " Ucap Pria itu sambil mengejek Xi dengan apa yang terjadi waktu itu.


" Haha, anggap saja diriku sedang sial waktu itu. " Ucap Xi dengan dingin.


" Karena kau muncul di sini, sepertinya serangan waktu itu tidak cukup untuk membuatmu kapok!! " Ucap pria itu sambil menarik busurnya.


Xi menatap pria itu dengan dingin, lalu ia melangkahkan kakinya, sambil berjalan ia menjentikkan jarinya, dan busur yang di pangan oleh pria itu hancur seketika.


" Waktu itu kau yang menyerangku habis - habisan, sekarang adalah giliranku. " Ucap Xi dengan dingin. Dalam sekejap ia muncul tepat di hadapan pria itu lalu menendang kakinya hingga patah.


Pria itu terjatuh dan ia mendapatkan rasa sakit yang sangat hebat. Rasa sakit dari kakinya yang patah dan di perkuat dengan sihir yang menusuk kakinya, ia sangat kesakitan.


" Aku rasa itu belum cukup. " Ucap Xi, lalu ia dengan santainya mematahkan satu jari dari pria itu.


" AARGGGHHH!!! " pria itu menjerit kesakitan karena jarinya di patahkan.

__ADS_1


" Jangan mati dulu, ini baru awalnya. " Ucap Xi dengan ekspresi yang dingin.


Ia mematahkan jari pria itu satu demi satu.


__ADS_2